Find The KEY

Find The KEY
Ep. 108



Jam sepuluh pagi Fajar sudah sampai di ruangan Papanya.


"Kamu baru sampai?" tanya Omar.


"Sudah dari tadi Pa, karena kita janjian jam sepuluh jadi aku singgah dulu ke ruangan Keysha" jawab Fajar.


"Bagus, apa kamu ada tanya - tanya sama Keysha mengenai kerjasama perusahaan kita dengan ADS Corp?" tanya Omar.


"ADS Corp perusahaan Abyasa maksud Papa?" tanya Fajar terkejut.


Kenapa aku jadi teringat sama alamat yang diberikan Catherine ya, apa ada hubungannya dengan mereka. Kok perasaanku jadi gak enak gini? ucap Fajar dalam hatim


"Ya iyalah perusahaan siapa lagi. Makanya jangan kelamaan tinggal di London kamu jadi ketinggalan jauh informasi di sini" tegas Omar.


"Maaf Pa, aku tadi tidak bertanya akan hal itu pada Keysha" jawab Fajar.


"Hari ini tugas kamu pelajari semua mengenai kerjasama perusahaan kita dengan ADS Corp. Walau Abyasa sudah menjadi keluarga kita tapi tidak ada salahnya kalau kamu mempelajari semuanya. Siapa tau dia punya kesilapan jadi kita bisa mencegahnya sedini mungkin" perintah Omar.


Omar sengaja menahan Fajar dengan alasan itu agar dia sempat bertemu lebih dulu dengan Ela.


"Baik Pa nanti aku akan pelajari kerjasama perusahaan kita dan langsung tanya - tanya sama Keysha kalau ada hal yang aku tidak mengerti" jawab Fajar.


"Kalau begitu Papa tinggal kamu dulu. Papa ada janji jumpa dengan client bersama Kevin dan August" ujar Omar.


"Iya Pa, aku akan kembali ke ruangan Keysha dan akan menanyakan padanya tentang kerjasama perusahaan kita dengan ADS Corp" ucap Fajar.


Omar keluar dari ruangannya dan menghampiri ruangan Kevin.


"Bagaimana sudah bisa kita pergi?" tanya Omar pada Kevin. August ternyata sudah bergabung dengan Kevin dari tadi.


"Bisa, aku sudah menghubungi Ela. Tadi August sudah memberikan nomor hpnya. Dia menunggu kita siang ini" jawab Kevin.


"Bagus kalau begitu kita berangkat sekarang" ajak Omar.


Kevin dan August bangkit dari tempat duduknya kemudian segera menyusul Omar yang berjalan keluar.


Satu jam kemudian mereka sudah sampai di ADS Butik.


"Selamat siang Pak, ada yang bisa kami bantu?" tanya salah satu pegawai yang merasa heran pelanggan yang datang adalah pria biasanya yang datang adalah wanita yang ingin memesan gaun.


Tapi namanya juga dia pegawai harus bisa melayani tamu siapapun itu.


"Kami ingin bertemu Ariella" ucap Kevin.


"Maaf Pak apakah Bapak - Bapak sekalian sudah buat janji?" tanya sang pegawai.


"Sudah, katakan saja padanya Pak Barrakh sudah datang" jawab Kevin.


Pegawai tersebut meraih teleponnya dan mencoba menghubungi Ela.


"Bu ada Bapak Barrakh menunggu di bawah. Katanya mereka sudah buat janji dengan Ibu. Baik Bu, akan saya antar ke atas" jawab Pegawai tersebut ketika mendapat jawaban dari Ela. Pegawai tersebut kemudian menutup teleponnya.


"Silahkam Pak ikuti saya, akan saya antar Bapak - Bapak ke ruang kerja Bu Ela" ucap pegawai.


Trio Ambisi mengikuti pegawai tersebut ke dalam lift kemudian mereka naik ke lantai 4.


"Anak muda yang hebat ya, masih muda mereka sudah sukse membuat usaha di bidang ini. Sepertinya Butik mereka banyak penggemarnya" puji Kevin.


"Sama seperti Jasmine dulu sebelum menikah dengan Aladin" sambut August.


Omar hanya diam mendengarkan ocehan para sahabatnya.


Tak lama mereka sudah sampai ke lantai empat.


Tok.. Tok...


"Masuk" perintah Ela dari dalam.


Omar, Kevin dan August masuk ke dalam ruang kerja Ela.


"Selamat siang Om - Om semua. Silahkan duduk Om. Ada perlu apa sampai jauh - jauh datang ke Butikku ini? Sepertinya ada keperluan yang sangat penting sekali?" tanya Ela penasaran karena dari tadi setelah dia mendapat telepon dari mertua kakak kembarnya itu Ela tak henti - hentinya berfikir kira - kira apa yang akan dibicarakan para petinggo Barrakh Corp ini bersamanya.


Omar, Kevin dan August duduk di sofa yang ada di ruangan Ela. Mereka memperhatikan ruang kerja Ela yang terlihat sangat nyaman.


Sepertinya anak tengil ini punya selera seni yang tinggi. Banyak sekali lukisan - lukisa unik di pajang di ruang kerjanya.


"Kamu suka melukis atau hanya menyukai lukisan?" tanya Omar penasaran.


"Keduanya Om" jawab Ela singkat.


"Semua lukisan di ruangan ini hasil karya kamu?" tanya Omar lagi.


"Sebahagian, ada beberapa lukisan di sini hasil coretan tangan teman - temanku di London" ungkap Ela.


"Emmm... begini El kedatangan kami ke sini adalah untuk mengajak kamu bekerjasama dengan kami" ucap Kevin.


Kening Ela berkerut, kerjasama apa yang bisa dia buat bersama tiga pria tua di hadapannya ini.


"Langsung saja ya" potong Omar.


Ela menatap ke arah Omar.


"Om tau kamu adalah Princess" ucap Omar.


Ela terlihat sangat terkejut, selama beberapa tahun ini dia merahasiakan statusnya dan baru kali ini rahasia dia terbongkar dan tiga pria inilah yang berhasil mengungkapnya.


"Apa maksud Om, Princess apa?" tanya Ela pura - pura tidak mengerti.


"Kamu tidak perlu berpura - pura El, kami sudah tau semuanya" ucap Kevin.


"Fakta pertama kamu mahasiswi jurusan design fashion, kamu seorang designer dan kamu berasal dari Indonesia. Nama Princess diambil dari nama tengah kamu kan? Ariella Putri Gunadi?" tebak August.


Ela tidak bisa mengelak lagi.


"Ba.. bagaimana Om bisa mengetahuinya?" tanya Ela.


"Kamu melakukan peragaan busana terakhir sabtu lalu di London sebagai perpisahan karena kamu akan kembali ke Indonesia untuk selamanya dan hari minggu kamu ikut rombongan Keysha ikut pulang ke Indonesia. Itu merupakan sebuah ketepatan yang sangat luar biasa Ela" ungkap Kevin.


"Kami sudah mencari informasi mengenai kamu, utusan saya sudah memberikan informasi yang sangat detail mengenai siapa kamu di London. Jadi Om ingin menawarkan sebuah kerjasama dengan kamu di sini" ucap Omar.


"Kerjasama apa Om?" tanya Ela penasaran.


"Begini, Fajar putra Om mempunyai penyakit alergi setiap berdekatan atau bersentuhan dengan wanita kecuali wanita itu keluarga dekat atau wanita yang sudah dia kenal sejak dia masih kecil. Satu lagi wanita yang kelak memang di takdirkan untuknya. Satu tahun yang lalu tidak... tidak... saat kalian SMU pertama kali Fajar dan kamu bertemu dan bersentuhan dalam pertandingam taekwondo dia tidak mengalami alergi ketika bersentuhan dengan kamu tapi dia tidak menyadarinya. Kemudian satu tahun yang lalu dalam peragaan busana di London tanpa sengaja dia tabrakan dengam kamu alerginya tidak kumat. Disitu dia menyadarinya tapi dia tidak tau siapa kamu karena pada saat itu kamu memakai topeng untuk menutupi wajah kamu. Kemudian saat pertandingan sebelum Abyasa menikah lagi - lagi kamu bertanding dengan Fajar dan bersentuhan dia tidak mengalami apa - apa. Terakhir perjalanan kalian di London dia selalu berinteraksi dengan kamu kan? Tapi dia tidak mengalami apapun. Hanya saja semua itu dia tidak sadar. Yang dia tau alerginya tidak kumat jika bertemu Princess, kalau berdekatan dengan kamu dia tidak menyadarinya karena dia menganggap kamu hanya wanita jadi - jadian jadi alerginya tidak akan kambuh. Selama satu tahun ini dia berusaha mencari keberadaan Princess sampai dia kembali ke Indonesia" ungkap Omar.


"Maksud Om Fajar sekarang sudah di Indonesia?" tanya Ela.


"Iya, dia tiba tadi malam. Dan kepulangannya ke sini adalah untuk mencari kamu Ela. Dia ingin mencari Princess di Indonesia dan Om rasa sebentar lagi dia akan menemukan kamu" sambung Omar.


"Aku tidak percaya Om" bantah Ela.


"Kalau kamu tidak percaya dengan cerita Omar kamu buktikan saja sendiri" potong Kevin.


.


.


BERSAMBUNG


Pagi semuanya... aku lagi semangat ni habis sahur nulis cerita. Semoga kalian suka ya... Kopinya donk bagi yang gak puasa. Yang puasa aku minta kembang ya.


Terimakasih