
"Mama mengapa ada hantu di dapur kita" teriak Shakira.
Jasmine berbalik dan mendapati Ela sedang mandi tepung.
"Elaaa" panggil Jasmine.
"Sorry Ma, aku gak sengaja nyenggol timbangan tepungnya" ucap Ela pasrah campur malu.
Fajar langsung mengambil ponsel dari saku celananya kemudian memotret Ela.
Cekreeek...
"Mas jangan di foto donk, aku kan malu" ucap Ela.
"Hahahaha wajah Kak Ela lucu penuh tepung. Putih banget Kak seperti hantu" goda Shakira.
Jasmine tersenyum melihat tampilan calon menantunya. Nih anak memang sembrono tapi lucu. Rumah pasti rame kalau nanti dia tinggal di sini. Batin Jasmine.
"Cantik" puji Fajar sambil melihat hasil jepretannya.
"Maaaaaas... tuh kan Ma. Aku kan jadi malu dibuat Mas Fajar" teriak Ela manja pada calon mertuanya.
Jasmine tersenyum melihat tingkah anak - anaknya.
"Ada apa kok rame di dapur?" tanya Omar penasaran saat dia baru saja tiba di rumah mendengar suara ribut dari arah dapur.
"Ya ampun Ela, kamu kenapa putih gitu? Di bentak Fajar sampai wajah kamu pucat tak berdarah" goda Omar sambil tertawa kecil.
"Tuh Ma, Papa juga ledekin aku" ucap Ela manja.
"Sudah - sudah kalian sukanya godain Ela saja. Sana El ke kamar mandi dan cuci wajah kamu dulu setelah itu numpang mandi dan pinjem pakaian Shakira" perintah Jasmine.
"Maaf Ma semua jadi berantakan" ucap Ela merasa bersalah.
"Tidak apa - apa sayang. Kamu kan gak sengaja. Shakira bawa Ela ke kamar kamu dan pinjamin dia baju kamu ya" perintah Jasmine.
"Oke Ma" jawab Shakira sambil tersenyum karena merasa lucu melihat wajah Ela putih terkena tepung.
Ela mengikuti Shakira ke kamar untuk mandi dan berganti pakaian.
"Bener kan Yank, apa yang aku bilang. Pasti rumah rame kalau ada Ela" ujar Omar.
"Calon istriku lucu kan Pa" sambut Fajar.
"Sekarang baru bilang lucu, dulu emoh" balas Jasmine.
Fajar menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Kalian jangan keterlaluan menggodanya nanti dia ngambek baru tau rasa. Kamu lagi Fa, perempuan yang ceria sekali ngambek sulit lho bujuknya. Hati - hati kamu" Jasmine memberi peringatan kepada Fajar.
"Iya Ma, Ma tolong buatin bubur donk. Aku laper banget tadi baru mabok darat" pinta Fajar.
"Kok bisa alergi kamu kumat?" tanya Jasmine penasaran.
Jasmine mendengarkan cerita Fajar sambil memenuhi memasak apa yang anaknya pinta.
"Itu Ma sekretaris dan CEO PT. XXX ingin menjebak aku dan Ela. Aku dikasi obat tidur dan dijebak di kamar hotel kemudian mereka mengirim pesan kepada Ela kalau aku sedang dalam bahaya. Jadi sekretarisnya menjebak aku sedangkan CEOnya ingin menjebak dan memperkosa Ela" ungkap Fajar.
"Innalillahi.. jadi Ela gak apa - apa kan?" tanya Jasmine.
"Seperti yang Mama lihat dia sehat - sehat saja tanpa kurang suatu apapun malah aku yang lemas karena alergiku kumat" jawab Fajar.
"Syukurlah kalian tidak apa - apa" balas Jasmine.
"Kamu lupa kalau mantu kamu jago beladiri. Fajar aja kalah dua kali sama dia" ucap Omar.
"Aku kalah waktu itu kan karena takut alergiku kumat Pa. Setelah aku tau kalau dia antimoku aku menang Pa tanding lawan Ela" jawab Fajar.
"Emangnya setelah itu kamu pernah tanding sama Ela lagi?" tanya Jasmine.
"Pernah Ma, sebelum Ela terima lamaran aku" jawab Fajar.
"Jadi karena itu si Ela terima kamu?" gantian Omar yang bertanya.
"Nggak Pa, waktu itu aku cuma minta dia mau terima aku dulu sebagai teman. Sejak saat itu kami mulai akrab dan sering jalan bareng" ungkap Fajar.
"Iya lebih pintar dari Papa kamu" sindir Jasmine.
"Emang Papa gimana Ma?" tanya Fajar penasaran.
"Papa kamu malah minta saran si Abu gila untuk ngejebak Mama" jawab Jasmine.
"Waaaah Papa main kotor rupanya?" ledek Fajar.
"Waktu itu Papa kan gak tau kalau Mama kamu itu antimonya Papa. Ya gitulah, namanya udah jodoh bagaimanapun kamu ingin lari pasti ujung - ujungnya akan kembali kepelukanku juga, yang penting gimana kita sekarang" balas Omar.
Fajar manggut-manggut mendengar cerita Papanya. Kini dia mengerti akur jodoh. Dulu dia juga berusaha lari dari Ela. Papanya berulang kali mengingatkan kalau Ela lah antimonya tapi dia tidak percaya dan menjauhi Ela Ternyata wanita yang dia cari di London selama ini adalah Ela.
"Kamu mau masak apa yank?" tanya Omar.
"Mau bikin brownies panggang Mas. Kamu ganti baju dulu sana gih biar aku lanjutin masakanku. Nanti kalau sudah siap kita makan bareng - bareng sama calon mantu kita" Jawab Jasmine.
"Oke" Omar melangkah keluar dapur menuju kamarnya untuk berganti baju santai di rumah.
Tak lama bubur Fajar sudah selesai. Jasmine menghidangkannya untuk Fajar di meja makan. Setelah itu Jasmine melanjutkan kegiatannya membuat cake.
Fajar memakan bubur yang disediakan Mamanya dengan begitu lahapnya.
"Ya ampun Maaaas aku lupa tadi ke dapur mau masakin bubur kamu" ucap Ela yang sudah datang ke dapur dengan tampilan fresh sudah mandi dan berganti pakaian.
"Sudah dimasakin Mama kok Princess" jawab Fajar. Dia menarik kursi di sampingnya dan menyuruh Ela duduk di kursi itu.
"Maaf ya Mas, mungkin aku kualat ngelupain permintaan kamu tadi makanya kesiram tepung" sambung Ela.
"Kamu kan sembrono bin usil, jadi aku sudah faham sifat kamu walau agak terkejut tadi dengan tampilan kamu yang absurd" goda Fajar.
"Tuh mulai lagi" sindir Ela.
"Oke.. Oke.. habisnya kamu lucu. Fajar kembali membuka layah hpnya dan mengganti wallpaper layar hpnya dengan foto Ela yang penuh dengan tepung di wajahnya.
Fajar tersenyum memandangi hpnya.
"Ih senyum kamu aneh deh, aku seperti mencium bau - bau keusilan pada senyum kamu" ujar Ela.
"Nih lihat" Fajar memperlihatkan layar hpnya kepada Ela.
"Tuh kaaaan beneeer, kamu usil banget" balas Ela kesal dan bangkit dari tempat duduknya kemudian mendekati Jasmine yang sedang memasak cake.
"Sudah selesai Ma?" tanya Ela ketika melihat Jasmine mengeluarkan brownies dari dalam oven.
"Sudah sayang, nih coba kamu potong" perintah Jasmine.
"Waaah wangi sekali Ma, pasti cake nya enak banget ini" puji Ela.
Ela mengeluarkan cake dari dalam loyang yang panas dan meletakkannya dalam wadah besar setelah itu dia memotong cake tersebut menjadi beberapa potongan kecil dan meletakkannya ke atas piring.
Ela kembali mendekati browniesnya dan mencium aromanya.
"Mmmmm... wangi banget" ucap Ela.
"Lebih wangi kamu" bisik Fajar pelan ditelinga Ela agar Mamanya gak dengar.
Ela langsung melihat ke arah calon mertuanya. Untung Mama gak lihat. Batin Ela.
Wajah Ela memerah karena malu. Dan Fajar tersenyum melihat wajah pujaan hatinya itu.
"Kenapa wajah kamu merah El?" tanya Jasmine heran.
"Mmm.. anu Ma browniesnya masih panas gak sengaja tadi aku pegang" jawab Ela bohong.
Fajar yang mendengar jawaban Ela seperti itu langsung tertawa karena tingkah dan jawaban Ela yang lucu.
.
.
BERSAMBUNG