
Keesokan harinya di ADS Butik.
"Maaf Mbak Elanya ada?" tanya seorang gadis kepada salah satu karyawan Butik.
"Sudah ada janji Mbak?" tanya pegawai itu.
"Sudah, kemarin Mbak Ela sendiri yang pinta saya datang ke sini untuk fitting baju" jawab gadis itu.
"Sebentar Mbak, maaf dengan Mbak siapa ya?" tanya pegawai tersebut.
"Bilang saja Shakira Barrakh" ucap gadia itu.
"Tunggu sebentar ya Mbak" sambung sang pegawai.
Pegawai wanita itu terlihat sedang menghubungi seseorang.
"Mbak Shakira silahkan naik ke lantai empat setelah itu mbak cari ruangan Mbak Ela yang tepat berada di samping mushalla" ucap pegawai itu.
"Baik. Terimakasih" ucap gadis yang bernama Shakira.
Shakira kemudian masuk ke dalam lift yang akan mengantarkannya menuju ke lantai empat. Sesuai intruksi dari pegawai tadi Shakira mencari ruangan Ela.
Tok.. tok.. tok..
"Masuk" perintah Ela dari dalam.
"Permisi Mbak Ela" sapa Shakira.
"Eh Shakira ya?" tanya Ela maklumlah baru beberapa kali ketemu jadi Ela belum kenal betul dengan gadis ini.
"Iya Mbak" jawab Shakira.
"Mari masuk Sha" ucap Ela.
Shakira masuk ke dalam ruang kerja Ela.
"Duduk Sha. Kamu datang sama siapa?" tanya Ela.
"Sendiri aja Mbak. Kata Mbak Keysha, Mbak nyuruh saya datang mau fitting baju" jawab Shakira.
"Iya. Tunggi sebentar ya biar aku bawa baju kamu. Sekalian kamu mau minum apa?" tawar Ela.
"Terserah Mbak aja deh. Apa aja" jawab Shakira.
Ela keluar dari ruang kerja dan berjalan menuju ruang jahit. Ela mengambil baju Shakira dan membawa teh botol untuk di minum Shakira.
"Nih Sha minumnya" Ela memberikan minuman kepada Shakira. Shakira menyambutnya dan meletakkannya di atas meja.
"Ini baju yang akan kita pakai Mbak?" tanya Shakira.
"Iya" jawab Ela singkat.
"Waaaah cantik banget Mbak, aku suka.. suka banget. Benar kata Mama, Mbak Keysha dan Tante Sheila. Selera dan design Mbak Ela keren banget" puji Shakira.
"Biasa aja Sha. Yuk kita ngepas gaunnya dulu, biar tinggal finishing" ajak Ela.
Shakira berdiri di dekat Ela dan memakai gaun untuk bridesmaid.
"Udah pas kok Sha, berarti tinggal finishing. Dua hari sebelum hari H bisa di ambil ya. Nanti di loundry dulu di sini biar kamu tinggal pakai aja nanti" ucap Ela.
"Keren banget Butik Mbak, pelayanan maksimal" puji Shakira lagi.
"Oh ya Sha ukuran kemeja kakak kamu apa?" tanya Ela.
"Kak Fajar?" tanya Shakira.
Ela menganggukkan kepalanya.
"L Mbak, aku udah tanya dia tadi" jawab Shakira.
Ela kemudian mencatat ukuran Fajar untuk memesan kemeja para groomsmen.
"Dah selesai. Ayo Sha di minum. Santai aja" tutur Ela.
"Mbak Ela suka lukisan?" tanya Shakira.
"Suka" jawab Ela singkat.
"Itu lukisan siapa Mbak?" tanya Shakira.
"Lukisan teman di London" jawabnya.
"London? wah ketepatan sekali lho Mbak, kakak aku juga di sana" jawab Shakira.
"Iya, aku udah tau. Udah ketemu juga beberapa kali" sambung Ela
"Udah bertanding juga kan?" tanya Shakira.
"Kok kamu tau?" tanya Ela penasaran.
"Aku kan datang waktu pertandingan itu. Mbak keren banget waktu itu. Aku ngefans deh sama Mbak. Mbak itu perfect jago bela diri tapi pinter design. Hebat banget" puji Shakira.
"Dari tadi kamu muji terus, bisa terbang nih aku" jawab Ela.
"Bener lho Mbak, aku suka banget gaya Mbak. Dulu aku pengen banget ikut Kak Fajar latihan, tapi Kak Fajar marah dan ngelarang aku. Dia bilang perempuan itu harusnya anggun di rumah belajar dandan dan masak biar bisa ngurus rumah. Bukan belajar beladiri dan jadi preman. Gitu katanya Mbak" adu Shakira.
"Emangnya aku kelihatan seperti preman ya karena bisa beladiri?" Ela merasa tersindir dengan ucapan Shakira.
"Nggak Mbak. Mbak malah kelihatan keren banget. Nyesal aku dulu gak jadi belajar beladiri" ucap Shakira.
"Ah bisa aja kamu" balas Ela.
Shakira gadis yang ramah sebentar saja mereka sudah terlihat akrab dan santai ngobrolnya.
"Kamu beda ya sama kakak kamu" ucap Ela.
"Ya bedalah Mbak, aku kan cewek. Kak Fajar cowok" jawab Shakira.
"Kamu anaknya asik, ramah dan ceria. Kakak kamu malah sebaliknya. Ngeselin, sombong dan arogan" sambung Ela.
"Itu karena Mbak belum kenal aja. Kak Fajar itu hangat kok orangnya cuma ya memang tertutup kalau sama cewek kecuali keluarga. Dia kakak terbaik di dunia" puji Shakira.
"Aku gak yakin dengan perkataan kamu" ledek Ela.
"Hahaha beneran lho Mbak. Aslinya Kak Fajar itu sebenarnya perhatian cuma ya dia tidak begitu mau memperlihatkannya. Aku tau kok semua yang dia larang padaku karena dia sayang. Dia itu mengidolakan Mama Mbak. Baginya Mama adalah wanita yang sempurna. Mama itu anggun, pinter masak, lemah lembut dan penyayang. Apalagi sama anak-anak. Makanya Kak Fajar gak suka aku latihan beladiri. Dia mau aku belajar masak sama Mama di dapur. Tapi kan selera orang beda - beda ya Mbak" ungkap Shakira.
"Betul. Tapi mungkin latar belakang keluarga bisa mendukung selera kita Sha. Seperti aku, dulunya kata Papaku Mama itu tomboy banget kayak aku. Papa Mamaku dulu musuhan karena Mama suka ngerjain Papa dulu. Tapi setelah tujuh tahun gak bertemu Mama berubah jadi anggun membuat Papa terkejut dan akhirnya jatuh cinta. Mamaku suka main gitar dan jago taekwondo. Itu yang memotifasi Papaku belajar beladiri. Papa ingin mengalahkan Mama. Itu mungkin yang membuat aku menjadi cewek tomboy juga seperti ini" ujar Ela.
"Tapi Mbak pinter dandan juga kok. Nih aku lihat Mbak pakai make up" sambut Shakira.
"Tuntutan pekerjaan Sha, gak mungkin aku pertahanin kelelakianku dan aku tidak bisa menolak naluri kewanitaanku. Bagaimanpun terkadang hati kecil ingin diakui sebagai wanita cantik di hadapan orang - orang. Karena kerjaanku emang dekat - dekat dengan alat make up jadi aku belajar sedikit - sedikit di London. Makanya bisalah dandan tipis - tipis" ungkap Ela.
"Tapi Mbak cantik kok. Aku suka banget. Pokoknya aku ngefans sama Mbak" puji Shakira.
"Senang kenal dengan kamu Sha" ujar Ela.
"Sabtu nanti kita ketemu lagi ya Mbak. Jangan berantem sama kakak aku ya. Nanti aku bantu deh dekat sama dia. Biar Mbak tau kalau kakak aku itu baik juga orangnya" balas Shakira.
"Ogah ah dekat sama kakak kamu. Yang ada nanti malah perang Sha" ledek Ela.
"Kalau begitu aku pulang dulu ya Mbak. Sampai ketemu hari Sabtu. Ingat ya aku akan datang bersama kakak aku jadi kalian jangan berantem. Entar aku doain berjodoh lho" ancam Shakira.
"Hahaha ada aja doa kamu Sha. Okey bye... ketemu hari Sabtu ya. Sebentar lagi kita akan jadi sodara" balas Ela.
Shakira keluar dari ruang kerja Ela dan melangkah menuju lift.
Ela menghela nafas, kalau ingat cowok pendendam itu malas banget rasanya menyambut hari sabtu. Bete ingat wajah sombong dan arogannya itu. Batin Ela.
.
.
BERSAMBUNG