
"Nah Mas Ryza udah buat pertunjukan, gimana kalau kita lanjut ke Mbak Ela lagi. Saya masih kebayang suara merdu Mbak Ela nyanyi minggu lalu. Gimana kalau kita minta Mbak Ela bernyanyi lagi. Para tamu setuju gak?" tanya pembawa acara.
"Waduuh udah Mas jangan saya lagi. Stok lagu saya sudah habis" elak Ela.
"Ayolah Mbak, satu lagu saja" pinta pembawa acara.
"Oya El" teriak Aby dari atas pelaminan.
"Baiklah demi kakak kembar saya, apapun akan saya lakukan" jawab Ela.
"Lho Mbak Ela dan Mas Aby saudara kembar toh. Waah saya baru tau Mbak. Bagaimana kalau Mbak dan Masnya yang nyanyi berdua. Kan seru itu" ucap Pembawa acara.
"Tumben ide kamu bagus" celetuk Ela.
"Ayo Kak kita nyanyi berdua lagu untuk Kak Key" ajak Ela.
"Ayo donk Mas Aby... Biar kompak" sambung pembawa acara.
"Aby.. Aby..." teriak para tamu.
"Ayo Mas nyanyi untukku" pinta Keysha.
"Baiklah sayang. Nanti malam kamu bayar tunai ya" ucap Aby sambil mengedipkan sebelah matanya membuat Keysha bersemu merah.
Aby maju ke atas pentas dan berdiri di samping Ela.
"Pakai gitar lagi Mbak, Mas?" tanya pria itu.
Ela menganggukkan kepalanya. Pembawa acara memberikan gitar dan mengangkat kursi ke atas pentas.
"Kamu yang nyanyi aku yang main gitar, gimana?" tanya Ela.
"Ya udah tapi kamu bantuin nyanyinya ya. Lagu ini khusus untuk istriku ya. Lagu Akad dari Payung Teduh" ucap Aby.
Ela mulai memainkan gitar mengiringi Aby bernyanyi dan mereka bernyanyi bersama.
Ela sing...
Betapa bahagianya hatiku
Saat kududuk berdua denganmu
Berjalan bersamamu
Menarilah denganku
Namun bila hari ini
Adalah yang terakhir
Namun ku tetap bahagia
Selalu kusyukuri
Begitulah adanya
Namun bila kau ingin sendiri
Cepat, cepatlah sampaikan kepadaku
Agar ku tak berharap
Dan buat kau bersedih
Aby sing.....
Bila nanti saatnya telah tiba
Kuingin kau menjadi istriku
Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan
Berlarian ke sana kemari dan tertawa
Namun bila saat berpisah telah tiba
Izinkan ku menjaga dirimu
Berdua menikmati pelukan di ujung waktu
Sudilah kau temani diriku
Namun bila kau ingin sendiri
Cepat, cepatlah sampaikan kepadaku
Agar ku tak berharap
Dan buat kau bersedih
Bila nanti saatnya telah tiba
Kuingin kau menjadi istriku
Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan
Berlarian ke sana kemari dan tertawa
Namun bila saat berpisah telah tiba
Izinkan ku menjaga dirimu
Berdua menikmati pelukan di ujung waktu
Sudilah kau temani diriku
Sudilah kau menjadi istriku
Mereka bernyanyi dengan kompak sampai selesai. Seluruh tamu undangan bertepuk tangan melihat penampilan mereka hingga selesai.
Fajar melihat keakraban kedua bersaudara itu.
Gak nyangka boleh juga suaranya, keren juga tuh cewek jadi - jadian pinter main gitar lagi. Puji Fajar tanpa sadar.
Eh tidak.. tidak... bisa kesenangan dia kalau tau aku memujinya. Batin Fajar.
Setelah selesai bernyanyi Ela kembali duduk ke tempatnya semula. Tanpa sadar Fajar terus melirik Ela sampai Ela duduk di kursinya.
Omar melihat putranya dan tersenyum dan dia sudah tidak sabar untuk membuktikan kepada putranya bahwa antimonya sudah ditemukan. Selama ini Fajar selalu saja mengelak setiap Omar menyinggung soal ini.
Fajar masih tetap kekeh pada pendiriannya bahwa antimonya itu berada di London. Dan dia menolah keras calon antimo yang disebutkan Papanya.
Omar memberi kode kepada August untuk keluar dari ruangan ini.
"Sebentar ya sayang, aku dan August mau menemui client yang juga tamu undangan di pesta ini" ucap Omar pada Jasmine.
Omar berdiri dan melangkah kebelakang di susul oleh August. Sementara Kevin yang melihat kedua sahabatnya sudah beraksi mulai menjalankan tugasnya.
Kevin berdiri dan membisikkan sesuatu kepada Keysha. Keysha langsung menganggukkan kepala tanda mengerti.
Pesta terus berlanjut. Semua sedang asik menikmati acara sampai selesai. Termasuk Ela dan teman - temannya.
Tiba -tiba saja Ela mendapat pesan dari Keysha. Keysha meminta bantuan Ela untuk mengambilkan sesuatu di kamar pengantinnya.
"Guys sebentar ya, aku naik ke atas dulu. Kak Key minta diambilin sesuatu di kamarnya" ucap Ela.
Ela berjalan menuju pintu lift dan hendak naik ke lantai atas. Saat Ela masuk ke dalam lift dan hendak menutup pintu tiba - tiba pintu di tahan oleh tangan pria.
"Ck... kamu lagi" ucap Ela.
"Kenapa, keberatan? Kalau gak suka ya udah keluar sono" balas Pria yang masuk ke dalam lift yang tak lain adalah Fajar .
"Enak aja yang masuk duluan aku kok, kamu lah yang keluar duluan" teriak Ela.
"Ye ngegas lagi. Hotel ini milik keluarga gue, suka - suka gue donk" ucap Fajar kesal.
"Jadi lo sombong sekarang, anggar kaya gitu? Cih bisanya banggain harta orangtua" umpat Ela.
"Ih.. kalau gak mikir kita sudah jadi sodara udah gue usir lo dari sini" balas Fajar.
"Usir kalau lo berani. Gue teriak nih lo mau perkosa gue" ancam Ela.
Refleks Aby menutup mulut Ela dan menutup pintu lift. Kini mereka sudah masuk di dalam lift berdua saja. Fajar terkejut tangannya masih membekap mulut Ela, seketika Fajar melepaskan tangannya dan menjauh dari Ela.
Fajar melihat penampilan Ela dari atas sampai bawah.
Tumben malam ini cewek jadi - jadian ini cantik. Bisa juga dia berdandan anggun seperti ini. Batin Fajar.
Tiba - tiba Fajar melihat bros jilbab di dada Ela berbentuk mahkota seorang princess.
"Dari mana lo dapat bros baju ini?" tanya Fajar dan tangannya refleks hendak mengambil bros yang ada di dada Ela.
Refleks Ela meninju perut Fajar.
"Huffff....Sorry.. gue gak bermaksud begitu" ucap Fajar dengan rasa bersalah.
Fajar melirik ke arah bros jilbab yang ada di dada Ela.
"Ya gue beli di London. Kepo banget?" oceh Ela
"Gue penasaran aja. Dimana jualnya, seperti pernah lihat" ucap Fajar.
"Enak aja, maksud lo ini barang murahan. Hey ini dibuat khusus sama teman gue dan hanya untuk gue" balas Ela.
"Sorry.. gue hanya ngerasa pernah lihat barang itu tapi dimana ya" Fajar mengerutkan keningnya, sepertinya dia sedang berfikir keras.
"Perasaan lo aja kaleee" ucap Ela.
Saat mereka sedang menunggu lift sampai ke lantai paling atas tiba - tiba saja lampu di lift mati dan lift berhenti.
Ela menjerit meminta tolong.
Fajar meraih hp yang ada di saku celannya dan menghidupkan senter agar ada cahaya. Seketika Ela meraih dan memegang jas Fajar ketakutan.
Ela berkeringat dingin dan mulai menangis sambil memegang baju Fajar.
"Hahahahaha.... ternyata ada juga yang bisa buat lo ketakutan. Gue kira lo cewek tangguh, cewek jadi - jadian" sindir Fajar.
Tiba - tiba lift bergerak sedikit anjlok dan bergetar. Ela menjerit ketakutan dan langsung memeluk tubuh Fajar dengan kuat.
"Tolooooooong....."
.
.
BERSAMBUNG