
Tim Aby menang dalam babak semi final dan lolos babak selanjutnya yaitu babak final. Mereka akan bertanding melawan SMU XYZ dan sekolah lainnya.
Babak final akan berlangsung esok hari. Walau perlombaan belum berakhir tapi mereka pulang dengan hati gembira membawa kabar lulus masuk babak final.
"Besok lebih cepat datangnya ya, jangan buat Bapak jantungan seperti tadi pagi" ucap Guru Pembimbing.
"Baik Pak" jawab mereka serentak.
Geng ERASADIS berjalan menuju mobil Disil.
"Eh ketemu lagi sama siapa tadi namanya, Keysha ya?" sapa Disil.
"Mmm.. iya" jawab Keysha.
"Kog sendirian Key, yang lain mana?" tanya Rafa.
"Teman-teman aku lagi di toilet" jawab Keysha ramah.
"Kamu pulang sendiri, mau ikut bareng kami" Ela menyikut kakak kembarnya dan mengambil inisiatif mengajak duluan. Ela mengerti sepertinya kakaknya menyukai gadis ini tapi karena Aby cowok yang pendiam Ela yang maju untuk pendekatan.
Aby hanya melirik kearah adiknya.
"Terimakasih, aku pulang bareng teman-teman. Ni lagi nunggu jemputan. Sebentar lagi juga datang" tolak Keysha halus.
"Kalau begitu kami duluan ya.. Daa Keyshaaa...." ucap Ela mengakhiri.
Ditha dan Sintia udah menunggu di depan mobil Disil. Aby, Ela, Rafa dan Disil berjalan menyusul mereka.
"Kog lama?" tanya Ditha.
"Lagi nemanin tiga cowok ini PDKT. Siapa tau berhasil tuh cewek mau diajak pulang bareng" sindir Ela.
"Tau aja kamu" ucap Disil.
"Ya tau lah gerak gerik kamu yang playboy itu udah kebaca sama aku Dis. Tapi sorry aku bukan mau bantuin kamu. Aku mau bantuin Kak Aby kok" ledek Ela.
"Aku juga sama lho hon, mau bantuin Aby sama Rafa. Siapa yang berhasil menggaet tuh cewek diantara mereka berdua" balas Disil.
"Halaaah alasan kamu, padahal mupeng tuh" Ejek Ela.
"Nggak lho, bener aku serius. Dihatiku kan hanya ada kamu" goda Disil.
"Aku gak nanya" balas Ela.
"Udah-udah jangan berantem. Pulang yuk aku sudah lapar" potong Aby.
"Ya sudah, kita pulang" sambut Disil.
Disil membuka pintu mobil, mereka masuk sesuai susunan tempat duduk.
"Guys besok kan hari Jumat. Kalau besok sekolah kita menang kita buat party yuk malam minggu?" ajak Disil.
"Iya, asik juga tuh" sambut Ditha.
"Aku sih yees" jawab Ela
"Idem" ucap Rafa.
"Setuju" sambung Sintia.
"Boleh" jawab Aby.
"Kalau begitu kita hari mingu aja pulang kerumah masing-masing. Gimana, setuju semua?" tanya Disil semangat.
"Setujuuuuu" jawab peserta yang dibelakang.
"Aku sih gak masalah dan Papa Mamaku juga akan setuju" jawab Aby.
"Tapi nanti malam kita masih tetap belajar lho" Aby selaku ketua tim mengingatkan.
"Oke bos" jawab mereka serentak.
Disil melajukan mobilnya menuju rumah Aby dan Ela. Perut mereka sudah sangat lapar. Sebenarnya pengen makan bakso, tapi kasian Mama Aby dan Ela pasti sudah masak banyak dirumah, masak makan siang buat mereka.
Satu jam kemudian mereka sudah sampai dirumah Aby dan Ela disambut Alexa Mama mereka.
"Gimana tadi perlombaannya anak-anak?" tanya Alexa.
"Lolos ke final Ma" jawab Aby.
"Kapan finalnya?" tanya Alexa lagi.
"Besok Tante" jawab Rafa.
"Ma, kalau besok sekolah kami menang, malam minggu kami boleh party disini ya merayakan kemenangan kami?" pinta Ela putri kesayangan Alexa.
"Iya Tanta, mau bakar-bakar" sambut Disil.
"Boleh anak-anak" jawab Alexa lembut.
"Emang mau bakar-bakar apa Dis?" tanya Ela.
"Banyaklah El bakar-bakar jagung, ayam, ikan" jawab Disil.
"Tumben jawabnya benar, aku tadi cuma ngetes aja. Aku kira kamu akan jawab bakar hatiku untuk kamu" ledek Ditha.
"Ih dek Ditha pinter banget kasih ide" icap Disil semangat.
Ditha sontak bergaya seperti mual mau muntah.
"Boleh kalau mau baka-bakar. Asal hati-hati ya" Alexa mengingatkan.
"Ya sudah sekarang kalian makan dulu setelah itu istirahat. Kalian kan capek hari ini, mending istirahat aja dulu. Nanti malam baru sambung belajar lagi" sambung Alexa.
"Iya Ma" jawab Aby dan Ela.
Aby and the Geng kemudian makan siang bersama di ruang makan rumah Aby dan Ela. Setelah penuh isi tangki mereka naik ke atas untuk istirahat.
Malamnya mereka lebih semangat belajar karena ini adalah malam terakhir mereka karantina. Besok mereka akan menghadapi final.
Kali ini mereka merubah cara belajar mereka.
"By aku bosan belajar seperti biasa. Kita ganti aja yuk cara belajar kita malam ini" Disil memberi ide.
"Cara gimana Dis?" tanya Ditha penasaran.
"Yang mau lomba besok kan Aby, Ela dan Rafa. Gimana kalau kita bertiga yang memberikan pertanyaan bebas kepada mereka" Usul Disil.
"Boleh juga tuh" sambut Sintia antusias.
"Gimana By?" tanya Disil pada ketua Tim.
"Mmmm.. boleh. El, Raf kita jawab semua pertanyaan mereka dengan serius dan benar ya" ajak Aby.
"Pertanyaan yang bagaimana kak?" tanya Ela curiga.
"Pertanyaan bebas lah. Kami boleh mencari bahan dari mana saja dan pertanyaannya juga terserah kami. Gimana kalian sanggup?" tantang Disil.
"Boleh" jawab Rafa.
"Sanggup, siapa takut" jawab Ela semangat. Ela emang pantang banget dapat tantangan pasti jiwa berperangnya pantang surut, maju jalan. Tantangan diterima.
Aby, Ela dan Rafa menyusun duduk berdekatan. Siap-siap untuk mendapatkan pertanyaan dari sahabat mereka.
"Aku yang pertama tanya ya. Kalian siaaaap?" tanya Ditha.
"Siaaaap" jawab Aby, Ela dan Rafa.
"Aku mulai ya" ucap Ditha.
"Friedrich Wohler telah membuktikan bahwa senyawa organik dapat dibuat dari senyawa anorganik. Penemuan ini didasari percobaan pembuatan urea dari…
a. Perak klorida
b. Amonium klorida
c. Amonium sianat
d. Penguapan urine mamalia
e. Formalin
tanya Ditha.
"Jawabnya C. Friedrich Wohler telah membuktikan bahwa senyawa organik dapat dibuat dari senyawa anorganik. Penemuan ini didasari percobaan pembuatan urea dari amonium sianat" Jawab Aby lantang.
"Wah hebat kamu By, jawaban kamu tepat" puji Ditha.
"Sekarang giliran aku ya" ucap Sintia
"Salah satu latar belakang dari perang Diponegoro adalah….
a. rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun temurun
b. traktat london1824
c. prang padri pertama
d. serangan dari pemerintah colonial
e. perbedaan antara kaum bangsawan dan para ulama.
tanya Sintia.
"Jawabnya a. rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun temurun" jawab Rafa.
"Ya benaaar" teriak Sintia.
"Sekarang giliran aku ya...Banyak cara yang dapat dilakukan untuk membentuk perilaku mencintai satwa. Contoh sederhananya adalah memelihara hewan peliharaan di rumah. Anak kecil sangat menyukai kucing. Anak bisa diajarkan untuk memberi makan, merawat, dan menyayangi hewan peliharaan. Hal ini secara tidak langsung akan menumbuhkan kepedulian terhadap satwa.Berdasarkan letak kalimat utama, paragraf tersebut termasuk dalam paragraf......." ucap Disil.
"Aku tau..." jawab Ela antusias.
"Ssst... tunggu belum selesai. Berdasarkan letak kalimat utama, paragraf tersebut termasuk dalam paragraf Deduktif. Pertanyaannya, siapakah nama kucing yang dipelihara anak kecil tersebut?" tanya Disil.
"Disil pertanyaannya yang berbobot donk? Mana ada soal keluar seperti itu?" protes Ela.
"Yah kalau aku tanya, paragraf tersebut termasuk paragraf apa? Kamu pasti tau, kan gak seru El. Makanya aku ganti pertanyaannya. Siapakah nama kucing anak kecil tersebut?" tantang Disil.
"Nih anak udah gila kali ya. Mana aku tau siapa nama kucingnya. Bukan aku ibunya" jawab Ela.
"Satu.. Dua... Tiga... Tetttoooot... Kurang seratus" ucap Disil memberi nilai.
"Nih anak cari berantem rupanya..." ucap Ela kesal.
Ela berdiri berusaha untuk menarik rambut Disil. Disil siap-siap berlari.
"Tanteeee.... aku mau disiksa Ela. Tolooooooong" teriak Disil.
Rafa, Ditha dan Sintia tertawa lebar sedangkan Aby hanya bisa geleng kepala melihat tingkah kembaran dan sahabatnya itu.
.
.
BERSAMBUNG
Teman-teman jangan lupa like dan vote nya ya...