
Ke esokan harinya Ela sudah mengirimkan hasil design yang diminta Keysha sesuai dengan catatan yang dikirim Sintia melalui email.
Setelah itu Sintia mengirimkan pesan tersebut langsung ke Keysha.
Sintia
Key, nih Sintia dari ADS Butik. Hasil design gaun kamu sudah dikirim Ela. Nih ya aku terusin gambarnya.
Sintia
Ini juga ada dua design baju kerja, kamu tinggal pilih salah satunya.
Keysha
Bagus banget Sin, aku suka. Buat aja semuanya. Aku suka ketiganya.
Sintia
Mengenai bahannya gimana Key?
Keysha
Aku percayakan pada kalian, beri aku yang terbaik. Soal harga tidak jadi masalah.
Sintia
Oke Key, akan segera dibuat.
Keysha
Untuk gaunnya bisa tidak siap hari jumat, soalnya mau dipakai sabtu malam. Ada undangan dari salah satu client kantor.
Sintia
Baiklah kalau begitu langsung di londry aja ya biar kamu tinggal pakai hari Sabtunya.
Keysha
Wah pelayanan plus - plus ni. Terimakasih ya Sin.
Sintia
Sama-sama Key
"Kog kamu senyum-senyum lihat hp kamu Key?" tanya Ryza yamg baru saja masuk keruangan Keysha.
"Aku baru dapat kiriman gambar design gaun aku dari cewek kamu" ucap Keysha.
"Ow yah, cepat banget" sambut Ryza.
"Ternyata designer mereka emang punya selera yang bagus. Aku suka" Keysha menunjukkan gambar yang ada di hpnya.
"Ya gak percuma dia kuliah di luar negeri Key" balas Ryza.
"Aku cuma penasaran, kata Sintia kembaran Abyasa itu tomboy tapi hasil designnya sangat feminim dan anggun ini. Jadi pengen ketemu sama gadis itu" ucap Keysha.
"Oiya Key, malam minggu jadi kan kita pergi undangan pesta salah satu rekanan perusahaan kita?" tanya Ryza.
"Jadi donk, sama siapa lagi aku perginya. Kalau aku pergi sama cowok lain kamu pasti sudah tau sendiri gimana Papa habis mengupas tuntas cowok itu dalam semalam. Jelas gak jadi pergi karena ulah si Papa" ucap Keysha kesal.
"Iya Om Kevin serem amat kalau kamu deket-deket sama cowok. Kasihan calon suami kamu nanti pasti banyak cobaannya untuk menikahi kamu" ujar Ryza.
"Yang jelas pria itu pasti istimewa karena dia harus bisa menaklukkan hati Papa" jawab Keysha.
"Berarti kamu harus lebih selektif cari calon suami Key, kalau dia pria sembarangan bisa KO dibuat Om Kevin" balas Ryza.
"Haaaah... kadang itu yang membuat aku kesulitan selama ini Ry. Aku harus jaga hati dan perasaanku dulu pada seorang pria. Aku takut kalau hatiku sudah memilih ternyata Papa gak setuju akhirnya aku terluka. Atau malah aku takut lebih memilih dia dan akhirnya Papa yang terluka. Aku tidak mau berada di posisi itu kelak. Semoga pilihan hatiku sama dengan pilihan hati Papa" doa Keysha.
"Aamiin" ujar Ryza.
********
Tibalah hari Jumat.
"Ry temani aku ambil gaun buat besok yuk" ajak Keysha.
"Ke ADS Butik?" tanya Ryza.
"Yup.. tepat sekali" jawab Keysha.
"Weisssh.. mau banget Key, sudah hampir semingu gak ketemu calon pemilik hatiku, rasanya Key kuaaangen banget" canda Ryza.
"Ih udah bucin kamu" ledek Keysha.
"Lagi usaha, semoga mulus dan lancar tidak ada halang melintang" sambung Ryza.
"Berangkat yuk" ajak Keysha.
"Hayuuuuk siapa takut" balas Ryza.
Satu jam kemudian sampailah mereka di ADS Butik.
"Mau menjemput pesanan ya Bu?" tanya karyawan yang menyambut kedatangan mereka.
"Iya, sekalian mau ketemu Sintia" jawab Keysha.
"Silahkan naik ke lantai empat Bu" ucap Karyawan tersebut.
Keysha dan Ryza naik ke lantai empat melalui lift.
"Masuk" ucap Sintia dari dalam.
"Maaf Bu, ada tamu mau ketemu Ibu" ucap sang karyawan.
Sintia melihat Keysha berdiri dibelakang karyawannya.
"Hey Keysha, silahkan masuk" ucap Sintia ramah.
Keysha masuk ke dalam ruangan Sintia diikuti Ryza dari belakang.
"Lho Ryza ikut juga rupanya?" tanya Sintia
"Tentu donk, kan mau ketemu kamu" goda Ryza.
Sintia jadi malu mendengar perkataan Ryza.
"Silahkan duduk. Mau jemput gaunnya ya. Sebentar ya" ucap Sintia. Sintia kemudian keluar dari ruang kerjanya.
Kini tinggal Keysha dan Ryza yang duduk di sofa ruang kerja Sintia. Mereka memperhatikan tata letak di ruang kerja Sintia.
Ruangannya tidak terlalu besar tapi terlihat luas dan sangat nyaman. Ada beberapa lukisan yang di pajang di dinding.
"Cantik ya Ry lukisannya. Mm... jadi kangen kota itu" tunjuk Keysha ke sebuah lukisan yang menggambarkan kota London malam hari.
"Aku rasa Sintia mendapatkannya pasti dari sahabatnya yang ada disana" tebak Ryza.
Saat mereka sedang membicarakan lukisan Sintia masuk kedalam ruangannya.
"Ada apa dengan lukisan itu?" tanya Sintia ramah.
"Kamu pasti mendapatkan lukisan itu dari sahabat kamu ya?" tanya Ryza.
"Iya, dari kecil Ela suka sekali melukis. Dia mengirim beberapa lukisan untuk di pajang di Butik" jawab Sintia.
"Apakah itu lukisannya?" tanya Keysha.
"Aku tidak tahu. Ela tidak pernah bercerita kalau itu adalah lukisannya tapi dia sering cerita kalau di London dia suka melihat pameran lukisan. Aku rasa lukisan itu dia dapatkan saat melihat pameran" jawab Sintia.
"Lukisan ini juga? tanya Keysha takjub.
"Iya, kalau ini lukisan titipan. Katanya ini lukisan kesayangannya. Nanti kalau dia pulang lukisan ini akan di pajang diruangannya" ungkap Sintia.
"Waaw... wanita dengan jiwa seni yang sangat kuat" puji Keysha.
"Si Lampu Aladin juga lagi sibuk mengejar ngejar lukisan di London Key, katanya sebuah gambar atau lukisan aku juga tidak tau pasti, itu yang membawanya bertemu dengan antimonya. Tapi sayangnya dia tidak melihat wajahnya" bisik Ryza.
"Ow yah... Rasain tuh anak, pasti dia takut mati penasaran" jawab Keysha.
"Kalian sedang membicarakan apa?" tanya Sintia penasaran.
"Ah tidak Sin, gak penting. Hanya sedang membicarakan teman kami disana.
"Lukisan ini sepertinya sangat misterius ya, tapi sangat menarik perhatian. Rasanya aku ingin terus melihatnya, ada sesuatu yang menarik dari lukisan ini tapi aku tidak bisa mengungkapkannya. Rasanya objek gambar ini seorang wanita misterius" puji Keysha.
"Aku kurang begitu mengerti pada lukisan Key. Karena itu amanah Ela jadi aku jaga baik-baik lukisan ini sampai menunggu yang punya pulang. Nanti kalau dia sudah pulang lukisan ini akan kuserahkan padanya" ucap Sintia.
Keysha masih terus menatap lukisan wajah wanita bertopeng itu.
"Ini Key gaun kamu sudah siap. Coba kamu pakai dulu siapa tau masih ada yang kurang pas" Sintia menyerahkan gaun pesanan Keysha.
Keysha membawa gaun ke kamar ganti yang ditunjukkan Sintia yang letaknya tepat disebelah ruangan penjahit.
Sedangkan Ryza menunggu di lantai dasar sesuai intruksi Keysha karena setelah mengepas gaun, mereka akan turun ke bawah untuk membayar semua biayanya.
Keysha sudah memakai gaun yang di jahit kemudian Keysha segera melihat penampilannya di depan cermin.
"Bagaimana Key?" tanya Sintia.
"Cantik, aku suka model dan jahitannya. Sangat pas ditubuhku. Terimakasih ya Sin, aku puas sekali. Sepertinya kita akan jadi langganan" ucap Keysha antusias.
"Alhamdulillah, syukurlah kamu menyukainya" ucap Sintia.
Keysha kembali mengganti bajunya dengan baju yang sebelumnya kemudian mereka turun ke lantai dasar.
Di lantai dasar Ryza sedang duduk di sofa sambil menungu kedatangan Keysha dan Ryza. Tiba-tiba Ditha menghampirinya.
"Hai Ryza ketemu lagi. Sedang menunggu?" tanya Ditha ramah.
"Iya menunggu Keysha sedang ngepas gaun di atas sama Sintia" jawab Ryza.
"Mau minum apa?" tawar Ditha.
"Sudah tadi diatas. Sudah mau selesau kok Ditha, tinggal menungu mereka turun" balas Ryza.
Tiba-tiba...
Triiing... triiing....
.
.
BERSAMBUNG
Hai para readers masih setia kan nunggu aku up..
Para penggemar Ela juga masih sabar kan nunggu Ela nya pulang?
Si Ela udah ngalah2in bang toyib, dua kali puasa dua kali lebaran gak pulang2 🤣🤣