Find The KEY

Find The KEY
Ep. 315



Seminggu kemudian Rafa dan keluarga kecilnya pindah ke rumah Opa Reza. Seluruh keluarga menyambut mereka dengan bahagia.


Fathir juga sangat senang karena rumah Opa nya berdekatan dengan rumah Opa Shaby yang terletak satu komplek. Mereka bisa lebih sering bermain di rumah apalagi Triplet sering datang berkunjung ke rumah Opa dan Omanya.


Kehamilan Catherine sangat ketat, semua orang ikut memperhatikan proses kehamilan Catherine. Takut kalau Catherine akan mengalami hal yang sama seperti waktu kehamilan Fathir.


Catherine yang akan melahirkan mengalami Pre Eklamsia.


Sebagai informasi, Pre eklamsia adalah Komplikasi kehamilan berpotensi berbahaya yang ditandai dengan tekanan darah tinggi.


Pre-eklampsia biasanya dimulai setelah usia kehamilan 20 minggu pada wanita yang tekanan darahnya telah normal. Hal ini dapat menyebabkan komplikasi serius, bahkan fatal, bagi ibu maupun bayi.


Pre eklamsia mungkin tidak ada gejalanya. Tekanan darah tinggi dan protein pada urine adalah ciri-ciri utamanya. Pembengkakan di kaki dan retensi air mungkin juga terjadi, namun ini akan sulit dibedakan dari kehamilan normal.


Cara Mengatasi Pre Rklamsia


Perbanyak istirahat dan cara berbaring yang benar adalah ke sisi kiri untuk mengambil beban dari bayi.


Lebih sering untuk memeriksa kehamilan.


Mengonsumsi makanan dengan garam yang sedikit.


Minum air putih paling tidak 8 gelas per hari.


Lebih banyak mengonsumsi makanan yang kaya akan protein.


Juga bisa ditambah dengan melakukan olahraga ringan untuk wanita hamil.


"Fath gimana perasaan kamu ketika mengetahui kalau kamu akan punya adik lagi sebentar lagi?" tanya Shaby ketika mereka bermain di taman komplek rumah Opa dan Oma mereka.


"Kamu gimana perasaannya Shab?" Fathir balik bertanya.


"Aku sangat senang sekali, apalagi adikku kembar. Pasti seru seperti melihat Fael, Fela dan Elfa" jawab Shaby.


Fathir diam dan merenung.


"Kamu kenapa? Kok diam aja. Kamu gak suka punya adik lagi? Gak sepi sendirian di rumah? Gak ada temannya?" tanya Shaby.


"Aku senang Shab, senaaang sekali. Tapi rada takutku lebih besar. Aku takut kehilangan Mommy" jawab Shaby sedih.


"Karena Aunty Keket dulu koma waktu melahirkan kamu?" tanya Shaby.


Fathir menganggukkan kepalanya.


"Terus gimana donk, kan udah ada adik kamu di perut Aunty Keket. Mana bisa di hilangkan?" tanya Shaby.


"Siapa yang mau menghilangkannya? Kata Daddy kami harus belajar ikhlas. Apa yang terjadi dengan Mommy semua adalah kehendak Allah. Aku harus membujuk Allah dan terus berdoa semoga Mommy tidak kenapa - kenapa saat melahirkan nanti. Sebenarnya aku sudah tidak sabar lagi melihat adikku lahir. Apalagi kalau adikku perempuan, pasti cantik banget seperti Mommy" ucap Fathir dengan mata berkaca - kaca.


"Iya pasti seru ya kalau kita punya saudara perempuan. Lihat Fael sayang banget sama adik - adiknya. Dan dia selalu berusaha melindungi adik - adiknya. Yaah walau Elfa bisa melindungi dirinya sendiri tapi Fela kan tidak seperti Elfa" sambut Shaby.


Tiba-tiba datang dua sahabat mereka.


"Woiiii... enak banget ya main di taman gak ngajak - ngajak" teriak Elfa.


Sontak Fathir dan Shaby melirik ke arah suara tersebut.


"Kapan kalian datang?" tanya Shaby.


"Baru saja" jawab Fael.


"Fela mana?" tanya Fathir.


"Di rumah Opa" jawab Elfa.


"Kalian ngapain di sini?" tanya Fael.


"Mainlah, masak kami tidur di sini?" jawab Shaby.


"Ke rumah yuk, aku tadi masak puding, ueeeeenak banget lho" ajak Elfa.


"Puding mangga?" tebak Shaby.


"Yup" jawab Elfa tersenyum.


"Waah enak tuh pudding buatan koki Elfa" puji Fathir.


"Iya donk, Elfaaa gitu loh" balas Elfa bangga.


"Yuk.. kita pulang" ucap Shaby.


Mereka berjalan kembali pulang ke rumah Aditya dan Alexa.


Ela melihat Shaby dan Fathir berjalan bersama dua anaknya.


"Fathir Mommy kamu dimana?" tanya Ela.


"Di rumah Opa Aunty" jawab Fathir.


"Sehat Uncle" jawab Fathir hormat.


"Kamu senang sayang Mommy kamu hamil lagi?" tanya Ela ingin tahu.


Fathir hanya menganggukkan kepalanya.


"Senang tapi kok diam aja?" goda Ela.


Fathir membalasnya dengan senyuman.


Ela mengusap lembut kepala anak dari sahabatnya itu.


"Sayaaaang kamu gak usah takut ya. Mommy kamu itu adalah wanita yang kuat. Dulu saja Mommy kamu sudah berjuang untuk melahirkan kamu. Kalau sekarang dia pasti akan lebih berjuang karena selain ada kamu di perut Mommy ada adik kamu" ucap Ela menenangkan.


"Iya Aunty. Fathir mengerti" jawab Fathir.


"Yang penting terus berdoa Fathir. Kamu enak bisa punya adik lagi. Aku pengen punya adik tapi Mama gak hamil - hamil" jawab Elfa.


"No, aku gak mau Mama hamil lagi. Ngurus kalian berdua aja udah repot apalagi nambah adik lagi, dah gitu kembar lagi adiknya. Haaaaah aku tak sanggup" potong Fael.


"Ih Kakak gak apa - apa donk, biar rumah kita rame. Kan seru" bantah Fela.


"Iya apalagi kalau adik kita laki - laki, ganteng seperti Papa. Hahaha... biar Kakak punya saingan" goda Elfa


"Nggak, aku gak mau. Jangan ya Ma, Mama jangan hamil lagi" ucap Fael.


"Lah gimana donk Mama udah hamil nih? " goda Ela.


"Mama serius?" tanya Fael, Fela dan Elfa serempak.


"Seriuuus.... tapi boong" ledek Ela.


"Mamaaaa.... aku dan Kak Fela udah senang banget nih" ucap Elfa


"Fiuuuuh... syukurlah cuma bohong" ujar Fael lega.


Ela dan Fajar saling pandang. Mereka memang tidak mencegah atau membatasi punya anak. Tapi memang sampai saat ini belum ada tanda - tanda Ela hamil lagi.


"Mana puding mangganya?" tanya Shaby.


"Di kulkas, ambil sendiri sana" jawab Elfa.


Shaby berjalan ke ruang makan dan membuka kulkas.


"Elf kok gak adaaa, kamu bilang tadi puding nya di kulkas" teriak Shaby.


Elfa tau Shaby suka banget puding mangga dan karena membuatnya sangat gampang Elfa sering memasak dan membawanya setiap mereka ke rumah Opanya.


"Ada apa Shab, kok teriak - teriak?" tanya Aby pada putranya.


"Puding mangga Pa, tadi Elfa bilang dia bawa puding ke sini dan di simpan di kulkas" jawab Shaby.


"Puding mangga? jangan.. jangan... " ucap Aby.


"Jangan.. jangan.. apa Pa?" tanya Shaby penansaran.


"Kamu lihat gih di kamar Papa dan Mama. Tadi Mama kamu bawa wadah makanan ke kamar Papa lihat. Mungkin itu puding buatan Elfa" jawab Aby.


"Aaaah Mama...... masak ia aku saingan sama twins yang masih di dalam peruuuut" protes Shaby.


Shaby segera berlari ke kamar Mamanya. Aby hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah putra sulungnya dan dia kembali berjalan ke ruang keluarga. Dimana keluarganya sedang berkumpul.


"Kenapa sih Kak ribu - ribut di belakang?" tanya Ela.


"Si Shaby nyariin puding mangga buatan Elfa tapi sepertinya udah di bawa Keysha ke kamar" jawab Aby.


"Trus Aby nya mana Pa?" tanya Elfa.


"Lagi ngejar puding kamu ke kamar" jawab Aby lagi.


Tak lama Shaby datang dengan wajah lesu dan sedih.


"Gimana Shab, ketemu pudingnya?" tanya Aby sambil tersenyum.


"Huaaa... pudingnya udah habis di makan Mama semua.... " jawabnya kesal sambil pura - pura menangis.


Sontak yang lain tertawa melihat tingkah Shaby yang kesal karena sudah kalah bersaing dengan adik twinsnya.


.


.


BERSAMBUNG