
Seminggu kemudian di kediaman keluarga Kevin Barrakh. Rumah sudah ramai dengan kehadiran keluarga dan para undangan.
Walau katanya pesta sederhana tapi tampaknya tidak seperti itu. Maklumlah mereka keluarga besar, kumpul keluarga sama sudah serasa sekampung yang hadir. Belum lagi rekan dan teman dekat.
Setelah selesai proses aqiqah tadi pagi kini hanya tinggal syukuran saja. Kevin sengaja menyewa EO untuk mendekor ruang tamunya menjadi cantik penuh untuk menyambut kelahiran cucu pertama mereka.
Seluruh tamu undangan mengucapkan selamat kepada Keysha dan Aby, begitu juga kepada dua pasang Nemud dan Kemud. Kevin - Sheila dan Aditya - Alexa.
Mereka sangat senang karena kehadiran cucu pertama mereka. Tampak Kevin bulak balik menyamperin Shaby di peraduannya yang imut.
"Dia masih tidur?" tanya Kevin.
"Iya Pa, barusan mimik cucu dan tertidur" jawab Keysha.
"Sepertinya cucuku ini doyan sekali tidur" ujar Kevin.
"Namanya anak bayi Mas, kalau gak mimik cucu ya tidur kerjanya. Kalau dia lari - lari itu baru kita heran" potong Sheila.
"Iya yank, aku hanya tak sabar ingin bermain bola dengan cucuku ini" ujar Kevin.
"Sabar Mas, cucu kamu baru berumur tujuh hari" balas Sheila.
Sementara di ruang keluarga.
"Kamu sudah tau jenis kelamin anak kamu El?" tanya Oma Sena.
"Belum Oma, biarlah jadi kejutan saja. Apapun itu yang penting mereka semua sehat" jawab Ela.
"Iya, itu yang utama. Tapi perut kamu sudah gede banget ya. Udah sama seperti perut Keysha waktu hamil sembilan bulan" sambung Oma Sena.
"Namanya juga hamil anak kembar tiga Oma" balas Fajar.
"Iya.. Iya.. Oma lupa" balas Oma Sena.
"Eh Fa si Disil mana? mereka gak datang? tanya Ryza.
"Udah, tadi si Sitha rewel, nangis melulu. Mungkin kepanasan dia karena di sini ramai. Jadi mereka bawa ke kamar tamu" jawab Fajar.
"Rafa datang sendiri ya El. Kok dari tadi aku gak lihat si Keket?" tanya Sintia.
"Nggak, mereka datang berdua. Si Keket lagi ikutan ke kamar diemin si Sitha bareng Disil dan Ditha" jawab Ela.
"Ngapain si Keket ikutan?" tanya Ryza penasaran.
"Kamu lupa si Sitha demen lagu dangdut, kalau si Keket nyanyi dan Disil joget pakai krecek eeh tuh anak malah diam. Makanya si Disil nyewa si Keket buat jadi biduan" ungkap Ela.
"Pinter juga tuh anak cari biduan dari luar negeri. Masih kecil seleranya tinggi" puji Ryza.Mereka pun tertawa bersama.
Rafa menyamperin mereka yang sedang tertawa.k
"Apa nih ceritanya, sepertinya seru" ucap Rafa penasaran.
"Kami lagi cerita istri kamu jadi biduannya Sitha anak Disil" jawab Ela.
"Iya, gila tuh anak emang bener doyan dangdut. Aku tadi sempat masuk ke kamar lihat istriku. Persis kejadian di Rumah Sakit kemarin. Anak si Disil anteng di gendongan Ditha" ungkap Rafa.
"Enak juga kamu Raf, di rumah kalau susah tidur suruh aja si Keket nyanyi" ujar Ela.
"Ada aja kamu El, ada juga si Keket yang susah tidur malah aku yang gak bisa tidur karena harus elusin punggungnya" balas Rafa.
"Ibu hamil emang gitu Raf, nih punggung pegal banget. Kalau tidur ada yang ngelusin uiiih rasanya mantab banget. Langsung pules tidurnya" ucap Ela.
"Lo masih mending bro, kerjaan gua tiap malam kusukin kaki My Princess. Kasihan semakin besar perutnya hampir setiap malam dia naik betis" ungkap Fajar.
"Oh ya?" tanya Ryza tak percaya.
"Ya iyalah, perutku kan semakin gede. Jadi kaki suka kram kalau kebanyakan jalan atau berdiri" jawab Ela.
"Begitu Mas perjuangan seorang wanita, jadi suami juga harus berpartisipasi donk. Jangan mau enaknya doank" sambung Sintia.
"Iya... iya.. sayaaang" jawab Ryza.
Tak lama Catherine keluar dari kamar tamu rumah orangtua Keysha.
"Kok keluar yank?" tanya Rafa.
"Udah tentram dan damai di dalam" jawab Catherine.
"Udah diem anak si Bambang" tanya Ela.
"Bukan hanya diam El, malah udal lelap. Keasikan dia dengar suara merduku" jawab Catherine.
"Ada juga manfaat suara lo" ledek Ela.
"Yah gak percuma kan aku menjadi penggemar dangdut. Tujuh tahun aku berteman dengan kamu dan mengenal dangdut baru kali ini aku merasa sangat beruntung dan bermanfaat suka lagu dangdut" ungkap Catherine.
"Ajaib memang anak si Bambang" puji Sintia
Disil baru saja keluar dari kamar ruang tamu dan ikut bergabung dengan mereka.
"Terimakasih Ket, kalau gak ada kamu aku dan Ditha bingung gimana cara diemin Sitha" ucap Disil.
"Lo harus bayar mahal istri gue" ujar Rafa.
"Iya deh nanti gua beliin peralatan lengkap untuk anak kalian" balas Disil.
"Aseeeek lumayan yank, apalagi kalau yang beliin Bos" goda Rafa.
"Dasar karyawan matre lu" umpat Disil.
"Hahahaha... " mereka tertawa melihat wajah kesal Disil.
Acara aqiqah anak Aby dan Keysha berjalan dengan lancar. Sampai malam baru mereka bubar dari rumah Kevin.
"Kalian tidur di sini Kak?" tanya Ela pada kembarannya.
"Iyalah dek, gak mungkin pulang udah malam. Kasihan Shaby kecapekan. Lagian gak enak sama mertua habis acara langsung pulang. Kesannya gak tau diri banget" ungkap Aby.
"Yank kita oulang?" tanya Fajar yang datang bersama Geng ERASADIS lainnya.
"Iya Mas, kakiku udah pegal banget nih. Nanti sampai rumah seperti biasa ya" jawab Ela.
"Apaan?" tanya Aby penasaran.
"Di kusuk By biasaa.. kalau gak Ela naik betis" jawab Fajar.
"Oh iya, Keysha dulu juga suka begitu apalagi udah hamil tua perutnya semakin gede hampir tiap malam minta di pijit" balas Aby.
"Ya samaa" sambung Fajar
"Kami pulang ya By, kasihan nih anak aku" ucap Disil pamit.
"Pulang ya bro. Udah malam istri mau istirahat" sambung Ryza.
"Iya makasih ya semua" balas Aby.
"Keysha mana?" tanya Sintia.
"Udah masuk ke kamar, biasalah Shaby mimik susu" jawab Aby.
"Kalau begitu salam sama Keysha ya" sambung Ditha.
Mereka semua pulang ke rumah masing-masing. Begitu juga Rafa dan Catherine yang sudah sampai di apartemen.
Setibanya di kamar mereka, Catherine dan Rafa mandi kemudian bersiap untuk istirahat dan tidur. Tapi baru saja mereka berbaring di tempat tidur tiba-tiba ponsel Rafa berbunyi.
"Siapa Mas?" tanya Catherine.
"Disil. Ngapain dia nelepon malam - malam begini, tumben" jawab Rafa.
"Angkat Mas, siapa tau penting" suruh Catherine.
Rafa menekan tombol telepon.
"Halo Raf" Disil langsung menyapa.
"Ya Dis, ada apa lo nelepon malam-malam. Gangu tidur orang saja" ujar Rafa.
"Sorry ganggu kalian. Keket udah tidur belum?" tanya Disil.
"Baru kami mau tidur nih" jawab Rafa.
Waaah bau - baunya gak sedap nih, si Disil cari istri gue malam - malam gini. Pasti ada maunya. Tebak Rafa dalam hati.
"Raf tolong bantuin gue donk. Gua mau minta tolong Catherine nyanyi dangdut lewat telepon. Anakku dari tadi nangis melulu gak mau tidur, aku dan Ditha udah kewalahan dieminnya" pinta Disil.
"Ya ampun Dis, kok bisa gitu?" tanya Rafa.
"Gak tau nih, padahal aku udah bacain doa panjang banget Raf. Takut anak kami ke sambet makhluk halus di tengah jalan. Tapi tetap aja dia gak mau diam. Siapa tau dengar suara si Keket dia adem dan tidur" pinta Disil memohon.
"Sebentar aku tanya dia dulu" jawab Rafa.
"Kenapa Mas?" tanya Catherine langsung karena penasaran.
"Sitha nangis terus gak mau diam. Segala cara udah mereka lakukan sampai Disil baca doa panjang tapi anaknya tetap gak mau diam yank. Disil minta tolong kamu mau gak nyanyi lewat telepon?" tanya Rafa.
"Ya sudah sini teleponnya Mas, kasihan Sitha kalau nangis terus. Udah malam nih, pasti Ditha dan Disil panik banget" jawab Catherine.
"Halo Dis, nih si Keket mau nyanyi" ucap Rafa pada Disil lewat telepon.
Disil segera menspeakerkan ponselnya tak jauh dari anaknya. Dan mulailah si Catherine nyanyi.
Selamat malam duhai ke kaaaaasiiih... Sebutlah namaku di dalam tidurmu.
Bawaaaalah aku dalam mimpi indahmu..
Di malam yang sepii... Sesunyi iniiii....
.
.
BERSAMBUNG