Find The KEY

Find The KEY
Ep. 113



"Mana kamar mandinya, tolong please... aku sudah tidak kuat lagi. ueeeeek...." Fajar menutup rapat mulutnya.


"Aaa... ada di samping mushalla..." ucap Ela.


Duh gimana nih, ternyata ini ya alerginya si cowok pendendam ini. Si Om Bos 1 tidak ada kasih tau aku penyakit anaknya ini. Tega banget tuh orangtua menyiksa anaknya sendiri. Batin Ela.


Fajar segera berlari menuju kamar mandi yang di informasikan Ela tadi.


"Gimana nih mbak, mengapa pria itu muntah - muntah? Duuh aku jadi takut dia kenapa - kenapa Mbak? Kita kan gak apa - apain dia kan Mbak?" tanya Princess palsu.


Ela segera meraih hpnya dan mengirim pesan pada Omar.


Calon Mantu


Om gimana ini? Fajar muntah - muntah terus Om. Aku jadi kasihan melihatnya. Aku tidak tanggung jawab ya Om. Kan Om sendiri yang ngasi ide nyiksa anaknya seperti ini. Waaaah parah nih si Om. Punya hobby ekstrim nyiksa anaknya


Bos 1 Barrakh


Oke, Om segera kesana. Kamu tenang saja, biarkan dia mengeluarkan semua isi perutnya.


Omar tersenyum membaca pesan dari Ela calon mantunya.


"Ada apa Din?" tanya Kevin penasaran.


"Anak itu sudah bereaksi, sekarang sudah muntah - muntah di Butik si Ela. Yuk kita ke sana, kita lihat apakah rencana kita berikutnya berjalan mulus" ucap Omar.


Kevin dan August mengikuti Omar dari belakang mereka keluar ruang kerja menuju parkir mobil.


Di ADS Butik Ditha dan Sintia keluar ruangannya karena mendengar kegaduhan di lantai empat. Mereka melihat Fajar keluar dari ruang ganti pakaian sambil berlari lari menuju kamar mandi dekat musholla.


Ueeeeekkk.... ueeeek....


Fajar terus muntah dan mengeluarkan isi perutnya.


"Ada apa El? Kenapa Fajar seperti itu?" tanya Ditha.


"Aku gak tau, tadi dia menggenggam tangan si Mela, gitu deh jadinya" ucap Ela.


Mela pegawai Butik sudah membuka topeng yang dia pakai. Fajar masih terus muntah - muntah dan terlihat sangat lemas.


Sintia dan Ditha sama - sama meraih ponsel mereka dan mengirim pesan.


Ditha mengirim pesan ke group mereka.


Ditha


Guys ada yang bisa segera meluncur ke Butik gak? Fajar datang ke Butik trus muntah - muntah. Kami bingung mau gimanain dia. Kasihan lihatnya seperti itu


Disil


Lho kok bisa?


Rafa


Ada apa dengan dia


Sedangkan Aby yang sudah tau rahasia Fajar dari istrinya Keysha segera membalas pesan Ditha.


Aby


Ok Tha, kami akan segera datang ke Butik


Sintia mengirim pesan kepada Ryza.


Sintia


Ryza tolong kamu segera ke Butik, Fajar muntah - muntah di Butik. Kasian banget aku lihat dia, wajahnya sangat pucat dan lemas.


Ryza


Oke Sin, aku akan segera ke sana.


Ryza berlari ke ruangan Keysha.


"Key kita harus ke ADS Butik, Fajar ada di sana dan saat ini dia sedang muntah - muntah. Aku rasa alerginya kumat di sana" ucap Ryza.


"Iya Za, barusan aku di telepon Aby. Dia juga bilang begitu. Yuk kita ke sana, kasihan Fajar menghadapi alerginya sendiri tanpa ada yang bantu" jawab Keysha.


Mereka berdua segera berlari menuju parkiran dan bertemu dengan para petinggi Barrakh Corp.


"Kalian mau kemana sampai lari - lari seperti itu?" tanya Kevin.


"Kami mau ke ADS Butik Pa, Fajar datang ke sana dan muntah - muntah. Barusan kami dapat kabar dari Mas Aby dan Sintia" jawab Keysha.


"Ya sudah kalian ikut saja di mobil kami. Kami juga mau ke sana, biar kita segera sampai kalau kesana satu mobil saja" perintah Omar.


Mereka masuk ke dalam mobil August langsung menuju ADS Butik.


Fajar terlihat semakin lemas, semua isi perutnya sudah habis terkuras.


Dia keluar dari kamar mandi. Ditha dan Sintia yang kasihan melihatnya segera mendekatinya ingin membantunya. Saat mereka memegang tangan Fajar gejolak itu datang lagi. Fajar segera kembali ke kamar mandi.


Ueeeek... ueeeek....


"Tolong kalian jangan ada yang mendekat" ucapnya pelan.


"Duh El bagaimana ini, kasihan banget lihat dia seperti itu" ucap Ditha.


"Sebenarnya dia kenapa sih El?" tanya Sintia.


"Aku gak tau Sin, tiba - tiba saja dia seperti itu. Salah makan kali dia di rumah" ucap Ela merasa bersalah.


Setelah puas mengeluarkan isi perutnya dengan sangat lemas Fajar melangkah kembali keluar kamar mandi. Kali ini Ela yang mendekatinya.


Ela meraih tangan Fajar dan meletakkannya di bahunya. Ela memapahnya berjalan menuju ruang kerjanya.


Tiba - tiba Fajar tidak sadarkan diri.


Braaaaak... @$#%$€¥¥₩₩


"Aaaawwww...." semua berteriak.


"Duh tolong aku, dia berat sekali" teriak Ela.


Ditha, Sintia dan Mela membantu Ela memegang Fajar.


"Tolong panggilkan satpam, kami tidak kuat kalau harus mengangkat tubuhnya" teriak Ela pada pegawai Butik yang lain.


Tak lama dua orang satpam datang ke lantai empat dan mengangkat Fajar yang masih pingsan.


"Dibawa ke mana Mbak?" tanya satpam.


"Ke ruangan saya aja Pak" perintah Ela.


Mereka mengangkat tubuh Fajar dan membaringkannya di atas sofa yang ada di ruangan Ela.


Dengan bantuan satpam mereka membuka jas Fajar, melonggarkan dasi dan melepasnya kemudian membuka beberapa kancing atas kemeja Fajar agar dia lebih nyaman bernafas.


Ela memberikan minyak angin ke hidung Fajar agar dia segera siuman. Tetapi cukup lama Fajar sadar dari pingsannya.


"Fa... bangun Fa..." panggil Ela merasa bersalah dan kasihan sudah mengerjai Fajar sampai seperti ini.


"Mbak apa perlu kita panggil dokter?" tanya satpam.


"Tidak perlu" cegah Omar.


Omar datang bersama rombongan yang lain. Mereka tiba di ADS Butik bersamaan. Saat ini semua sedang berkumpul di ruang kerja Ela.


"Sudah ramai, kalau begitu kami turun ya Mbak" ucap satpam.


Ela menganggukkan kepalanya. Kedua satpam segera undur diri.


"Bagaimana ceritanya?" tanya Omar.


"Seperti rencana kita sebelumnya Om, Fajar menyentuh Mela kemudian dia muntah - muntah. Setelah itu dia dibantu oleh Sintia dan Ditha karena mereka kasihan melihat Fajar eeeh dia muntah - muntah lagi. Baru kemudian aku papah dia, tak lama dia pingsan dan beginilah akhirnya" jawab Ela.


Keysha dan Ryza saling pandang. Ternyata para tetua yang menjalankan misi seperti ini bersama Ela. Fikir mereka.


"Kamu sudah lihat sendiri kan El alergi yang di alami Fajar" ucap Omar.


"Kamu sudah buktikan kan anak tengil?" sambung Kevin.


"Iya Om aku sudah melihatnya tapi aku tidak menyangka seperti ini alergi yang di alami Fajar. Pantas saja dia tidak mau berjabat tangan dan bersentuhan dengan wanita" jawab Ela.


Ditha, Disil, Rafa dan Sintia mulai mengerti apa yang terjadi dengan Fajar saat ini.


Tak lama tubuh Fajar bergerak, perlahan - lahan dia mulai sadar. Dia membuka matanya, disampingnya ada Ela yang sedang memegang minyak angin. Ada Papa dan Omnya, ada sepupu dan teman - temannya.


"Aku dimana ini?" tanya Fajar sambil memperhatikan sekeliling.


"Kamu ada diruanganku" jawab Ela.


Saat melihat kesemua sudut ruangan Ela tiba - tiba Fajar terkejut melihat sebuah lukisan. Otaknya mulai berfikir dan menghubungkan semua yang terjadi selama ini.


"Kamu.... kamu.. Kamu Princess?" tanya Fajar.


"APA???????"


.


.


BERSAMBUNG