Find The KEY

Find The KEY
Ep. 48



Esok siang di rumah Sandy.


"Jadi gimana San, kapan waktu yang tepat untuk melangsungkan pernikahan mereka?" tanya Dimas saat mereka mengobrol selesai makan siang bersama.


Saat ini seluruh keluarga Sandy dan sahabatnya juga Aby and the geng sedang berkumpul di rumah Sandy.


"Saran aku kalau kedua keluarga sudah setuju lebih baik di segerakan" nasehat Aditya.


"Iya Dim, San. Susah anak zaman sekarang entar dia kira kalau sudah lamaran pasti berjodoh jadi mereka melakukan hubungan diluar batas. Padahal sebenarnya kan sebelum akad nikah dilaksanakan apa saja bisa terjadi" sambung Satria.


"Betul itu Kak seperti yang terjadi pada anakku. Aku kira diantara kita aku duluan yang akan punya menantu ternyata belum jodoh. Lama pacaran belum tentu berjodoh. Sebenarnya aku keberatan dulu saat Rafa pacaran tapi setiap di desak nikah jawabannya selalu belum siap. Akhirnya jadi kelamaan pacarannya malah sekarang sudah putus" ungkap Reza.


"Lho Rafa sudah putus sama Lisa Za?" tanya Alexa.


"Iya San. Aku tanya apa alasannya katanya sudah tidak ada kecocokan lagi antara mereka. Anak zaman sekarang terlalu banyak pertimbangan. Padahal kalau sudah menikah juga tidak menjamin kita jadi cocok dengan pasangan kita" jawab Reza.


"Betul itu, menikah itu adalah saling melengkapi dan menyempurnakan juga menutupi kekurangan pasangan kita. Sampai kapanpun kita tidak pernah cocok pada pasangan kita karena kita memiliki pemikiran yang berbeda dari keluarga yang berbeda dan latar belakang yang berbeda. Sulit menyatukan semuanya" sambung Aditya.


"Hanya cinta yang bisa membuat kita saling mengerti. Saling tarik ulur atas kekurangan pasangan masing-masing. Kalau mau menerima pasti semua perbedaan itu tidak akan berarti" timpa Satria.


"Kamu kan bisa berkata begitu karena kamu menikah dengan Cinta Sat, aku nikahnya sama Sisil. Hanya Sisil yang bisa mengerti perasaanku" canda Dimas.


"Ada saja kamu Dim.. Dim" oceh Satria.


Sontak yang lain pada tertawa mendengar perdebatan Dimas dan Satria.


Sementara Aby and the geng yang duduk tak jauh dari orangtuanya bisa mendengar dengan jelas pembiacaran para orangtua itu.


"Kamu beneran sudah putus sama Lisa Raf?" tanya Ditha.


"Iya Tha" Jawab Rafa enggan. Rasanya malas banget membahaa masa lalu dia dan Lisa.


"Kenapa Raf?" tanya Ditha balik.


"Seperti yang kalian dengar dari Papaku sudah tidak ada kecocokan lagi" jawab Rafa pelan.


"Bukannya kalian sudah enam tahun pacaran? Selama ini baru kalian merasa tidak cocok?" Tanya Sintia bingung dengan alasan putusnya Rafa dan Lisa.


"Enam tahun tidak menjamin kita benar-benar mengenal seseorang. Apalagi masih dalam status pacaran. Aku kasi saran pada kalian yang masih jomblo. Mending gak usah pacaran deh, kalau sudah saling suka langsung aja OTW nikah seperti Disil dan Ditha" nasehat Rafa.


"Enam tahun cuma jagain jodoh orang lain" sindir Disil.


"Itu lagi yang kamu bilang" ucap Rafa kesal.


"Ya iyalah. Aku kan lagi bahagia dari dulu aku jagain wanita yang akan menjadi jodoh aku" ucap Disil bangga.


"Apaan sih" timpa Ditha.


"Gak denger tu apa kata Papaku tadi sebelum akad nikah dilaksanakan apa saja bisa terjadi" Ucap Sintia mengingatkan.


"Kamu jangan nakut-nakuti Sin. Yuk Tha kita akad sekarang aja" ajak Disil.


"Jangan ngaco ah Dis" tolak Ditha.


Kembali lagi dengan pembicaraan para tetua.


"Gimana kalau dua bulan lagi pernikahannya" ucap Sandy.


"Setuju Om" teriak Disil dari belakang.


"Waaaah semangat sekali kamu ya Dis" ucap Satria.


"Ya biar jelas Om statusnya. Bukannya Om bilang sebelum akad nikah dilaksanakan apa saja bisa terjadi. Kalau tanya aku sih maunya sekarang juga Om akad nikahnya" sambung Disil.


"Lihat tuh Dim, anak kamu udah ngebet, gitu dapat calon. Persis seperti kamu waktu Sisil dulu nerima pernyataan cinta kamu" sindir Aditya.


"Itu baru namanya anakku Dit" ucap Dimas bangga.


"Harus kabari Ela nih, biar dia cepetan pulang" ucap Alexa.


"Akhirnya ada juga alasan yang tepat untuk memanggil dia pulang ya yank. Gak mungkin dua sahabatnya mau nikah dia gak pulang juga" sambung Aditya.


"Tenang Ma kemarin kami baru aja video call sama Ela, dia janji akan pulang saat nikahan Disil dan Ditha" jawab Aby.


"Waaah pasti cantik banget nanti gaun kamu sayang dibuat Ela" ucap Mitha bahagia.


"Pasti donk Ma, Ela kan designer terkenal. Di Butik aja semua pelanggan kami sangat puas dengan rancangannya" puji Ditha.


"Apalagi kamu sahabatnya, Tante yakin pasti Ela akan membuat gaun yang terbaik untuk kamu" ucap Alexa.


"Makasih Tante" balas Ditha.


"Gak sabar ya nunggu Ela pulang" ucap Sintia.


"Gimana kalau kita telepon dia sekarang?" ucap Ditha.


"Betul tu Dis, disana kan sudah pagi" sambut Disil


Ditha meraih hpnya dan mencoba menghubungi Ela.


"Assalamu'alaikum Tha" ucap Ela.


"Wa'alaikumsalam" jawab Ditha. Ditha langsung mengambil posisi berdiri di depan seluruh tamu yang ada di rumahnya.


" Waaaah rame amat, pada ngumpul semua. Ada acara apa nih?" tanya Ela.


"Lamaran Ditha El" potong Sintia.


"Oh ya??? duh sediiiiihnya aku gak ada di situ" ucap Ela dengan raut wajah sedih.


"Makanya kamu pulang, Mama udah minta kamu pulang tapi jawab kamu sibuk terus" sambar Alexa.


"Maaf Ma lagi padat acara disini" jawab Ela.


"El nikahan aku dua bulan lagi. Kamu susun jadwal dari sekarang gih. Aku gak mau tau kalau sampai kamu gak pulang aku gak mau ketemu kamu lagi" ancam Disil.


"Oke.. oke.. akan aku kosongkan jadwal satu bulan ke depan. Aku akan cuti satu bulan demi untuk sahabatku tercinta" Ucap Ela ceria.


"Iya El sekalian kita buat bersama-sama gaun untuk Ditha disini" sambut Sintia.


"Bener juga yang kamu bilang Sin, seru juga tuh" balas Ela.


"Kamu apa kabarnya disana sayang?" tanya Aditya.


"Alhamdulillah sehat Papaku sayang. Hai Om dan Tante semua, sehat-sehat kan semua" teriak Ela menyapa para sahabat Papa dan Mamanya.


"Alhamdulillah sehat Ela. Kamu cepetan pulang ya Om udah kangen banget sama kamu" ucap Reza.


Dari kecil Ela emang paling manja sama Reza, karena Reza adalah sahabat dekat Mamanya dan juga rumah mereka berdekatan dengan rumah Reza. Jadi Ela sering banget main kerumah mereka dan Reza juga selalu memanjakan Ela seperti anaknya sendiri. Bahkan dia sangat berharap kalau Ela kelak yang akan menjadi menantunya. Tapi ternyata Rafa berpacaran dengan Lisa yang artinya tidak ada rasa diantara anaknya dan Ela.


Oleh karena itu Reza mengubur keinginannya itu di dalam hati. Dia tidak ingin memaksakan kehendaknya pada anak-anaknya untuk menjodohkan mereka.


"Oke Om, aku akan kasi oleh-oleh spesial buat Om" jawab Ela.


"Aku juga kan my honey bunny sweety" teriak Disil.


"Kamu Dis, udah mau nikah juga sama Ditha masih aja panggil Ela seperti itu. Nanti Ditha marah lho" sindir Sisil yang merasa gak enak sama Mitha calon besannya.


"Aku gak marah kok Tante, kan udah biasa Disil panggil Ela seperti itu" jawab Ditha.


"Iya Ma, tenang saja Ditha ngerti kok. Itukan panggilan sayang aku buat Ela ya gak El" sambung Disil.


"Iya Bambaaaaaang... aku emang yang terbaik" teriak Ela.


"Babang Elaaaa bukan bambaaaang" ucap Disil kesal.


Akhirnya semua tertawa melihat perdebatan kedua anak itu. Dari dulu gak pernah berubah tingkah mereka. Selalu saja bertengkar.


.


.


BERSAMBUNG


Hai teman-teman boleh donk aku minta kembang dan cangkirnya biar lebih semangat upnya 😍😍