Find The KEY

Find The KEY
Ep. 143



"Maksud aku... aku ingin seperti kalian. Beribadah seperti kalian. Bimbing aku menjadi muallaf.Aku ingin masuk Islam" ucap Catherine tegas.


"Apa?????" ucap Ela, Keysha, Ditha dan Sintia.


"Kamu serius Ket?" tanya Ela tidak percaya.


Catherine menganggukkan wajahnya sambil tersenyum.


"Subhanallah... Alhamdulillah kami senang sekali mendengarnya Ket" ucap Keysha.


"Kapan kamu mau bersyahadat?" tanya Ela.


"Kapan kalian bisanya. Sekarang kan lagi sibuk bantuin Sintia beres - beres" jawab Catherine.


"Sebentar ya..." ucap Ela. Ela kemudian membuka pintu kamar Sintia.


"Guys... ada kabar bahagia dan sangat penting. Si Keket mau bersyahadat" teriak Ela pada para lelaki di luar.


"Serius El?" tanya Disil mendekat.


"Serius, tuh tanya sama orangnya langsung" jawab Ela.


Ryza, Aby, Disil dan Rafa berjalan masuk ke kamar mengikuti Ela.


"Ket kamu beneran mau bersyahadat?" tanya Aby.


Catherine mengganggukkan kepalanya.


"Atas dasar apa Ket, apa ada yang memaksa kamu?" tanya Rafa.


"Nggak, dari dulu aku memang sudah tertarik dengan Islam. Aku sering melihat Ela shalat dan mengaji dan hatiku merasa nyaman tapi aku belum yakin. Sekarang hatiku sudah semakin yakin sejak aku tiba Indonesia ini" jawab Catherine.


"Alhamdulillah.." ucap mereka bersamaan.


"Kapan kamu mau bersyahadat?" tanya Disil.


"Kapan kalian bisanya aja. Kan sekarang lagi sibuk?" jawab Catherine.


"Nggak.. gak apa - apa Ket, niat yang baik itu harus di segerakan" balas Ryza.


"Ya sudah kalau kamu mau di hadapan kami juga bisa. Kami akan menuntun kamu dan menjadi saksi" ucap Aby.


"Maaf teman - teman, boleh gak aku minta satu permohonan?" ucap Catherine.


"Apapun itu Ket, aku akan berusaha memenuhinya" balas Ela.


"Aku ingin pergi ke Mesjid Istiqlal dan aku ingin bersyahadat di sana. Apa kalian gak keberatan?" tanya Catherine.


"Gak ada yang berat Ket? ayok kita lagsung menuju ke sana" ajak Ryza.


"Tunggu Ket... Apa keluarga kamu mmm.. memang sih kamu sudah dewasa. Kamu bebas menentukan sendiri jalan hidup kamu cuma takutnya nanti karena aku yang mengajak kamu ke Indonesia dan keluarga kamu taunya aku teman kamu mereka mengira aku yang memaksa kamu. Apa mereka..." tanya Ela.


"Mereka sudah tau El, aku sudah lama cerita ke mereka. Dan kemarin saat aku sudah yakin pada keputusan yang aku ambil. Aku menelephone mereka, memberi kabar dan mereka merestuinya. Semua terserah aku" jawab Catherine.


"Alhamdulillah..." balas Ela.


"Tapi Ket, kamu tau kan konsekwensinya kalau kamu sudah masuk Islam. Ajarannya salah satunya shalat" tanya Rafa.


"Sudah, aku kan sudah sering lihat Ela shalat Satu hari wajibnya lima kali kan?" Catherine balik bertanya.


"Tapi Ket kalau kamu sudah bersyahadat kamu harus pakai jilbab lho? Apa kamu yakin?" tanya Sintia.


"Aku sudah memikirkannya. Saat aku mengambil keputusan aku sudah siap dengan apa yang harus aku jalani karenanya" jawab Catherine tegas.


"Syukurlah..." balas Keysha.


"Kalau begitu kita ke mesjid Istiqlal aja sekarang" ajak Ditha.


"Eits.. kita ngemall dulu beli baju lengkapnya si Keket. Gak mungkin dia masuk mesjid pakai pakaian yang gak menutup aurat begini" potong Ela.


"Mmm.. kalau gak begini aja, kami duluan ke istiqlal untuk menghubungi imam disana kalian beli kebutuhan Catherine. Jadi nanti saat kalian sampai istiqlal kita bisa langsung memulainya. Bagaimana?" tanya Aby.


"Oke, yuk...." balas Rafa.


Mereka segera bergegas menuju tujuan masing - masing. Aby, Ryza dan Disil berangkat ke Mesjid Istiqlal bersama pasangan mereka masing- masing sedangkan Rafa, Ela dan Keysha singgah dulu ke Mall untuk beli perlengkapan Catherine.


"Apa yang harus aku beli El?" tanya Catherine.


"Pertama beberap baju muslim, maksud aku baju yang menutup aurat, jilbab dan mukena. Kalau ada yang lainnya nanti aja Ket menyusul. Pelan - pelan saja" jawab Ela.


"Baiklah" balas Catherine.


Mereka bertiga sudah sampai di Mall dan langsung bergegas ke butik yang menjual baju - baju muslimah.


Seperti yang sudah mereka rencanakan Ela dan Catherine memilih beberapa baju muslim, jilbab dan mukena. Setelah mereka dapatkan apa yang mereka cari mereka langsung bergegas ke kasir untuk membayar semua belanjaan mereka.


Catherine mengeluarkan kartu kredit miliknya yang baru dia ambil dari dalam tas tapi langsung di cegah Ela.


"Eits.. jangan Ket biar aku aja yang bayar" ucap Ela.


"Gak apa - apa El pakai kartuku aja. Aku bisa bayar sendiri kok" balas Catherine.


"Aku tau kamu bisa bayar sendiri tapi aku kan mau dapat pahala juga membantu kamu" jawab Ela.


"Ya sudah kalau itu mau kamu" ujar Catherine.


Ela membayar semua belanjaan kebutuhan Catherine dengan kartunya. Setelah selesai mereka keluar dari butik.


"Lho.. keasikan pilih - pilih baju kita lupa si Rafa ke mana?" tanya Ela.


"Iya ya... jangan - jangan dia ketinggalan lagi di parkiran hehe" jawab Catherine.


"Bentar aku telephone dia dulu ya" Ela meraih telephone selularnya. Tetapi belum sempat dia menghubungi Rafa, Rafa sudah datang menuju ke arah mereka sambil membawa beberapa bungkusan.


"Wah si Rafa masih sempat - sempatnya belanja tuh El" ucap Catherine.


"Iya tumben tuh anak ngambil kesempatan dan kesempitan" jawab Ela.


Rafa pun sampai.


"Kamu dari mana Raf?" tanya Ela penasaran.


"Aku baru dari gramedia" jawab Rafa.


"Ngapain kamu ke sana?" tanya Ela bingung.


"Nih aku beli beberapa buku untuk si Keket. Biar dia bisa belajar nanti di rumah. Ada buku tuntunan shalat lengkap, Iqra dan buku - buku lainnya" jawab Rafa.


"Waaah ternyata Rafa baik banget, perhatian lagi padaku" jawab Catherine riang.


"Biasa aja lagi ular Keket. Aku kan emang baik dari sononya. Kamu aja yang suka ngeselin aku dan ngajak bertengkar" balas Rafa.


"Iya deh Rafa baik. Makasih ya Raf kamu udah beliin ini semua. Jujur aku aja bingung apa yang harus aku siapkan" ucap Catherine.


"Tenang... kan ada kami semua. Kami akan membantu kamu. Apapun yang kamu butuhkan pasti akan kami bantu. Jadi jangan segan - segan minta sesuatu ya.. karena kamu adalah sohib aku" Ela merangkul bahu Catherine.


"Udah yuk kita berangkat ke Mesjid Istiqlal, Aby dan yang lainnya sudah sampai di sana dari tadi" ucap Rafa.


Mereka berjalan menuju parkiran kemudian bergerak menuju Mesjid Istiqlal. Disana teman - teman mereka sudah menyiapkan semuanya. Mereka sudah menyampaikan niat baik Catherine kepada Imam besar Mesjid Istiqlal dan mereka menyambutnya dengan baik.


Catherine diminta berganti pakaian dulu dan sekalian ambil wudhu. Ela menemaninya masuk ke dalam toilet mesjid membantu Catherine memakai baju muslim, mengambil air wudhu kemudian baru membantu Catherine memakai jilbab.


Setelah selesai baru mereka berjalan masuk ke dalam mesjid. Dengan malu - malu Catherine berjalan mendekati teman - temannya yang sudah menunggunya dengan sangat sabar.


"Subhanallah cantiknya si Kekeeet..."


.


.


BERSAMBUNG