
Malam ini Ela tidur di temani Catherine. Karena Ela tidak mau tidur sendiri di kamar yang besar ini.
"Sudah selesai acaranya Ket?" tanya Ela yang sedang asik memakai masker wajah
"Huss kalau lagi maskeran jagan bicara" sanggah Catherine.
Karena masker wajah Ela sudah kering, Ela segera ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya. Baru setelah itu dia kembi berbaring di atas ranjang pengantinnya.
"Duh aku jadi sungkan malam ini tidur di atas ranjang pengantin" ucap Catherine.
"Biasa aja kamu Ket, kamu mau tidur di bawah? bisa masuk angin Ket. Tidur di sofa badan pegal-pegal" Jawab Ela.
"Iya deh, besok juga pasti tempat tidurnya akan dibenerin dan di hias sama pihak hotel" sambung Catherine.
"Udah selesai acaranya dibawah?" tanya Ela.
"Sudah" jawab Catherine.
"Kok lama banget?" tanya Ela lagi.
"Tadi lagi asik ngobrol sama yang lain El" balas Catherine.
"Masku ikut?" Ela menginterogasi.
"Nggak, Masmu di suruh cepat tidur biar besok wajahnya suegeeer pas ijab kabul" jawab Catherine.
"Duh kangennya sama My Prince" ucap Ela.
"Lebay kamu El" ledek Catherine.
"Gimana.. gimana Masku, tambah ganteng gak?" desak Ela.
"Ya ampun Eeeel, waktu seminggu tidak akan merubah wajah Fajar sedrastis itu. Ya biasalah wajahnya seperti sebelum - sebelumnya" ungkap Catherine.
"Sebelumnya juga udah ganteng banget" jawab Ela dengan mata berbinar.
"Ngeri aku lihat kamu kasmaran gitu. Serem tau gak, seperti kesambet setan. Udah ah hayo kembali menjadi Ela yang dulu. Bucin kamu menyeramkan" ujar Catherine.
"Hahaha.. nanti juga kamu kalau udah falling in love pasti ngerasa seperti ini Ket, kata orang ta*k kucing rasa coklat" goda Ela.
"Ueeeekkk sakit tuh orang, penciumannya gak normal. Harusnya radius berapa meter aja udah kecium bauknya" ucap Catherine.
Ela tertawa melihat raut wajah Catherine yang terlihat sedang menahan mual.
"Udah ah tidur sono biar besok wajah kamu lebih segar" perintah Catherine.
Ela tersenyum dan berbaring mengambil posisi yang nyaman untuk dia tidur, tak lama matanya pun terpejam.
Catherine memandang wajah sahabatnya itu.
Akhirnya kamu bahagia El, tujuh tahun kamu kecewa dengan yang namanya cinta. Kamu terluka karena patah hati tapi kini terbayar sudah.
Melihat kamu kini aku percaya artinya jodoh. Sejauh mungkin kamu melarikan diri dari rasa kecewa kamu pada Rafa ternyata Rafa juga memiliki perasaan pada kamu. Tapi saat Rafa menyadari perasaannya rasa di hati kamu sudah hilang. Padahal sudah tidak ada lagi penghalang diantar kalian.
Ternyata Allah mengirimkan jodoh kamu. Fajar yang dulunya membenci kamu, ternyata dia adalah pangeran kamu El. Dan ternyata pangeran kamu itu keberadaannya gak jauh dari kamu. Dia ada di sekeliling kamu.
Dulu waktu di London Fajar ada di sekeliling kamu. Setiap kamu mengadakan peragaan busana di Hotel keluarganya aku sering melihat dia hadir dalam setiap event kamu.
Sampai aku di Indonesia aku sering melihat kalian bertengkar dan saling membenci. Tapi aku menyaksikan perlahan - lahan rasa benci itu berubah jadi rindu. Betapa merindu dan galaunya kamu waktu Fajar balik ke London selama seminggu.
Cintapun tumbuh di hati kalian. Dan kini berlanjut ke jenjang pernikahan. Aku berharap pernikahan kalian langgeng sampai maut memisahkan. Aku turut bahagia atas kebahagiaan kalian.
Hah... tinggal aku El, apakah perasaanku akan bersambut pada Rafa. Salahkah aku jika mengharapkannya.
Benar kata orang cinta tak bisa memilih, dia datang begitu saja tanpa melihat latar belakangnya. Cinta juga tak pernah salah, yang salah itu kita tidak bisa mengendalikan cinta.
Itu yang akan membuat kita melakukan hal - hal yang merugikan diri sendiri. Cinta yang di paksakan. Aku tidak mau seperti itu El.
Biarlah perasaan ini aku simpan sendiri, kalau Rafa membalasnya aku akan sangat bersyukur tapi kalau memang tidak biarlah aku kembali ke negaraku.
Mungkin aku tidak bernasib baik mendapatkan jodoh di sini, dan mungkin memang aku harus kembali ke negara asalku walau aku sudah jatuh hati dengan negara ini.
********
Pagi harinya..
Pagi - pagi kamar Ela sudah ribut dengan suara bel yang tak henti - hentinya berbunyi.
Ting.. Tong... Ting.. Tong...
Catherine tersentak karena mendengar suara bel berbunyi. Dia segera bangkit dan membuka pintu kamar pengantin.
"Ya ampun Ket, kalian baru bangun? Mama sudah dari tadi lho mencet bel sampai pegal tangan Mama" ucap Alexa.
"Maaf Ma, kami ketiduran" jawab Catherine.
"Shalat subuh dulu pasti kalian belum shalat subuh kan?" tanya Alexa.
"Iya Ma" balas Catherine, dia segera berlari ke kamar mandi untuk mengambil wudhu.
"Ela sayang.. bangun nak.. Eeeeel" Alexa menggoyang - goyangkan tubuh Ela agar Ela terbangun.
Ela tersentak dari tidurnya.
"Haaah jam berapa ini Ma?" tanya Ela terkejut dan langsung mengambil posisi duduk di atas tempat tidur.
"Sudah jam setengah enam, cepat bangun shalat subuh. Habis itu kamu siap - siap MUA akan datang jam enam pagi untuk make up-in kamu" perintah Alexa.
"huft.. " Ela menarik nafas lega.
"Maaf Ma tadi malam aku terbangun trus shalat tahajud eh ketiduran jadinya lagi" jawab Ela.
"Ya sudah cepetan kamu bangun gih, keburu waktu shalatnya habis" perintah Alexa lembut.
"Iya Ma" Ela turun dari tempat tidur dan gantian dengan Catherine masuk kamar mandi setelah itu Ela mandi bersih - bersih, wudhu dan shalat.
Tepat pukul enam tema MUA datang untuk meriah wajah Ela. Begitu juga dengan seluruh keluarga sibuk bersiap di kamar mereka masing - masing.
Jam setengah delapan pagi Ela sudah dipersilahkan turun dan duduk di ruangan khusus untuk pengantin perempuan. Sementara Ela disembunyikan dulu, nanti setelah ijab kabul baru Ela keluar di dampingin Catherine dan Sintia.
Ditha dan Keysha tidak boleh terlalu repot karena mereka sedang hamil muda. Jadi tugas mereka hanya duduk manis saja sambil menikmati acara berlangsung.
Seluruh keluarga telah berkumpul di Hall Hotel untuk menyaksikan prosesi ijab kabul.
Fajar sudah duduk dengan tegang tepat di hadapan Aditya. Tepat jam delapan pagi acara Ijab Kabul dimulai.
Kadi nikah memberikan beberapa kata pengantar dan tata cara ijab kabul. Setelah dianggap Fajar cukup mengerti akhirnya Ijab Kabul pun segera dimulai.
Bismillah..
"Fajar Pratama Barrakh" panggil Aditya
"Ya, saya" jawab Fajar.
"Saya nikahkan dan kawinkan ananda dengan anak kandung saya Ariella Putri Gunadi Binti Aditya Satria Gunadi dengan mas kawinnya berupa cincin emas di bayar tunai" ucap Aditya.
"Saya terima nikah dan kawinnya Ariella Putri Gunadi Binti Aditya Satria Gunadi dengan mas kawinnya berupa cincin emas di bayar tunai" sambut Fajar dengan tegas dan lantang.
"Bagaimana saksi?" tanya Kadi nikah.
"Sah" ucap para saksi dan semua orang yang menyaksikan ijab kabul tersebut berlangsung.
"Alhamdulillah.. Barakallah... " sambung semuanya.
.
.
BERSAMBUNG