Find The KEY

Find The KEY
Ep. 55



Satu minggu kemudian..


Sesuai dengan penglihatan Omar, Kevin terlihat sudah bisa sedikit demi sedikit menerima keadaan Aby.


Oleh sebab itu Omar memberi saran untuk Aby menemui Kevin secara langsung dan menyampaikan niat baik mereka.


Rencananya siang ini Aby akan menemui Kevin sendirian untuk menyampaikan niatnya yang ingin melamar Keysha.


Dari pagi Keysha terlihat sudah sangat tegang. Kevin bulak balik melihat wajah anaknya yang terlihat sangat tidak fokus dan sering melamun.


"Ada apa dengan kamu Key. Kamu sakit?" tanya Kevin.


"Ah.. tidak Pa. Kamu baik- baik saja kok" jawab Keysha.


"Papa lihat kamu lebih banyak melamun. Ada yang sedang kamu fikirkan?" tanya Kevin penasaran.


"Tidak ada Pa. Aku hanya sedang memikirkan proyek kerjasama kita dengan ADS Corp yang mendapatkan sedikit masalah" ucap Keysha membuka jalan cerita.


"Ada masalah? Masalah apa?" Kevin terlihat terkejut mendengarkan jawaban putrinya.


"Nanti siang Abyasa ingin menemui Papa untuk menceritakan permasalahannya. Apa Papa ada waktu?" tanya Keysha.


Kevin melihat jam yang melingkat di tangannya.


"Jam dua siang jadwal Papa kosong sampai habis jam kerja" jawab Kevin.


"Ya sudah nanti aku bilang sama Aby, biar dia bisa datang di jam itu" ucap Keysha.


"Aku keruanganku dulu ya Pa. Ada laporan yang belum selesai aku kerjakan" sambung Keysha.


Keysha melangkah menuju ke ruang kerjanya. Setelah dia duduk di kursi meja kerjanya, Keysha segera meraih Hpnya dan mengirimkan pesan kepada Aby.


Keysha


By, jam 2 jadwal Papaku kosong. Kamu bisa menemuinya di jam itu.


Abyasa


Oke Key. Aku akan datang tepat waktu. Doakan aku ya, semoga usahaku berhasil dan Papa kamu memberikan restu.


Keysha


Sudah sejak pagi aku terus berdoa By, aku tegang baget ni membayangkan pertemuan kalian.


Abyasa


Tenang Key, semua pasti akan bisa teratasi. Trust me...


Keysha


Baiklah, aku tunggu kedatangan kamu di kantor ya


Abyasa


Sampai ketemu di kantor Barrakh Corp.


Mereka mengakhiri mengirim pesannya. Aby segera menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat agar nanti setelah makan siang dia bisa langsung meluncur ke gedung Barrakh Corp untuk menemui Kevin Papanya Keysha dan akan meminta restunya.


Tibalah saat yang menegangkan bagi Keysha. Tepat jam dua siang Aby sudah sampai di kantornya.


"Bisa aku bertemu Papa kamu?" tanya Aby pada Keysha.


"Bi.. bisa By" Keysha meremas tanggannya karena gelisah.


"Aku belum pernah menghadapi situasi seperti ini By" ucap Keysha jujur.


"Inilah saatnya dan mari kita menghadapinya bersama-sama. Sekarang kamu sudah siap? Tarik nafas panjang. Ayok kita masuk" ajak Aby


Keysha membawa Aby masuk kedalam ruang kerja Papa Keysha.


Tok...tok..tok..


"Masuk" sahut Kevin dari dalam.


Masuklah Keysha dan Aby bersamaan. Kevin berdiri dari kursi kerjanya dan berjalan menyambut kedatangan Aby yang sudah berdiri di dekat sofa yang ada di dalam ruangan tersebut. Mereka saling berjabat tangan.


"Silahkan duduk Abyasa" perintah Kevin.


Kevin, Keysha dan Aby duduk di sofa tersebut.


"Tadi Keysha menyampaikan kepada saya bahwa kamu ingin menemui saya. Ada sesuatu yang ingin kamu katakan? Apakah ada masalah dengan proyek kita?" tanya Kevin penasaran.


"Kalau soal proyek tidak ada Pak. Alhamdulillah semua berjalan dengan baik sesuai perencanaan" Jawab Aby.


"Lantas ada masalah apa sehingga kamu datang kemari sendirian?" Kevin semakin pesaran.


"Kedatangan saya ke sini untuk menemui Bapak, saya ingin menyampaikan sesuatu hal yang bersifat pribadi dan tidak ada sangkut pautnya dengan proyek kita" jawab Aby.


"Tentang apa itu?" Kevin masih belum mengerti arah pembicaraan Aby.


"Begini Pak. Kerjasama proyek kita sudah berjalan setengah tahun. Sudah selama itu juga saya mengenal Keysha dengan sangat dekat. Sebenarnya saya sudah pernah bertemu Keysha jauh sebelum kerjasama perusahaan kita berlangsung. 6 tahun yang lalu saya sudah pernah bertemu Keysha Pak tapi saat itu kami masih duduk di bangku sekolah. Saat itu saya tidak berani untuk menemuinya karena saya merasa belum pantas untuk berdiri dihadapannya. Saya menyelesaikan kuliah saya secepatnya dan bekerja di perusahaam orangtua saya melanjutkan dan mengembangkan perusahaan yang telah dia dirikan bersama para sahabatnya. Kemudian pertemuan saya selanjutnya dengan Keysha saat Ulang Tahun Perusahaan Barrakh Corp. Disitu saya sudah berjanji pada diri saya sendiri. Kali ini saya akan bersungguh-sungguh untuk mengejar Keysha. Entah sebuah kebetulan atau apakah itu yang dinamakan jodoh saya bekerja bersama dengan Keysha dalam proyek kerjasama perusahaan kita. Dari situ saya lebih mengenal kepribadian Keysha lebih dalam lagi. Saya merasa semakin cocok dengan semua sifat dan kepribadiannya. Jadi saya memberanikan diri di hadapan Bapak untuk melamar Keysha. Saya tidak ingin menjalin hubungan tanpa status atau embel-embel status pacaran. Saya tidak ingin bermain-main lagi Pak. Saya ingin langsung melamar Keysha dihadapan Bapak. Saya harap Bapak bisa menerima itikad baik saya ini" ungkap Aby dengan tegas dan berani.


Sementara Keysha yang duduk disamping Papanya terllihat pucat dan tegang. Keringat terlihat di dahinya.


Kevin terdiam dan mencoba mencerna perkataan Aby. Setelah itu Kevin menatap wajah anaknya.


"Keysha bisa kamu tinggalkan kamj berdua saja di sini?" tanya Kevin.


Keysha menatap kearah Aby. Aby menganggukkan kepalanya memberi kode kepada Keysha agar Keysha mengikuti permintaan Papanya. Keysha terlihat berat meninggalkan mereka berdua.


"Key jangan khawatir, tinggalkan aku berdua saja dengan Papa kamu" ucap Aby.


Baru kali ini Kevin melihat putrinya itu terlihat sedang membela pria lain di hadapannya. Dengan berat hati Keysha berdiri dan meninggalkan Kevin dan Aby di ruangan Kevin.


"Bagaimana Pak, apakah Bapak akan memberi izin kepada saya untuk segera melamar Keysha?" tanya Aby kembali.


"Atas dasar apa kamu merasa pantas meminta izin kepada saya untuk melamar anak saya?" tanya Kevin dengan mimik wajah dingin.


"Atas rasa cinta dan tanggung jawab saya sebagai seorang pria Pak. Saya berani mencintai anak Bapak dan saya bertanggung jawab atas perasaan saya itu. Saya akan memperjuangkan perasaan saya sampai Bapak memberikan restu Bapak kepada kami" jawab Aby.


"Apa kamu merasa pantas berdampingan dengan putri saya?" tanya Kevin kembali.


"Dengan semua yang telah saya raih dengan kerja keras saya selama ini saya rasa saya sangat pantas berdampingan dengan Keysha" jawabnya tegas.


"Kamu fikir dengan semudah itu kamu bisa mendapatkan izin saya?" tanya Kevin lagi. Kali ini suaranya sedikit meninggi.


"Saya tau dan sadar tidak akan semudah itu saya mendapatkan izin dari Bapak tapi saya akan berjuang Pak untuk mendapatkannya" Jawab Aby dengan sangat yakin.


"Percaya diri sekali kamu anak muda? Aku tidak akan memberi izin kepada kamu"


.


.


BERSAMBUNG