Find The KEY

Find The KEY
Ep. 134



Tanpa terasa seminggu sudah berlalu, seluruh keluarga sudah fetting baju dan semua baju juga sudah selesai.


Semua puas dengan gaun rancangan Ela. Mereka merasa sangat beruntung bisa memakai gaun hasil karya designer terkenal di London.


Acara gladi resik juga sudah dilakukan kemarin sore. Walau ada sedikit kekacauan yang disebabkan Catherine dan Rafa.


Flash Back On


"Sini Bang Rafa aku gandeng tangannya" ucap Catherine.


"Ih jangan pegang - pegang ular Keket" ucap Rafa.


"Ih cuma kita lho yang gak romantis yang lain sudah pada gandengan" Catherine melirik ke arah Aby dan Keysha, Ditha dan Disil, Fajar dan Ela walau si Ela masih malu - malu meong.


"Aku merinding dipegang kamu" ucap Rafa jujur.


"Tenang aku tidak akan gigit kamu kok. Gini - gini aku sudah di suntik rabies jadi sudah jinak. Paling aku jilat - jilat dikit" goda Catherine.


"Jilat apa maksud kamu. Jangan main - main ya Ket" ancam Rafa.


"Kan kata kamu dan Ela aku tu ular Keket. Kalau ularkan paling senang keluarin lidahnya Raf, mau aku keluarin nih" Catherine masih terus menggoda Rafa.


"Kalau kamu keluarin aku gunting ya lidah kamu" ancam Rafa.


"Tolooong El si Rafa mau mutilasi aku" teriak Catherine manja.


"Gelay aku lihat tingkah kamu Ket" balas Ela.


Fajar tersenyum melihat pertengkaran Catherine dan Rafa persis seperti dia dulu dengan Ela. Tapi sebenarnya yang membuat Fajar senang hari ini karena Ela mau menggandeng tangannya, walau kelihatan Ela masih risih dan malu - malu.


Tenang El, nanti kalau udah halal pasti kamu gak risih lagi. Malah aku yakin kamu tidak akan mau melepas tanganku lagi. Tawa Fajar dalam hati.


Flash Back Off


Pagi ini seluruh keluarga sudah bersiap - siap menuju Hotel tempat pesta Sintia berlangsung.


Alexa dan Aditya satu mobil, Lidya, Reza dan Auza satu mobil sedangkan Ela, Rafa dan Catherine satu mobil.


Sesampainya di lokasi pesta Keysha dan Aby baru saja sampai di parkiran hotel bersamaan dengan keluarga Omar, dan keluarga Kevin.


Sementara kedua keluarga yaitu keluarga August dan Satria sudah lebih dulu menginap di hotel menjaga hal - hal yang tidak diinginkan yang membuat acara jadi terganggu.


Tak lama seluruh keluarga sudah sampai di Hall hotel. Beberapa keluarga dekat dan jauh juga sudah berkumpul untuk menyaksikan akad nikah Ryza dan Sintia.


Kini Ryza sudah duduk berhadapan dengan Satria untuk mengucapkan ijab kabul. Sedangkan Sintia masih disembunyikan di sebuah ruangan di dalam hall.


Kadi nikah juga sudah membacakan tata tertib dan pembukaan akad nikah. Ryzaterlihat sangat tegang tetapi juga bahagia. Sebentar lagi dia akan mempersunting pujaan hatinya.


Tepat pukul sepuluh ijab kabul dimulai. Satria kini sedang berjabat tangan dengan Ryza.


"Bagaimana sah?" tanya kadi nikah.


"Sah" ucap Omar dan Aditya yang menjadi saksi nikah perwakilan mempelai pria dan wanita.


"Barakallahu..." semua mengucapkan rasa syukur.


Tak lama kemudian Sintia ditemani Ela dan Ditha keluar dari ruangan khusus dan berjalan menuju Satria berada.


Sintia terlihat sangat anggun dan cantik sekali dalam balutan gaun putih untuk akad nikahnya. Begitu juga Ela dan Ditha sebagai bridesmaid di pernikahannya.


Sintia kini berdiri sejajar dengan Ryza yang sudah sah menjadi suaminya. Mereka saling memasangkan cincin pernikahan, kemudian Sintia mencium tangan Ryza dan dibalas dengan kecupan lembut di kening Sintia.


Setelah itu mereka menandatangani surat nikah yang menandakan pernikahan mereka sah dimata negara. Kemudian Ryza dan Sintia sungkem kepada kedua orangtua mereka wujud rasa terimakasih mereka dan pamit untuk mengarungi bahtera rumah tangga bersama pasangan yang mereka pilih sendiri.


Tangis haru Satria dan Cinta mengiringi acara tersebut, sungguh sangat berat melepas putri semata wayang mereka. Cinta memang sangat sulit hamil. Setelah tiga tahun perjuangan mereka berobat ke dokter barulah Cinta hamil dan sembilan bulan kemudian lahirlah Sintia.


Setelah itu Cintia tak kunjung hamil lagi. Akhirnya Satria dan Cinta pasrah dan sudah sangat bahagia akan kehadiran Sintia dalam pernikahan mereka.


Sintia lahir menjadi anak yang cantik, pintar dan sholehah. Selain pendidikan dari Satria dan Cinta faktor lainnya yang membuat pergaulannya terjaga adalah karena dia dikelilingi oleh teman - teman yang baik seperti Aby, Ela, Rafa, Disil dan Ditha.


Kini Sintia telah dipersunting Ryza, anak dari pasangan keluarga Permana dan Barrakh. Pria yang tampan dan gagah yang memiliki masa depan cemerlang melanjutkan bisnis keluarganya dalam mengelola perusahaan Barrakh Corp.


Hari ini Ryza dan Sintia sangat bahagia. Senyum tak pernah lebas dari wajah mereka. Seluruh keluarga mengucapkan selamat kepada mereka berdua.


"Terimakasih El, semoga kamu juga segera menyusul ya" balas Sintia.


"Aamiin" sambut Fajar.


Ela melirik ke arah Fajar dan Fajar tersenyum membalas lirikan Ela.


Sintia tertawa melihat sahabatnya yang salah tingkah karena jawaban Fajar.


"Selamat Ry, akhirnya kamu menikah juga" ucap Fajar.


"Makasih Bro secepatnya ya nyusul kami, tuh antimonya udah ada di samping" goda Ryza.


"Apa sih" balas Ela malu.


Fajar kembali tersenyum melihat wajah merah Ela karena malu.


Tak lama Catherine datang dari arah belakang bersama Rafa dan teman - teman mereka yang lain.


"Selamat ya Ryza dan Sintia semoga bahagia sampai kakek nenek" ucap Catherine.


"Makasih Keket semoga kamu juga ketemu jodoh ya di Indonesia" ucap Sintia.


"Seru juga tuh, aku mau cari calon deh di pesta kamu ini" balas Catherine.


"Sabar ular Keket, nanti malam bakalan lebih rame, kamu sapu tuh cowok - cowok di setiap sudut ruangan ini" sindir Rafa.


"Kalau begitu temani aku beli sapunya dulu donk Raf" ajak Catherine dengan wajah serius.


"Yeah bulek tengil gak tau kalau aku lagi ledekin dia. Malah di tanggapi serius. Gimana sih si Eel nih ngajarin muridnya yang atu ini" oceh Rafa.


"Pelajaran belum sampai level situ Raf, ya udah kamu aja deh yang ngajarin dia siapa tau kamu juga ikut terjaring dalam pencariannya. Entar aku buat viral deh beritanya 'Ular Keket Mencari Cinta' xixixi" goda Ela.


"Asem lu" balas Rafa.


"Hahahaha. Rasaknooooo" goda Ela sambil berlalu menuju meja makanan.


Fajar terus mengikuti Ela dari belakang.


"Ngapain kamu ngikutin aku terus?" tanya Ela.


"Iya ya, aku juga bingung. Fikiran sama kakiku gak singkron nih. Rasanya kakiku udah keikat tali sama kamu makanya ngikutin kamu terus" goda Fajar.


"iiiiiih alasan gak masuk akal" jawab Ela.


"Cinta memang gak masuk akal El, aku yang dulu juga bakalan bilang aku yang sekarang ini sudah gila. Gila karena cinta" gombal Fajar.


"Ya udah kamu makan aja tuh cinta, aku mah mau makan rendang" balas Ela.


"Kamu cantik El hari ini" ucap Fajar


"Mirip sama syair lagu. Kamu lagi nyanyi ya" Ela pura - pura ngalihin pembicaraan.


Tapi untung saja Fajar langsung conect.


"Iya syairnya seperti ini. Kau cantik hari ini... dan aku sukaaa" ucap Fajar sambil bersenandung.


"Ehm... bagus suara kamu" sindir seseorang.


Sontak wajah Fajar malu karena ketangkap basah sedang gombalin Ela.


"Eeeeh Oom.... mau makan juga?" tanya Fajar.


.


.


BERSAMBUNG


Eng Ing Eng siapa ya kira - kira yang menyapa mereka?


Selamat sahur buat yang berpuasa. Ngopi yuuk...