Find The KEY

Find The KEY
Ep. 161



"Aku cukup mengenalnya karena dia adalah calon istriku dan minggu depan aku akan menikah dengannya" tegas Fajar.


"Apa?" tanya Lisa tak percaya dan menatap mata Ela tajam.


Cih wanita sialan, beraninya dia merebut pria yang telah aku targetkan. Dia sudah merebut Rafa dariku dan sekarang dia malah akan menikah dengan Fajar pengusaha muda yang kaya raya. Ini tidak bisa aku terima. Batin Lisa.


"Iya sekalian dalam kesempatan ini aku mengundang kamu Lisa agar kamu bisa menyaksikan sendiri bahwa aku tidak pernah berusaha merayu mantan pacar kamu itu tapi kamulah yang telah melepaskan kesempatan emas untuk memenangkan hati sahabatku" ucap Ela.


"Oh maaf Pak Fajar, aku tidak tau kalau Nona ini ternyata calon istrinya Bapak" sambut Rudi.


"Tidak apa - apa Pak Rudi, rencananya hari senin baru saya akan menyebarkan undangan untuk para client dan relasi" balas Fajar.


"Waah beruntung sekali Bapak mendapatkan istri seperti Nona Ela ini. Selain cantik dia juga punya profesi yang cukup bagus yaitu pelukis. Lukisannya sangat bagus, pantas saja Bapak memintanya untuk membuat lukisan di hotel ini" Puji Rudi.


"Anda salah Pak Rudi. Melukis adalah hobbynya kalau profesinya dia adalah designer tamatan dari universitas London" puji Fajar.


"Waow hebat sekali prestasi anda Nona" sambut Rudi takjub.


"Terimakasih Pak Rudi" balas Ela.


Rudy terlihat semakin takjub melihat keahlian yang Ela miliki.


"Kita keliling yuk, tadi begitu sampai kan kamu langsung melukis? Kita belum sempat jalan - jalan di sekitar hotel" ajak Fajar.


"Ayo.. Aku sudah tidak sabar ingin melihat pemandangan di sini" sambut Ela.


"Kami keliling dulu ya Pak Rudi" pamit Fajar.


"Silahkan.. silahkan Pak Fajar" balas Rudi.


Ela tersenyum hormat kepada Rudi ketika dia melewatinya. Fajar dan Ela berjalan di seputaran hotel yang sedang dalam tahap finishing.


"Wanita yang menarik" ucap Rudy kepada Lisa.


"Itu karena kamu belum mengenalnya" balas Lisa.


"Dia wanita yang ramah, aku seperti sudah lama mengenalnya" puji Rudi.


"Sepertinya kamu tertarik dengannya?" tanya Lisa.


"Ya.. sepertinya aku menyukai wanita itu sejak pandangan pertama" ujar Rudi.


"Bagaimana kalau kita buat kesepakatan?" Lisa mengajak Rudi bekerjasama.


"Tapi satu minggu lagi mereka akan menikah" ucap Rudi.


"Makanya kita harus bergerak cepat. Kita tidak punya banyak waktu" sambut Lisa.


"Baik, mari kita rencanakan bagaimana caranya memisahkan mereka berdua. Kamu dapat prianya dan aku mendapatkan wanita itu" balas Rudi.


"Oke deal" jawab Lisa cepat.


Setelah lelah berkeliling area pembangunan hotel Fajar dan Ela memutuskan untuk pulang.


"Baiklah Pak Rudi sepertinya kami akan pulang. Ela sudah melihat keseluruhan dari hotel ini. Setelah kami menikah dia akan memulai membuat lukisan - lukisan lainnya yang sesuai dengan konsep hotel ini. Sebelumnya juga saya sudah sampaikan padanya lukisan seperti apa yang saya inginkan" jelas Fajar.


"Oke Pak Fajar, senang berkenalan dengan anda Nona Ela" ucap Rudi.


"Sama - sama Pak Rudi. Kami pamit dulu" balas Ela.


"Kami pulang duluan Pak Rudi, permisi" ujar Fajar.


"Baik Pak, hati - hati di jalan" sambut Rudi.


Ela dan Fajar menjabat tangan Rudi dan mengacuhkan keberadaan Lisa. Membuat Lisa semakin jengkel karena dia merasa diabaikan.


"Sepertinya kamu harus berusaha keras untuk mendapatkan hati pria itu. Sedikitpun dia tidak melirik bahkan dia tidak mau bersentuhan dengan kamu" ucap Rudi kepada Lisa begitu Ela dan Fajar berlalu dari mereka.


"Lihat saja aku akan mendapatkan pria itu" balas Lisa.


"Kita lihat saja nanti dan aku tidak mau gagal. Kamu berusaha mendapatkannya dan aku berusaha merebut wanita itu. Semakin aku melihat senyumnya aku semakin menyukainya. Aku tidak akan gagal untuk mendapatkannya" tegas Rudi.


Di dalam mobil.


"Gimana El, apakah konsep yang aku katakan pada kamu sesuai dengan hotel ini?" tanya Fajar.


"Bagus, sangat sesuai. Aku sudah tidak sabar menyaksikan kemegahan hotel ini ketika di buka nanti. Dan apakah kita bisa sering ke sini?" tanya Ela.


"Tentu donk, apapun yang kamu pinta aku akan memenuhinya My Princess" jawab Fajar.


"Asiiiik" balas Ela ceria.


"Atau kamu mau kita honeymoon ke sini?" tawar Fajar


"Enak aja, aku gak mau. Kalau honeymoon sesuai dengan keinginanku semula. Lagian mana mungkin hotel ini bisa selesai dalam waktu satu minggu" jawab Ela. Ela cemberut menatap Fajar.


Fajar tersenyum melihat pemilik hatinya kesal.


"Hey perkataanku belum selesai. Maksudku setelah hotel ini selesai kita honeymoon kedua di sini" ucap Fajar.


"Nah kalau itu aku setuju" Ela kembali ceria.


"Btw kamu sudah hubungi asisten kamu?" Ela mengingatkan Fajar.


"Duh aku lupa" jawab Fajar pura - pura.


"Tuh kan Faaaa... kamu masih muda udah pelupa. Jangan - jangan nanti setelah nikah kamu lupa lagi kalau aku istri kamu" balas Ela.


"Kalau soal itu aku pastikan aku tidak akan melupakan kamu. Nama kamu telah tertulis indah dalam hatiku" gombal Fajar.


"Waaaaah mulai lagi kamu, gombal receh" ujar Ela.


Fajar tertawa melihat wajah wanita yang dia sayangi.


"Buat apa aku gombalin kamu. Gak aku gombalin aja udah dapat kok" jawab Fajar percaya diri.


"oooooh gitu? Jadi kalau udah dapat gak mau gombalin aku lagi? Aku batalin nih" ancan Ela.


"Hahahaha.... kamu itu lucu banget sih My Princess, gemes aku jadinya" goda Fajar.


Ela cemberut membalas perkataan Fajar.


"Aku sudah ngubungi Jimmy, sudah kirim tempat tujuan kita honeymoon dan sudah suruh Jimmy mempersiapakan semuanya" ucap Fajar.


"Kamu sudah bilang sama dia kan kalau itu misi rahasia?" tanya Ela.


"Sudaaaah Princess... aku sudah perintahkan semua yang kamu mau dan kamu pinta" jawab Fajar.


"Awas kalau misinya gagal aku akan batalin semuanya" ancam Ela.


"Maksud kamu kita batal nikah? Mana bisa semudah itu Princess. Kamu kira pernikahan itu main - main?" tanya Fajar


"Siapa yang bilang aku mau batalin pernikahan kita? aku cuma mau batalin honeymoon kita dan jangan marah kalau kamu tidak akan pernah mendapatkan jatah dariku" Ela kembali mengancam.


"Jangan.. jangan... jangan gitu donk Princess... Kamu tenang saja Jimmy tidak akan salah karena dia tidak pernah gagal menjalankan semua perintahku" ungkap Fajar.


"Bagus deh kalau begitu. Fa makan yuk, aku laper banget nih" ucap Ela.


"Kamu sih pakai acara melukis segala padahal kan tugas kamu belum di mulai. Aku kan membawa kamu cuma untuk memperlihatkan lokasi dan pemandangan hotel" ujar Fajar


"Ya habis aku suka di sana dan langsung dapat inspirasi untuk melukis" balas Ela.


"Ya sudah kalau begitu kita cari tempat makan ya" ajak Fajar.


Fajar melajukan mobilnya dan begitu mereka menemukan Restaurant di pinggir jalan Fajar langsung membelokkan mobilnya dan singgah. Kali ini mereka menikmati makan siang mereka di puncak bogor dengan pemandangan yang bagus dan udaranya yang sejuk.


.


.


BERSAMBUNG