
Di ADS Butik setelah kepergian Trio Ambisi.
"Gila aku gak percaya ternyata Ela itu Princess" ucap Disil.
"Dia merahasiakannya pada kita semua? Dasar anak itu?" sambut Ditha.
"Kamu tau ini semua By?" tanya Sintia pada Aby.
Aby menganggukkan kepalanya.
"Apa, kamu tau dan ikut merahasiakannya juga dari kami By?" tanya Disil tak percaya.
"Kalian lupa, aku ini kembarannya. Sejak dari kandungan aku sudah berbagi semuanya dengan Ela. Semua gerak - geriknya malam itu aku mengenalnya" ungkap Aby.
"Trus kenapa kamu gak kasih tau kami?" desak Disil.
"Ela melarangnya, dia meminta aku menyembunyikannya dari siapapun. Dia tidak ingin ada yang tau, dia ingin menjalani kehidupannya dengan bebas tanpa ada beban dan tanpa ada yang mengetahui siapa dia yang sebenarnya?" Aby menjelaskan.
"Stop... stop... dari tadi aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan. Princess itu Ela dan Ela merahasiakannya. Apa sih maksudnya?" tanya Rafa bingung karena dia sendiri yang tidak ikut ke London beberapa hari yang lalu.
Disil meraih hpnya kemudian mencari informasi dan prestasi designer terkenal di London yang bernama Princess. Kemudian Disil memberikan hpnya kepada Rafa.
Rafa membaca semua berita mengenai Princess, prestasinya dan juga gambar - gambar gaun rancangannya.
"Ini Ela?" tanya Rafa tidak percaya.
"Iya, dia Ela. Princess, designer terkenal di London adalah sahabat kita ELA" Ungkap Disil.
"Waaaah aku gak percaya, Ela sehebat itu. Wanita dengan prestasi gemilang tapi tetap rendah hati dan tidak sombong bahkan dia merahasiakan identitas dirinya yang sebenarnya" ucap Keysha tak percaya.
"Gila... pasti Ela kaya banget ya, kamu lihat gak waktu kita jalan - jalan di Bond Street, ada gaun - gaun rancangan Ela yang di pajang dan di jual di sana. Aku sempat cek harganya selangit. Di tambah lagi dia sering buat pagelaran busana pasti yang beli gaun - gaun dia pasti orang kerajaan, artis dan orang kaya. Sahabatku ternyata orang hebaaat" ucap Ditha bangga.
"Wajar donk, gaun - gaun rancangan Ela kan emang bagus - bagus. Aku saja senang sekali dengan gaun pernikahanku yang di rancang Ela, cantik sekali" puji Keysha.
"Iya, aku juga puas waktu nikah gaunku Ela yang rancang. Seorang designer terkenal di London" sambut Ditha.
Perasaan Rafa jadi berkecamuk, ada nyeri di dadanya. Ternyata Ela sudah sangat jauh dalam jangkauannya. Dia fikir Ela yang sekarang masih sama seperti Ela dulu. Sungguh dia tidak menyangka dengan semua yang terjadi saat ini.
"Kamu sudah enakan Fa?" tanya Ryza.
"Nih minum dulu Fa agar tenaga kamu kembali pulih" Sintia menyodorkan segelas teh hangat kepada Fajar.
Fajar segera meminumnya sampai habis.
"Masih mual?" tanya Keysha.
Fajar menggelengkan kepalanya.
"Sudah lebih baik. Terimakasih semua, maaf mungkin kalian tadi terkejut melihat apa yang terjadi padaku. Ini adalah penyakit keturunan dari Papaku. Tapi saat Papa menikah dengan Mama perlahan - lahan alerginya sembuh dan penyakit itu turun ke aku. Makanya aku berusaha keras untuk mencari penawarnya. Dia adalah Ela. Ku harap kalian mengerti mengapa tadi aku senekat itu memalar Ela" ungkap Fajar.
"Kamu hebat Fa dan gentlemen, aku suka gaya kamu" puji Keysha.
"Iya dihadapan semua orang bahkan dihadapan Papa kamu dan Aby kamu berani melamar Ela walaupun tadi masih di tolak. Ayo semangat jangan pantang menyerah. Aku akan mendukung kamu mengejar Ela" sambung Ditha.
"Betul.. betul.. aku juga setuju dengan Ditha. Kami akan membantu kamu mengejar Ela. Kalau memang dia penawar rasa sakitmu aku yakin dialah jodoh kamu" dukung Sintia.
"Terimakasih teman - teman" balas Fajar.
Rafa terdiam, baru saja kemarin dan tadi pagi dia seperti mendapatkan angin segar untuk mengejar Ela tiba - tiba sekarang dia menghadapi tsunami dalam hatinya. Seketika perasaannya digulung ombak yang tinggi dan terseret arus yang sangat deras membawanya dalam kehampaan.
Apakah ini karma untukku karena sudah menyakiti Ela selama tujuh tahun ini bahkan dia sampai harus lari ke London untuk menjauhiku. Batin Rafa.
"By coba kamu telepon Ela dia ada dimana?" suruh Disil.
Aby meraih hpnya dan menghubungi Ela.
"Gak di angkat Dis" ucap Aby
Aby menghubungi Mamanya.
"Assalamu'alaikum Ma, Mama di rumah? Ela ada Ma?" tanya Aby.
"Ooh baru pulang dari Dojang, trus Elanya di mana sekarang Ma?" sambung Aby.
"Baiklah. Nggak Ma, gak ada apa - apa. Biasa si Ela kalau lagi kesal harus cari sansak untuk menyalurkan emosinya" ucap Aby.
"Oke Ma, sebentar lagi aku pulang ya Ma. Dah Maaa.. Assalamu'alaikum" Aby menutup teleponnya.
"Gimana By?" tanya Sintia penasaran.
"Ela tadi habis dari sini ke Dojang trus pulang ke rumah. Sekarang dia lagi istirahat di kamarnya" jawab Aby.
"Syukurlah dia gak kemana - mana Mas" sambut Keysha.
"Ya udah kita balik dulu yuk Fa, biar aku bawa mobil kamu. Tadi aku dan Keysha ke sini bareng Papa dan Om" ajak Ryza.
Fajar memberikan kunci mobilnya pada Ryza.
"Aku pulang dulu ya teman - teman. Sekali lagi maaf sudah merepotkan kalian semua" ujar Fajar.
"Mas aku ikut Fajar dan Ryza ya balik ke kantor" ucap Keysha.
"Iya yank, nanti Mas jemput kamu waktu pulang" jawab Aby.
Ryza, Fajar dan Keysha keluar dari Butik dan melaju menuju Barrakh Corp.
"Trus kita gimana donk?" tanya Ditha pada teman - temannya.
"Kerumah kamu yuk Bi, aku gak sabar mau ketemu Ela. Rahasia sebesar ini dia sembunyikan dari kita. Aku gak terima" ucap Disil.
"Betul.. betul... " sambung Sintia.
"Okelah.. tapi kalian kenal Ela kan bagaimana? jangan paksa dia kalau dia tidak mau cerita atau kalian tanggung sendiri akibatnya" ancam Aby.
"Beres" jawab Disil, Ditha dan Sintia. Sementara Rafa masih diam tidak percaya dengan kenyataan yang sedang terjadi. Fakta baru tentang Ela designer terkenal di London yang bernama Princess.
Akhirnya mereka bergerak menuju rumah Aby dan Ela. Sesampainya di rumah Aditya mereka langsung naik ke lantai dua tempat biasa mereka ngumpul.
Dengan berbekal dua kotak besar pizza serta minuman bersoda mereka menikmati makan siang bersama.
"Elaaa makan dulu yuk" ajak Ditha dan Sintia.
Ela keluar dari kamarnya, kelihatannya dia baru selesai mandi.
"Ada apa ini kalian datang rame - rame, seperti ada perayaan besar saja" oceh Ela.
"Iya donk, ini perayaan kami karena baru mengetahui kalau sahabat kami yang satu ini adalah Princess designer terkenal di London" teriak Sintia.
"Tega banget kamu my honey bunny sweety merahasiakan berita besar itu dari kami. Kamu mau aku bekap gini haaa?" Disil mengunci leher Ela membuat Ela tak bisa berkutik lagi.
"Ampun... ampun... aku menyerah. aku akan cerita semuanya pada kalian. Kalian tenang dulu ya, okey...."
.
.
BERSAMBUNG
Selamat malam semua.. ini up terakhir malam ini ya, semoga bisa menemani malam minggu kalian.
😍😍