Find The KEY

Find The KEY
Ep. 301



Hari ini mereka berencana jalan - jalan ke London Eye dan akan berseluncur Es di Somerset House. Tapi semua itu akan lebih seru di lakukan saat malam hari.


Karena London Eye sangat indah jika di lihat saat malam hari. Lampu - lampu penuh menerangi dan berwarna-warni.


Sebelum mereka kesana nanti malam hari ini F3STER membuat rencana untuk mempersiapkan acara ulang tahun Ryntia dan Fathir yang akan di rayakan besok malam.


Sesuai dengan rencana mereka di Indonesia, Elfa mempunyai tugas khusus untuk mengajari Uncle Jimmy membuat kejutan di malam ulang tahun Ryntia dan Fathir.


Tentu saja rencana mereka itu tidak diketahui oleh orang tua mereka masing-masing. Dan tak perlu dipertanyakan siapa pemilik ide tersebut. Tentu saja Elfa si anak ajaib.


Pagi - pagi Elfa sudah sampai di ruang kerja Jimmy.


"Morning Uncle.. " sapa Elfa.


"Morning Nona Elfa" balas Jimmy.


"Apakah Uncle sudah menghubungi Koki Hotel untuk meminjamkanku dapurnya?" tanya Elfa.


"Sudah, aku sudah meminta izinnya. Kita bisa ke saja kapan saja Nona mau" jawab Jimmy.


"Bagaimana kalau pagi ini saja. Uncle sudah sarapan?" tanya Elfa.


"Belum, tadi pagi aku terburu - buru berangkat ke Hotel sampai lupa sarapan di rumah. Dan seperti yang Nona lihat, sampai di sini aku langsung di sambut oleh berkas - berkas yang berserakan di mejaku ini" ungkap Jimmy.


"Apakah pekerjaan Uncle sudah selesai?" tanya Elfa sopan.


"Sudah, aku baru saja menyelesaikannya. Sekarang aku punya waktu luang untuk menemani Nona" jawab Jimmy.


"Baiklah kalau begitu pagi ini saja aku masak khusus untuk Uncle. Masakan Indonesia spesial untuk Uncle. Aku sudah tidak sabar untuk menghidangkan mie instant terbaik untuk Uncle" ujar Elfa.


"Terimkasih Nona, aku sangat tersanjung mendapatkan perlakuan khusus dari Nona. Dan aku sangat senang sekali menjadi orang pertama yang menyantap hidangan Nona. Aku jadi tidak sabar" ungkap Jimmy.


"Okey, kita bisa ke dapur sekarang juga Uncle" ajak Elfa.


"Baik Nona" balas Jimmy.


Jimmy bangkit dari tempat duduknya dan menuntun Elfa berjalan menuju dapur hotel. Sesampainya di sana semua karyawan dapur memberikan salam hormat kepada Jimmy dan Elfa.


Semua pegawai tau kalau Elfa akan meminjam dapur hotel karena sebelumnya kepala Koki sudah menginformasikan kepada semua pegawai dapur akan kedatangan Elfa cucu dari pemilik saham terbesar TBF Hotel.


"Selamat Pagi Mr. Jimmy dan Nona cilik. Selamat datang di dapur kami" sambut kepala Koki.


"Salam kenal Uncle..... " jawab Elfa


"Saya Andre" ujar Kepala Koki.


"Baik Uncle Andre, I'm Elfa. Putri bungsu Papa Fajar Barrakh" jawab Elfa.


"Saya sudah mengetahuinya Nona Cilik. Wajah anda sangat mirip dengan Tuan Fajar tetapi sikap anda persis Nyonya Muda" ucap Kepala Koki.


"Banyak yang bilang seperti itu" balas Elfa bangga.


"Jadi Nona kamu mau memasak apa buat Uncle?" tanya Jimmy.


"Aku akan masak mie instan spesial buat Uncle Jimmy dan Uncle Andre. Tapi Uncle Andre tolong bantu aku memasak ya. Aku tidak tau cara memakai kompor gas di sini. Sangat berbeda dengan yang ada di rumahku di Indonesia" pinta Elfa.


"Baik Nona cilik, aku akan menemani Nona memasak" jawab Kepala Koki.


"Apakah Uncle Jimmy membawa mie instant dan cabai yang aku kasih kemarin?" tanya Elfa.


"Oh ada di lemari meja kerjaku. Sebentar aku ambil dulu ya" jawab Jimmy.


"Baiklah, ayo Uncle Andre kita mulai" ajak Elfa setelah menerima mie instan dan cabai yang di ambil Jimmy dari ruang kerjanya.


Dengn bantuan Kepala Koki, Elfa mulai mempersiapkan masakannya. Dia membuka kulkas besar yang berisikan sayuran yang dia butuhkan untuk masakannya.


Kemudian Elfa mengambil daging dan seafood kemudian mencuci serta memotongnya sesuai dengan keinginannya.


Rencananya Elfa akan memasak Mie Goreng dan Mie kuah untuk Jimmy dan Kepala Koki.


Untuk menu mie goreng terlebih dahulu Elfa memotong ayam filet kemudian memasukkannya ke dalam tepung yang sudah diberi sedikit air dan dia menambah lada, garam dan kaldu bubuk kemudian menggorengnya.


Ayam goreng ala - ala Ela suda selesai. Setelah itu Elfa memotong wortel berbentuk dadu kecil - kecil, mengiris bawang dan timun untuk acarnya. Kemudian dia merebus mie terlebih dahulu setelah itu menitiskannya. Sambil menunggu Elfa memasak telur mata sapi.


Terakhir menggoreng mienya. Elfa menumiskan bawang kemudian memasukkan cabai yang dia bawa dari Indonesia juga wortel potong dadu, setelah itu memasukkan mie yang sudah ditiriskan tadi kemudian memasukkan bumbu dan mengaduknya sampai rata setelah itu menaburinya dengan kacang polong.


Setelah masak Ela memasukkannya ke dalam piring menghiasinya dengan selada, timun dan tomat yang di iris tipis. Di tambah ayam filet goreng tepung yang juga dia potong tipis. Terakhir diletakkannya telur mata sapi di atas mie goreng tersebut.


"Mie goreng selesai" ucapnya bangga



"Waah Anda berbakat sekali Nona. Dari cara Anda memasak sepertinya Anda memang suka ke dapur ya. Anda tidak canggung dengan peralatan dapur dan sangat lihat memainkan sendok dan pisau" puji Kepala Koki.


"Terimakasih Uncle Andre" balas Elfa.


Elfa memulai masakannya yang kedua yaitu mie kuah rebus.


Pertama Ela mempersiapkan bahan dasar, irisan bawang tomat, wortel dan daun bawang. Kemudian Elfa mencuci brokoli dan jamur. Lalu dia juga mengiris tipis daging.


Setelah semua selesai Elfa mulai menumiskan bawang, kemudian menaruh kan cabai giling dari Indonesia sampai wanginya harum..


"Hemmmm.... " ujar Elfa.


Elfa memasukkan daging cincang tadi dan mengaduknya lagi setelah itu Elfa memasukkan air sedikit, setelah mendidih baru Elfa memasukkan Mie instan yang dia bawa dari Indonesia di lanjutkan jamur dan brokoli. Setelah mie lembut baru Elfa memasukkan bumbu mie instan.


Setelah masakan selesai, Elfa menghidangkannya di dalam mangkok dan menaburinya dengan daun bawang dan hiasan wortel.


"Taraaaaa... hidangan kedua selesai" ucap Elfa.



Elfa menghidangkannya di atas meja


"Ini Uncle, kalian sudah bisa menyicipi masakanku. Silahkan di makan.. " ucap Elfa.


Jimmy dan Kepala Koki mulai menyicip dua hidangan yang ada di hadapan mereka secara bergantian.


Dari tampilannya rasanya sangat menggugah selera. Biasanya menu mie di restoran hotel hanya spaghetti tapi kali ini mereka akan merasakan mie instan buatan Indonesia.


Apalagi yang masak adalah cucu dari pemilik Hotel tempat mereka bekerja. Rasanya tak baik jika menolak kesempatan baik ini. Jarang ada kesempatan seperti ini lagi.


Jimmy dan Kepala Koki mengambil mie secara bergantian dan mulai menyicipinya.


"Huaaa Nonaaaa..... "


.


.


BERSAMBUNG