Find The KEY

Find The KEY
Ep. 171



Rafa menghampiri Catherine yang sedang sibuk meneruskan gaun yang akan dipakai keluarga di hari pernikahan Ela dan Fajar.


"Kamu masih bekerja?" tanya Rafa.


"Seperti yang kamu lihat" jawab Catherine.


"Sepertinya kita bersalah pada Ela dan Fajar" ucap Rafa.


"Iya, aku merasa gak enak karena memberi informasi pertemuan mereka pada Kak Aby" ungkap Catherine.


"Kamu gak salah hanya kita sama - sama merasa sungkan aja sama mereka. Gara-gara mereka ketahuan ketemuan akhirnya hukuman mereka jadi tambah berat" sambut Rafa.


"Iya, aku tadi sudah minta maaf sama Ela" balas Catherine.


"Makasih ya Raf buku yang kamu beri sangat bagus. Aku baru buka judul dan beberapa lembar terdepan aja tadi sekilas tapi aku sudah menyukai isinya" ucap Catherine.


"Semoga bermanfaat bagi kamu. Kalau ada yang kamu tidak mengerti tanya aja padaku" tawar Rafa.


"Okey" sambut Ela sambil terus menyelesaikan pekerjaannya.


"Mau sampai jam berapa kamu mengerjakan ini semua?" tanya Rafa.


"Yah sampai aku kuat aja deh" jawab Catherine.


"Jangan dipaksakan. Sesuatu hal yang dipaksakan itu hasilnya pasti tidak baik" nasehat Rafa.


Makanya aku tidak mau memaksakan perasaan aku pada kamu Raf, aku tau hati kamu masih terisi oleh nama wanita lain. Batin Catherine.


"Mending kamu istrahat Ket besok di sambung lagi. Kalau mata dan fikiran kamu sudah fresh pasti pekerjaannya akan cepat selesai" ucap Rafa.


"Iya Raf sedikit lagi. Nanggung nih. Setelah ini aku akan turun untuk istirahat" balas Catherine.


"Baiklah kalau begitu aku pulang ya" pamit Rafa.


"Oke, hati - hati ya" kali ini Catherine tidak mau menatap kepergian Rafa lebih baik dia menyibukkan diri untuk menyelesaikan pekerjaannya. Dia tidak mau hatinya semakin sakit melihat kepergian Rafa yang tak pernah menganggap keberadaannya di sekitar hidup Rafa.


Tapi malam ini Rafa memperhatikan gerak - gerik Catherine. Perlahan dia mulai mengagumi sifat Catherine yang tekun dan pekerja keras.


Dan kelihatannya Catherine sangat sabar mengerjakan pekerjaannya yang sangat rumit itu. Satu lagi entah mengapa Catherine terlihat semakin cantik saat dia serius seperti ini.


O.. Ooo.. perasaan apa ini? Tanya Rafa dalam hati.


Rafa segera pergi meninggalkan Catherine sendiri dan segera turun ke bawah kemudian melangkah pulang menuju rumahnya yang letaknya tak jauh dari rumah Ela.


*******


Menjelang hari pernikahan Ela dan Fajar.


Jumat pagi Jimmy asisten pribadi Fajar di London sudah tiba di Indonesia bersama Mom dan Dad Catherine dengan menaiki pesawat pribadi keluarga Barrakh.


Awalnya Ela dan Catherine yang ingin menjemput mereka ke bandara tapi karena mengingat Ela masih dalam masa pingitan Mamanya tidak memberi izin kepada Ela untuk ikut ke Bandara.


Karena bisa saja itu dijadikan Ela alasan untuk bertemu Fajar walau sebentar. Akhirnya Catherine ke Bandara dengan di temani Rafa.


Pukul sepuluh pagi tibalah Rafa dan Catherine di Bandara Soekarno-Hatta. Mom dan Dad Catherine sudah turun dari pesawat bersama rombongan Jimmy.


Benar dugaan keluarga Ela, Fajar ada di Bandara untuk menemui Jimmy padahal Jimmy adalah asistennya sebenarnya tidak perlu sambutan khusus untuk menjemputnya tiba di Indonesia.


Tapi namanya juga usaha siapa tau dengan alasan tersebut dia bisa bertemu dengan Ela yang juga ke Bandara bersama Catherine untuk menjemput orangtua Catherine.


Sangat disayangkan apa yang diinginkan Fajar tidak terkabul karena keluarga sudah memprediksinya. Dengan hati kecewa Fajar bertemu dengan Rafa dan Catherine.


"Kenapa wajah kamu sendu Fa, ngarep ya ketemu Ela?" tebak Rafa.


"Nggak kok, aku kan mau menjemput Jimny. Ada hal penting yang harus segera aku bahas bersamanya" elak Fajar.


"Halaaaah bohooong. Jujur saja sama kami. Kamu pengen ketemu Ela kan?" goda Catherine.


"Bener lho Ket aku ada perlu sama Jimmy. Ya kan Jim" Fajar mengedipkan sebelah matanya.


Untung saja Jimmy tanggap, dia mengira Fajar akan membicarakan tentang honeymoonnya bersama Princess jadi Jimmy menganggukkan kepalanya menandakan iya.


"Tuh lihat si Jimmy" Fajar melirik ke arah Rafa dan Catherine.


"Hai Pak Jimmy, lama tak bertemu dengan anda. Masih ingat saya" sapa Catherine.


"Senang bertemu anda Mr. Jimmy" balas Catherine sambil tersenyum ramah.


"Senang juga bertemu anda Nona" ucap Jimmy.


"Terimakasih Anda sudah menjamu orangtua saya di pesawat dan maaf kalau selama dalam perjalanan mereka merepotkan anda Tuan" ujar Catherine.


"Tidak masalah Nona Catherine saya senang melakukan perjalanan bersama mereka. Orangtua anda sangat ramah dan bersahabat" ungkap Jimmy ramah.


"Terimakasih Mr. Jimmy atas bantuan anda" ucap Dad Catherine.


Mom dan Dad Catherine saling berjabat tangan dengan Jimmy kemudian dengan Fajar dan Rafa.


"Jadi siapa diantara kalian calon suaminya Ela?" tanya Mom Catherine.


"Saya Mrs" jawab Fajar.


"Lantas siapa pria satu lagi ini?" tanya Mom Catherine.


"Saya Rafa Mrs, Saya sahabat Ela" jawab Rafa.


"Wah kalian berdua sama - sama gagah ya" puji Dad Catherine.


Rafa dan Fajar tersenyum mendengar pujian Dad nya Catherine.


"Mari Mr dan Mrs kita ke rumah Ela dulu setelah itu baru kalian kami antar ke hotel" ajak Rafa.


"Ayo, mari - mari.. " jawab Dad Catherine.


"Kamu gak ikut F?" tanya Rafa.


"Kamu tau kan masa pingitan aku 1 hari lagi? Sampai hari H aku belum boleh bertemu Ela" jawab Fajar kesal.


"Sabar Bro, jangan takut Ela milik kamu. Gak akan ada yang bisa merebutnya tak terkecuali aku" balas Rafa.


"Aku tau, My Princess tidak akan semudah itu bisa tergoda pria lain" tegas Fajar.


"Sampai ketemu lagi besok Mr dan Mrs" ucap Jimmy pada orangtua Catherine.


"Sampai ketemu besok Nona Catherine" sambung Jimmy ramah.


"Dah Mr. Jimmy" balas Catherine.


Rafa, Catherine dan Orangtuanya berpisah dengan Fajar, Jimmy dan beberapa orang rombongan dari London. Mereka ke arah rumah Ela sedangkan Fajar dan rombongan langsung ke hotel keluarga mereka.


"Kamu sangat cantik dengan tampilan kamu yang sekarang sayang" puji Mamanya Catherine.


"Terimakasih Mom" jawab Catherine.


"Setelah Princess menikah apakah kamu tidak mau mengikuti jejaknya. Mom lihat Jimmy pria yang baik, tampan dan mapan" ucap Mamanya.


"Aku masih betah di Indonesia Mom" balas Catherine.


"Apa kamu mau mencari suami orang Indonesia sayang?" tanya Mamanya.


"Yaaah kalau ada yang cocok gak ada salahnya kan Mom?" Catherine balik bertanya dan melirik ke arah Rafa yang lagi serius menyetir mobil.


"Yang penting kamu bahagia sayang, siapapun pilihan kamu kami akan merestuinya" jawab Mama Catherine.


"Terimakasih Mom" balas Catherine.


Rafa yang serius memegang stir mencuri dengar pembicaraan Catherine dan Mamanya.


Mengapa sekarang dia mulai suka ingin tau dengan kehidupan Catherine? Rafa berusaha berfikir keras.


Apa yang sedang aku rasakan dan fikirkan? Apakah perasaan itu sudah mulai mengampiriku? Mengapa sekarang sesuatu yang berhubungan dengan Keket begitu menarik perhatianku? Aaah.. mungkin aku terbawa suasana karena semua teman - temanku akan meninggalkanku setelah menikah. Batin Rafa.


.


.


BERSAMBUNG