Find The KEY

Find The KEY
Ep. 164



"Elaaaaa" teriak Trio Ambisi dan juga Fajar.


"Apa yang terjadi El?" tanya Fajar mendekat.


"Dia mengirimkan pesan dari Hp kamu dan memberikan nomor kamar ini, katanya kamu dalam bahaya" ungkap Ela.


"Tapi kenapa kamu datang sendiri El. Kamu kan bisa hubungi Papa" sambut Omar.


"Maaf Pa aku tadi panik dan langsung lari ke sini" jawab Ela.


"Syukurlah kamu tidak apa - apa" balas Omar.


"Untung kamu jago beladiri Ela" puji August.


"Dan pria ini tidak tau dia berurusan dengan siapa" sambut Fajar.


"Mati lo nyet" umpat Kevin.


"Kamu kok nyumpahin diri kamu sendiri Bu. Itu namanya jeruk makan jeruk" goda August.


"Kurang asem kamu Jin" balas Kevin.


"Tangkap dia Pak, dia bisa kita tuntut dengan pasal percobaan pemerkosaan" perintah Fajar.


Petugas keamanan segera menangkap Rudi. Dan mereka kembali ke kamar Fajar di jebak sebelumnya. Di dalam ada Lisa di jaga oleh seorang petugas keamanan.


"Kamu kenapa Lisa? tubuh kamu bauk sekali" ejek Ela.


"Dia baru kena muntahan gunung berapi" ejek Kevin.


"Maksud Om?" tanya Ela bingung.


"Kamu lupa siapa calon suami kamu. Ular betina ini mau menjebaknya eeh dia gak tau kalau Lampu Aladin punya senjata ampuh mengusir setan yang terkutuk. Rasakan sendiri nikmat dan wanginya muntahan Fajar" ungkap Kevin.


"Waaah senjata makan tuan. Hahaha... kasian deh lo Mak Lampir" ejek Ela.


Lisa tertunduk malu.


"Pak bawa juga wanita ini bersama pria brengsek itu. Mereka bisa di tuntut pasal penculikan dan pemerkosaan bisa juga pencemaran nama baik dan keributan" perintah Omar.


Petugas keamanan langsung membawa Lisa dan Rudi ke kantor mereka.


"Terimakasih atas bantuan dari pihak manajemen Hotel ini" ucap Omar.


"Sama - sama Pak, malah sebaliknya kami memohon maaf atas ketidak nyamanan Bapak dan Ibu sekalian di Hotel kami ini. Kami juga akan tindak lanjuti pegawai kami yang menjalin kerjasama dengan mereka tadi di Restoran dan menjebak Pak Fajar sampai di bawa ke kamar ini" ungkap perwakilan manajemen.


"Tidak apa - apa, kami mengerti" balas Omar.


"Dan mohon bantuannya Pak untuk tidak memperbesar masalah ini keluar bagaimanapun kami ingin menjaga nama baik Hotel ini. Saya harap Bapak mengerti mengingat Bapak - Bapak sekalian adalah pengusaha di dunia perhotelan tentu sudah mengerti apa yang kami maksud?" sambung pria tersebut.


"Baik, kami tidak akan mempermasalahkan kejadian ini dan akan merahasiakannya" tegas Omar.


Trio Ambisi beserta Fajar dan Ela keluar dari kamar hotel tersebut dan segera meninggalkan tempat kejadian perkara.


"Kamu pulang sama Ela aja, biar mobil kamu Papa yang bawa" ucap Omar.


"Iya Fa, kelihatannya kamu gak enak badan ya. Dari tadi kamu bulak balik pegang kepala kamu" ucap Ela.


"Kepalaku masih pusing karena obat tidur yang mereka berikan ditambah lagi tadi aku muntah dua kali" jawab Fajar lemah.


"Ya sudah langsung pulang ke rumah aja. Antarkan Fajar pulang ke rumah ya El" pinta Omar.


"Iya Pa" balas Ela.


Kevin dan August pergi dengan mobil August sedangkan Omar naik mobil Fajar. Fajar dan Ela naik mobil Ela dan langsung menuju rumah Fajar.


"Btw bagaimana Papa, Om Kevin dan Om August bisa tau kalau kamu di culik Mak Lampir di kamar itu?" tanya Ela penasaran.


"Tadi Papa bilang mereka dapat telepon dari Ryza yang mengabarkan kalau aku dalam bahaya. Mungkin Ryza tau dari Sintia kali. Waktu kamu keluar dari Butik kamu gak ketemu Sintia?" Fajar balik bertanya.


"Nggak, aku cuma ketemu si Keket. Dia tanya aku mau kemana. Aku jawab mau ke Hotel XXX kamu dalam bahaya" jawab Ela.


"Mungkin si Keket cerita ke Sintia kali trus Sintia telepon Ryza dan Ryza telepon Om August. Terimakasih ya My Princess kamu sudah datang untuk menyelamatkan aku" ucap Fajar.


"Bukan aku yang nyelamatin kamu tapi kamu selamat karena penyakit kamu sendiri" balas Ela.


"Iya tapi karena kamu mau nyelamatin aku malah kamu yang di jebak si Rudi sialan itu. Lihat saja aku akan menuntut dia di pengadilan dan menghentikan kerjasama perusahaan kami" ujar Fajar.


"Untungnya sih dia playboy bencong gak pinter berantem jadi dengan mudah aku bisa mengalahkannya" ungkap Ela.


"Kamu memang pemberani dan jago beladiri tapi lain kali please jangan kamu selesaikan sendiri. Setidaknya tadi kamu kan bisa hubungi Aby, Rafa dan Ryza untuk temani kamu. Kalau ada apa - apa dengan kamu tadi aku gak tau gimana bersalahnya aku" ungkap Fajar.


"Maaf Fa, aku tadi terburu - buru dan panik jadi aku lupa kabari yang lain" jawab Ela.


"Iya Faaaa" jawab Ela.


"Aku mau mulai hari ini jangan panggil nama aku. Gak romantis, panggil dengan yang lain" pinta Fajar lagi.


"Mas?" tanya Ela.


"Boleh, panggil yank juga boleh. Aku lebih suka" jawab Fajar sambil tersenyum.


"Sabar... ada waktunya. Sementara aku belajar panggil kamu Mas aja ya" balas Ela.


"Oke My Princess" ujar Fajar.


Tak terasa mereka sudah sampai di halaman rumah Fajar dan mereka segera masuk ke dalam rumah.


"Lho kok cepat pulang hari ini kak?" tanya Shakira.


"Kakak lagi gak enak badan" jawab Fajar.


"Mama mana Sha?" Ela bertanya pada calon adik iparnya.


"Di dapur kak" jawab Shakira.


"Kamu mau nemui Mama di dapur El?" tanya Fajar.


Ela menganggukkan kepalanya.


"Aku bisa minta tolong gak?" tanya Fajar lembut.


"Mau minta tolong apa?" Ela balik bertanya.


"Tolong buatin aku bubur donk. Perutku lapar karena semua isi perut aku sudah terkuras tadi" pinta Fajar.


"Ya udah sebentar ya, kamu istirahat aja dulu" balas Ela.


Ela berjalan menuju dapur rumah Fajar dan mendapati calon mertuanya sedang memasak di dapur.


"Assalamu'alaikum Ma" sapa Ela.


"Wa'alaikumsalam, eh Ela datang. Sama siapa ke sini sayang?" tanya Jasmine.


"Sama Fajar Ma tadi ada accident sedikit. dia muntah biasalah alerginya kumat Ma. Ada cewek yang pengen uji nyali alhasil kena muntahan Fajar" jawab Jasmine.


"Enak lho punya suami seperti mereka. Papa dan Fajar. Hati kita sebagai seorang istri tenang di rumah karena tidak akan ada yang berhasil merayu mereka. Dulu Mama juga merasa aneh waktu tau penyakit Papa tapi lama kelamaan Mama merasa sangat nyaman dan aman" ungkap Jasmine.


"Iya Ma" jawab Ela.


Jasmine memasukkan telur kedalam mixer.


"Mama mau masak apa?" tanya Ela.


"Mama mau buat cake" jawab Jasmine.


"Waaah asiknya aku bisa sekalian belajar buat kue. Ajari ya Ma" pinta Ela.


"Iya sayang. Ya udah sini kamu bantuin Mama" ajak Jasmine.


Ela berdiri mendekat ke arah Jasmine.


"Tolong kamu ambil tepung di lemari kedua dari kanan setelah itu timbang 250gr ya" perintah Jasmine.


"Oke Ma" jawab Ela.


Ela mengikuti intruksi Jasmine mengambil tepung dalam lemari kemudian menimbangnya sesuai permintaan Jasmine.


Tapi malangnya nasib Ela pada saat dia hendak menimbang tepung sendok terjatuh di lantai. Ela meletakkan timbangan di pinggir meja dan dia menunduk untuk mengambil sendok.


Saat dia hendak berdiri tanpa sengaja kepalanya menyenggol tepung yang ada di atas timbangan dan jatuh tepat ke atas kepalanya dan wajahnya.


Bertepatan dengan kejadian itu Fajar dan Shakira berjalan ke dapur untuk menghampiri Ela dan Mamanya karena Ela lama sekali balik dari dapur.


Alangkah terkejutnya Fajar melihat tampilan calon istrinya di dapur.


"Mama mengapa ada hantu di dapur kita" teriak Shakira.


.


.


BERSAMBUNG