Find The KEY

Find The KEY
Ep. 43



Di lokasi pesta.


"Lho kalian kok balik berdua saja, mana Rafa?" tanya Sintia


"Rafa dan Lisa sudah pulang duluan. Ada yang harus mereka selesaikan" jawab Aby.


Aby dan Disil kembali duduk di kursi mereka sebelumnya. Mereka kembali berbincang-bincang dengan Keysha dan Ryza.


Tanpa terasa waktu berjalan, karena terlalu asik ngobrol mereka lupa waktu sudah semakin larut.


"By kita harus pulang, nanti calon mertuaku marah anak gadisnya kemalaman pulang" ucap Disil.


"Calon mertua?" tanya Ryza bingung sambil menatap Disil.


"Ditha dan Disil otw menikah. Mereka menjalin hubungan lebih khusus dari sebuah persahabatan" ucap Sintia.


"Owyaaah sangat menarik sekali. Selamat Disil, Ditha atas hubungan baru kalian" sambut Ryza ramah.


"Terimakasih Ryza" balas Disil.


"Baiklah sudah waktunya kita pulang. Kami pamit dulu ya Key, besok-besok kita sambung lagi. Yuk Ryza" ucap Aby.


"Kita pamitan sama yang ulang tahun hari ini By" Disil mengingatkan.


"Oh harus itu" sambut Aby.


"Ayo aku bawa kehadapan Papa" ajak Keysha.


Mereka semua berjalan menuju tempat duduk Kevin Papanya Keysha.


"Selamat ulang tahun Om, semoga sehat, panjang umur dan sukses selalu" ucap Aby tulus.


"Terimakasih kalian sudah hadir di acara saya" jawab Kevin.


Mereka menjabat tangan Kevin satu persatu kemudian tak lupa berpamitan juga dengan Omar Barrakh dan August adik ipar CEO Barrakh Corp yang duduk juga dalam meja yang sama dengan Kevin.


Setelah berpamitan Aby dan teman-temannya melangkah menuju pintu keluar. Keysha dan Ryza mengantar mereka sampai keluar.


"Kami pamit ya Ry, Key. Selamat malam" ucap Aby dan teman-temannya.


"Terimakasih ya sudah datang dan hati-hati di jalan" ucap Keysha.


Aby dan Sintia masuk ke dalam mobil Aby sedang Disil bersama Ditha naik kemobil mereka. Kemudian mereka melaju menuju arah yang berbeda.


Tiba-tiba Hp Aby dan Disil bergetar.


Rafa


Guys ngumpul yuks


Aby dan Disil yang mengetahui apa yang sedang dihadapi Rafa, langsung menjawab pesan daru Rafa.


Aby


Ok, ditempat biasa kan?


Rafa


Yoi


Disil


Oke


Setelah selesai mengantar Sintia dan Ditha kerumah mereka masing-masing Aby dan Disil melaju menuju rumah Aby tempat mereka biasa ngumpul.


Sejak kepergian Ela rumah Aby semakin sepi karena hanya tinggal Aby, kedua orangtuanya dan para asisten rumah tangga yang tinggal dirumah. Sementara rumah keluarga Aby sangat besar.


Itulah sebabnya mengapa mereka membuat rumah Aby sebagai tempat berkumpul. Sebenarnya dari dulu memang rumah Aby dan Ela lah tempat berkumpul enam bersahabat yang mengukuhkan namanya menjadi Geng ERASADIS itu tapi sejak kepergian Ela. Ditha dan Sintia tidak pernah lagi menginap dirumah mereka.


Rafa, Disil dan Aby sudah berkumpul di ruang santai lantai dua. Tempat mereka biasa menghabiskan waktu saat bersama-sama.


"Jadi gimana Raf hubungan kalian?" tanya Disil memulai pembicaraan.


"Kami sudah putus. Akhirnya inilah akhir dari hubungan kami" jawab Rafa.


"Sorry Raf kejadian tadi diluar kuasaku" ucap Aby.


"Aku tau By, aku tidak menyalahkanmu. Dari awal aku dan Disil mengikuti dan mendengarkan pembicaraan kalian. Hingga sampai Lisa mengancam kamu, dia akan berteriak dan ingin memfitnah kamu. Aku merasa itulah waktu yang tepat untuk aku muncul di hadapan kalian" sambut Rafa.


"Bagaimana perasaan kamu Raf?" tanya Disil prihatin atas kisah cinta sahabatnya.


"Aaaah lega sekali Dis. Kamu kan tau belakangan ini aku sedang galau untuk mengambil langkah kedepan hubungan kami. Sebenarnya sudah lama juga perasaanku berubah pada Lisa tapi aku tidak tega mengakhirinya. Kami sudah sangat lama pacaran, kedua orangtua kami juga sudah saling kenal. Aku tidak mau menyakiti perasaan mereka karena keputusanku. Ternyata Allah memberiku jalan lain, inilah akhir kisah kami. Aku bersyukur Allah tunjukkan sifat asli Lisa sebelum kami melangkah ke hubungan yang lebih serius" ungkap Rafa.


"Aku tidak menyangka dia berani melakukan aksinya tadi" ucap Disil sambil menggelengkan kepalanya.


"Aku juga sangat terkejut dengan apa yang dia lakukan padaku tadi. Hampir saja aku melakukan kekerasan padanya. Untung aku langsung sadar kalau dia itu wanita dan aku masih mengingat kamu Raf. Aku tidak mau menyakiti perasaan kamu" sambung Aby.


"Makasih Bro. Aku kira patah hati akan membuat aku terluka tapi ternyata aku sangat lega. Rasanya beban di dadaku sudah hilang" ungkap Rafa.


"Setelah enam tahun ya Raf, akhirnya statusmu kembali jomblo" ledek Disil.


"Asem lo.." umpat Rafa.


"By pinjem gitar donk" pinta Rafa.


"Ambil sendiri gih di kamar" perintah Aby.


Rafa mengambil gitar di dalam kamar Aby. Kemudian dia kembali duduk di sofa bersama para sahabatnya.


Aku sudah mulai lupa


Saat pertama rasakan lara


Oleh harapan yang pupus


Hingga hati cedera serius


Terima kasih kalian


Barisan para mantan


Tanpa sempat aku miliki


Tak satupun yang aku sesali


Hanya membuatku semakin terlatih


Begini rasanya terlatih patah hati


Hadapi getirnya terlatih disakiti


Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)


Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)


Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi


Lama tak ku dengar tentangnya


Yang paling dalam tancapkan luka


Satu hal yang aku tahu


Terkadang dia juga rindu


Terima kasih kalian


Barisan para mantan


Tanpa sempat aku miliki


Tak satupun yang aku sesali


Hanya membuatku semakin terlatih


Begini rasanya terlatih patah hati


Hadapi getirnya terlatih disakiti


Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)


Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)


Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi


Begini rasanya terlatih patah hati


Hadapi getirnya terlatih disakiti


Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)


Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)


Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi


"Dalam banget lagu kamu bro? Katanya lega, ternyata sedih juga? goda Disil.


"Terbawa keadaan aja bro. Enam tahun yang aku lalui sia-sia. Ternyata dia bukan jodohku" ucap Rafa.


"Lama waktu mengenal dan berhubungan tidak menjadikan patokan jodoh Raf" balas Aby.


"Iya betul, jujur aku berterimakasih padanya. Berkat dia aku merasakan sakitnya di khianati" Rafa tersenyum sedih.


"Enam tahun kerja lo cuma jagain jodoh orang lain hahahaha" sindir Disil.


"Mending kamu ya Dis, berteman dari kecil dan menjaga jodoh kamu sedari dulu" sambut Rafa.


"Heii... belum tentu. Ngelamar aja belum. Sebelum janur kuning joget-joget depan rumah Ditha. Ditha masih milik khalayak umum. Siapapun bisa saja merebutnya" ledek Aby.


"Waaah nakut-nakuti kamu. Buat aku pengen cepat-cepat malam ini juga nemui Om Sandy dan jabat tangannya sampai kadi nikah bilang sah" oceh Disil.


"Gile lu ndro..." balas Aby.


Mereka tertawa bersama.


"Kangen Ela, By pengen lihat album foto kita. Dimana disimpan?" tanya Disil.


"Di kamar Ela, masuk aja ke dalam kamu cari sendiri di rak meja belajarnya" perintah Aby.


Rafa masih asik memetik gitar dan bernyanyi, sementara Disil melangkah masuk ke kamar Ela mencari album foto kenangan mereka sejak kecil.


Disil mencari ke tempat yang disebutkan Aby tadi.


"Nah... ketemu" ucap Disil sambil menarik album foto tersebut.


Tiba-tiba...


Plak...


"Apa ini?" ucap Disil.


.


.


BERSAMBUNG


Seperti biasa bonus sebelum tidur.


Jangan lupa like ya dan vote...