
"Tuh benerkan mereka sengaja janjian makan bakso" ucap Aby yang datang dari arah belakang bersama Keysha dan Catherine.
"Kak Aby" panggil Ela.
"Kok kakak tau kami ketemu di sini? Kamu yang bilang Raf?" tatapan Ela penuh selidik.
"Aku tidak ada mengatakan ataupun membocorkan apapun pada mereka" jawab Rafa sambil mengangkat kedua tangannya.
"Jadi siapa donk?" desak Ela.
"Sorry El, tadi Kak Aby desak aku. Jadi aku jawab dengan jujur kalau sebelum pergi kamu kirim pesan ke Fajar" jawab Catherine dengan rasa bersalah.
"Yaaaah Kekeeeeeet" ucap Ela kesal.
"Katanya aku gak boleh bohong. Aku kan lagi belajar jadi murid yang baik, biar dapat pahala" balas Catherine polos.
"Good, pinter" sambut Rafa.
"Siapa gurunya?" tanya Ela.
"Tuh si Rafa, tadi kan dia bawa buku untuk aku baca. Judulnya 'Kejujuran itu lebih baik walau menyakitkan'. Jadi langsung aku praktekkan" jawab Catherine jujur.
"Sompret lo Raf" ucap Ela.
"Lho aku gak salah, Keket juga gak salah. Yang salah itu kalian ketemuan diam - diam. Udah dilarang Tante juga masih bandel" Balas Rafa.
"Cieee... Rafa belain Keket. Ehm.. Keket malu - malu" goda Ela.
"Jangan ngalihkan pembicaraan kamu Ela" tegas Aby.
"Jadi gimana donk Kak, udah kadung di sini. Makan dulu donk, nanti sampai rumah baru kita ulang. Dimulai dari nol ya" jawab Ela.
Fajar senyum - senyum mendengar jawab calon istrinya, sedikitpun tidak ada rasa takut dari wajahnya.
Kamu memang cewek yang unik My Princess. Batin Fajar.
"Ya sudah Bapak buatin bakso aja ya biar kalian tenang. Laperkan dari tadi berdebat" tanya Bapak Tukang Bakso.
"Iya Pak, pesan yang biasa ya" pinta Ela.
"Aden tampan sama Neng Bule dan istrinya Den Aby mau pesan apa?" tanya Si Bapak.
"Standar aja Pak, bakso pakai mie putih" jawab Keysha.
"Oke, tunggu sebentar ya. Bapak segera buatkan" balas si Bapak.
Bapak tukang bakso dan istrinya kembali ke gerobak bakso mereka untuk membuatkan pesanan Ela dan kawan - kawan.
"Akhirnya semua udah dapat pasangan ya Pak" ucap Si Ibu.
"Belum bu, Den Rafa kan masih belum menikah" jawab si Bapak.
"Tapi tadi Neng Ela sepertinya jodohin Den Rafa sama Neng Bule lho Pak. Ibu ngerasa mereka cocok Pak. Den Rafa kan tinggi, tampan dan gagah, gak kalah sama Neng Bule itu" balas istrinya.
"Semoga aja merek berjodoh ya bu, seperti Neng Ela dan Aden tampan itu. Mereka pasangan yang serasi" ujar si Bapak.
"Iya, Ibu gak sabar datang ke acara nikahan mereka Pak. Pasti pestanya mewah Pak. Keluarga Neng Ela dan teman - temannya sepertinya kaya - kaya. Tapi syukurnya mereka semua baik dan ramah. Gak malu makan bakso pinggiran seperti punya kita" sambut istrinya.
"Iya bu. Kita doakan semoga mereka semua sukses dan terus jadi langganan tetap kita" ucap si Bapak.
"Aamiin" sambung istrinya.
Sekitar satu jam mereka makan bakso sambil berbincang-bincang dan bercanda di warung bakso langganan mereka. Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.
"Sebagai permintaan maaf kami, biar aku yang bayar ya. Maaf sudah merepotkan kalian semua" ujar Fajar.
"Jangan di ulang ya" jawab Rafa.
"Tenang, aku pastikan mereka tidak akan pernah bisa mengulangnya lagi. Cukup kali ini kita dikibulin. Setelah ini penjagaan akan lebih ketat" tegas Aby.
Sontak Fajar dan Ela terdiam menatap kakaknya.
"Makasih ya Fa, kami pulang dulu" ucap Keysha.
Ela memberi kode kepada Fajar untuk menghubunginya setelah sampai di rumah dan Fajar mengangguk mengerti.
Mereka pulang ke rumah masing-masing.
Sesampainya di rumah Ela.
"Dari mana kalian?" tanya Alexa.
"Nih Ma si Ela janjian sama Fajar makan bakso di warung langganan kami. Mereka melanggar peraturan Ma harus di hukum" tegas Aby.
"Gak ada protes - protes, kalau Mama bilang Mama di pingit artinya serius, kamu gak boleh ketemu Fajar. Karena kamu melanggar janji kamu gak boleh keluar rumah lagi" ucap Alexa tegas.
"Mamaaa.. masak aku gak boleh keluar rumah. Gimana aku mau ke butik? Aku kan harus selesaikan gaun yang belum siap" protes Ela.
"Kerjakan di rumah" jawab Alexa.
"Ya gak bisa donk Ma, semua perlatan jahit di Butik semua kan repot kalau harus dipindahin ke rumah" balas Ela.
"Lagian karyawan aku di sana semua, gak mungkin mereka juga di bawa kemari" sambung Ela.
"Oke kalau begitu sini HP kamu" Pintar Alexa.
"Untuk apa Ma?" tanya Ela bingung.
"Kasih Mama dulu" desak Alexa.
Ela mengambil hpnya dalam tas selempangnya.
"Nih Ma" Ela menyerahkan Hpnya.
"Mulai hari ini Hp kamu Mama sita sebagai hukuman karena kamu telah melanggar apa yang sudah Mama larang" tegas Alexa.
"Maaaa gak bisa donk. Entar aku susah mau ngubungin siapapun" protes Ela.
"Itu cuma alasan Ma, jangan mau" ucap Aby memanas - manasi.
"Kak Aby jahat banget sih" teriak Ela kesal.
"Kalau kamu butuh sesuatu atau mau menghubungi seseorang bilang sama Keket. Dengar Ket?" perintah Alexa.
"Siap Ma" jawab Catherine sigap
"Mamaaaa, kalian semua gak asik" teriak Ela, Ela meninggalkan keluarga dan teman - temannya kemudian berlaru naik ke kamarnya.
"Ma apa kita gak keterlaluan sama Ela" ucap Catherine tak tega.
"Biar aja Ket, dia lebih tegaan kalau usil sama orang. Semua sudah kena kerjain sama dia sekarang giliran dia dikerjain" jawab Aby.
"Iya biar aja Mama juga masih kesal sama Ela karena merahasiakan biodata Princess sama keluarganya. Apa coba arti saudara dan keluarga, masak dia gak percaya kita bisa menjaga rahasianya" ungkap Alexa.
"Ya sudah kalau begitu keputusan Mama dan Kak Aby, aku naik ke atas dulu ya. Mau selesain pekerjaan tadi yang tertunda" ucap Catherine.
Catherine naik ke lantai dua, tapi dia singgah dulu ke kamar Ela. Dia merasa bersalah sama Ela karena secara tidak langsung dia yang menyebabkan Ela kesulitan seperti ini.
"El, maafin aku ya. Aku gak tau akan seperti ini jadinya" ucap Catherine.
"Gak apa Ket udah biasa" balas Ela kesal sambil tiduran di atas ranjangnya.
"Sebagai permintaan maafku, nih aku pinjamin Hp aku ke kamu. Telepon Fajar gih, tapi kali ini aja. Aku takut nanti ketauan Mama dan yang lainnya kamu dapat hukuman lebih parah. Bisa - bisa pernikahan kamu batal" ucap Catherine.
"Terimakasih Ket, kamu emang sahabat aku yang paling pengertian" jawab Ela.
Ela meraih hp yang Catherine berikan kemudian mencari nama Fajar dan menghubunginya.
"Halo Ket, tumben telepon aku. Apa apa?" tanya Fajar di seberang.
"Mas ini aku Ela" jawab Ela.
"Ela, kamu kok pakai Hp Keket. Ada apa?" tanya Fajar terkejut.
"Kita ketahuan Mama ketemuan jadi aku di hukum. Hpku di sita sama Mama. Nih Keket pinjamin hpnya sekali saja setelah ini kita gak bisa teleponan lagi sampai hari pernikahan kita" adu Ela ke Fajar.
"Waaaah gak bisa gitu donk, jadi gimana kita mau janjian ketemuan lagi?" tanya Fajar.
"Gak ada ketemu atau janjian lagi Mas. Nanti kalau ketahuan bisa - bisa kita batal nikah. Mending ikutin keinginan mereka aja deh biar cepat selesai" balas Ela.
"Tapi aku pasti akan kangen kamu" ucap Fajar.
"Sama, aku juga. Sepertinya kita harus bersabar. Kalau kita bisa melaluinya pasti akan berakhir manis" jawab Ela memberi semangat pada Fajar dan dirinya sendiri.
Tok.. tok.. tok..
"Elaaaa...... "
Ela dan Catherine saling pandang dengan tegang.
.
.
BERSAMBUNG