Find The KEY

Find The KEY
Ep. 238



Pagi harinya mereka sudah kumpul di ruang santai setelah menikmati sarapan pagi. Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.


"Kita mulai yuk, ntar kalau kelamaan keburu panas" bisik Ditha.


"Gimana El, fotografer masih lama?" tanya Sintia.


"Nggak, setengah jam lagi datang" jawab Ela pelan.


"Ya udah kita mulai aja yuk" ajak Keysha.


"Oke kita bubar masuk ke dalam kamar masing-masing" sambung Catherine.


"Lho kalian kok pergi, mau ke mana?" tanya Fajar.


"Kami mau ke kamar istirahat" jawab Ela.


"Kalian santai aja Mas, mabar" saran Ditha.


"Iya bener juga, mabar yuk dari pada bosan nungguin emak-emak tiduran" ucap Disil.


"Oke juga tuh Dis saran kamu. Seru kan mabar berlima" sambut Ryza.


Aby, Fajar, Rafa, Ryza dan Disil mengeluarkan ponsel masing-masing. Seketika mereka melupakan penat bekerja dan santai bersama teman-teman.


Mereka juga lupa bahkan tidak curiga dengan apa yang akan direncanakan para istri - istri mereka. Semua sedang asik memainkan ponselnya.


Para emak - emak comingsoon mulai mengganti busana mereka di kamar masing-masing. Semua sudah mengenakan baju Mermaid lengkap dengan jilbab mereka.


"Untung di Bogor udaranya dingin, kalau pakai baju beginian di Jakarta bisa lemas ni seperti di sauna" ucap Ela pada diri sendiri.


Ela meraih ponselnya dan mengambil foto dirinya kemudian mengirimnya ke group mereka


Ela


Guys aku sudah siap


Keysha


Aku juga sudah


Ditha


Guys aku kok tiba-tiba gak pede ya, perut memblendung gini pakai baju Mermaid


Sintia


Udah Tha hajar saja, secara suami kamu yang paling rewel. Dia pasti gak berani ngejek kita karena ada kamu di situ.


Ela


Kalau dia ledekin kita kamu pasang mode ngambek aja Tha


Catherine


Betul... betul... betul...


Ela


Guys, siap-siap. Fotografer hampir sampai.


Ditha


Tapi gimana kita mau keluar? Jalan aja susah. Mana kita lagi hamil, kalau jatuh bahaya?


Keysha


Tenang aku sudah suruh pelayan membawa lima kursi roda ke atas


Sintia


Waaah mantab Key. Untung kamu sudah persiapkan ya


Catherine


Aku yakin sebentar lagi para lelaki akan ribut


Ela


Kita lihat saja


Ting.. Tong..


Suara bel kamar mereka berbunyi.


"Bro ada yang datang" teriak Fajar.


"Nanggung, biarin aja" jawab Disil.


Ting... Tong...


"Ih siapa sih yang datang? Ganggu aja, gak tau lagi santai gini" ucap Ryza.


"Maaaas tolong bukain pintunya, aku yang pesan sesuatu" teriak Keysha dari dalam kamar.


"hahahaha... sepertinya lu harus mundur bro" ledek Disil pada Aby.


"Iya yank... sebentar ya" jawab Aby.


Aby menghentikan kegiatan mabarnya kemudian berdiri dan melangkah menuju pintu kamar hotel mereka.


Setelah Aby membuka pintu kamar terlihatlah pelayanan membawa lima kursi roda masuk ke dalam kamar hotel mereka.


"Yaaaank ini apaaan, kok ada kursi roda?" teriak Aby bingung.


"Siapa yang meminta ini?" tanya Fajar pada pelayan.


"Ibu Keysha Barrakh Pak" jawab pelayan.


"Yaaaank ini kursi roda untuk apaan?" teriak Aby lagi.


"Bawa masuk aja Mas semuanya. Kursi rodanya untuk kami. Kami malas jalan" jawab Keysha.


Empat emak hamil lainnya udah pada cekikikan di kamar masing-masing. Mereka lucu membayangkan wajah bingung suami masing-masing.


"Bro kalian dengar kan apa kata istriku. Bawa kursi roda milik istri masing-masing" perintah Aby


Mereka langsung mengambil kursi roda kepunyaan istri mereka. Belum juga selangkah mereka berjalan bunyi bel apartemen terdengar lagi.


"Apalagi nih sekarang?" tanya Rafa.


"Kok perasaanku gak enak ya? Sepertinya istri - istri kita merencanakan sesuatu" jawab Disil.


"Iya ya, kalian gak perhatikan tadi, sebelum masuk kamar mereka bisik - bisik dulu" sambut Ryza.


"Waaaah mencurigakan ini" ujar Fajar.


Ting... Tong..


"Maaas bukain pintu, temanku ada yang datang pengen ketemu" kali ini terdengar suara Ela berteriak dari kamar.


"ih kalau mendengar suara istri kamu seperti itu bulu romaku langsung berdiri. Merinding bro ngebayangin siasat istri kamu" ujar Rafa.


Ting.. Tong..


"Maaaaas" teriak Ela lagi.


"Iya yaaaank" jawab Fajar langsung.


"Udahlah bro buka saja, kita hadapi sama - sama" perintah Aby.


Karena yang menyuruhnya adalah kakak istrinya entah mengapa perasaan Fajar sedikit lega. Setidaknya kakak iparnya itu pasti lebih mengerti sifat adiknya. Dan kalaupun benar mereka merencanakan sesuatu, bukan hanya Fajar sendiri yang menderita. Yang lain juga pasti mengalami hal yang sama. Fikir Fajar.


Fajar membuka pintu kamar hotel mereka. Dan terlihat dua pria sedang berdiri membawa peralatan foto lengkap.


"Ada apa kalian datang ke sini, mau ngapain dan siapa yang memanggil kalian?" Tanya Fajar menginterogasi.


"Kami di panggil oleh Ibu Ariella Pak ke sini, katanya dia dan teman-temannya ingin melakukan foto maternity di hotel ini" jawab sangat fotografer.


Lima lelaki yang masing-masing sedang memegang kursi roda langsung menelan saliva mereka.


Apalagi yang mereka rencanakan. Batin lima pria itu.


"Ya sudah masuk... " perintah Fajar pada kedua pria yang baru datang.


"Mas bawain kursi rodanya ya ke kamar. Tamu kami sudah datang kan? Kami mau keluar tapi gak bisa" teriak Ela.


Lima pria saling pandang dengan tatapan bertanya tapi tak ada yang mempunyai jawabannya.


"Iya yank" jawab Fajar.


"Kalian silahkan duduk di sana" Ryza menyuruh dua fotografer duduk di ruang santai.


Kelima pria itu mengiring kursi roda ke kamar mereka masing-masing.


"Allahu Akbar sayaaaaang.. Siapa yang sumpahin kamu jadi seperti ini" teriak Disil dari kamarnya.


Semua yang mendengar teriakan Disil sangat mengerti apa yang Disil alami karena mereka juga merasakan hal yang sama terkejut dengan penampilan istri mereka masing-masing.


"Yaaank kamu serius mau foto maternity dengan kostum seperti ini?" Fajar membujuk Ela dengan lemah lembut.


"Serius, kalau gak serius gak mungkin kami merencanakan semua ini dengan sebaik mungkin" jawab Ela.


"Gak panas?" tanya Fajar merasa kasihan.


"Nggak, bogor kan dingin Mas. Ya udah cepetan angkat aku ke kursi roda. Nanti diluar panas lemes deh kami kurang oksigen. Mermaid kan gak boleh lama- lama keluar kolam renang" ucap Ela manja.


Fajar tersenyum, apapun yang dilakukan istrinya dia sudah sangat memahami. Istrinya ini sangat pintar berimajinasi. Punya daya khayal dan ide yang sangat tinggi. Istrinya ini sangat pintar dan dia bangga mempunyai istri seperti Ela.


Dengan penuh kasih sayang Fajar mengangkat tubuh Ela ke kursi roda dan siap membawa Ela keluar kamar.


"Yank aku tau kamu pasti terpaksa kan melakukan semua ini?" tanya Aby lembut.


"Nggak, siapa bilang?" tanya Keysha.


"Aku tau kamu itu wanita pekerja yang selalu serius, pasti kamu sama sekali gak punya fikiran untuk berbuat seperti ini?" bujuk Aby.


"Kamu salah Mas, aku suka" Keysha tertawa melihat wajah suaminya.


"Kamu beda dengan mereka yank, mereka semua emang sableng. Kamu jangan mau ditekan atau diancam mereka. Lapor padaku" tegas Aby.


"Siapa yang menekan dan mengancam aku, aku mau sendiri kok Mas. Dan semua ini sudah lama kami rencanakan" ungkap Keysha.


"Ya ampuun yank, kamu sudah ketularan otak sableng mereka" balas Aby.


"Tolong pindahin aku Mas ke kursi roda, aku mau foto maternity yang tak terlupakan. Pasti seru" ucap Keysha dengan semangat.


Jujur memang sejak berteman dengan Geng ERASADIS hidup Keysha lebih berwarna. Selama ini hidupnya lurus dan serius. Keysha merasa kehidupannya lebih indah dan ceria sekarang dan dia sangat bahagia.


Aby mengangkat tubuh istrinya dan memindahkannya ke kursi roda.


.


.


BERSAMBUNG