Find The KEY

Find The KEY
Ep. 141



Ryza langsung berlari ke arah kamar mandi dan menggedor pintunya.


"Ada apa sayang?" tanya Ryza pada istrinya, Sintia.


"Mmm.. anu Mas. Mmmm gak ada apa - apa. Aku hanya ingat Ela tiba - tiba" jawab Sintia.


Sintia segera membuka gaunnya dan membersihkan diri setelah itu dia memakai lingerie hitam transparan yang bisa dipastikan adalah ulah Ela.


Pasrah deh malam ini di bantai suami. Hitung - hitung ibadah melayani suami. Batin Sintia mencoba percaya diri untuk keluar dari kamar mandi.


Saat Sintia keluar menggunakan baju tidur sexy Ryza langsung mengerti mengapa tadi istrinya berteriak di kamar mandi. Dengan senyum penuh arti yang keluar dari bibirnya Ryza berkata.


"Jadi ini ulahnya Ela?" tanya Ryza sambil tersenyum menggoda.


Sintia menganggukkan kepalanya dan tertunduk malu.


"Kalau dikerjain seperti ini setiap malam sama Ela, Mas ikhlas kok sayang" bisik Ryza di telinga Sintia.


"Iiiih Maaaaas. Aku kan malu" ucap Sintia.


"Ngapain malu, udah halal juga. Ibadah lho sayaang" goda Ryza.


Sintia masih tertunduk malu.


"Bisa kita mulai ibadahnya?" tanya Ryza lembut.


Sintia hanya menganggukkan kepalanya dan masih tertunduk malu. Senyum Ryza semakin merekah melihat wajah merah merona istrinya.


Ryza menggendong Sintia ke tempat tidur dan mereka melakukan ibadah sebagai pengantin baru di malam pertama di kamar pengantin yang dirancang begitu romatis.


"Besok ingatkan aku untuk mengucapkan terimakasih pada Ela" bisik Ryza menggoda istrinya.


Dan ibadahpun di mulai....


Ke esokan paginya.


Seperti pernikahan Aby dan Keysha yang lalu begitu juga dengan pernikahan Ryza dan Sintia. Seluruh keluarga sudah berkumpul di ruang makan privat khusus untuk keluarga dan teman - teman Barrakh.


Semua sudah duduk manis menikmati sarapan pagi sambil ngobrol ringan.


Pengantin baru tiba di ruangaj tersebut. Sontak semua yang ada di situ menatap mereka penuh makna. Sintia rasanya malu sekali.


"Tuh kan Mas kita terlambat, aku sudah ajak Mas turun dari tadi tapi Mas masih ngajaaaak... " ucap Sintia sambil berbisik.


"Sudah sayang cuek aja mereka juga pernah muda" potong Ryza.


Ryza dan Sintia duduk di kursi dekat teman - temannya.


"Gimana Ry, bajunya pas kan?" tanya Ela cuek.


"Pas banget El, terimakasih ya" jawab Ryza sambil tersenyum.


"Seeep" Ela mengacungkan jempol.


"Waaaah bau - baunya pasti kalian dikerjain sama cecunguk ini kan tadi malam?" tanya Disil.


"Yoi bro, gak apa - apa aku suka" jawab Ryza membela.


"Muna lu bambang, lu aja senang gue kerjain" sindir Ela.


"Hehe iya sih... jadi lebih hot" ucap Disil.


"Maaas" Ditha mencubit paha Disil.


"Ampun sayang... aku kan gak mau bohong ya kan By?" Disil melempar pembicaraan ke Aby.


"Yah begitulah Ela kan emang biang kerok. Awas kamu, tunggu pembalasan kami kalau nanti kamu yang nikah" ancam Aby.


"Aku gak mau nikah di sini weeek" ejek Ela.


"Dimana pun kamu nikah kami pasti akan datang" jawab Disil.


"Aku nikah diam - diam. Nggak ngundang siapapun" ujar Ela.


"Emang kamu gak mau kami datang El?" tanya Keysha.


"Ya kalau tujuan kalian datang untuk balas dendam mending gak usah ku undang sekalian" jawab Ela.


"Btw mau honeymoon kemana Ry?" tanya Aby.


"Tunda dulu By, Perusahaan lagi sibuk persiapan pergantian pejabat di tambah Fajar gak ada di Indonesia" jawab Disil.


"Lho emangnya Fajar ke mana?" tanya Rafa bingung karena tadi malam setelah dia beradu argumentasi dengan Lisa dia tidak mood lagi masuk dalam ruangan pesta. Rafa langsung naik ke kamarnya.


Ela diam dan menyibukkan diri sarapan untuk mengalihkan fikirannya mengingat Fajar.


"Oh iya, tadi malam kamu kemana El, Raf dan Catherine?" tanya Disil.


"Aku pergi sama Keket ke suatu tempat ada urusan dikit" jawab Ela.


"Kamu Raf?" tanya Disil penasaran.


"Aku gak sengaja ketemu Lisa lagi. Setelah berbincang dengannya aku balik ke kamar. Tiba - tiba badanku rasanya meriang" jawab Rafa.


"Meriang merindukan kasih sayang maksudnya?" tanya Catherine bingung.


"Eyaaalaaaah nih pasti kerjaan si Eel nih ngajarin Keket yang gak benar. Meriang kok merindukan kasih sayang?" protes Disil.


"Enak aja, dia tuh dengar syair lagu dangdut. Si Keket ini penggemar dangdut" celetuk Ela.


"Apa, sumpeh lo. Demi ayam tetangga yang gak bertelur - telur. Seumur - umur baru elu gue jumpai bule doyannya dangdutan" oceh Disil.


"Kenapa, masalah buat loh, dangdut kan enak. Di negaraku gak ada" ucap Catherine.


"Meriang itu gak enak body Kekeeeet seperti mau demam" jelas Disil.


"Aku kira seperti mati lampu ya sayang seperti mati lampuuuuuu.... hidupku tanpamu ya sayang bagai malam tanpaaaa bintang" senandung Catherine.


"Waaaah bagus kamu nyangi Ket, kenapa tadi malam gak di suruh nyanyi si Keket?" tanya Keysha.


"Lupa kak" jawab Ela.


"Habis kamu sih keasikan nyanyi sama babang Fajar lupa deh sama semua" goda Catherine.


"Apa sih?" Ela menyenggol lengan Catherine.


Rafa terlihat sedang melirik Ela. Ada rona malu campur bahagia di wajah Ela. Perasaan Rafa jadi gak enak. Tadi malam pembicaraan mereka belum selesai terputus karena kehadiran Lisa dan Ela pergi entah kemana.


"Om omar" panggil Ela.


"Ada apa El?" tanyw Omar.


"Aku boleh gak minta izin Om, Om Kevin atau Om August ya? Boleh gak aku datang ke taman belakang hotel kapan - kapan kalau aku ingin melukis?" tanya Ela.


"Boleh, kapan pun kamu bebas datang" jawab Omar.


"Itu kan taman El siapa aja boleh datang" ucap Keysha.


"Tapi kan taman belakang hotel ini sepertinya privat Kak Key. Karena sepi dan banyak tanaman non organim. Aku kira tidak terbuka untuk umum?" tanya Ela.


"Memang taman belakang hotel ini dibuat sedikit tersembunyi jadi gak banyak pelanggan hotel yang tau tapi sebenarnya bebas kok untuk umum. Siapa aja boleh datang ke sana apalagi kamu" jawab Omar.


"Terimakasih Om" balas Ela.


"Sama - sama" jawab Omar.


Calon mantu....sambung Omar dalam hati.


"El bisa bicara sebentar gak? ada yang mau aku bicarakan?" ajak Rafa.


"Bisa" jawab Ela. Ela tau, Rafa pasti akan membahas masalah semalam yang terputus gara - gara kehadiran Lisa sang mantan yang terbuang yang sudah almarhumah kata Keket.


Rafa berdiri dan berjalan menuju arah belakang hotel di ikuti Ela. Mereka kini sedang duduk di taman belakang.


Ternyata memang indah pemandangan di taman ini. Batin Rafa.


"El aku mau membahas yang tadi malam. Urusan kita belum selesai El? Maaf karena tadi malam ada Lisa" ucap Rafa.


"Gak apa - apa Raf, aku juga buru - buru tadi malam mau mengejar Fajar ke Bandara" jawab Ela.


"Ngapain kami mengejar Fajar?" tanya Rafa penasaran.


"Maaf Raf, aku akui dulu aku memang sempat punya perasaan sama kamu tapi seiring berjalannya waktu rasa itu sudah hilang. Kini sudah ada seseorang yang mengisi hatiku. Dan pria itu adalah Fajar" ungkap Ela.


.


.


BERSAMBUNG


Hai Readers ... karena di Medan masih sahur aku sempatin up malam pertama takut puasanya nanti terganggu hehehe 🤣🤣


Selamat sahur buat semua...