Find The KEY

Find The KEY
Ep. 272



Seminggu telah berlalu. Catherine sudah diperbolehkan pulang ke rumah. Sesuai dengan keputusan keluarga Rafa dan keluarga kecilnya akan pulang ke rumah orangtua Rafa.


Rafa pulang dari Rumah Sakit membawa Catherine dan Fathir bersamanya. Sementara teman-teman yang lain minus Sintia dan Ryza sudah menanti mereka di rumah orangtua Rafa. Sintia dan Ryza belum bisa datang karena Sintia juga baru melahirkan.


"Selamat pulang ke rumah ya sayaaang" sambut Lidya.


"Iya Ma, terimakasih" jawab Catherine.


Fathir langsung diambil alih oleh Mrs. Wolter. Dia menggendong cucu kesayangannya. Mr dan Mrs. Wolter belum pulang ke London karena mereka masih ingin memastikan kesehatan Catherine benar-benar pulih.


"Cucu GrandMa cakep banget" ucap Mrs. Wolter sambil terbata - bata bicara dengan bahasa Indonesia.


"Mommy belajar bahasa Indonesia?" tanya Catherine terkejut.


"Iya, diajarin sama Zalya" jawab Mrs. Wolter.


"Habis Mommy risih kalau mereka ngomong sesuatu yang mommy gak tau. Rasanya seperti sedang di gosipin" bisik Mrs. Wolter.


"Hahaha.. Mommy disini gak akan ada yang gosipin Mommy. Semuanya baik dan sayang banget sama kita" balas Catherine.


"Iya sih Mommy dan Daddy juga ngerasa begitu dan kami sangat betah tinggal di sini. Keluarga Rafa menyambut kami dengan baik dan sangat ramah" ucap Mrs. Wolter.


"Syukurlah kalau Mommy senang di sini. Semua keluarga di sini sangat baik kok Mom" jawab Catherine.


"Mommy... ini Sitha" ucap Ditha sambil menggendong anaknya Sitha.


"Kengen Sitha, nanti kalau Mommy udah sembuh betul kita nyanyi dan joget bareng ya" sambut Catherine.


"Fathir makin gembul ya" ucap Ditha sambil mencubit gemas pipi Fathir yang ada dalam gendongan Mrs. Wolter.


Ela datang dengan membawa stroller gandeng tiga untuk ke tiga bayi kembarnya.


"Hai teman - teman. Kami datang" ucap Ela.


"Pada kumpul bocah, yuk Sha kita ngumpul bareng teman-teman kamu" ucap Keysha pada anaknya Shaby.


"Rame ya kalau sudah ngumpul" sambut Catherine senang.


"Senangnya bisa pulang, udah bosan di rumah sakit. Kalau bertemu semuanya aku berasa benar - benar hidup kembali" sambunh Catherine.


Mereka duduk di ruang keluarga rumah orangtua Rafa.


"Ket aku penasaran dari kemarin - kemarin. Waktu kamu koma hampir dua hari, apa yang kamu rasakan dan alami?" tanya Disil ingin tahu.


"Aku juga sudah lama mau tanya itu sama Keket tapi selalu lupa karena terlalu senang dia sadar kembali" sambut Rafa.


"Kok sama persis yank, aku juga bermimpi yang sama. Aku melihat kamu memakai baju putih dan sedang duduk dalam ayunan kayu di bawah pohon. Aku panggil namaku sampai dibangunkan Ryza katanya aku mengigau memanggil - manggil nama kamu" sambut Rafa. Rafa menggenggam tangan istrinya dan mencium punggung telapak tangan istrinya.


"Terimakasih Mas, kamu sudah berjuang untuk kesembuhanku. Kamu lah yang mengingatkan aku untuk pulang, mengingatkan aku kalau kamu dan anak kita masih membutuhkan aku" balas Catherine.


"Aku juga berterima kasih sama kamu karena kamu sudah mau berjuang untuk sembuh sayang. Benar sayang aku dan Fathir sangat membutuhkan kamu dan tidak bisa hidup tanpa kamu" ujar Rafa.


"Itu namanya jodoh Raf, ternyata apa yang kamu alami sama dengan yang Catherine rasakan. Dan kalian berdua sama-sama berjuang" sambut Ela.


"Dan kami semua menyaksikan kalian berdua saling mencintai dan tidak siap kehilangan salah satu dari kalian" sambung Ditha.


"Aku juga berterima kasih pada kalian semua, karena kalian selalu memberiku semangat untuk bersabar dan berjuang selama Catherine koma. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana hancurnya hidupku jika kalian tidak ada bersamaku" ucap Rafa pada teman-temannya.


"Sudah - sudah kok jadi sedih semua. Kita sudah berhasil melaluinya dan kini saatnya kita menatap masa depan yang lebih cerah dan ceria. Lihat anak - anak kita mereka belum mengerti beban hidup. Mereka masih sangat membutuhkan kita jadi kita semua harus tetap sehat untuk membesarkan mereka kelak" ujar Aby.


"Yuk kita makan dulu. Mama sudah siapkan makanan kesukaan kamu Ket, soto medan" ajak Lidya.


"Waaah enak sekali Ma. Aku udah kangen masakan rumah" ucap Catherine senang.


"Mommy pasti suka juga, itu masakan dari kota asal Papa Mas Reza. Papa Mas Reza berasal dari kota Medan sama seperti Papa dan Mamanya Ela" sambung Catherine.


"Iya Mommy udah gak sabar makan soto Medan. Masakan Mama mertua kamu enak semua, rasanya Mommy tambah gendut seminggu tinggal di Indonesia" jawab Mrs. Wolter.


Oeeek... oeeeek...


"Fathir laper juga ya sayaaang, sabar ya Mommy kamu makan dulu habis itu baru kamu mimik cucu rasa soto ayam" ucap Lidya.


Lidya bergantian menggendong Fathir karena Mrs. Wolter akan makan bersama dengan yang lainnya.


Seluruh keluarga sangat bersyukur akhirnya semua bisa berkumpul lagi dan bahagia. Kini semua anggota keluarga Geng ERASADIS sudah hidup dengan lengkap.


Semua sudah menikah dan mempunyai anak walau semua tidak berjalan mulus. Ada yang harus merasakan kehilangan anak seperti Ela dan Alhamdulillah anaknya sudah ditemukan lagi dan ada juga yang harus mempertaruhkan hidupnya untuk melahirkan anak yaitu Catherine yang harus mengalami koma selama dua hari.


Bersyukur Allah memberikan cobaan yang bisa mereka lewati dengan saling sayang menyayangi, saling dukung dan bantu akhirnya semua bisa terlewati.


Begitulah lika - liku kehidupan. Tak semuanya bisa berjalan dengan mulus tapi tak juga selamanya bersedih. Hidup penuh warna kadang suka kadang duka. Kadang pahit kadang manis. Kadang di bawah kadang di atas.


Semua itu agar kita tak lupa bersyukur, berdoa dan berusaha karena semua tak mudah untuk kita dapatkan terkadang harus penuh dengan perjuangan. Tapi yakinlah usaha tidak akan membuahkan hasil seperti kisah hidup para anggota Geng ERASADIS.


.


.


BERSAMBUNG