Find The KEY

Find The KEY
Ep. 135



"Ehm... bagus suara kamu" sindir seseorang.


"Eeeeh Oom.... mau makan juga?" tanya Fajar.


"Nggak, Om mau main. Ya iyalah Fa mau makan. Ngapain coba nyamperin meja ini kalau bukan mau ambil makanan" jawab Kevin.


Fajar tersenyum kikuk karena ketahuan sedang gombalin Ela.


"Ya sudah lanjutin usaha kamu, semoga berhasil. Kalau butuh bantuin jangan segan - segan tanya sama Om, gini - gini Om dulu mantan casanova lho" ungkap Kevin.


Fajar dan Ela tersenyum malu karena sindiran Kevin.


"Kamu sih. Aku kan jadi malu sama Om Kevin" ucap Ela.


"Santai aja lagi El, dia kan juga pernah muda" balas Fajar.


Ela mengambil makanan yang ia inginkan kemudian mengambil tempat duduk di dekat teman - temannya. Di susul oleh Fajar.


Acara akad nikah selesai jam dua siang. Keluarga dan pengantin baru istirahat sebentar di hotel. Nanti malam akan di lanjutkan dengan acara resepsi pernikan Sintia dan Ryza.


"Kamu mau kemana siang ini?" tanya Fajar.


"Ya istirahatlah buat nanti malam" jawab Ela.


"Jalan - jalan yuk" ajak Fajar.


"Kemana?" tanya Ela penasaran.


"Ke Taman belakang Hotel ini" jawab Fajar.


"Males ah siang - siang gini jalan - jalan. Ntar aku item lagi" balas Ela.


"Gak apa - apa, kamu item aku tetap suka kok" goda Fajar.


"Apaan sih" potong Ela.


"Udaaah yuuuk..." Fajar menarik tangan Ela menjauh dari teman - temannya.


Tak jauh dari mereka.


"Lihat Din anak kamu sudah beraksi" ucap Kevin pada Omar.


"Bagus. Anak itu bisa berusaha sendiri. Jangan sukanya dibantuin terus" jawab Omar.


"Ternyata anak itu begoknya cuma ngenalin antimonya aja Din, gitu antimonya udah ketemu dia langsung garcep. Tadi aku memergokinya sedang merayu anak tengil itu" ucap Kevin.


"Oh ya? Kok bisa pinter dia. Aku gak percaya" balas Omar.


"Aku rasa itu karena aku. Mungkin dulu Jasmine ngidamnya suka mikirin aku" goda Kevin.


"Kamu minta dimasukin ke kandang ya Bu" ancam Omar.


"Hahaha becanda Din. Aku rasa itu semua karena aku dulu yang berjasa menyatukan kamu dengan Jasmine. Ditambah lagi dulu andilku cukup banyak untuk menyatukan kalian berdua. Untung anak kamu alergi wanita. Kalau dia normal bisa - bisa dia mengikuti jejakku waktu muda jadi seorang casanova. Papanya mah kalah sama gombalan anak kamu" ledek Kevin.


"Sialan kamu" umpat Omar.


Sementara Alexa sedang sibuk mencari keberadaan Ela anak gadisnya yang sableng itu. Dia takut anak yang lasak dan tak bisa diam itu akan membuat onar di pesta pernikahan sahabatnya. Mengingat pada pernikahan Ditha - Disil dan Aby - Keysha dia sibuk banget ngerjain mereka.


"Ela mana ya Ket?" tanya Alexa.


"Tadi aku lihat di pergi ke arah sana sama Fajar Tante. Mungkin jalan - jalan kali" tunjuk Catherine ke arah Ela dan Fajar keluar tadi.


"Awas aja kalau dia buat ulah lagi" umpat Alexa.


"Tenang Tante dia lagi sibuk nata hatinya, gak sempat mikirin hal - hal lain yang berbau keisengan" jawab Catherine


Rafa dari tadi menyimak pembicaraan antara Catherine dengan Alexa Mamanya Ela. Dadanya terasa semakin sesak. Dia harus cepat bertindak. Kalau tidak dia akan kalah dengan Fajar. Ela akan semakin jauh dari jangkauannya.


Apalagi sekarang sikap Fajar ke Ela sudah berbeda. Sekarang Fajar lebih perhatian dan lemah lembut pada Ela. Mereka juga tidak pernah lagi bertengkar. Ini adalah tanda - tanda yang sangat mengkhawatirkan, fikirnya.


Aku harus gerak cepat sebelum keduluanan Fajar, sepertinya hari ini harus kusampaikan isi hatiku pada Ela agar dia tau cinta pertamanya sebenarnya bersambut, hanya saja aku terlambat menyadarinya. Batin Rafa.


"Raf antarin aku ke kamar donk, aku gak tau kamarnya nomer berapa?" ucap Catherine.


Uh si Ular Keket ini gangguin terus, aku lagi memantau Ela dan Fajar dia malah sibuk minta temani. Batin Rafa.


Tapi Rafa tidak enak hati menolak permintaan Catherine, walau kesal dia tetap mengantarkan Catherine ke kamar Ela dan Catherine malam ini.


Sementara di taman belakang hotel.


"Bagus ya pemandangan di sini" ucap Ela.


"Kapan - kapan boleh gak aku main ke sini?" tanya Ela.


"Boleh, kapan aja kamu mau bilang saja aku akan menemani kamu" balas Fajar.


"Tapi aku maunya ke sini sendirian aja" elak Ela.


"Emangnya kamu mau ngapain ke sini sendirian?" tanya Fajar penasaran.


"Aku pengen melukis di sini. Tempatnya sepi, sepertinya tenang melukis di sini, pemandangannya juga bagus" ucap Ela.


"Boleh tapi dengan satu syarat aku harus ikut juga" pinta Fajar.


"Cih... gak jadi deh" tolak Ela.


"Aku janji gak akan gangu kamu, kamu ke sini menyalurkan hobby kamu, aku pun ke sini menyalurkan hobbyku" ujar Fajar.


"Maksud kamu?" tanya Ela penasaran.


"Kamu melukis, aku memotret. Pemandangan di sini lebih bagus karena ada kamu di sini" jawab Fajar.


"iiiissssh... kamu" balas Ela.


"Bener lho, wajah kamu kalau lagi melukis cantik banget. Sepertinya kamu memang sangat bahagia. Kan sudah pernah aku tunjukkan foto kamu sedang melukis di London" bujuk Fajar.


Ela terdiam sambil menatap bunga - bunga dan kebun sayur organik di belakang hotel yang tertata rapi.


"Gimana, mau gak?" tanya Fajar.


"Iya deh, nanti kalau aku pengen melukis aku kabari kamu kapan waktunya" ujar Ela.


"Good" sambut Fajar.


"Tapi kalau melukis moodku suka dadakan lho. Nanti malah gangguin kamu. Kamu kan lagi sibuk sekarang? Kata Kak Key sebentar lagi kamu mau di lantik jadi CEO Barrakh Corp" ungkap Ela.


"Cie... yang udah mulai perhatian" goda Fajar.


"Apa sih?" balas Ela.


"Tuh udah kepo sama kehidupan pribadiku. Tandanya kan kamu udah mulai perhatian sama aku" balas Fajar


"Biasa aja kaleee. Minggu lalu Kak Key datang ke rumah pas kami masak Cake bareng. Dia cerita sedikit soal Perusahaan keluarga kamu" ungkap Ela.


"Kamu bisa buat cake?" tanya Fajar penasaran.


"Yah kalau belajar aku yakin pasti bisa. Buktinya kemarin waktu belajar sama Kak Key hasilnya sangat memuaskan" jawab Ela bangga.


"Kalau aku tawarkan kamu belajar sama Mamaku mau gak? Mamaku pinter banget lho buat cake apa aja" tawar Fajar.


"Serius?" tanya Ela dengan wajah ceria.


"Seriuslah.. Mamaku pasti senang banget kamu datang dan dia pasti mau ngajarin kamu" jawab Fajar sambil tersenyum menatap gadis di sampingnya.


"Bener ya, berarti kamu punya dua hutang padaku" ujar Ela.


"Hutang?" tanya Fajar bingung.


"Hutang janji, janji mau membawa aku melukis di sini dan janji diajarin Mama kamu belajar buat cake" jawab Ela


"Dengan senang hati My Princess" balas Fajar bahagia. Ternyata pendekatannya selama ini tidak sia - sia. Ela sudah mulai membuka hatinya pada Fajar.


"Balik yuk, aku pengen istirahat yang cukup biar nanti malam aku jadi lebih cantik" ucap Ela percaya diri.


"Setiap hari kamu tetap cantik kok di mataku. Kamu saja yang tidak percaya" Fajar kembali menggoda Ela.


"Ck... udah ah dari tadi gombal melulu telingaku panas jadinya" Ela mulai berjalan meninggalkan Fajar di belakangnya.


Fajar tertawa senang melihat tingkah malu - malunya Ela dan segera menyusul Ela berjalan di taman belakang hotel menuju pintu masuk kembali ke hotel.


Ternyata ada sepasang pasutri yang sedang memperhatikan kedekatan mereka.


"Mas lihat mereka, sepertinya akhir - akhir ini aku melihat mereka semakin dekat?" ucap si Istri


"Iya, aku juga merasa seperti itu sayang. Tenang nanti aku akan cari tau apa yang sedang terjadi antara mereka berdua" jawab suaminya.


.


.


BERSAMBUNG