Find The KEY

Find The KEY
Ep. 93



Malam harinya sesuai dengan janji Ryza pada Sintia siang hari tadi. Ryza mengajak Sintia dan teman - temannya menikmati makan malam di temoat yang sangat romantis.


Sintia, Ditha dan Keysha memakai gaun yang cantik khusus untuk jamuan makan malam bersama kekasih hati mereka masing - masing.


Jam tujuh waktu setempat mereka sudah sampai di pelabuhan kecil yang khusus untuk naik ke dalam kapal yang sudah di pesan Ryza jauh - jauh hati sebelum mereka tiba di London.


Ryza dan yang lainnya naik ke dalam kapal pesiar River Cruise. Menikmati dinner di Bateux London yaitu Restourant yang ada di dalam kapal pesiar.


Suasananya sangat romantis, mereka dapat menikmati indahnya kota London malam hari dengan penuh lampu.



"Indah sekali ya Mas" ucap Ditha.


"Seindah senyumanmu sayang" puji Disil.


"Ah kamu bisa aja Mas. Ini sungguhan atau gombal ya?" sindir Ditha.


"Sayang... kamu harus bisa membedakan mana gombal mana sungguhan" balas Disil.


"Habis kamu emang paling suka gombal Mas, aku kan jadi susah bedainnya" jawab Ditha.


"Rasain lo bro, makanya jangan suka gombalin cewek, giliran gombal istri sendiri gak mempan" ledek Aby.


Disil menggaruk kepalanya yang tak gatal. Aby dan Sintia tertawa melihat wajah sahabat mereka itu.


"Kita duduk di meja terpisah saja ya. Aku sudah pesan tiga meja untuk kita semua. Gimana?" tanya Ryza.


"Tidak masalah Ry, terimakasih" jawab Aby.


Mereka duduk di meja masing - masing bersama pasangannya.


"Sayang kamu sering dinner seperti ini?" tanya Aby.


"Pernah satu kali" jawab Keysha.


"Dengan siapa?" tanya Aby penasaran.


"Ya tentu saja dengan Ryza dan Fajar. Kamu kan tau Mas bagaimana ketatnya Papa menjagaku. Ryza dan Fajar adalah pengawalku kemana pun aku pergi. Dulu kata teman - temanku dinner di kapal pesiar ini sangat romantis jadi aku ingin mencobanya tapi aku tidak punya pasangan. Akhirnya aku mengajak Fajar dan Ryza. Tentu saja gak romantis, makannya bertiga dan mereka adalah saudarku" ungkap Keysha.


"Trus kalau makan malam ini?" goda Aby dengan senyuman terindahnya.


"Malam ini baru aku tau bagaimana rasanya dinner romantis bersama suami aku" jawab Keysha bahagia.


"Kamu senang sayang?" tanya Aby.


"Senang banget Mas. Apalagi ada kamu di sini, senangnya jadi double" jawab Keysha.


"Aku juga senang bersama kamu di sini. Istri tercintaku" ucap Aby.


Akhirnya pelayan datang membawa daftar menu.


"Kamu mau pesan apa Mas?" tanya Keysha.


"Apa menu andalan di sini?" tanya Aby.


"Steak. Dagingnya lembuuut banget dan uenak Mas" ucap Keysha mempromosikannya.


"Ya udah kamu aja yang pesan. Apapun yang kamu pesan akan Mas makan sayang" balas Aby.


Keysha memesan steak dan soda untuk minuman mereka.


"Kata teman - teman kalau makan steak enaknya minum wine tapi kita pesan soda aja ya Mas" ucap Keysha.


"Iya donk sayang, soda aja sudah cukup" jawab Aby.


Kapal pesiar river cruise berjalan mengelilingi kota London, pemandangan kota bisa dinikmati dari dalam kapal pesira karena kapal tersebut berjendelakan kaca - kaca yang jernih dan tembus pandang.


"Sin kalau kita menikah bulan depan bagaimana?" tanya Ryza.


"Aku terserah kamu saja, tapi kita bicarakan sama keluarga dulu Ry, lagian kita di sini seminggu. Baru setelah itu Papa kamu datang ke rumahku. Apa gak kecepatan waktunya 3 minggu untuk mempersiapkan semuanya?" tanya Sintia.


"Iya juga ya tapi aku sudah tidak sabar ingin menikah dengan kamu" ucap Ryza.


Sintia tertunduk malu, sebenarnya dia juga merasakan hal yang sama tapi mana mungkin Papa dan Mamanya mau pernikahannya di selenggarakan secepat itu mengingat dia adalah anak tunggal pasti keluarganya ingin merencanakan pesta yang besar untuk dia.


"Aku juga sama Ry, tapi tolong mengerti. Aku adalah anak tunggal, Papa dan Mama pasti inginnya pernikahanku di persiapkan dengan sebaik mungkin. Takutnya mereka tidak setuju kalau secepat itu" jawab Sintia.


"Namanya usaha Sin siapa tau yang mereka fikirkan tidak seperti yang kamu katakan tadi. Aku sih berharapnya mereka menyetujui permintaanku. Nanti setelah kita pulang ke Indonesia aku akan langsung bilang ke Papa dan Mamaku untuk secepatnya melamar kamu dan merencanakan acara pernikahan kita secepatnya" balas Ryza.


"Bagaimana baiknya aja Ry" sambung Sintia.


Sementara di meja Disil dan Ditha. Mereka duduk salinf berdekatan dan berpegangan tangan. Ditha duduk bersandar dengan Disil menghadap ke jendela. Mereka menikmati suasana malam romantis di dalam kapal pesiar.


"Mas" panggil Ditha.


"Ya yank" jawab Disil.


"Aku masih belum percaya ini nyata" ucap Ditha.


"Maksud kamu, kamu lagi tidur sekarang yank? nih aku cubit" Disil mencubit tangan istrinya.


"Aaaw... sakit Mas" ucap Ditha manja.


"Biar kamu sadar yank hehehe" goda Disil.


"Maksud aku, aku gak pernah ngebayangin kita akan honeymoon seperti sekarang ini. Terbang ke negeri orang menikmati suasana romantis seperti ini" ungkap Ditha.


"Kamu aja yang gak pernah bilang padaku. Kalau kamu minta apapun akan aku lakukan yank" sambut Disil.


"Menikah dengan kamu lebih satu minggu aja aku masih merasa mimpi" ujar Ditha.


"Ya ampun yaaaank lama banget kamu tidurnya. Kamu ngigau ya tidur sambil berjalan. Jalannya jauh lagi ke luar negeri" goda Disil.


"iiih Mas ini. Kalau ingat masa lalu aku gak nyangka akan menikah dengan kamu" ucap Ditha kesal.


"Makanya yank kalau suka itu jangan di pendam sampai karatan, untung aku seperti jeruk nipis bisa mengikis karat di hati kamu" sambut Disil.


"Asem donk jeruk nipis" potong Ditha.


"Asemkan tapi bisa menghilangkan karat yank. Coba kalau kamu karatan trus aku gak tau kan kasian kamu gak laku - laku" balas Disil.


"Ngomongnya serem amat. Kamu itu jodoh aku, kalau Allah sudah menuliskan kamu dalam kisah hidup aku sejauh apapun hati kamu padaku pasti akan bertemu" jawab Ditha.


"Nah itu tau. Jadi tadi kenapa gak pede gitu dan masih merasa mimpi menikah denganku?" tanya Disil.


"Mmm... karena aku merasa dalam hubungan kita aku yang terlalu mengharapkan kamu" jawab Ditha murung.


"Hey.. kamu salah yank, aku yang sangat membutuhkan kamu. Kamu yang selalu ada untuk aku, menemani aku dengan sabar dan menyadarkan aku kalau aku sangat mencintai dan menyayangi kamu" Disil mengecup lembut kening istrinya.


"Terimakasih ya Mas, kamu sudah memberikan cinta kamu yang besar untukku" ucap Ditha.


"Aku yang harusnya berterimakasih pada kamu. Cinta kamu lah yang telah merubah aku menjadi pria yang berani seperti inj. Ternyata takut kehilangan kamu lebih menakutkan dari pada takut berkomitmen. Dan aku langsung menemui Papa kamu untuk melamar kamu" ungkap Disil.


Tak lama pelayan datang menghidangkan makan malam untuk mereka. Mereka mulai menikmati makan malam romantis di dalam kapal pesiar malam ini.


.


.


BERSAMBUNG