Find The KEY

Find The KEY
Ep. 214



Sejak dapat izin dari mertuanya, Ela menjadi lebih semangat mewujudkan impiannya.


Dia sudah mulai merancang kostum untuk para peserta drama Aladin dadakan yang akan di buat dirumah mertuanya.


Ela membicarakannya dengan para sahabatnya. Mereka sangat antusias membantu Ela.


Kini tidak ada lagi rahasia, Sintia, Ditha dan Catherine dengan senang hati membantu Ela.


"Guys dalam seminggu semua harus sudah siap" perintah Ela.


"Oke El. kostumnya gak sulit kok. Cuma kostum Jasmine, Aladin, kamu dan Fajar" jawab Sintia.


"Iya kostum Jin dan Abu sudah aku pesan termasuk pakaian para penonton" balas Ela.



"Nih baju para cowok dan ini buat yang cewek" ucap Ela sambil menunjukkan gambar baju kaos dengan logo Aladin.



"Waaaaoow kereen El. Kamu bener - bener totalitas ya" puji Ditha.


"Ela kalau sudah merancang sesuatu tidak pernah main - main Tha" jawab Catherine.


"Baju mertuaku mana?" tanya Sintia penasaran.


" Rahasia, kalian bisa melihatnya saat acara" jawab Ela.


"Semakin seru aja ya, aku sudah gak sabar pengen melihatnya. Seperti mau lihat konser besar" ucap Ditha.


Mereka semakin semangat untuk menyiapkan pakaian Aladin dan Jasmine.


Seminggu sudah berlalu semua kostum sudah selesai di buat. Kostum Jin dan Abu juga sudah sampai begitu juga pakaian untuk para penonton.


Tiba lah hari yang sudah dinanti - nantikan oleh Ela dan para sahabatnya. Tapi sangat di benci oleh Kevin dan August.


Walau begitu mereka tidak bisa menolaknya karena mereka sudah dapat perintah dari Omar dan tidak bisa melawannya.


Hanya pasrah terhadap nasib mereka. Sambil berdoa semoga ini adalah hukuman terakhir untuk mereka karena dulu mereka sudah menjebak Jasmine agar mau menikah dengan Omar.


Fajar sengaja memesan pentas kecil dan dibuat di taman belakang rumahnya. Sofa sudah di susun di teras belakang rumahnya untuk tempat duduk para penonton.


Acara akan berjalan pukul tujuh malam dan setelah mereka peragaan busana mereka akan menyantap makan malam bersama di rumah keluarga Omar Barrakh.


Tamu undangan malam ini adalah para anggota Geng ERASADIS dan keluarga dari Kevin dan August (Istri dan anak - anak mereka). Tak lupa juga Oma Zahra dan Oma Sena para sesepuh yang juga sangat ingin menyaksikan acara itu berlangsung.


Jam enam mereka sudah sampai di rumah keluarga Omar Barrakh. Ela memberikan kostum mereka masing - masing.


Omar dan Jasmine masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian. August berganti pakaian di kamar dia dan istrinya Oryza setiap menginap di rumah ini sedangkan Kevin berganti pakaian masing-masing di kamar tamu.


Para anggota Geng ERASADIS sudah memakai baju mereka sejak dari rumah. Suasana riuh mulai mengisi rumah orangtua Fajar.


Ela dan Fajar juga sedang memakai kostum mereka di kamar.


Setelah shalat maghrib acara pun di mulai. Ela dan Fajar sudah keluar dengan memakai kostum mereka.



Kostum Ela



Kostum Fajar



Kostum Jasmine dan Aladin.


Untuk Jasmine dan Ela ada tambahan manset dan jilbab dengan warna senada dengan kostum mereka.


"Waaah Tente cantik sekali" puji Sintia.


"Iya Mama cantik banget malam ini" sambut Shakira.


Tak lama Ela dan Fajar keluar dari kamar.


"Kak Ela juga cantik" puji Auza.


"Dan Kak Fajar, ya ampuuun Kak, kakak lucu banget" Shakira tertawa di sambut oleh teman - temannya anggota Geng ERASADIS.


"Pasrah demi anak - anakku" ucapnya lemah.


Ryza langsung mengabadikan moment itu dengan kameranya. Dia memotret satu persatu, Omar, Jasmine, Ela dan Fajar.


"Mana Jinnya?" tanya Oryza.


"Maaaas udah siap belum. Cepetan acara mau di mulai" teriak Oryza.


Pintu kamar August dan Oryza saat menginap di rumah keluarga Barrakh terbuka.


Dengan malu - malu August keluar dari kamar. Rasanya ingin sekali dia menghilang malam ini tapi apa daya.


Pede aja deh. Batin August.


"Taaraaaaaaa" teriak August.



"Demi anak si Lampu Aladin nih" jawab August.


"Hihihi Mas kamu lucu sekali" ucap Oryza.


"Papa lihat ke sini" ujar Ryza yang sedang memegang kamera ingin memotret Papa nya.


"Ya ampuun sudah tua jadi mainan anak - anak, mana belum lahir lagi mereka" protes August.


"Sudahlah Mas terima saja nasib kamu hihihi" sambut Oryza istrinya.


"Tinggal si Abu" ucap Oma Zahra.


"Abuuuu" panggil Sena.


Tak lama pintu kamar tamu terbuka dan keluarlah Sheila dengan mata yang berair bukan karena menangis melainnya karena tertawa.


Dia tidak bisa menahan rasa lucunya melihat suaminya yang pasrah memakai kostum monyet.


"Hahaha... aku gak kuat" ucap Sheila.


"Ayo Pa keluar" pinta Keysha.


"Lampu Aladin awas kamu ya.. Punya istri kok ngidamnya aneh - aneh" teriak Kevin dari dalam kamar.


"Ayo Om keluar" balas Fajar.


Semua mata tertuju ke pintu kamar tamu dimana Kevin berganti pakaian dan memakai kostumnya.


Tak lama kaki Kevin yang keluar duluan. Para penonton sudah tertawa melihat tingkah Kevin yang malu - malu.


Oma Zahra dan Oma Sena sampai menangis karena tertawa.


"Ayo Om bergaya" perintah Ryza.


"Oh No.... " teriak Kevin


Jepret....



"Hahaaaa hahaha.... " tawa semua penonton menyaksikan penampilan Kevin.


"Ayo semua naik ke atas pentas" perintah Ryza.


"Ya ampuuun kalian kok jadi durhaka gini, senang banget ngetawain orangtua" ucap Kevin.


"Bukan kami saja Pa tapi para Oma juga lho" jawab Keysha sambil memegang perutnya yang agak keram karena terlalu banyak ketawa.


Jasmine dan Omar berjalan di atas pentas sambil bergandengan tangan. Mereka melenggak lenggok seperti model memperagakan baju Aladin dan Jasmine ala Timur Tengah.


Tak lama Ela berjalan sambil sedikit menarik Fajar yang sedikit kesulitan berjalan karena ada lampu raksasa bertengger di pinggangnya membuatnya agak kesulitan berjalan.


Di ujung pentas mereka berdiri dan tersenyum dengan wajah penuh senyum. Ryza langsung mengambil potret mereka dengan berbagai gaya.


Di belakangnya menyusul August dengan pakaian Jinnya.


"Hihihi... Masku lucu.. " tawa Oryza.


"Harusnya kamu ikut juga Oza, pakai baju kunti" ucap Jasmine.


"Aku kan bukan bagian dari parade Aladin Mbak" elak Ela.


"Dan inilah dia bintang tamu yang di nanti - nanti. Abu, peliharaan kesayangan Aladin yang nakal" teriak Jasmine.


Dengan wajah yang sedikit kesal Kevin berjalan dengan percaya diri.


"Pembunuhan karakter ini namanya. Hilang deh julukanku Sang Mantan Casanova" protes Kevin.


"Nikmati saja Mas derita kamu malam ini. Gak merubah keadaan juga" balas Sheila.


Ryza mengambil foto Abu dengan berbagai fose.


"Jangan di foto. Aku gak mau jadi bahan tertawaan seumur hidup" teriak Kevin.


"Terlambat Om hahaha..." jawab Ryza.


Ryza sudah banyak mengambil foto Kevin yang sedang menjelma menjadi monyet malam itu.


Sungguh pertunjukan yang mengocok perut, membuat semua penonton tertawa sampai perut mereka keram.


Sementara Ela tersenyum dengan lebarnya sambil membelai perutnya.


Lihatlah sayang - sayangku, semua orang bahagia menyambut kehadiran kalian. Batin Ela.


.


.


BERSAMBUNG