
Fajar menemukan informasi baru mengenai wanita yang sedang dia cari. Dari informan yang dia bayar untuk mencari sosok wanita misterius itu Fajar mendapatkan sebuah alamat seorang pelukis.
Dengan terburu - buru Fajar keluar dari ruang kerjanya dan segera menuju parkiran mobil. Fajar masuk ke dalam mobil kemudian melaju menuju alamat yang baru saja terkirim di hpnya.
Setelah melewati satu jam perjalanan akhirnya sampailah Fajar di sebuah rumah yang terletak agak jauh dari kota.
Rumah mungil dengan halaman yang minimalis tapi terlihat sangat nyaman dan tertata rapi. Bunga - bunga berwarna warni menambah keindahan rumah itu.
Fajar mengetuk pintu rumah itu.
Tok... tok...
"Excuse me..." ucap Fajar.
"Maaf anda ingin mencari siapa?" tanya seorang pria keluar dari pintu yang diketuk Fajar tadi.
"Apakah ini rumah Michael?" tanya Fajar
"Ya benar, saya sendiri." jawab pria itu ramah.
"Ada perlu apa Anda datang kemari dan mencari saya?" tanya pria yang bernama Michael itu.
"Kenalkan saya Fajar. Kedatangan saya ke sini ingin menanyakan sesuatu kepada Anda" jawab Fajar.
"Kamu ingin menanyakan apa?" tanya Michael.
"Boleh saya masuk, rasanya lebih enak kalau kita bicara di dalam. Saya ingin menanyakan beberapa informasi yang sangat penting dalam hidup saya" pinta Fajar.
"Baiklah, silahkan masuk" ucap Michael sambil mempersilahkan Fajar masuk ke dalam rumahnya dan duduk di sofa ruang tamunya.
Fajar mengambil posisi yang tidak jauh dari Michael.
"Begini Michael, saya mendapatkan informasi bahwa kamu adalah seorang pelukis. Apakah benar?" tanya Fajar.
"Ya kamu benar, saya memang seorang pelukis. Tapi ada apa dengan profesi saya itu?" tanya Michael bingung.
"Beberapa bulan lalu saya tidak sengaja menabrak seseorang wanita dalam sebuah acara di hotel milik keluarga saya. Wanita itu menggunakan topeng, dia berjalan tergesa - gesa sambil membawa sebuah lukisan. Saya tidak bisa melihat wajah wanita itu juga tidak sempat berkenalan dengannya walau hanya sekedar bertanya namanya" ungkap Fajar.
"Terus apa hubungannya dengan saya?" tanya Michael bingung.
"Dia membawa lukisan wajah seorang wanita yang sedang memegang topeng. Sudah beberapa bulan ini saya mencari informasi mengenai wanita itu dan lukisan yang dia pegang. Setelah pencarian yang panjang akhirnya saya mendapatkan sedikit informasi. Beberapa bulan yang lalu apakah benar kamu mengadakan pameran lukisan di TBF Hotel?" tanya Fajar.
"Iya saya mengadakan pameran di TBF Hotel beberapa bulan lalu" jawab Michael.
"Apakah kamu yang melukis gambar wajah wanita yang sedang memegang topeng?" tanya Fajar.
"Iya. Aku yang melukisnya" jawab Michael bingung.
"Dimana lukisan itu? bolehkah aku melihatnya?" pinta Fajar.
"Maaf lukisan itu sudah aku berikan pada temanku, dia sangat menyukai lukisan itu dan memintanya dariku. Dia bilang lukisan itu seperti lukisan dirinya" jawab Michael.
"Yah kamu benar, walau aku tidak tau wajah dibalik topeng wanita itu tapi lukisan wanita yang kamu buat itu persis seperti menggambarkan wanita itu, wanita misterius yang memakai topeng di wajahnya" ucap Fajar.
Fajar bisa sedikit bernafas lega. Yes... akhirnya aku menemukan titik terang mengenai wanita itu. Ucapnya dalam hati.
"Boleh aku bertanya siapa nama teman kamu dan dimana alamatnya?" tanya Fajar.
"Maksud kamu wanita yang ada di lukisan itu atau wanita yang sudah mengambil lukisan itu?" tanya Michael bingung.
"Mereka berbeda. Wanita yang mengambil lukisan itu wanita yang memakai tutup kepala, apa ya namanya?" ucap Michael sambil mengingat nama sesuatu.
"Jilbab?" tebak Fajar.
"Aaah iya.. kamu benar jilbab. wanita itu memakai jilbab, sedangkan wanita yang ada di dalam lukisan aku tidak" jawab Michael.
Yaaah tebakan aku benar. Tinggal sedikit lagi. Batin Fajar.
"Bisakah aku tau nama wanita yang berjilbab itu?" tanya Fajar dengan hati berdebar.
"Oooh maaf teman, aku tidak bisa memberi tau kamu mengenai informasi wanita itu tanpa izin darinya" tolak Michael.
Haaaaah... Fajar menghempaskan nafasnya kasar. Padahal tinggal sedikit lagi dia akan menemukan informasi mengenai wanita itu. Mengapa jadi begini. Umpatnya kesal dalam hati.
"Tolonglah, ini sangat penting dalam hidupku. Aku harus menemukan wanita itu segera. Dia memiliki peranan yang penting dalam masa depanku. Tolong kasi tau aku siapa nama wanita itu?" desak Fajar.
"Maaf aku tidak bisa memberikan informasi yang kamu inginkan. Tapi sepertinya tampang kamu seperti orang asia, apakah benar?" tanya Michael.
" Ya, aku dari Indonesia" jawab Fajar.
"Wah ketepatan sekali, wanita yang kamu cari itu juga berasal dari Indonesia. Mengapa tidak kamu cari saja dia di Indonesia?" ucap Michael.
"Indonesia itu besar bro, tidak seperti London. Sangat sulit mencari wanita yang aku tidak tau namanya juga wajahnya" jawab Fajar putus asa.
Michael merasa kasihan melihat Fajar yang terlihat sangat putus asa dan sepertinya dia memang serius ingin mencari informasi mengenai wanita itu.
"Kalau begitu aku coba membantu kamu ya. Aku hubungi dia dulu dan aku tanya apakah boleh aku memberikan informasi tentang dia. Siapa tau dia memberi izin padaku, paling nggak kamu bisa mengeyahui namanya" ucap Michael memberi jalan keluar.
"Boleh.. boleh... tolong kamu hubungi dia" balas Fajar dengan semangat.
"Sebentar ya" Michael mencari keberadaan telepon selularnya kemudian mencari sebuah nama dan menghubunginya.
"Hello sayaaaang... apa kabar kamu? Kamu sudah pulang dari Indonesia?" tanya Michael.
"Aku baik, ini ada seseorang pria yang datang kepadaku. Dia ingin menanyakan informasi tentang kamu, paling nggak nama kamu. Katanya dia pernah tanpa sengaja menabrak kamu dalam sebuah acara, saat itu kamu sedang memakai topeng jadi dia tidak bisa melihat wajah kamu. Dan dia tidaj sempat menanyakan nama kamu karena katanya kamu sedanf terburu - buru dan pergi begitu saja. Tapi dia sempat melihat kamu membawa lukisan aku yang kamu minta dariku. Jadi pria ini mencari informasi mengenai lukisan itu dan akhirnya dia menemukan rumahku dan datang ke sini" ungkap Michael panjang lebar.
"Jadi sayang aku ingin menanyakan pada kamu apakah aku boleh memberi informasi mengenai kamu, setidaknya sedikit saja. Misalnya nama, alamat dan nomor hp kamu?" tanya Michael.
Fajar menahan nafasnya menunggu jawaban dari Michael sambil terus berdoa semoga pria yang ada di hadapnnya ini bisa memberikan informasi yang sangat dia butuhkan untuk masa depannya.
"Oke baik.. baik.. sayang. Aku akan sampaikan pesan kamu padanya" jawab Michael. Sepertinya dia mendapatkan jawaban dari wanita yang barusan dia telepon.
"Bye... bye.. " Michael menutup teleponnya.
"Jadi gimana Michael, apakah aku bisa tau informasi tentangnya?" tanya Fajar tidak sabar.
.
.
BERSAMBUNG
Eng.. ing... eng...
Aku kasih bonus sebelum tidur ya.. awas kalau sampai ada yang gak bisa tidur nungguin informasinya.
🤣🤣🤣