Find The KEY

Find The KEY
Ep. 104



"Haloo.... bagus. secepatnya kamu cari alamat wanita itu" ucap Fajar.


Tak lama panggilan telepon terputus, Fajar memasukkan hpnya kembali ke dalam saku celana kemudian masuk ke dalam mobil dan kembali ke apartemennya.


Dia baru saja mendapat telepon dari orang suruhannya untuk melacak dan mencari informasi tentang Princess. Baru saja dia mendapatkan kabar penting. Tapi karena ini sudah malam sebaiknya keinginannya malam ini di tunda sampai esok hari.


Di dalam mobil Fajar kembali menatap layar hpnya dan melihat pesan dari Papanya.


King Barrakh


Fa, Papa ingin kamu pulang dalam waktu dekat ini. Papa sudah memutuskan untuk mundur dari jabatan Papa sebagai CEO Barrakh Corp. Sudah waktunya kamu yang ambil alih dan pimpim perusahaan kita. Cukup sudah waktu kamu di London sana. Segera pulang!


Kalau sudah seperti ini Fajar tidak akan bisa mengelak lagi. Ini adalah perintah dan kalau sudah Papanya yang berkata tidak ada seorangpun yang bisa membantahnya. Karena setiap kata yang keluar dari bibir Papanya adalah perintah mutlak yang harus segera di laksanakan.


"Sabar Pa, sebentar lagi aku akan menemukan wanita yang aku cari selama ini dan aku akan segera membawa dia kehadapan Papa" ucap Fajar lirih.


Sopir hotel mengantar Fajar sampai ke apartemen pribadinya untuk istirahat. Fajar melirik jam tangannya, sudah jam sepuluh malam.


Saat melirik jam tangan barunya seketika wajah Ela kembali terlintas.


"Apa lo bayang - bayangin wajah gue, mau di tonjok" suara Ela menggema dalam telinganya.


"Ya ampun dalam bayangan saja pun dia tetap galak. Dasar wanita jadi - jadian" umpat Fajar.


Fajar segera membersihkan tubuhnya, berganti pakaian dan berbaring di atas tempat tidurnya untuk beristirahat.


Lagi - lagi bayangan wajah Ela kembali hadir, ingatan Fajar kembali saat Ela makan es krim tadi siang.


"Cie..mikirin aku terus... kangen ya" ledek suara Ela yang menggema dalam ingatan Fajar.


"Stop... stop... ngapain aku mikirin cewek gak jelas itu. Casingnya aja yang cewek tapi onderdilnya cowokm Hiiii.. sereeem cewek jadi - jadian" Fajar langsung menghapus ingatannya tentang Ela.


Fajar mulai menutup matanya kemudian terlelap dalam mimpi indahnya.


Saat ini Fajar sedang piknik kesebuah danau indah yang bernama Windermere di Lake District National Park.



Danau ini terletak di sebelah barat utara Inggris. Tepatnya tetletak di daerah Cumbria. Lake District adalah taman nasional terbesar di Inggris.


Daya tarik tempat ini adalah danau serta gunung dan bukit yang di ukir indah oleh erosi glasial sehingga sehingga meninggalkan kesan dramatis dan inspiratif.


Tempat ini banyak dijadikan tujuan untuk tempat hiking dan mendaki gunung di Inggris. Banyak wisatawan yang berkunjung ke sini baik dari dalam ataupun luar Inggris.


Kali ini Fajar ingin piknik melepaskan kejenuhannya mengelola Hotel. Fajar ingin mencari udara segar untuk mencarger semangatnya kembali berkeja di TBF Hotel.


Fajar berjalan menyusuri pinggiran danau. Airnya sangat jernih dan udara di pegunungan ini sangat sejuk. Benar - benar sangat lega menghirup udara di sekitar danau ini.


Tak henti - hentinya Fajar memuji hasil ciptaan Sang Maha Pencipta yang begitu sempurna. Mahakarya yang tidak ada seorang manusiapun bisa menirunya.


Fajar mengambil kameranya kemudian dia mulai mencari tempat - tempat yang bagus untuk dia abadikan dalam sebuah foto. Fotografi adalah salah satu hobby Fajar.


Dulu saat dia masih kuliah Fajar sering bepergian bersama Keysha dan Ryza ke sini tapi Fajar tidak pernah bosan untuk kembali lagi ke tempat ini.


Biasanya mereka mendaki gunung Scafell Pike sesampainya di puncak mereka bisa menikmati pemandangan terbaik di tempat itu.


Fajar mulai mengambil foto. Dia mulai membidikkan kamera ke arah danau, ke arah pegunungan dan bukit hijau.


Di pinggir danau ada pohon yang sangat rindang, Fajar melihat seseorang sedang duduk di kursi sambil menghadap ke arah danau. Dihadapannya ada papan dan kertas. Wanita tersebut memakai jaket tebal dan penutup kepala.


Fajar mengarahkan kameranya ke arah wanita itu mencoba memperbesar ukurannya agar terlihat lebih dekat dan lebih jelas.


Wanita tersebut memegang kuas dan sedang melukis. Dia terlihat sanhlgat serius, wajahnya tidak terlihat karena posisi Fajar yang berada di sebelah kiri wanita itu.


Fajar yang juga menyukai lukisan terpesona dengan hasil lukisan wanita tersebut. Sepertinya wanita itu sedang tersenyum dan sangat bahagia melukis di daerah ini.


Fajar mengambil beberapa foto wanita itu dengan berbagai gaya dari samping sebelah kiri. Wanita itu sedang tersenyum, sedang serius melukis, sedang berdiri menghadap danau dan kemudian wanita itu berbalik meluruskan tubuhnya. Menggerakkan badannya yang kaku sambil merentangkan kedua tangannya sambil menghirup dalam - dalam udara pegunungan ini.


Wanita itu tersenyum bahagia, senyum dan lesung pipinya terlihat tajam. Wanita itu sangat cantik.


Tiba - tiba Fajar tersadar dan menzoom persis ke arah wanita itu alangkah terkejutnya dia ketika mengetahui siapa wanita itu.


"Wanita jadi - jadian?" ucap Fajar.


Seketika Fajar terbangun dari tidurnya.


"Haaaah syukurlah hanya mimpi tapi mengapa mimpinya ini terlihat sangat nyata. Sepertinya aku benar - benar pernah mengalaminya" Fajar bicara sendiri.


Fajar kembali mengingat - ingat mimpinya. Mengapa wajah wanita jadi - jadian itu terus membayang bayanginya sampai ke alam mimpi.


Ada apa dengan diriku? Mengapa wajah wanita itu seperti terus mengikuti kemana pun aku pergi bahkan sampai ikut ke alam mimpi? Batin Fajar.


Tiba - tiba Fajat teringat sesuatu. Yah mimpi itu memang sangat nyata. Fajar bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju ruang kerjanya. Dia mencari sesuatu di rak lemari bukunya.


Album foto, yah sepertinya aku bisa menemukan jawaban dari mimpiku tadi. Ucapnya dalam hati.


Fajar meraih album foto koleksi pribadinya, hasil dari jepretan tangannya sendiri di berbagai tempat. Fajar mencari dan membuka satu persatu lembaran di album foto tersebut.


Banyak sekali foto - foto hasil karyanya di dalam album foto tersebut tetapi dengan pelan - pelan Fajar mencarinya.


Aku yakin pernah mengalami hal tersebut, kapan ya waktunya? Sepertinya belum terlalu lama. Kapan terakhir aku pergi ke danau Windermere? Haaaa... empat bulan yang lalu.


Fajar membuka lembaran - lembaran dalam album fotonya dan sampailah dia pada foto yang dia cari. Fajar mulai memperlambat gerakan tangannya.


Dia melihat secara teliti dan tidak melewatkan satu fotopun. Foto danau Windermere, foto pegunungan, foto langit dan foto pemandangan di sekitar danau.


Foto pohon rindang yang ada di pinggir danau, foto seorang wanita sedang duduk menghadap danau, foto wanita sedang melukis dan tersenyum.


Hingga sampai pada foto wanita itu sedang berdiri merentangkan tangannya dan tersenyum menatap langit sambil menghirup dalam - dalam udara pegunungan ini.


Fajar melihat wajah wanita itu yang sengaja dia ambil dengan jarak dekat. Zoom maksimal, alangkah terkejutnya dia ternyata mimpinya nyata.


"Dia...."


.


.


BERSAMBUNG