
"Aku percaya kamu" ucap Keysha.
Aby menarik nafas lega.
"Syukurlah kamu mempercayaiku Key. Aku tidak pintar merayu tapi apa yang aku katakan semua adalah kejujuran. Tidak ada yang aku tutup-tutupi" ucap Aby.
"Baiklah By, tapi dengan Papaku tidak akan mempan hanya kata-kata saja. Papa pasti akan meminta bukti atai mencari bukti itu sendiri" ungkap Keysha.
"Silahkan Key, aku tidak takut. Karena apa yang aku katakan adalah kebenaran. Dan bisa aku pertanggung jawabkan. Aku tidak akan lari dari masalah" ucap Aby.
"Ku harap Papa mau mendengarkan pembelaan kamu By" sambung Keysha.
"Mudah-mudahan. Yakinlah Key, kebenaran pada akhirnya yang akan menang. Tidak ada yang bisa menyimpan sebuah kebohongan. Sepandai pandainya menyimpan bangkai pasti baunya akan tercium juga" ucap Aby.
Keysha terdiam mendengar perkataan Aby.
Tak lama pelayan datang membawa makanan yang mereka pesan dan mereka menikmati makan siang bersama dengan perasaan lega karena semua persoalaan diantara mereka sudah terselesaikan, tinggal bagaimana cara mereka meyakinkan Papa Keysha untuk bisa menerima jawaban dari Aby nanti.
Tak terasa sudah satu jam mereka makan siang dan menunggu Omar dan August rapat di Restourant yang sama dengan tempat mereka makan siang.
Tiba-tiba dari arah ruang privat ada dua orang keluar dari pintunya. Tak lama Hp Keysha bergetar, ternyata panggilan dari August.
"Halo Om" sapa Keysha.
"Kami sudah selesai rapat Key, silahkan kamu dan Abyasa masuk keruang privat. Kita berbicara di sini" perintah August.
"Baik Om, kami akan kesana" Keysha menutup panggilan telepon.
"By kita di panggil ke dalam, masuk yuk" ajak Keysha kepada Aby.
Keysha dan Aby bangkit dari meja mereka kemudian melangkah menuju ruang privat tempat Omar dan August berada.
Setelah mereka masuk keruangan tersebut dan duduk tepat di depan Omar dan August. Omar memulai pembicaraan diantara mereka.
"Ada apa Abyasa, apa yang ingin kamu bicarakan pada kami?" tanya Omar tenang.
"Begini Pak, saya sudah melamar Keysha secara langsung tapi Keysha belum menerima lamaran saya sebelum Papanya memberi restu. Untuk itu saya meminta bantuan Bapak. Saya memohon bantuan Bapak agar saya bisa mendapatkan restu Pak Kevin" pinta Abyasa.
"Ternyata kamu berani juga anak muda. Kamu berani meminta langsung bantuan saya. Apa kamu serius dengan ponakan saya?" tanya Omar.
"Saya serius Pak" jawab Aby tegas.
Omar tampak sedang berfikir.
"Sangat sulit untuk mendapatkan restu dari Kevin, mengingat dia sangat menyayangi Keysha. Sejak kecil dia memang sangat hati-hati dalam menjaga Keysha. Dia tidak boleh berdekatan dengan pria manapun kecuali anak saya dan anak adik ipar saya ini" ucap Omar sambil melirik ke arah August.
"Apa yang harus saya lalukan Pak agar Pak Kevin mau merestui hubungan kami dan menerima saya sebagai menantunya?" tanya Aby dengan sungguh-sungguh.
"Apakah kamu siap menerima semua tantangan yang akan di berikan Kevin?" tanya Omar.
"InsyaAllah saya sanggup Pak. Saya akan berjuang menghadapi apapun yang di minta Pak Kevin. Walau mungkin akan sulit saya akan berusaha sekuat tenaga. Setidaknya Pak Kevin bisa melihat dari usaha dan semangat saya bahwa saya memang sungguh-sungguh mencintai Keysha" ungkap Aby.
"Saya senang dan melihat kesungguhan kamu. Kalau begitu bersiaplah menghadapi Kevin. Karena tidak akan semudah itu kamu bisa menghadapinya. Apalagi dia sudah menganggap kamu sebagai pria hidung belang yang suka merayu pacar sahabatnya" ucap Omar tegas.
"Saya sudah mendengar berita itu dari Keysha tadi Pak, dan saya tegaskan kembali kejadiannya tidak seperti yang Pak Kevin lihat. Saya dijebak Pak. Bukan kami berpelukan tadi wanita itu yang memeluk saya. Pak Kevin tidak melihat kejadian itu sampai selesai. Tapi saya mempunyai bukti dan saksi Pak. Saksinya adalah dua sahabat sayayang juga ada di tempat kejadian sedangkan buktinya saya akan mencari rekaman cctv di gedung itu saat malam pesta ulang tahun Pak Kevin. Saya sudah jelaskan hal yang sama pada Keysha" jawab Omar dengan sungguh-sungguh.
"Terimakasih Pak, saya sangat lega sekali mendapat dukungan dan bantuan dari Bapak berdua" ucap Aby.
"Pada dasarnya kami menerima itikad baik dan kesungguhan kamu untuk melamar Keysha. Sudah waktunya juga Keysha menjalani hubungan yang serius dengan seorang pria. Dan kami harap kamu pria yang tepat. Tolong jangan kecewakan kepercayaan kami pada kamu. Sebisa mungkin kami akan membantu kelangsungan hubungan kalian" nasehat Omar.
"Terimakasih Om" jawab Keysha.
"Terimakasih Pak" ucap Aby.
"Siapkan diri kamu By, Kevin bukan pria yang berhati lemah. Jalan di depan kamu tidaklah mulus, akan banyak halangan yang akan kamu hadapi" ucap August mengingatkan.
"Anggaplah ini ujian kamu untuk memenangkan hati Keysha" sambung Omar.
"Siap Pak, saya akan mempersiapkan diri saya sebaik dan sekuat mungkin. Akan saya jalankan semua apapun perintah Pak Kevin untuk mendapatkan restunya" tegas Aby.
"Selamat berjuang anak muda. Perjuangkan cinta kalian, tunjukkan kalau memang cinta kalian pantas untuk diperjuangkan" nasehat Omar.
"Iya Om" jawab Keysha.
"Iya Pak" jawab Aby.
"Apakah ada yang lain lagi?" tanya Omar.
"Tidak ada Pak. Terimakasih Bapak sudah meluangkan waktu untuk berbicara dengan saya dan terimakasih juga Bapak bersedia membantu saya" ucap Aby.
"Sama-sama, saya senang melihat pemudah tangguh seperti kamu makanya saya bersedia membantu kamu dan Keysha. Kalau tidak ada lagi yang ingin di bahas, kami pamit dulu" ucap Omar.
"Iya Pak, hati-hati di jalan" balas Aby.
Omar dan August melangkah meninggalkan Aby dan Keysha di ruang privat restourant itu.
"Jadi bagaimana Key, kita akan tetap berjuang bersama kan?" tanya Aby lembut.
Keysha menatap mata Aby. Sungguh dia ingin sekali bersama Aby untuk memperjuangkan masa depan mereka bersama tapi entah mengapa masih ada rasa takut untuk menyerahkan seluruh hatinya.
"Ayolah Key, percaya padaku. Kamu dengar tadi kan? Pak Omar dan Pak August mau membantu kita. Kamu jangan takut. Apapun rintangan atau ujian yang diberikan Papa kamu aku pasti akan menjalaninya Key. Aku serius pada hatiku dan cintaku" Aby kembali meyakinkan Keysha.
Dia sangat yakin kalau cintanya berbalas. Keysha juga memiliki perasaaan yang sama dengannya hanya zaja Keysha masih takut memberikan seluruh hatinya pada Aby
Keysha masih takut terluka jikalau nanti Papanya tetap tidak setuju pasti Keysha akan sangat terluka.
"Yakinlah Papa kamu akan memberikan restu pada hubungan kita. Teruslah berdoa untukku dan mari kita berjuang bersama" ucap Aby lembut.
Keysha menunduk.
"Maaf aku tadi sempat ragu By. Sekarang aku sangat yakin. Mari kita dapatkan restu Papa" jawab Keysha.
.
.
BERSAMBUNG