Find The KEY

Find The KEY
Ep. 221



Malam harinya kamar rawat inap Ryza ramai dengan kedatangan anggota Geng ERASADIS.


Aby - Keysha, Fajar - Ela, Disil - Ditha dan terakhir pasangan pengantin baru Rafa - Catherine.


"Jadi udah ketahuan Ry kamu sakit apa?" tanya Fajar penasaran.


"Udah" jawab Ryza tersenyum.


"Ada ya orang ketahuan sakit malah senyam senyum" sambut Ela.


"Walaupun sakit tapi aku sangat senang" balas Ryza tersenyum bahagia.


"Emangnya apa sih penyakit kamu?" tanya Keysha penasaran.


"Sama seperti penyakit kamu, Ditha dan Ela" jawab Ryza singkat.


"Penyakit aku, Ditha dan Ela?" Keysha terlihat sedang berfikir.


"Mabuk darat alias ngidam hamil muda?" tebak Ditha.


"Emangnya kamu hamil Ry?" tanya Ela bingung.


"Bukan.. Bukan aku yang hamil tapi.... " Ryza melirik ke arah istrinya. Sedangkan Sintia tertunduk malu.


"Maksud kamu Sintia yang hamil?" tebak Aby.


"Iya" jawab Ryza dengan senyum lebar.


"Kamu hamil Sin?" tanya Ditha.


"Waaaah selamaaat.... " sambut Catherine.


"Selamat ya Sin" ucap Ela, Keysha dan Ditha.


"Akhirnya ngidam aku ingin ke London berhasil ya Ry" Ela mengedipkan sebelah matanya pada Ryza.


"Iya, mungkin kerena ngidam honeymoonnya di wakilkan jadi ketularan hamilnya" sambung Ryza.


"Apa sih Mas" Sintia memukul lembut tangan suaminya.


"Iya yank, buktinya kan kamu hamil setelah kita honeymoon ke London" balas Ryza.


"Apa kita harus ke London juga ya Mas biar bisa hamil?" tanya Catherine pada Rafa.


"Ngapain ke London, itu kan kampung halaman kamu. Kalau kita ke sana bukan honeymoon namanya tapi pulang kampung" jawab Rafa.


"Tapi mereka semua honeymoonnya ke London dan pulang dari sana langsung tekdung" sambung Catherine.


"Kita kan sudah honeymoon duluan di London sebelum nikah" ucap Rafa sembarangan.


Membuat semua mata menatap horor ke arahnya.


"Ma.. maksud aku yang lebih indah dari honeymoon. Lamaran aku dan Catherine kan di London. Jauh lebih romantis dari honeymoon mereka deh pokoknya" sambung Rafa.


"Kirain kamu udah kasih DP duluan sama si Keket" celetuk Ela.


"Fikiran kamu tuh yang kotor. Udah mau jadi emak anak tiga masih tetap Fiktor, fikiran kotor" ledek Rafa.


"Yeeee... kan kamu yang mancing - mancing duluan, bilang kalian udah honeymoon duluan sebelum nikah. Tanya noh mereka semua, pasti fikiran mereka sama dengan aku" bela Ela.


"Iya deh. Mangap.. mangap.. " ucap Rafa.


"Mangap.. mangap.. masuk lalat baru tau" oceh Ela.


"Maaf Elaaaa" sambung Rafa.


"Om, Tante dan mertua kamu udah tau?" tanya Fajar.


"Udah, malah para tetua yang curiga duluan dengan penyakit aku" jawab Ryza.


"Kok bisa?" tanya Disil bingung.


"Jadi ceritanya dulu waktu Mamaku hamil Papaku yang mabuk darat seperti aku saat ini. Mama malah gak ngerasa apa - apa. Namanya sindrom kehamilan simpatik. Nah tadi Mama curiga sama Sintia yang kerjanya makan terus, udah seperti orang yang gak makan tiga hari. Jadi Mama curiga, ditambah lagi hasil CT scanku yang menyatakan bahwa aku baik - baik saja. Jadi Mama dan Mama Mertuaku tadi siang langsung beli test pack dan Sintia mencobanya. Hasilnya alhamdulillah positif" ungkap Ryza.


"Enak ya Mas kalau hamil yang ngerasain mualnya suami" ucap Catherine manja.


Sepertinya aku gak kuat yank, biar Dilan aja yang nahan. Ryza aja sampai pingsan karena mual dan muntah - muntah. Batin Rafa.


"Serem juga mual kamu ya Ry, Ditha aja gak sampai pingsan gitu deh" ucap Disil.


"Bener, Keysha juga nggak. Hanya mual pagi hari tapi makan tetap oke" puji Aby.


"Apalagi My Princess, hamil anak tiga mualnya cuma satu bulan pertama gitu ketahuan hamil selebihnya dia taunya makanan doank, maklum ada tiga anak - anakku di dalam sini" Fajar mengelus perut Ela yang sudah sama besarnya dengan perut Keysha dan Ditha padahal beda kehamilan mereka dua bulan. Mungkin karena di perut Ela ada tiga calon dedek bayi.


"Tapi aneh ya, aku masih gak percaya ada hamil simpatik seperti yang kamu dan Papa kamu alami" ucap Disil bingung.


"Ada Dis, buktinya Ryza dan Om August dan mereka nyata bisa kita lihat dengan mata kepala kita sendiri" jawab Keysha.


"Itu namanya adil, bagi tugas. Sintia yang hamil Ryza yang mabuk. Aku juga mau begitu" sambut Ela.


"Jangan deh yank, aku takut gak kuat. Biar Ryza aja. Lagian anak - anak kita kan baik budi semua, mual kamu juga udah hilang" potong Fajar.


"Iya deh, kalau kamu seperti Ryza, aku juga ngerasa kasihan sama kamu Mas. Lagian kan kita makin repot. Kamu harus opname dengan keadaan aku yang hamil begini" balas Ela.


"Allah itu akan memberikan cobaan kepada orang yang mampu untuk menjalaninya. Kenapa Ryza yang mengalami hal ini karena hanya dia yang sanggup menjalaninya" nasehat Aby.


"Siap Pak Ustadz" sambut Disil.


"Kok aku malah pengen lihat Disil ya yang ngalami hal seperti Ryza" ledek Ela.


"Ih doa kamu El kejam amat. Amit.. amiit.. jangan ya sayang ya, jangan minta yang begituan. Papa gak kuat" Disil membungkuk dan membisikkan kata - kata itu ke perut istrinya yang sedang hamil lima bulan.


"Lega ya, tinggal nunggu si Keket nih. Kalau bisa kita berlima hamil barengan kan asik" ucap Ela.


"Iya tinggal buat team drum band. Kalian berbaris pakai daster bawa stik" potong Disil.


"Stik mah kecil, bawa pentungan buat nabok kamu" balas Ela.


"Iih emak tiga anak dari tadi emosian. Lagi darah tinggi ya, cepat banget tersungging eh tersinggung" ledek Disil.


"Habis enak aja kamu bilang kamu team drum band, ada juga kami team nasyid" ucap Ela.


"Gak jauh beda itu sayaaang" balas Fajar mengingatkan.


"Eh iya ya, gara-gara Disil nih ngomongnya suka asal" sambung Ela.


"Aku beneran pengen hamil Maaas" rengek Catherine.


"Sabar ya yank, nanti malam kita langsung produksi" jawab Rafa


"Aduuuuh... Mbak Key, Ditha dan Sintia tutup perut kalian nanti anak - anak kita bisa dengan pembicaraan yang layak sensor" potong Ela.


"Halaaaah biasa juga kamu El yang suka ngomong gak pakai sensor" balas Rafa.


"Aku kan udah tobat, takut anak - anakku pada dengar, bahaya... " jawab Ela.


"My Princess is the best" puji Fajar.


"Makasih My Prince" balas Ela.


"Mual aku lihat gombal receh kalian" ucap Ryza.


"Wanita hamil itu emang harus sering di senang - senangkan Ry, biar anak di dalam perutnya juga bahagia. Kamu harus mulai belajar. Kan istri kamu juga sedang hamil" nasehat Fajar.


"Gitu ya?" tanya Ryza polos.


"Ya iyalah, masak ya iya donk" potong Disil.


Hahaha... semua tertawa dengan kabar berita kehamilan Sintia, akhirnya drama mual - mualnya Ryza terjawab sudah apa penyebabnya.


Baik keluarga ataupun para sahabatnya turut bahagia dengan kabar berita yang baru mereka terima. Terlebih Ryza dan Sintia yang memang sudah sangat menantikan moment ini.


.


.


BERSAMBUNG