Find The KEY

Find The KEY
Ep. 233



Ryza masuk ke ruang kerja Fajar.


"Wangi apa ini? Kamu ganti parfum?" tanya Fajar.


"Nggak" jawab Ryza singkat.


"Terus kenapa kamu datang langsung tercium aroma balsem?" tanya Fajar penasaran.


"Biasalah Fa, si Ryza kan mabok darat. Sekarang kemana-mana di sakunya selalu ada minyak angin" Keysha menimpali.


"Udah kayak orang tua kamu Ry" sambung Fajar.


Ryza tidak menanggapi ledekan saudaranya. Dia berdiri di dekat meja Fajar dan melihat beberapa kertas yang baru keluar dari mesin printer.


"Apa ini?" tanya Ryza sambil meraih kertas - kertas tersebut dan membacanya sekilas.


"Informasi tentang Lisa" jawab Fajar tenang.


"Kamu sudah mendapatkan informasinya Fa?" tanya Keysha terkejut


"Yup" jawab Fajar singkat.


"Secepat ini?" tanya Keysha lagi tak percaya.


"Kenapa? Kamu meragukan kemampuan dan kecepatan seorang Fajar Barrakh?" tantang Fajar.


"Bukan begitu, aku gak nyangka aja kamu menggapi ancamannya dengan serius" jawab Keysha.


"Apapun yang mengancam keluarga, istri dan anak - anakku, aku pasti akan dengan sangat serius menghadapinya" tegas Fajar.


"Jadi informasi apa yang kamu dapatkan?" tanya Ryza penasaran.


"Seperti yang kamu baca di kertas itu. Lisa bebas dari tuntutan karena memang dia tidak melakukan tindakan kekerasan padaku. Dia dan aku hanya dijadikan korban obat tidur dan seperti yang kalian ketahui kami ada di kamar hotel saat kejadian. Dia mengaku kami sama - sama di jebak. Sedangkan Rudy dijatuhi hukuman dua tahun sebagai hukuman percobaan pemerkosaan pada Ela" ungkap Fajar.


"Cih wanita jalang, licik sekali dia" ujar Ryza geram.


"Terus siapa suaminya Fa, dia kan sedang hamil waktu kita ketemu kemarin?" tanya Keysha penasaran.


"Suaminya adalah Rudy, sepertinya sebelum menjebakku mereka berhubungan terlebih dahulu. Aku menduga kalau jebakan dia padaku berhasil, dia akan menuntutku dan meminta pertanggungjawabanku atas kehamilannya. Lisa mendapatkan aku dan Rudy mendapatkan Ela karena berhasil memperkosa Ela. Dan ternyata jebakan mereka gagal, Lisa hamil. Akhirnya mereka menikah di penjara satu bulan setelah Rudy di penjara" jelas Fajar.


"Gila ya rencana mereka" sambut Keysha.


"Yah begitulah kalau yang wanita gila harta dan yang pria penjahat kelami*. Untung saja kalian selamat dari jebakan mereka" ujar Ryza.


"Tapi mau juga si Lisa menikah dengan Rudy ya. Bukannya perusahaannya sudah bangkrut karena kamu menghentikan kerjasama perusahaan kita Fa?" tanya Keysha.


"Ternyata Rudy punya beberapa pendapatan lain, dia punya beberapa diskotik di Jakarta, Bogor dan Bandung. Aku rasa karena itu makanya si Lisa mau menikah ditambah lagi kan si Lisa udah hamil dan itu anaknya si Rudy. Dari pada anaknya gak punya Bapak" jawab Fajar.


"Satu kata untuk Lisa, GILA" ujar Ryza.


"Kita harus hati - hati Fa terlebih kamu dan Ela. Karena tadi malam saat dia mengancam kita matanya tak lepas menatap kamu dan Ela bergantian" ucap Keysha mengingatkan.


"Padahal mantan pacarnya si Rafa dan target awal suami kamu Key" sambung Ryza.


"Mungkin dia merasa Fajar lebih kaya dan lagi aku kan udah menikah dengan Mas Aby jadi rencana awalnya di ganti" balas Keysha.


"Aku akan buat penjagaan tentu saja tanpa sepengetahuan Ela. Aku tidak mau dia terganggu, walau aku sangat yakin dari tadi malam dia pasti tidak berhenti memikirkan Lisa. Meskipun dia tidak terbuka padaku tapi aku tau Ela dalam mode siaga satu" ujar Fajar.


"Itu dia yang aku khawatirkan. Aku takut Ela menyelesaikan masalah ini sendiri seperti dulu saat dia mencariku ke hotel tanpa mengabari siapapun. Akhirnya dia terjebak oleh Rudy dalam kamar hotel. Untung saja dia jago beladiri kalau tidak aku gak tau apa yang akan terjadi padanya saat itu" ucap Fajar geram mengingat kejadian siang itu di hotel saat Rudy dan Lisa bekerjasama menjebak dia dan istrinya yang saat itu tinggal menghitung hari pernikahan mereka.


Seandainya saja Rudy berhasil memperkosa Ela menjelang pernikahan mereka Fajar tidak tau apa yang akan terjadi dengan mereka. Walau dia sangat yakin akan menerima Ela apa adanya tapi Ela pasti sangat hancur dan terluka. Syukurlah semua berakhir dengan bahagia.


"Jadi apa rencana kamu selanjutnya?" tanya Ryza.


"Aku mau minta tolong sama istri kamu Ry, tolong awasi gerak gerik Ela di Butik, siapa tau Lisa ada menghubunginya. Mengajak ketemu atau semacamnyalah. Tolong kabari aku secepatnya. Sedangkan bagian keamanan akan aku tugaskan memantau istriku dari jauh kemanapun dia pergi" tegas Fajar.


"Baik Fa, nanti aku akan sampaikan pada istriku. Bila perlu aku suruh istriku bilang pada Catherine dan Ditha untuk memantau Ela. Jaga - jaga siapa tau gerak - gerik Ela terlewatkan istriku jadi ada yang lain yang masih memperhatikannya" balas Ryza.


"Terimakasih Ry, aku bisa merasa lega sekarang. Walau masih bisa dikatakan kalau belum aman" ujar Fajar.


"Aku juga akan cerita pada suamiku Fa, mereka kan saudara kembar. Siapa tau Ela bercerita dengan Mas Aby" sambung Keysha.


"Benar Key, Ela sangat dekat dengan Aby" jawab Fajar.


"Terimakasih ya"ucap Fajar kembali.


" Sudah semestinya kita saling bantu" sambut Ryza.


********


Sementara di ADS Corp.


"Raf, aku masih ke fikiran tentang kejadian tadi malam" ujar Aby.


"Maksud kamu saat Lisa nyamperin kita di restoran tadi malam?" tanya Rafa.


"Iya" jawab Aby singkat.


"Aku juga bro.. Tatapan Lisa sepertinya memang benar-benar mengancam. Aku tidak pernah melihat tatapan kebencian seperti itu dari si Lisa dan sepertinya hanya diarahkan pada Ela dan Fajar" sambung Disil.


"Kamu kan lama pacaran dengan Lisa pasti kamu tau sifat aslinya" ucap Aby.


"Justru itu By yang aku herankan. Aku tidak mengenal sosok Lisa yang sekarang. Dia benar-benar berbeda, kalau aku bilang sih lebih tepatnya dia sudah gila" ungkap Rafa.


"Betul bro, Lisa benar-benar gila" timpa Disil.


"Itu yang aku takutkan, kegilaannya bisa membahayakan Ela. Apalagi saat ini Ela sedang hamil. Kalau Ela sedang tidak hamil aku tidak sekhawatir ini, dia pasti bisa jaga dirinya sendiri. Hanya saja seperti yang kalian tau Ela suka gegabah dan bertindak sendiri. Dia merasa bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa bantuan orang lain" ungkap Aby.


"Iya benar kamu By" sambung Disil khawatir.


"Tolong kasih tau istri kalian untuk mengawasi gerak - gerik Ela di Butik. Aku takut dia akan menghadapi Lisa sendiri, sementara kita tidak tau siapa saat ini yang berada di belakang Lisa. Bisa jadi musuh perusahaan keluarga Barrakh yang akan merencanakan balas dendam dengan keluarga mereka. Kita kan sudah kenal Lisa, dia akan melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Bahkan dengan tindakan kotor sekalipun dia tidak perduli" ungkap Aby.


"Baik By, aku akan bilang Catherine nanti malam saat di apartemen" jawab Rafa.


"Aku juga akan bilang ke Ditha" sambung Disil.


"Terimakasih teman-teman" ujar Aby.


.


.


BERSAMBUNG