Find The KEY

Find The KEY
Ep. 265



My Cat. My caaaaaat" Rafa berlari sambil terus memanggil istrinya.


"Keeeeeeeeeeet..... " Teriak Rafa.


Sayup.. sayup... Catherine mendengar suara memanggil namanya.


"Suara siapa itu, aku seperti sangat mengenal suara itu. Tapi di sini sangat indah, dan sangat nyaman. Aku masih ingin di sini" ucap Catherine


Catherine terus saja mengayunkan kakinya dan dia melayang di atas ayunan.


"My Caaaaaat" suara itu terdengar lagi.


Tanpa sadar airmata Catherine keluar dengan sendirinya.


"Suara itu terdengar sangat pilu, mengapa tiba-tiba aku merasa sedih. Suaranya terdengar seperti seseorang yang sedang merindu. Dan mengapa aku juga sangat rindu pada suara itu?" Catherine berkata sendiri.


Tiba-tiba melalui hembusan angin Catherine mendengar suara seseorang yang dia tidak tau bahkan tidak melihat bagaimana wujudnya.


"Pulanglah, suamimu sedang mencarimu dengan sangat putus asa. Dia masih membutuhkanmu" ucap suara itu.


"Tapi aku masih ingin di sini, aku suka bermain dan berada di sini. Di sini sangat nyaman dan tentram. Aku suka..." bantah Catherine.


"Suamimu sangat mencintaimu dan dia belum siap kehilanganmu. Apakah kamu juga sudah siap berpisah dengannya?" tanya suara itu lagi.


Catherine tiba-tiba mengingat sosok Rafa sebagai suaminya. Bayangan - bayangan masa lalu dan kenangan - kenangan indah terekam dalam ingatannya bagaikan slide dalam sebuah tayangan film.


"Aku merindukannya" ucap Catherine.


"Pulanglah.. Disana ada suami dan putra kalian menunggu. Mereka sangat membutuhkanmu" perintah suara itu.


Catherine segera turun dari ayunan dan melangkah berjalan menuju suara yang memanggilnya tadi.


"Keeeeeeeet...... My Caaaaaaaat" teriak Rafa sekuat tenaga.


"Raf..... Rafa.... banguuuun" ucap Ryza membangunkan Rafa.


"Haaaaaaah..... " Rafa terbangun dengan nafas yang tersenggal.


"Aku dimana?" tanya Rafa belum sepenuhnya sadar.


"Kamu di kamar rawat inap Catherine. Kamu baru saja mimpi dan memanggil manggil nama Keket" jawab Ryza.


"My Cat.. Oh Tuhan... Aku melihatnya di sebuah taman. Dia sangat bahagia dan senang bermain - main di sana. Aku hendak mengajaknya pulang tapi dia tidak mendengarnya" balas Rafa.


"Tenanglah, itu cuma mimpi Raf" ucap Ryza.


"Jam berapa sekarang?" tanya Rafa.


"Jam sembilan pagi" jawab Rafa.


"Ah aku sudah tidur selama tiga jam" balas Rafa.


Rafa segera turun dari tempat tidur dan membuka koper berisi baju dan perlengkapan dia dan Catherine yang sudah di persiapkan untuk Catherine lahiran di rumah sakit.


"Aku mandi dulu ya, habis itu aku mau melihat Keket lagi. Di sana sudah menunggu Mommy dan Daddy nya" ujar Rafa.


"Baiklah, tapi setelah mandi lebih baik kamu sarapan dulu di luar. Kamu butuh asupan makanan untuk tenaga kamu Raf" ucap Ryza mengingatkan.


"Terimakasih Ry" balas Rafa.


Rafa melangkah menuju kamar mandi dan segera mandi dan berganti pakaian.


Sepuluh menit kemudian dia keluar dari kamar Catherine dan berjalan menuju ruang ICU.


"Makan dulu Raf" ucap Satria mengingtkan.


"Nanti saja Om" jawab Rafa.


"Kamu butuh makan untuk tenaga kamu. Nanti kamu sakit, siapa yang akan menjaga putra kamu" nasehat Satria.


"Iya aku akan makan bersama Mommy dan Daddy" balas Rafa.


"Mereka sudah datang? Dimana merrka?" kali ini August uang yang bertanya.


"Mereka menunggu di depan ruang ICU" jawab Rafa.


"Ya sudah temui mereka dan ajak mereka sarapan di sini. Kami akan mesan makanan untuk kalian" perintah August.


"Baik Om" jawab Rafa.


Rafa berjalan ke ruang ICU, dia melihat kedua mertuanya masih setia menunggu waktu jenguk.


" Baiklah, Mommy juga ingin mandi dan ganti baju. Dari kemarin sudah gerah semalaman di pesawat " jawab Mrs. Wolter.


Mereka berjalan menuju kamar rawat inap Sintia dan bertemu dengan Ryza, Satria, August, Cinta dan Oryza.


Mereka saling berpelukan dan berjabat tangan.


"Mari sarapan Mr dan Mrs. Wolter" ucap Satria.


"Terimakasih Mr. Satria" jawab Mr. Wolter.


Mereka memulai sarapan pagi, tak lama Reza dan Lidya datang di susul Ela, Fajar dan Omar. Jasmine tidak ikut karena sedang memantau cucu kembarnya. Tak lama Alexa, Aditya dan Aby sampaidi Rumah Sakit, Keysha tidak bisa ikut karena Shaby rewel.


Ditha dan Disil juga datang lima menit setelahnya. Mereka menitipkan Sitha terlebih dahulu ke rumah Mama Mitha.


"Bagaimana kabar Keket Za, mengapa dia sampai masuk ke ICU?" tanya Ela sambil menangis berpelukan dengan Mommy Catherine.


Reza menceritakan kembali bagaimana kejadian Catherine kejang tadi malam.


"Ya Allah... Keket" ujar Ela sambil terisak.


"Tenang sayang, kamu jangan membuat Mrs. Wolter dan Rafa menjadi lebih khawatir" ucap Fajar.


"Iya Mas" balas Ela.


"Tha aku mau minta tolong sesuatu kepada kamu apakah bisa?" Tiba-tiba Rafa berbicara serius kepada Ditha


"Apa Raf, kalau aku bisa akan aku penuhi" jawab Ditha.


"Aku mohon tolong donorkan ASI kamu untuk anakku Fathir. Sampai saat ini dia belum mendapatkan asupan ASI dari Mommynya" Rafa kembali meneteskan air matanya.


"Baik Raf, aku mau menjadi Ibu Susu Fathir. Dimana aku akan menyusuinya. Di ruangan bayi atau disini?" tanya Ditha.


"Di kamar ini saja Tha, biar kita bisa minta perawat bawa Fathir ke sini. Mommy dan Daddy juga belum bertemu Fathir" jawab Rafa.


"Cucu Mommy bernama Fathir?" tanya Mrs. Wolter.


"Iya Mom, Fathir Juang Rahardian" jawab Rafa.


"Apa artinya nak?"! tanya Mr


Wolter ingin tau.


" Penguasa dan pejuang dari keluarga Rahardian" jelas Rafa.


"Waaah bagus sekali namanya, semoga kelak dia menjadi penguasa. Kalau pejuang, Daddy rasa dia sudah berhasil berjuang bersama Mommynya saat dia akan lahir ke dunia ini" ungkap Mr. Wolter.


"Ya sudah Raf kamu bisa hubungi perawat dan pinta Fathir dibawa ke sini. Aku juga sudah tidak sabar menggendong ponakanku" ucap Ela.


"Sebentar ya" balas Rafa.


Rafa memakai telepon kamar untuk menghubungi perawat dan meminta mereka membawa Fathir ke kamar rawat inap. Karena Fathir akan di susui oleh Ibu susunya yaitu Ditha.


Sepuluh menit kemudian Fathir tiba di bawa oleh seorang perawat.


"Ya ampuuun tampannya cucu Mommy" ucap Mrs. Wolter saat mengambil dan menggendong Fathir dari box bayi.


"Hidungnya mancung sekali, seperti Keket ya" puji Ela.


"Kulitnya juga putih, persis Mommynya" sambung Ditha.


Para wanita yang ada di kamar itu meneteskan airmata karena sedih mengingat Catherine masih berjuang dalam komanya di ruang ICU.


"Sudah bisa aku susui Fathir?" tanya Ditha.


"Iya Tha, tolong ya dan terimakasih sebelumnya" balas Rafa


"Tidak masalah Raf jangan sungkan. Hai sayang, kamu akan menjadi saudara susuan Sitha. Sitha pasti senang bersaudara dengan kamu sama seperti Sitha juga senang mendengar Mommy kamu bersenandung" ungkap Ditha sambil menyeka airmatanya.


Mata Rafa kembali berkaca - kaca. Saat seperti ini sangat berarti saudara dan para sahabat.


Ternyata inilah ikatan cinta yang sudahah gariskan untuk keluarganya. Sitha tidak bisa tidur kalau tidak mendengar suara Catherine bernyanyi dangdut dan kini putranya akan menyusu kepada Ditha. Bukan merupakan suatu kebetulan. Tapi semuanya adalah rencana Allah.


.


.


BERSAMBUNG