
Pagi hari disekolah.
"Anak-anak ibu mau mengumumkan sebuah pengumuman penting untuk kalian. Harap dengarkan baik-baik ya" ucap Ibu Guru Wali Kelas.
"Iya Bu" jawab mereka serentak.
"Minggu depan akan diadakan cerdas tangkas antar SMU. Kepala sekolah dan guru-guru sudah memutuskan untuk mengirimkan enam orang utusan dari sekolah kita. Enam orang dibagi menjadi dua tim. Satu tim utama, satu lagi tim cadangan. Yang akan maju adalah tim utama tapi untuk jaga-jaga sekolah mempersiapkan tim cadangan. Dan dalam rapat guru tadi pagi diputuskan untuk memilih enam orang ranking teratas di kelas 2 unggulan. Tim unggulan anggotanya Aby, Ela dan Rafa sedangkan tim cadangan Disil, Ditha dan Sintia. Kepada yang namanya Ibu sebutkan tadi, apakah kalian bersedia?" tanya Ibu Guru.
"Siap Bu" jawab Geng ERASADIS serentak.
"Bagi tim cadangan jangan berkecil hati ya, kalian akan mendapatkan fasilitas yang sama dengan tim utama berupa buku-buku serta pelatihan yang sama. Hanya saja kalau tim utama tidak berhalangan tugas kalian hanya sebagai penyemangat mereka saat mereka bertanding. Apa kalian mengerti?" tanya Ibu Guru Wali Kelas.
"Mengerti Bu" jawab mereka kembali.
"Mulai hari ini sepulang sekolah kalian akan mulai mendapatkan pelatihan dari guru pembimbing. Ibu harap kalian bisa menjaga kekompakan tim kalian dan membawa nama baik sekolah kita ini nanti saat pertandingan" ucap Ibu Gur.
"Baik Bu" jawab mereka.
Ibu Guru Wali Kelas mengakhiri pelajaran hari ini dengan pengumuman yang barusan dia umumkan. Setelah itu bel istirahat pertama berbunyi.
Geng ERASADIS berkumpul dikantin sekolah.
"Gimana nih? kita piknik aja yuk kerumah Aby dan Ela selama seminggu?" tanya Disil.
"Piknik gimana Dis, kita kan mau ikut lomba kamu kok malah ngajak piknik?" tanya Ditha.
"Maksud aku selama seminggu kita nginap di rumah mereka untuk belajar bersama" jawab Disil.
"Kamu kasi ide begituan, belum tentu mereka mau nampung kita selama seminggu" ucap Sintia.
"Aku malas belajar sendiri dirumah. PS ku nyeremin, kalau malam suka manggil-manggil minta dimainin" balas Disil.
"Itu mah derita lo Dis, gak bisa tahan selera" sambut Rafa.
"Gimana By, El. Mau ya? Selama seminggu kami nginap dan belajar bareng dirumah kalian?" Disil memelas.
"Gimana kak?" tanya Ela pada kembarannya.
"Kita tanya Mama sama Papa dulu" jawab Aby.
"Oke kami tanya bonyok dulu ya. Kalau soal tidur mah gampang. Yang cowok tidur di kamar Kak Aby, yang cewek tidur dikamarku" ucap Ela.
"Tapi beneran belajar lho, aku gak mau jadinya kita malah main-main" sambung Aby.
"Siap Bos" jawab Rafa, Disil, Ditha dan Sintia.
******
Malam harinya di kediaman Aditya Satria Gunadi saat seluruh keluarga berkumpul menikmati makan malam bersama.
"Ma, Pa minggu depan kami mau ikut perlombaan cerdas tangkas dari sekolah. Jadi utusannya enam orang dari kelas 2 unggulan. Utusannya itu kami berenam sama teman-teman yang lain" cerita Ela.
Ela memberi kode pada kakaknya untuk membantunya meminta izin kepada orangtua mereka.
"Wah bagus itu, tapi kok banyak banget utusannya. Biasanya kan kalau cerdas tangkas itu cuma tiga orang satu tim?" tanya Alexa.
"Kata Ibu Wali Kelas tim satunya lagi untuk cadangan Ma, siapa tau saat pertandingan ada yang tidak biaa hadir atau ada sesuatu" balas Ela.
Dibawah meja Ela menendang kaki kakak kembarnya.
"Mmm... boleh gak Pa, Ma kami dan teman-teman nginap disini selama seminggu? Kami mau belajar bersama untuk mempersiapkan perlombaan minggu depan?" tanya Aby.
Alexa memandang wajah suaminya.
"Pada dasarnya Papa tidak keberatan, asal kalian serius benar-benar mau belajar bersama. Takutnya karena ramai kalian malah asik bermain bukannya belajar" jawab Aditya.
"Nggak Pa, kami sudah janji sama teman-teman akan belajar sungguh-sungguh" balas Aby.
"Iya, ide ini malah dari Disil karena dia takut kalau belajar sendiri dirumah malah jadi main PS" sambut Ela.
"Ya udah bilang ke teman-teman kamu, Papa dan Mama mengizinkan mereka untuk menginap dirumah selama seminggu, asalkan mereka sudah izin sama orangtua mereka ya" ucap Alexa lemah lembut.
"Yes, terimakasih Ma" jawab Ela.
"Terimakasih Pa" ucap Aby.
"Kalian beresin kamar masing-masing ya, siapkan segala sesuatunya untuk keperluan teman-teman kalian selama menginap disini" perintah Alexa.
"Oke Ma" jawab Aby dan Ela kompak.
Setelah selesai makan Aby dan Ela kirim pesan kepada para sahabatnya.
GENG ERASADIS
Aby
Guys bonyok setuju kalian nginap dirumah.
Ela
Permalam 500rb/hari ya, fasilitas tempat tidur full Ac dan kamar mandi juga makan selama seminggu 🤣
Disil
Matre lu 😝
Ela
Sirik.. Biar gua cepat naik haji 😜
Disil
Gak berkah naik haji hasil meras orang
Ela
Ye... elu mah bukan kaum duafa. Bokap lo tuan takur dari Jawa 😉
Disil
Aby
Syaratnya kalian harus izin dulu sama bonyok kalian
Rafa
👌
Ditha
Ok By
Sintia
Ok
Disil
Aku mulai malam ini ya By.
Ela
Enak aja. Pintu terbuka buat besok 😠
Rafa
Kamu sih Dis nambah-nambahin hari 😂
Disil
Iya deh iya... 😓
Akhirnya anggota Geng ERASADIS meminta izin kepada orangtua mereka masing-masing dan karena alasannya emang untuk tujuan yang baik dengan mudahnya mereka mendapat izin dari orangtua mereka.
Disil
Guys aku dah dapat izin 😁
Rafa
Aku juga udah
Ditha
Aku udah nyusun semua perlengkapan nih
Sintia
Sama ✌
Disil
Asik nih, seru kalau rame. Berasa mau kemping ya
Ela
Mencium adanya niat buruk nih 😠
Disil
Hehehe... mau belajar hon 😙
Ela
😷😷😷
Aby
Besok sepulang sekolah langsung pulang kerumah kami ya
Rafa
Siap
Disil
Assshiaaap
Ditha
Oke
Sintia
Yoi
Malam ini mereka mempersiapkan semua keperluan yang dibutuhkan untuk menginap dirumah Aby dan Ela. Sebenarnya bukan kali ini saja mereka tidur dirumah Aby dan Ela tapi kali ini yang paling lama. Biasanya mereka hanya weekend atau harpitnas (hari kejepit nasional) ngumpul dirumah Aby dan Ela.
Izin untuk mereka sangatlah mudah karena orangtua mereka juga bersahabat sehingga tidak sulit untuk mendapatkan izin menginap. Apalagi kali ini alasannya untuk belajar, dengan gampangnya mereka sudah mengantongi izinnya.
Aby dan Ela juga sedang membereskan kamarnya menyambut teman-teman mereka yang akan menginap selama seminggu dikamar mereka.
Sejak kecil Aditya dan Alexa mengajarkan sepasang anak kembarny ini untuk mandiri. Walau dirumah ada asisten rumah tangga tapi kalau untuk urusan kamar kedua anaknya diberi tugas untuk mengurusnya sendiri.
Hanya sesekali mereka mendapat bantuan jika ada pekerjaan berat atau saat salah satu dari mereka sakit baru urusan kamar dibantu oleh asisten rumah tangga mereka.
Aby dan Ela sangat senang menyambut kehadiran teman-teman mereka dirumah. Karena mereka sering merasa sepi kalau hanya bermain atau belajar berdua saja dirumah.
Maklumlah Aditya dan Alexa hanya memiliki mereka berdua saja. Bukan di cegah tapi mungkin Allah hanya memberikan amanah dua anak saja buat mereka.
Kuantitas tidak mereka persoalkan yang penting kualitas anak mereka harus menjadi bibit unggul.
.
.
BERSAMBUNG