Find The KEY

Find The KEY
Ep. 191



Ela meletakkan hpnya di tempat kaki kamera Fajar agar dia tidak capek memengan hpnya.


Ela mengatur letak hpnya, setelah dirasa semua tempat bisa terjangkau Ela berlari dan duduk ditepian arena pertandingan untuk menyaksikan pertandingan Rafa dan Jimmy.


Jimmy yang mulai menyerang pertama kali. Dia melakukan pukulan namun segera ditangkis Rafa.


Rafa mengeluarkan jurus Are Jireugi (Pukulan ke Bawah) namun langsung ditangkis Rafa dengan tangkisan Eotgoreo Arae Makki ( Tangkisan silang ke arah bawah).


Jimmy membalasnya dengan tendangan Ap Chagi ( Tendangan depan menggunakan kaki depan) Rafa menangkisnya dengan jurus Are Maki ( Tangkisan ke arah bawah untuk menangkis tendangan).


Pertandingan berlangsung seimbang. Ela sudah sibuk berteriak dari kursi penonton. Dia meneriakkan nama Rafa untuk memberi semangat. Fajar juga tak mau kalah, dia menyebut nama Jimmy.


Terjadilah saling ejek antara Fajar dan Ela. Para pemandu sorak juga sangat bersaing, saling ejek dan saling kuat teriakannya.


Malah sampai wasit menghentikan Fajar dan Ela karena dianggap terlalu ribu. Pertandingan terasa sangat panas tapi bukan Rafa dan Jimmy yang kepanasan melainkan pasangan suami istri yang baru menikah selama seminggu.


Mereka benar-benar menjiwai tugas masing-masing sebagai pemandu sorak pemain yang mereka unggulkan.


Ela mengeluarkan lidahnya untuk mengejek sedangkan Fajar mengepal tangannya dan memperaktekkan adegan meninju. Sangat seru melihat mereka beradu kata - kata.


Bukan hanya sekali wasit menyuruh mereka berhenti bahkan tiga kali. Malah wasit memberi peringatan kalau mereka tidak mau diam dan tenang, mereka akan dipersilahkan keluar dari Dojang.


Geng ERASADIS yang menyaksikan siaran langsung pertandingan Rafa dengan Jimmy tertawa terpingkal - pingkal melihat tingkah pasutri sableng itu.


"Ada - ada saja mereka" ucap Keysha.


"Yang kamu jangan umpat mereka ya, hati - hati dalam berkata" ucap Aby mengingatkan.


"Emang kenapa Mas" tanya Keysha bingung.


"Nanti anak kita seperti mereka tingkahnya, gak ada yang bener" balas Aby.


Sedangkan di rumah Disil.


"Dasar ni pasutri sableng, bisanya mereka yang lebih ribut daripada yang bertanding. Mamp** kalian kena usir wasit hahahaha" umpat Disil.


"Maaaaas jangan ngomong gitu ah, aku kan lagi hamil nih" ucap Ditha.


"Ups.. sorry yank aku lupa" Disil segera menutup mulutnya.


Dirumah orangtua Ryza juga gak kalah seru. Mereka menonton siaran langsung Ela dari laptop Ryza disaksikan secara beramai-ramai oleh Ryza, Sintia, Auza, Augustus, Oryza dan Shakira yang ketepatan sedang main kerumah mereka.


"Hahahaha... kakakku dan kakak ipar lucu" tawa Shakira.


"Lebih seru mereka yang berantem ya dari pada Kak Rafa" sambung Auza.


"Dasar pasangan sableng" umpat Ryza.


"Hahaha.. ada - ada saja memang tingkah mereka" ucap Oryza.


Sedangkan August hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah ponakan dan menantunya alias anak dan menantu dari sahabatnya.


"Ini bisa direkam kan?" tanya August.


"Bisa Pa, Papa mau ini direkam?" Ryza balik bertanya.


"Iya" jawab August cepat.


"Sudah aku rekam dari tadi Pa untuk kenang-kenangan" jawab Sintia.


"Bagus" puji August.


"Kenapa Papa bertanya begitu?" tanya Ryza penasaran.


"Papa mau tunjukkan video ini sama si Aladin biar dia lihat anak dan menantunya sama sablengnya" jawab August.


Kembali kepertandingan.


Rafa dan Jimmy kembali mengambil kuda - kuda. Jimmy mulai menyerang dengan jurus sabetan Me Jumeok Naeryo Chigi ( Sabetan dari Atas ke Bawah) ditangkis oleh Rafa dengan jurus An Palmok Momtong Bakkat Makki ( Tangkisan ke arah lengan bawah).


Lansung dibalas Rafa dengan tusukan Pyeonsonkeut Sewo Chireugi ( Tusukan dengan Telapak Tangan Tegak ) dan ditangkis Jimmy dengan tendangan Ap Chagi ( Tendangan depan menggunakan kaki depan). Rafa sempat mundur sesaat karena menahan tendangan Jimmy setelah itu dia lansung mengambil kuda - kuda.


Pertandingan berlansung satu jam lebih. Peluh sudah membasahi tubuh mereka begitu juga dengan Ela dan Fajar yang sudah kelelahan berteriak.


"Hajar Raf berikan jurus jitu yang sudah kita latih bertahun-tahun" teriak Ela.


Rafa mengambil kuda - kuda. Rafa mundur beberapa langkah kemudian mengeluarkan jurus tendangan Dwi Hurigi merupakan jurus tendangan memutar dengan arah belakang yang diiringi gerakan lompatan. Serangan Dwi Hurigi menyasar leher maupun kepala. Teknik ini cukup sulit dilakukan, karena membutuhkan kecepatan dan timming yang pas. Dwi Hurigi menjadi salah satu dari sekian banyak jurus mematikan dalam bela diri taekwondo.


Jimmy yang belum benar-benar siap menerima serangan langsung tersungkur kebelakang.


"Yeaaaaaaaay.... " Teriak Ela senang.


Pertandingan berakhir dengan kekalahan Jimmy.


Ela segera berlari kearah Rafa kemudian melompat dan tanpa sadar memeluk Rafa.


"Yes kita menang Raaaaaf" teriak Ela.


"Ehm... senang sih boleh aja tangannya di kondisikan" ucap Fajar dingin menyaksikan istri dan sahabat istrinya saling berpelukan karena senang.


"Ups.. sorry Fa keceplosan sampai lupa" Rafa melepaskan pelukannya dari Ela.


"Jangan cemburu donk yank, aku kan cuma milik kamu" bujuk Ela.


Ela berjalan mendekati suaminya mecoba membujuk Fajar yang pura-pura ngambek.


Rafa dan Jimmy berdiri saling hormat dan berjabat tangan mengakhiri pertandingan.


Pertandingan selesai, mereka berdua duduk santai menepi di pinggiran arena pertandingan untuk mendinginkan tubuh mereka. Sementara mereka menyaksikan Ela mengejar suaminya yang sedang ngambek.


"Yank jangan ngambek donk, aku kan gak sengaja memeluk Rafa sangking bahagianya" teriak Ela.


"Gak mau, kamu udah mengkhianati aku. Harusnya kamu memeluk aku saja" jawab Fajar.


"Kan yang menang Rafa" balas Ela.


"Tapi kan aku suami kamu" potong Fajar.


"Iya deh akhirnya ngaku salah, maaf donk yaaaaank" ucap Ela.


Mereka berputar - putar di tengah tempat latihan.


"Udah donk yank, kan aku yang menang. Kamu lupa kesepakatan kita sebelum sampai Dojang?" Ela mengingatkan Fajar.


Fajar langsung diam dan berhenti.


Sial aku kok lupa pembicaraan kami tadi di mobil. Batin Fajar.


"Hari ini kamu aku bebas melakukan apapun pada kamu" tegas Ela.


"Ih curang, kesepakatan kita hanya untuk malam sayang, maksud aku saat kita di ranjang kamu bebas melakukan apapun padaku karena aku kalah" ungkap Fajar.


Ela langsung membekap mulut suaminya.


"Ssssttt... jangan kuat- kuat donk bicaranya, aku masih live siaran langsung. Nanti semuanya bisa dengar kan kita jadi malu" ucap Ela yang memang selalu malu kalau membicarakan tentang adegan ranjang.


Fajar tersenyum nakal dan muncul ide untuk menggoda istrinya. Dia melepaskan tangan Ela dari mulutnya kemudian membalas Ela dengan pelukan.


"Yank... aku pasrah saat kamu perlakukan apapun nanti malam padaku" rayu Fajar.


Langsung wajah Ela memerah karena malu disaksikan oleh Rafa dan Jimmy secara langsung dan juga semua teman - temannya dari layar hp.


Refleks Ela mengambil kuda - kuda mengangkat kakinya kemudian menginjak tapak kaki Fajar sekuat mungkin hingga Fajar teriak kesakitan.


"Aaaaaw sakit yaaank" pelukan Fajar terlepas dan Ela berjalan menjauh.


"Dasar pasangan sableng" umpat semua yang melihat adegan itu.


.


.


BERSAMBUNG