
Tak terasa sudah satu minggu Geng ERASADIS bersama anak - anaknya liburan di London. Mereka akan pulang pagi ini.
Pagi - pagi sekali di setiap kamar, semua sibuk sedang bersiap - siap.
"Anak-anak barang - barang kalian semua sudah siaaap?" tanya Fajar.
"Sudah Pa" jawab mereka dari kamar mereka.
"Ayo bawa ke luar biar dibawa sama petugas hotel ke bawah" perintah Fajar.
Tak lama Triplet keluar dengan membawa barang - barang mereka. Lima belas menit kemudian mereka sudah di loby hotel di sambut oleh beberapa karyawan tertinggi di TBF Hotel.
"Sampai ketemu lagi Mr. Barrakh, senang bisa menjamu Mr bersama keluarga liburan di sini" ucap salah seorang wakil general manager.
"Sama - sama. Terimakasih juga atas sambutan kalian kepada kami" jawab Fajar.
Mereka menjabat tangan Fajar, Keysha dan Ryza juga yang lainnya secara bergantian.
"Nona kecil ini aku siapkan makanan untuk kalian selama di dalam perjalanan" ucap Andre.
"Terimakasih Uncle Andre. Aku akan merindukan Uncle Andre dan Uncle Jimmy" ucap Elfa.
"Aku juga akan merasakan hal yang sama. Baik - baiklah sekolah, aku akan menunggumu disini untuk kita sama - sama bekerja membesarkan Hotel ini" ungkap Andre.
"Baik Uncle, akan aku tagih janjimu itu. Awas kalau sampai aku sudah besar dan kembali lagi ke sini tapi Uncle tidak ada. Aku akan mencarimu" ancam Elfa
"Hahahaaa... carilah Nona, kamu pasti akan menemukanku" balas Andre.
Mereka berpelukan erat sebagai salam perpisahan. Disusul yang lainnya.
"Sudah siap semua?" tanya Jimmy.
"Sudaaaah" jawab mereka kompak.
"Silahkan masuk ke mobil masing-masing" perintah Jimmy.
Geng ERASADIS bersama anak - anak mereka masuk ke mobil yang telah di sediakan pihak Hotel dan melaju menuju Bandara.
Sesampainya di Bandara mereka langsung masuk ke ruang tunggu Bandara karena pesawat sedang dalam persiapan.
"Mama aku ke toilet sebentar ya" ucap Fela.
"Kamu berani sendirian sayang? Apa perlu ditemani Elfa?" tanya Ela.
"Tidak perlu Ma, aku berani kok sendirian" jawab Fela.
Fela berjalan menuju toilet, tetapi belum sampai di pintu toilet dia bertemu dengan anak laki-laki bule yang menatapnya dengan tatapan permusuhan.
"Hei cewek buta" sapa anak laki-laki itu.
Tapi Fela tidak menanggapinya karena dia tidak mengenal anak laki - laki tersebut.
"Cih sudah buta lupa ingatan ternyata" ujar anak laki-laki itu lagi.
"Hei kamu bicara dengan siapa? Jelaskan maksud ucapan kamu. Aku merasa tidak pernah mengenal kamu" bantah Fela.
"Hahaha... pura - pura. Takut ya karena di sini kamu cuma sendirian, tidak ada yang belain kamu lagi" ucap anak laki - laki itu.
"Dasar anak gila. Aduh aku kebelet pipis" Fela segera berlari ke dalam toilet karena dia sudah sangat terburu - buru.
Anak laki-laki itu juga masuk ke dalam toilet laki-laki. Tak lama Fela keluar dari toilet dan kembali berkumpul bersama keluarga dan teman-temannya.
"Kamu dari mana Kak Fela?" tanya Elfa.
"Dari toilet" jawab Fela lega.
"Kenapa kamu tidak mengajakku sih. Aku juga kebelet dari tadi" ucap Elfa.
"Mana aku tau kalau kamu juga kebelet. Sudah sana pergi sendirian saja. Sepi kok di toilet" suruh Fela.
Elfa berjalan menuju kamar mandi. Saat dia hendak masuk ke pintu toilet perempuan dia bertemu dengan anak laki-laki yang beberapa hari lalu sempat dia tendang.
"Apa maksud kamu?" tanya Elfa.
"Pura-pura nanya lagi. Barusan kan kamu masuk ke dalam toilet, eeeeh ini ke toilet lagi. Pakai baju yang berbeda lagi" sindir anak laki-laki itu.
Elfa mengerti perkataan anak laki-laki itu, pasti tadi dia bertemu dengan Fela tadi saat Fela ke toilet. Untung saja Fela tidak diapa - apain sama anak gila ini. Batin Elfa.
"Sibuk banget, mau tau aja urusan orang lain. Suka - suka donk. Yang ganti baju aku sendiri kok kamu yang komplain. Mamaku aja nggak. Dasar pria gila" umpat Elfa.
"Apa kamu bilang, aku gila?" teriak ank laki-laki itu.
"Iya, kamu gila. Gila ngurusin urusan orang lain. Gak ada punya kerjaan saja" ejek Elfa.
"Hei berani sekali kamu mengatain aku ya. Ayo kita ulang peristiwa di Toko Coklat kemarin. Kali ini aku tidak akan kalah. Kemarin aku memang terkejut dan belum punya persiapan lagian saat ini hanya kita berdua. Kamu tidak bersama dengan para pengawalmu" tantang anak laki-laki itu.
"Siapa takut. Tapi tunggu sebentar setelah urusanku di kamar mandi selesai" jawab Elfa.
"Hahaha.... kenapa, sudah kebelet ya. Cih perempuan jorok" ejek anak itu lagi.
"Awas kamu ya, sayang saat ini aku memang sedang kebelet kalau nggak sekarang juga udah habis kamu" balas Elfa.
Elfa segera masuk ke toilet dan mengeluarkan hajatnya. Tak lama kemudian dia keluar dari toilet. Ternyata anak laki-laki itu masih setia menunggunya.
Sepertinya dia benar-benar ingin merasakan tendanganku lagi. Siap - siaplah, kali ini aku tidak akan mengeluarkan satu tendangan saja tapi banyak tendangan dan kamu tidak akan bisa menahannya. Ucap Elfa dalam hati.
"Sudah siap?" tanya anak laki-laki itu sambil memasang kuda - kuda ingin berkelahi.
"Siapa takut" sambut Elfa.
Anak laki-laki itu langsung menyerang Elfa. Dia melayangkan pukulannya tapi dengan sigap Elfa bisa menangkap tangan anak laki-laki itu kemudian memelintir tangannya kebelakang.
"Hei... kamu jangan main curang" teriak anak laki-laki itu.
"Main curang bagaimana maksud kamu? Kamu tidak tau jurus bela diri?" tanya Elfa terkejut.
Anak laki-laki itu meringis kesakitan.
"Hahaha... aku kira kamu udah punya simpanan makanya belagak sok jagoan, ternyata kosong. Cih tong kosong nyaring bunyinya. Udah begok sok hebat pula" ejek Elfa.
"Berani kamu mengejekku ya... " anak laki-laki itu membalikkan badannya dan gantian menjepit leher Elfa dengan tangan kanannya.
Sontak Elfa langsung memijak kaki anak laki-laki itu dengan kuat sehingga tangan anak itu terlepas dari leher Elfa.
Kesempatan itu tidak di sia - sia kan Elfa dengan sekuat tengah Elfa mengeluarkan jurus pukulannya dan kemudian diakhiri dengan tendangannya.
Anak itu mundur beberapa langkah karena pukulan Elfa kemudian terempas jauh kebelakang karena tendangan Elfa
Bruk....
"Elfa mana?" tanya Fajar pada anak-anaknya saat mereka hendak naik ke pesawat.
"Tadi Elfa ke kamar mandi Pa. Tapi sudah lama lho, kok Elfa belum balik juga ya" jawab Fela.
Fajar dan Ela saling pandang, mereka masih trauma dengan hilangnya Elfa saat hendak pulang dari rumah sakit ketika Triplet lahir.
"Mas, jangan - jangan.... " teriak Ela langsung berjalan menuju toilet.
"Ry titip anak - anak. Kami mau mencari Elfa dulu" ucap Fajar pada Ryza.
Jimmy, Rafa, Aby dan Disil yang melihat wajah tegang Ela dan Fajar langsung mengikuti mereka mencari Elfa.
Bruk.......
"Elfaaaaaaaa..... "
.
.
BERSAMBUNG