Find The KEY

Find The KEY
Ep. 211



"Aaa.. anu tadi kan Ryza bawa oleh - oleh untuk Mas Fahar. Oleh - olehnya adqlah lampu ajaib jadi Ela ngidamnya itu.. mmm.. Ela pengen lihat Papa pakai baju Aladin, Om August pakai baju Jin dan Om Kevin pakai bajunya si Abu" ucap Ela pelan karena takut.


"APAAAAAA????? " tanya Omar.


Bukan hanya suara Omar yang terdengar tapi juga suara Kevin dan August yang datang bersamaan karena Omar baru saja memanggil mereka berkumpul di rumah Omar.


"Tuh kan Mas, Papa marah. Aku takut aaah" Ela segera lari menuju kamarnya.


"Yaaaank" panggil Fajar.


"Tadi istri kamu minta apa?" tanya Kevin saat berhadapan dengan Fajar dan Omar.


"Gini Om, tadi waktu di rumah Rafa, Ryza pulang dari London bawa oleh - oleh lampu ajaib ini" Fajar menunjukkan oleh-oleh yang dibawa Ryza.


"Tiba-tiba Ela jadi pengen sesuatu. Dia pengen melihat Papa memakai baju Aladin, Om August pakai baju Jin dan Om memakai baju di Abu" jawab Fajar pada Kevin.


Jasmine tersenyum melihat Trio Ambisi.


"Cucu kamu lebih pintar Mas, bisa membalas perbuatan Opanya. Siapa coba dulu yang kasi julukan aku istrinya Aladin, alhasil kan tercipta sebutan Jin dan Abu. Mungkin ini adalah balasan yang tepat untuk kenakalan kalian dulu padaku hahahaha" tawa Jasmine.


"Ampun aku Din... Din.. gak anak gak cucu bisanya ngerepotin mulu" ucap Kevin sebal.


"Setelah aku fikir - fikir gak ada salahnya permintaan mantuku itu. Dan aku juga gak mau cucuku ileran karena permintaannya dalam kandungan tidak bisa dikabulkan. Ada baiknya kita penuhi permintaan mantuku" perintah Omar.


"Kamu mah enak Din pakai bajunya Aladin tapi aku dan Kevin apes. Udah tua masih juga dikerjain sama cucu" protes August.


"Lebih enak kalian berdua, kamu lebih mending Gus pakai baju Jin, lah aku pakai baju monyet. Udah setua ini dikerjain sama anak yang belum lahir" wajah kesal Kevin terlihat begitu menyedihkan.


"Hahahaha... aku gak tahan Mas membayangkan kalian bertiga pakai baju seragam kalian" tawa Jasmine pecah.


Fajar terlihat serba salah. Mau ketawa takut Papa dan Omnya marah. Mau serius dia juga gak bisa menahannya karena sangat lucu membayangkan Papa dan para Omnya memakai baju sesuai panggilan mereka.


"Pantesan aku berat banget tadi mau datang ke sini, ternyata aku di prank sama cucu kamu dalam kandungan. Sablengnya melebihi emaknya Din. Ampun aku" ucap Kevin kesal.


"Pokoknya aku sudah putuskan kita tetap akan mengabulkan permintaan cucuku di dalam kandungan. Tinggal kita cari bajunya dan susun jadwal kapan kita akan memakainya di hadapan menantuku" tegas Omar.


Tentu saja tidak ada yang berani menentang setiap perintah Omar. Apapun itu wajib di jalankan oleh Kevin dan August.


"Sial banget aku datang ke sini" gerutu Kevin.


"Sudahlah Bu, terima saja nasib apes kita. Aku rasa nasib kita memang ada di tangan si Jasmine. Karma buat kita karena dulu sudah menjebak dia menikah dengan Omar. Aku kira karma itu akan selesai setelah Fajar lahir, ternyata terbawa sampai anaknya Lampu Aladin itu" jawab August pasrah.


"Ya sudah Fa, pergi sana kamu bilang sama istri kamu. Jangan bersedih lagi, keinginannya akan kami kabulkan segera. Papa gak mau cucu - cucu Papa nanti jadi anak penyedih karena Mamanya sering menangis" perintah Omar.


"Iya Pa, aku ke kamar dulu ya. Permisi Om" ucap Fajar pada orangtua dan kedua Omnya.


Fajar berjalan menuju kamarnya dan dia melihat Ela sedang menutup wajahnya dengan bantal di atas tempat tidur.


Ela sedang menangis saat ini karena begitulah sekarang perasaannya, gampang sedih jika ada sesuatu yang mengganjal hatinya.


"Sayaaang" panggil Fajar lembut.


"Maaaaas... Maaf aku sudah membuat Papa marah. Sungguh aku tidak ingin meminta seperti itu. Aku juga tau sopan santun Mas. Gak baik ngerjain orangtua seperti itu tapi aku gak bisa menahannya Mas. Anak - anak kamu yang meminta seperti itu" ucap Ela sambil terisak.


Kalau sudah melihat Ela seperti ini hilang sudah Ela yang keras, tomboy dan tahan banting. Kini Ela telah berubah menjadi wanita manja yang cengeng persis seperti anak - anak.


"Kamu jangan nangis lagi ya. Gak ada yang marah sama kamu. Papa, Om August dan Om Kevin juga tidak marah malah mereka mau mengabulkan permintaan kamu dan anak - anak kita" jawab Fajar.


Tangisan Ela langsung berhenti dan dia menatap mata Fajar.


"Kamu serius Mas?" tanya Ela tak percaya.


Fajar menganggukkan wajahnya dan tersenyum.


"Iya serius, ngapain juga Mas main - main dan bercanda. Mana tega Mas melihat istri Mas tercinta bersedih dan menangis seperti ini" jawab Fajar.


"Trus Papa, Om Kevin dan Om August mana?" tanya Ela penasaran.


"Mereka ada di bawah di ruang kerja Papa sedang membahas pekerjaan" jawab Fajar.


"Terus kapan permintaanku tadi di kabulkan?" Ela semakin penasaran.


"Sabar donk sayang, permintaan kamu itu sedikit sulit dan butuh waktu. Mereka harus mencari baju yang pas dengan julukan mereka" balas Fajar lembut.


"Kalau begitu aku mau minta Mama pakai baju Jasmine yang asli deh Mas. Aku juga pengen jadi putri Jasmine. Kamu juga pakai baju sesuai julukan kamu ya" pinta Ela.


Fajar menelan saliva begitu mendengar permintaan tambahan istrinya.


Mati aku. Batin Fajar.


"Yank kamu ingat kan julukan aku apa?" tanya Fajar


Ela menganggukkan kepalanya.


"Ingat, nama kamu kan Fajar yang artinya penerang alias lampu" jawab Ela.


"Terus aku mau pakai baju apa yank?" tanya Fajar.


"Ya pakai baju persis seperti lampu ajaib tadi. Pokoknya aku gak mau tau gimana bentuk bajunya yang penting ada lampu ajaibnya ya. Aku gak mau kamu pakai baju kaos dengan gambar lampu Aladin ya Mas. Aku maunya kamu pakai replikanya lampu ajaib dalam bentuk yang besar" ungkap Ela.


"Yank aku jangan diikutkan donk dalam ngidam kamu" pinta Fajar dengan memelas.


"Nggak, aku sudah putuskan. Kamu juga ikut andil dalam peragaan busana Aladin - Jasmine. Aku mau buat pesta kecil - kecilan dan ada pentas. Nanti Papa, Mama, kamu, Om Kevin dan Om August berjalan diatas pentas sambil memperagakan busana yang kalian pakai. Waaaah pasti seru" ucap Ela senang.


"Yank permintaan kamu kok terdengar seram ya. Aku langsung ingin menghilang rasanya" jawab Fajar.


"Mas yang minta bukan satu orang lho tapi tiga anak - anak kamu. Kamu gak sayang sama mereka?" desak Ela.


Fajar berfikir keras, setidaknya nasibnya tidak seapes Om Kevin yang memakai baju kebesarannya sebagai Abu, monyetnya Aladin. Batin Fajar.


"Baiklah yank, nanti aku akan bicarakan pada Papa dan Mama" jawab Fajar pasrah.


"Terimakasih Papa" Ela menirukan suara anak kecil dan memeluk erat suaminya penuh bahagia.


.


.


BERSAMBUNG