
Setelah selesai menyiapkan gambar sketsa gaun yang akan dia rancang Ela kemudian merapikan meja kerjanya dan meraih tasnya.
"Aku sudah siap Raf, yuk kita pergi. Mumpung masih sore" ajak Ela.
"Ayuk" jawab Rafa sambil berdiri dari tempat duduknya.
Rafa dan Ela keluar dari ruang kerjanya ternyata Sintia dan Ditha juga baru saja keluar hendak turun dan pulang.
"Lho Rafa datang rupanya, trus mau kemana kalian?" tanya Sintia penasaran.
"Kami mau ke Dojang latihan bareng. Sudah lama gak tanding sama si Ela" jawab Rafa.
"Ooo.. berdua aja?" Sintia balik bertanya.
"Iya habis Disil dan Aby sejak menikah gak asik di ajak main. Pengennya pulang cepat melulu. Jangan - jangan kamu ya Tha yang minta Disil pulang cepat?" tuduh Rafa.
"Enak aja, malah dia yang minta aku pulang cepat. Tuh dia sudah di bawah jemput aku. Kami mau makan malam di luar" jawab Ditha.
"Namanya juga penganten baru Raf, maunya kan deketan terus" Potong Ela.
"Terus kamu mau kemana Sin. Kok cepat banget pulangnya?" tanya Ela pada Sintia.
"Hehe.. Aku mau pergi juga sama Ryza, dia ngajak makan malam bareng juga" jawab Sintia malu - malu.
"Haaah yang satu lagi kemaruk pengantin baru, yang satu lagi sedang kasmaran pengennya nempel mulu. Hati - hati Sin belum muhrim, ada setan dimana - mana" ucap Ela.
"Cuma makan doank El, setelah itu pulang. Ada yang ingin Ryza bicarakan sama Papaku mengenai rencana kedatangan keluarga mereka ke rumahku" jawab Sintia.
"Iya yah aku sampai lupa kalian kan OTW mau nikah" balas Ela.
Sintia membalas ucapan Ela dengan senyuman. Mereka kemudian masuk ke lift dan turun bersamaan.
Di lantai satu sudah menunggu Disil dan Ryza.
"Lho kamu di sini rupanya Raf? Pantesan tadi buru - buru keluar kantor. Mau kemana kalian?" tanya Disil penasaran.
"Mau ke Dojang, udah lama gak tanding sama Ela" jawab Rafa.
"Ooh.. Eh El entar si Rafa kasih tendangan tanpa bayangan ya biar dia KO tak berdaya" ucap Disil.
"Mana ada jurus seperti itu. Kamu sembarangan nyebut aja" potong Rafa.
"Lho aku sering dengar di film - film apa ya judulnya, bangkit dari kubur" ucap Disil.
"Heh Bambang itu mah film horor bukan film action. Napa gak sekalian aja lo jawab tadi film sunget" sambut Ela.
"Sunget, apaan tu?" tanya Disil penasaran.
"Suster ngesot" jawab El cepat.
Sontak Ryza, Rafa, Ditha dan Sintia tertawa mendengar jawaban Ela.
"Oalaah El aku kira apaan sunget sunget pakai disingkat - singkat segala" balas Disil.
"Udah ah Raf, yuk kita cepetan pergi. Gak usah nungguin dua pasang yang sedang falling in love ini. Yang ada nanti kita jadi nyamuk di depan mereka" ajak Ela.
"Nyamuk gatal kali my honey bunny sweety" sambut Disil.
"Udah ah kesorean nanti kita tandingnya. Habis dari Dojang aku mau makan bakso langganan kita" ucap Ela.
"Kami duluan ya Dis, Ryza" ucap Rafa.
"Oke hati - hati" jawab Ryza.
Ela dan Rafa berangkat ke Dojang mengendarai mobil Rafa. Mobil Ela sengaja di tinggal di Butik biar gak ribet naik mobil sendiri - sendiri.
Tak memakan waktu lama akhirnya mereka sampai di Dojang. Ela dan Rafa berganti pakaian. Sementara Ela meminjam pakaian yang disediakan di Dojang karena dia memang tidak membawa pakaian taekwondo miliknya.
Mereka melakukan pemanasan terlebih dahulu, tiga puluh menit kemudian baru mereka bertanding. Dan tentu saja masih Ela pemenangnya.
Mungkin karena sore itu Rafa sedikit mengalah dan tidak mau terlalu kuat memberikan tendangan dan pukulan untuk Ela.
Mereka tidur telentang di lantai karena kelelahan.
"Itu karena kamu tidak sungguh - sungguh bertanding. Tadi ada beberapa kesempatan kamu untuk menyerangku tapi tidak kamu manfaatkan" balas Ela.
"Perasaan kamu aja kali El, kamu emang beneran masih sekuat dulu" puji Rafa.
"Udah yuk mandi, trus shalat maghrib. Habis itu kita makan bakso. Aku udah laper" ajak Ela.
"Ayok" Rafa bangkit dan menarik tangan Ela untuk membantunya berdiri.
"Kangen ya El, udah lama kita gak tanding berdua begini" ucap Rafa.
"Iya, puas aku udah ngalahin kamu hari ini. Tapi lain x tandingnya yang imbang donk. Aku tau kamu masih nahan - nahan kekuatan kamu" balas Ela.
"Oke, nanti kita susun jadwal lagi ya" jawab Rafa.
Rafa dan Ela ganti baju dan shalat maghrib di Dojang. Setelah itu mereka menuju arah pulang tetapi terlebih dahulu singgah untuk makan bakso langganan mereka.
"Eh neng Ela, belum balik ke London neng?" tanya Bapak tukang bakso.
"Sudah Pak, baru balik lagi hari kemarin pagi" jawab Ela.
"Wah seperti dekat aja ya neng Jakarta - London. Bulak balik gitu" ucap si Bapak.
"Namanya juga orang kaya Pak" sambung istrinya.
"Saya sudah kembali ke Indonesia Pak. Kalau ke London paling jalan - jalan atau ada kerjaan aja" jawab Ela.
"Jadi neng Ela sudah kembali menetap di Jakarta gitu?" tanya si Bapak senang.
"He.. em.." Ela menganggukkan kepalanya.
"Waaah jadi rame lagi donk, sering - sering datang ke sini ya neng" ucap si Bapak.
"Tumben neng datang berdua saja sama Den Rafa, yang lainnya mana?" tanya Istrinya.
"Kak Aby kan sudah nikah, Ditha dan Disil juga sudah nikah, Sintia sebentar lagi nikah. Tinggal kami berdua yang belum nikah. Jadi cuma kami yang bisa jalam bareng bu" jawab Ela.
"Waaah kenapa gak sekalian aja, neng Ela dan den Rafa yang nikah? Jadikan pas" potong si Bapak.
Rafa terdiam mendengar ucapan suami istri penjual bakso.
"Rafa udah ada yang punya Pak, udah punya pacar" jawab Ela.
"Ssst... udah putus El" potong Rafa.
"Tapi kan bentar lagi balikan. Masih cinta kan?" tanya Ela.
"Eeeel sudah berapa kali aku tegaskan sama kamu. Aku tidak akan balikan lagi sama Liza. Semua sudah selesai" jawab Rafa.
"Aku tau kamu Raf, kamu pasti belum bisa move on. Nanti kita atur ya pertemuan kamu dengan Lisa. Aku bantu kamu balikan lagi sama dia" ucap Ela.
"Eeeel aku sudah menyukai orang lain" balas Rafa.
"Oh ya, siapa?" tanya Ela penasaran
"Aku belum bisa cerita sama kamu karena aku belum tau pasti apakah dia juga mempunyai perasaan yang sama padaku" jawab Rafa.
"Tumben kamu main rahasia padaku" balas Ela.
"Nanti kalai waktunya sudah tepat aku pasti akan cerita sama kamu. Kamu pasti tau siapa wanita itu" ungkap Rafa.
"Jadi penasaran, siapa yang sudah mencuri hati kamu secepat itu" sambung Ela.
Rafa tersenyum kepada Ela. Kamu El, kamu wanita yang telah mencuri hatiku. Batin Rafa.
.
.
BERSAMBUNG