Find The KEY

Find The KEY
Ep. 5



Tanpa terasa sudah satu bulan Geng ERASADIS latihan ngeband. Penampilan mereka sudah semakin baik dan selaras. Semua berkat kekompakan dan kerja keras.


Mereka adalah anak-anak yang pintar, kalau sudah mengerjakan sesuatu pasti dengan sungguh-sungguh sehingga guru wali kelas tidak akan sia-sia menggantungkan harapan kepada mereka sebagai perwakilan kelas.


Tibalah hari Pentas Seni yang dinanti-nantikan oleh semua siswa-siswi disekolah. Kabar bahwa Geng ERASADIS akan menampilkan sebuah petunjukan sudah tersebar keseluruh penjuru kelas.


Disil yang mempunyai banyak penggemar disekolah bak selebritis papan atas sudah sangat ditunggu-tunggu penampilannya. Mereka tidak tau apa yang akan dia tampilkan Disil nanti diatas pentas yang jelas banyak siswi penggemar berat Disil sudah mengambil tempat tepat didepan pentas. Siap untuk memberikan semangat.


"Gila aku grogi banget nih" ucap Sintia.


"Santai aja Sin jangan grogi entar suara kamu akan berpengaruh" Ditha memberi semangat.


"Iya Sin lagian diatas pentaskan bukan kamu sendiri yang berdiri, ada kami juga. Jadi tatapan orang gak semuanya tertuju pada kamu. Cuek aja" sambut Ela.


"Kamu pasti bisa Sin. Ayo semangat" sambung Rafa.


"Eh teman-teman aku punua ide nih" Tiba-tiba Disil berkata.


"Apaan? jangan yang aneh-aneh Dis?" tanya Aby sang ketua.


"Tenang aja bro. Nanti diatas pentas kalian fokus aja sama tugas kalian masing-masing. Disini cuma aku yang punya tugas paling gampang. Aku berencana akan membuat suasana semakin ramai. Penampilan kita harus menggemparkan seluruh penjuru sekolah dan tidak akan ada yang bisa melupakannya. Plus kita harus dapat hasil dari ngamen kita hari ini. Setelah acara selesai aku pastikan kita akan makan besar" ucap Disil penuh percaya diri.


"Apa sih yang kamu rencanakan?" tanya Ela penasaran.


"Tenang aja Baby... yang penting kamu main gitarnya bagus. Abang mau gocek krecek pakai goyang karawang" ucap Disil.


"Gila kamu?" ucap Ela.


"Ih biar seru. Yang penting kalian semua harus tahan tawa ya... Ah tapi melihat tampang kalian semua yang tegang aku yakin nanti dipentas jangankan tertawa bernafas aja kalian akan sulit hahaha" tawa Disil.


"Terserah kamu lah Dis. Yang penting jangan menambah buruk penampilan kita" ucap Aby akhirnya. Aby yakin Disil tidak akan membuat hal itu terjadi karena mereka tau Disil tidak akan pernah mempermalukan dirinya didepan para penggemarnya.


"Para hadirin sekalian kini tiba saatnya penampilan dari kelas 2 unggulan untuk menampilkan pertunjukan mereka. Mari kita sambut dengan tepuk tangan meriaaaah" ucap pembawa acara.


Prok...prok...prok...


Suara riuh tepuk tangan menyambut penampilan Geng ERASADIS.


"Ayo kita berdoa dalam hati dan jabat tangan bersama" pimpin Aby.


Setelah mereka berdoa mereka saling berjabat tangan untuk mengumpulkan keberanian.


Satu dua tiga....


"KITA BISA" teriak mereka bersama.


Geng ERASADIS sudah menaiki pentas.


"Disiiiiiil..... aku padamuuuu" teriak salah satu siswi.


"Disil I Love You..." teriak yang lain.


Disil membisikkan sesuatu kepada Aby dan Aby menjawabnya dengan anggukan. Disil kemudian mendekati Sintia dan meminjam mic yang dipegang Sintia.


"Hai teman-teman semua... Kami akan mempersembahkan penampilan kami yang terbaik untuk kalian, mohon dukungan dan kerjasama dari kalian. Sambutlah persembahan dari kelas 2 unggulaaaan...." teriak Disil sambil menggoyangkan kreceknya keatas.


"Yeaaaaaaay..."


"Disiiil..... Disiiiiilll"


"Elaaaaa..."


"Aby......"


"Rafaaaaa"


Teriak para siswa-siswi penggemar mereka.


Mereka mulai mengambil posisi masing-masing dan memegang alat musik yang akan mereka mainkan.


"Siap?" ucap Aby memberi aba-aba.


Yang lain menyambutnya dengan anggukan.


"Tu.. wa.. ga..." ucap Aby.


Musik mulai terdengar, sontak siswa-siswi berteriak riuh menyambut permainan musik mereka.


Sintia mulai bernyanyi.


Tik, tik, tik, tik


Waktu berdetik


Tak mungkin bisa ku hentikan


Maumu, jadi mauku


Pahitpun itu, ku tersenyum


Kamu, tak tahu, rasanya, hatiku


Saat, hadapan kamu


Tik, tik, tik


Air mataku


Biar terjatuh dalam hati


Biar ku buat, bahagiamu


Kamu tak tahu, rasanya, hatiku


Saat ber, hadapan kamu


Kamu, tak bisa, Bayangkan, rasanya


Jadi diriku, yang masih cinta


Saat Reff terakhir Disil mulai menampilkan aksinya dia mendekat ke Sintia sambil lompat-lompat menggoyangkan kreceknya.


"Disiiiiiiiillll" teriak para penggemarnya.


Disil yang saat itu sedang memakai topi, segera melepas topinya dan mengarahkan topinya kepara penonton yang rebutan berdiri di tepian panggung.


Tanpa diminta para penggemarnya langsung mengerti maksud Disil melakukan itu. Mereka mengambil uang dari saku rok dan celana mereka meletakkannya ke dalam topi tersebut.


Musik terus mengalun keras.


Kamu, tak tahu, hancurnya, hatiku


Saat ber, hadapan kamu


Kamu, tak bisa, bayangkaaan, rasanya jadi


diriku, yang masih cinta


Uh huu


Uh huu


Uh huu


Terlihat para penonton puas dengan penampilan mereka. Dan mereka mendapatkan tepuk tangan yang meriah.


Disil mengeluarkan senyuman mautnya membuat para siswi berteriak histeris.


"Aaaaaawwww...."


"Disiiiiiiil "


Disil meraih mic dari genggaman Sintia.


"Terimakasih ataa sambutan kalian.. Terimakasih atas dukungan dan kerjasamanya. We love you all..." teriak Disil mengakhiri penampilan mereka.


Geng ERASADIS turun dari atas pentas dan kembali keruangan mereka.


"Gile lu bro. Keren banget gaya kamu tadi" puji Rafa.


"So pasti Disil geto loh" jawab Disil bangga.


"Iya Dis, aku sangat terbantu. Karena kamu grogiku hilang dan aku jadi tambah semangat" balas Sintia.


"Aku ngerasa benar-benar jadi anak Band" ucap Ela bersemangat.


"Btw dapat ilham dari mana lo minta saweran?" tanya Aby penasaran.


"Waktu kita latihan, pertama kali aku pegang krecek. Kalian tertawa trus lo kalian bilang aku mau ngamen. Aku fikir-fikir kenapa gak sekalian aja aku buat seperti itu. Hitung-hitung ini honor kita tampil siang ini. Kan tadi aku udah janji selesai manggung kita akan makan besar. Hitung dulu yuk penghasilan kita hari ini" ucap Disil.


Sontak mereka semangat dan mendekat. Disil mengeluarkan uang yang terkumpul dari dalam topinya. Mereka mulai menyusun dan menghitung uangnya.


"Berapa Dis?" tanya mereka penasaran.


"Weis.. delapan ratus ribu. Gak nyangka bisa dapat segitu" jawab Disil.


"Wah banyak juga Dis" ucap Rafa.


Tiba-tiba Wali kelas masuk menemui mereka di kelas.


"Selamat untuk kalian, penampilan kalian sangat memeriahkan pentas seni tahun ini. Ibu bangga dengan kalian" puji Ibu Guru Wali Kelas Unggulan.


Ibu guru menjabat tangan mereka satu persatu.


"Sama-sama Bu, kami juga senang bisa memberikan yang terbaik buat kelas kita" balas Aby.


"Terimakasih ya terlebih untuk Disil. Kamu memang artisnya di sekolah ini" puji Ibu Guru sambil tersenyum.


"So pasti bu. Disil gitu loh" jawabnya percaya diri.


"Usai pentas seni kita bisa cabut kan Bu? Kan hari ini gak belajar?" tanya Ela.


"Iya boleh tapi jangan berkeliaran diluar dengan seragam sekolah ya" Ibu Guru mengingatkan.


"Beres bu" balas Ela.


"Ibu keluar dulu" Ibu Guru kemudian kembali kelapangan tempat pentas seni diadakan.


"Makan besaaar" ucap mereka berbarengan.


.


.


BERSAMBUNG