Find The KEY

Find The KEY
Ep. 139



"Oooh ternyata begitu perasaan kamu sebenarnya ya Raf?" ucap Lisa yang tiba - tiba datang menghampiri Ela dan Rafa.


Akh dia lagi... Kenapa dia selalu ada sih. Batin Ela kesal.


"Kamu, ngapain kamu di sini?" tanya Rafa.


"Aku sedang mencari angin agar gaunku kering tanpa sengaja aku mendengar kalian bicara. Jadi selama tujuh tahun ini kamu tidak pernah mencintaiku?" tanya Lisa tak percaya.


"Maaf Lis saat ini aku harus jujur. Aku hanya tertarik sesaat pada kamu. Setelah Ela pergi baru aku sadari cintaku hanya untuk Ela" ungkap Rafa jujur.


"Jadi tujuh tahun kamu membohongiku?" tanya Lisa.


"Aku tidak berbohong. Aku menyadari perasaanku ketekita Ela balik ke Indonesia. Aku mencoba mencintai kamu selama tujuh tahun, aku tidak pernah mengkhianati kamu. Tapi kamu tidak memanfaatkan kesempatan itu. Kamu tidak pernah berusaha untuk memperbaiki hubungan kita. Kamu selalu saja banyak alasan setiap kali kita membicarakan hal yang serius. Dan pada akhirnya kamu sendiri yang merusak hubungan kita" jawab Rafa.


"Maaf Raf, sepertinya kalian harus benar - benar menyelesaikan urusan kalian berdua. Aku tidak pernah ada diantara hubungan kalian. Saat kalian pacaran aki pergi jauh dan setelah hubungan kalian berakhir aku baru kembali. Jadi tolong jangan sangkut pautkan aku dalam permasalahan kalian. Dan maaf aku harus pergi. Ada sesuatu yang harus aku lakukan" ucap Ela pamit.


Ela segera berlari menuju dalam ruangan pesta. Mencari sosok Fajar.


Fa jangan pergi kamu belum mendengar semuanya. Tolong dengarkan penjelasanku Fa. Teriak batin Ela.


Ela sampai di meja mereka berkumpul tadi tapi sosok Fajar tidak dia temukan.


"Kak Key Fajar dimana?" tanya Ela.


"Fajar keluar Key tadi dia dapat telephone dari London. Ada masalah di sana, sepertinya dia akan berangkat ke sana malam ini juga" jawab Keysha.


"Ket tolong temani aku" pinta Ela.


Ela segera berlalu menuju loby hotel di susul Catherine yang setengah berlari mengejar Ela.


"Ada apa El?" tanya Catherine bingung dengan sikap Ela.


Ela mencoba menghubungi nomor Fajar tetapi nomornya sibuk


"Ket, temani aku ke Bandara. Ayo cepat" ajak Ela.


"Ada apa El? kamu harus jelaskan padaku. Apa yang terjadi?" tanya Catherine penasaran.


"Nanti aja Ket di jalan. Ayo cepat" teriak Ela.


Ela menghentikan taxi yang berhenti tepat di depan pintu masuk hotel.


"Cepat" teriak Ela.


Ela dan Catherine masuk ke dalam taxi.


"Ke Bandara Pak" ucap Ela.


"Baik Non" jawan sang supir.


Ela terlihat sangat tegang.


"El cerita padaku apa yang sedang terjadi?" desak Catherine.


"Rafa mengungkapkan perasaannya padaku Ket dan Fajar mendengarnya. Dia.. dia salah paham" ucap Ela sedih.


"Salah paham gimana?" tanya Catherine.


"Aku mengatakan kalau aku juga menyayangi Rafa. Lalu Fajar pergi, dia tidak mendengar kelanjutan ucapanku. Aku menyayangi Rafa sebagai sahabat tidak lebih. Perasaanku padanya sudah berakhir" ungkap Ela.


"Terus kenapa kita harus mengejar Fajar dan kenapa kamu seperti merasa bersalah? Kamu dan Fajar kan belum ada hubungan apapun? Tau gak, kamu seperti orang yang ketahuan selingkuh" ucap Catherine.


"Saat dia pergi aku melihat wajahnya sangat kecewa Ket, entah mengapa dadaku terasa sesak dan menyakitkan. Aku.. aku sepertinya sudah jatuh cinta padanya" jawab Ela.


"Waduuuh gaswat El. Telah terjadi kesalah pahaan eh maksud aku kesalah pahaman" Catherine bercanda mencoba mencairkan suasana.


"Makanya aku harus bertemu dengan Fajar saat ini. Aku harus mengutarakan perasaanku padanya" ucap Ela.


Ela mencoba menghubungi nomor Fajar lagi tapi nomornya sudah mati.


"Keeet hpnya gak aktif. Apa dia sudah terbang" Ela terlihat semakin sedih.


"Tenang El... Biasanya setiap ada masalah kamu bisa menghadapinya dengan tenang. Ternyata cinta membuat orang berbeda ya. Benar kata orang cinta itu bede. Dulu kamu Elo gara - gara cinta berubah jadi Ela" Catherine mencoba menggoda Ela.


"Kekeeeeeet...." teriak Ela.


Mereka sampai di Bandara Soekarno Hatta tepat di keberangkatan Luar Negeri. Ela bertanya kepada bagian informasi pesawat keluarga Barrakh apakah sudah berangkat?


"El coba telephone lagi terakhir El..." suruh Cartherine.


Ela meraih hpnya dan mencoba menghubungi Fajar tapi hpnya sudah tidak aktif.


"Mati Ket" jawab Ela putus asa.


"Mbak pesawat keluarga Barrakh sudah berangkat atau belum?" tanya Catherine ke bagian informansi.


"Sebentar ya Mbak" ucap karyawati tersebut kemudian wanita itu mengecek di komputernya.


"Baru berangkat Mbak lima menit yang lalu" ucap wanita itu.


"Tuh kan Ket dia udah pergi dengan membawa semua kesalahpahaman ini" ucap Ela sedih.


"Tenang El kamu harus sabar. Dengan Rafa saja kamu sabar menjalaninya selama tujuh tahun masak sama Fajar nggak" nasehat Catherine.


"Beda Ket" jawab Ela.


"Beda dimananya?" tanya Catherine.


"Posisi Fajar itu sama dengan posisi aku tujuh tahun yang lalu. Aku mengetahui Rafa pacaran dengan Lisa dan aku lari ke London" jawab Ela putus asa.


"Tapi kan Fajar sudah ngungkapin perasaannya pada kamu. Kalau kamu dulu kan nggak. Kamu pendam perasaan kamu sendiri dan kamu lari. Fajar saat ini bukan lari El dia cuma tugas. Karena hotelnya di London ada masalah makanya dia terbang ke sana. Nanti juga kalau masalahnya sudah selesai Fajar pasti kembali kok" Catherine memberi semangat.


"Tapi Ket..." ucap Ela


"Kamu tenang ya, dia sudah terikat pada kamu. Kamu gak perlu takut. Dia pasti kembali mencari kamu karena hanya kamu penawar penyakitnya, tidak ada yang lain. Dia pasti tidak akan menyerah semudah itu. Kalau aku jadi dia ya El, sebelum kamu nikah aku pasti kejar kamu terus. Bila perlu aku culik kamu di malam sehari sebelum pernikahan kamu" Ela tetap memberi semangat kepada Ela.


Ela menarik nafas panjang, dia pasrah. Ini semua jalan yang dipilihkan Allah untuknya. Dia harus sabar menjalaninya. Semoga apa yang Catherine bilang benar terjadi.


Fa kami cepat pulang ya... Saat kamu pulang nanti, aku akan mengutarakan perasaanku padamu. Baru sebentar saja kamu pergi Fa, aku sudah rindu... Batin Ela.


"Kita pulang yuk, udah malam banget. Nanti yang lain kecarian" ajak Catherine.


"Ayuuuk" jawab Ela pelan.


Mereka memesan taxi lagi dan kembali ke Hotel karena malam ini mereka bersama keluarga ini dan para sahabat di berikan fasilitas menginap di hotel yang sama dengan pengantin.


Sesampainya di Hotel pesta telah usai, keluarga dan para sahabatnya sudah masuk ke kamar mereka masing - masing.


Ela tampak tak bersemangat berjalan menuju kamarnya. Tiba - tiba ada seseorang yang memanggilnya.


"Dari mana saja kamu El?....


.


.


BERSAMBUNG


Hai reader selamat pagi, selamat berpuasa bagi yang menjalankan. Tetap semangat ya...


Awal yang baru beri aku hadiah yang banyak donk.. Ngarep dot com 🤣🤣