
"Sayaaaaaang.. kamu kenapa malah nangis kencang gitu. Udah keluar hasilnya?" tanya Rafa yang terkejut mendengar suara tangis istrinya dari dalam kamar mandi.
Dengan sigap Rafa langsung masuk menyusul istrinya, takut terjadi sesuatu dengan istrinya. Rafa membawa Catherine keluar dari kamar mandi.
"Mana test packnya, sini Mas mau lihat hasilnya?" pinta Rafa lembut setelah mereka duduk di pinggiran tempat tidur.
Catherine menyerahkan alat test kehamilan yang baru saja dia pakai.
"Garis dua... yes.. kamu hamil yank" Teriak Rafa senang.
"Alhamdulillah ya Allah akhirnya kami akan menjadi orang-tua" ucap Rafa sujud syukur.
Tangis Catherine semakin kencang karena bahagia melihat suaminya sesenang itu mendapat kabar gembira ini.
Rafa kembali duduk di samping istrinya.
"Udahan donk yank nangisnya, nanti anak kita jadi ikutan sedih" bujuk Rafa.
"Aku gak mau nangis Mas tapi gak tau air mataku terus mengalir" jawab Catherine sambil terisak.
"Benar kan aku bilang, gak perlu harus honeymoon ke London baru kamu hamil. Wong London adalah kampung halaman kamu kok" ucap Rafa.
"Iya Mas, Alhamdulillah... terimakasih ya Allah, KAU kabulkan doa kami" ucap Catherine.
"Terimakasih ya yank, kamu sudah mau mengandung buah hati cinta kita" ujar Rafa.
"Kenapa kamu harus bilang terimakasih Mas, ini kan sudah tugasku sebagai seorang istri, sebagai seorang wanita. Justru aku malah takut kalau aku gak hamil - hamil. Sekarang aku lega sekali" balas Catherine bahagia.
"Kita kabari Mama Papa, Mom and Dad yuk" ajak Rafa.
Rafa meraih ponselnya kemudian melakukan video call dengan kedua orangtua mereka.
"Assalamu'alaikum Pa, Mama dimana?" tanya Rafa.
"Wa'alaikumsalam. Kamu mau bicara sama siapa sebenarnya ini. Telepon Papa tapi yang di cari Mama. Kalau mau bicara sama Mama ya telepon ke HP Mama aja" ucap Reza.
"Ih si Opa sensi amat, persis sama bumilku yang ada di samping nih, suka ambekan" goda Rafa.
"Apa maksud kamu? Opa dan siapa bumil?" tanya Reza bingung.
"Opa ya Papa, dan bumil istri aku ini" ungkap Rafa.
"Maksud kamu Keket hamil dan sebentar lagi Papa akan jadi Opa?" tanya Reza penasaran.
"Yup, tepat sekali" jawab Rafa cepat.
"Benar? Alhamdullilah... " sambut Reza.
"Ada apa Pas, gembira amat, siapa yang telepon?" Tiba - tiba Lidya datang dari arah belakang dan bertanya karena penasaran.
"Ini Ma, sini... Ini Rafa dan Keket yang telepon" Reza menarik istrinya mendekat.
"Ada apa sih, kok semangat banget. Kayak baru menang lotre" canda Lidya.
"Lebih hebat dari menang lotre Ma" balas Reza.
"Assalamu'alaikum sayang... " sapa Lidya.
"Wa'alaikumsalam omaaaa... " jawab Rafa.
"Oma? Siapa Oma?" tanya Lidya bingung persis seperti Reza tadi di awal bertelepon.
"Mama donk, sebentar lagi akan di panggil Oma" ungkap Rafa.
"Oh ya, beneraaan Keket sayang? " tanya Lidya pada menantunya.
"Iya Ma, baru aja kami test dan hasilnya Alhamdulillah positif" jawab Catherine.
"Alhamdulillah.... "ucap Lidya dan Reza barengan.
"Gimana keadaan kamu sayang, apakah ada perasaan mual?" tanya Lidya penuh kasih sayang pada menantunya.
"Alhamdulillah nggak ada Ma. Badanku biasa saja" jawab Catherine.
"Tapi lebih manja dan malah cengeng Ma, dari kemarin aneh. Karena hal sepele bisa nangis" ucap Rafa.
"Oh ya? Mama kan lemah lembut dan penyabar, bisa marah juga?" tanya Rafa terkejut.
"Biasanya wanita hamil suka berlawanan tingkahnya dengan sifat aslinya. Itu tanpa di sadari lho ngelakuinnya. Jadi kamu sebagai suami harus memakluminya dan pasang mode siap siaga, jangan lemot. Harus ngerti istrinya yang lagi hamil pengennya apa" nasehat Lidya.
"Benar juga yang Mama katakan itu, dari kemarin dia suka ngambek, nangis, manja dan malas banget pengennya di kamar terus tiduran, ni sampai sarapan pagi pesan ojol makan lontong Medan" jawab Rafa.
"Wah enak tuh, beli dimana? Papa mau donk" sambut Reza.
"iiiih si Papa lagi ceritain si Keket hamil cucu kita kok malah tertarik sama lontong Medan sih" potong Lidya.
"Kangen Ma sama lontong Medan" jawab Reza.
"Hahaha Papa di marahin Mama, tapi beneran enak lho Pa lontong Medan nya. Aku yang baru pertama coba aja suka. Besok deh Pa kami bawa sarapan lontong Medan ke rumah Papa, gimana?" Catherine tiba-tiba mendapat ide.
"Bagus.. bagus.. Papa mau. Papa tunggu besok ya, sekalian kita syukuran keluarga inti aja atas kehamilan Keket" balas Reza.
"Kamu mau Mama masakin apa sayang?" tanya Lidya.
"Apa aja Ma, aku lagi gak pengen makanan khusus yang penting ueeenak" jawab Catherine semangat.
"Ya sudah, kamu harus banyak - banyak istirahat dulu, jangan lasak karena masih hamil muda" Lidya mengingatkan.
"Kamu juga Raf harus banyak - banyak bersabar dan pengertian. Biasa itu wanita hamil emang bawakannya suka tiduran, kalau si Keket lagi gak mood makan ya kamu cari makanan di luar atau kamu aja yang masak sekalian dari pada Keket kelaparan. Papa gak mau cucu Papa kurang gizi gara-gara kamu" ancam Reza.
"Iya Pa, siap.. siap.. mulai hari ini aku akan belajar menjadi suami siaga" tegas Rafa
"Bagus.. itu baru putra Papa" jawab Reza.
"Namanya Rafa Pa bukan Putra" jawab Catherine bingung.
"Hahahaha.... Kekeeeet.. Kekeeeet.. " tawa Reza lucu melihat wajah menantunya.
"Maksud Papa putra itu, anak laki-laki sayaaaang. Bukan sebuah nama" ungkap Rafa.
"Habis aku lihat di nama Aby ada Putra nya sedangkan si Ela pakai putri" jawab Catherine lugu.
"Ya maksud nama mereka itu mereka adalah anak - anak dari keluarga Gunadi" Rafa menjelaskan.
"Ooo gitu toh maksudnya" jawab Catherine sambil menganggukkan kepalanya karena sudah mengerti penjelasan dari suaminya.
"Udah dulu ya Pa, Ma, kami mau nelepon Mom and Dad dulu di London. Ngasi kabar gembira ini" ucap Rafa.
"Iya iya.. mereka pasti senang sekali mendengar kabar ini" jawab Reza.
"Eh bukannya di sana masih malam? Tunggu sebentar lagi Raf, kasihan waktu tidur mereka kalian ganggu" cegah Lidya.
"Untung Mama ingatin, aku sampai lupa sangkin senangnya.
" Dah dulu ya Pa... Ma.. daaa... sampai ketemu besok" Rafa mengakhiri video call nya.
Rafa tersenyum bahagia menatap istrinya, dia memeluk erat tubuh istrinya dalam dekapannya.
"Gak percuma ya aku ngadon tadi malam pakai resep o**o" gombal Rafa.
"iiih Mas ini ada - ada aja" Catherine mencubit perut suaminya.
"Aaaw geli yank, bawahan dikiiit donk" goda Rafa lagi.
"Maunya tuh, mau banget. Mana ada orang ngadon malam paginya langsung jadi. Emangnya kue" bantah Catherine.
"Hahahahahaa.... aku kan pengen godain kamu yank, siapa tau gayung bersambut dapat jatah pagi hari" tawa Rafa.
"Rencana jahat" balas Catherine.
"Tapi kamu suka kan hahahahah" lagi - lagi Rafa tertawa melihat wajah istrinya yang sudah merah karena malu.
.
.
BERSAMBUNG