Find The KEY

Find The KEY
Ep. 107



Fajar tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta jam sepuluh malam. Karena waktu sudah hampir larut dan juga Fajar memang membutuhkan istirahat yang cukup karena jetlag. Fajar memutuskan untuk langsung pulang kerumah orangtuanya.


Dia sampai di rumah sekitar jam sebelas malam dan ternyata Papa dan Mamanya masih terjaga. Mereka sedang menanti kepulangan putra sulung mereka dari London.


"Bagaimana perjalanan kamu sayang" ucap Jasmine sambil memeluk putra tersayangnya.


"Alhamdulillah lancar Ma" jawab Fajar.


"Kamu sudah makan malam?" tanya Jasmine.


"Sudah tadi di pesawat Ma" balas Fajar.


Fajar mencium tangan Papanya dan Mamanya.


"Akhirnya kamu pulang. Papa harap kamu menetap selamanya di sini. Papa sudah tua, sudah saatnya kamu yang menggantikan Papa di Perusahaan" ucap Omar.


"Sabar Pa, beri aku waktu sedikiiiit lagi. Seperti dalam pesan yang aku kirim pada Papa, biarkan aku menemukan wanita yang aku cari selama ini. Setelah itu aku akan memenuhi janjiku" tegas Fajar.


"Sudahlah Mas, biarkan Fajar istirahat dulu. Dia pasti lelah baru melakukan perjalanan panjang" sambut Jasmine.


"Ya sudah kamu ke kamar, Papa dan Mama juga mau tidur sudah malam" ucap Omar.


"Baiklah.. Selamat malam Pa, Ma" Fajar pamit kepada orangtuanya dan melangkah menuju kamarnya.


*******


Keesokan harinya.


Pagi - pagi sekali Fajar sudah terlihat rapi dengan pakaian kerja lengkap. Dia memakai jas yang sangat pas di tubuhnya membuat penampilannya terlihat sangat gagah dan tampan.


Fajar keluar kamar dan menghampiri orangtuanya yang sedang menikmati sarapan pagi.


"Pagi - pagi sudah rapi nak, kamu mau kemana?" tanya Jasmine lembut.


"Aku mau pergi ke suatu tempat Ma, mencari seseorang yang akan menjadi pendamping hidupku" jawab Fajar.


"Sudah berulang kali Papa katakan Ela kembaran Abyasa adalah antimo kamu. Dari awal pertemuan kalian Papa sudah perhatikan alergi kamu tidak kumat padanya. Itu artinya dialah wanita yang selama ini kamu cari" tegas Omar.


"Bukan... bukan dia Pa. Dia bukan wanita tapi wanita jadi - jadian makanya alergiku tidak kumat saat berdekatan denganku" bantah Fajar.


"Sayang mana bisa ada dua wanita yang menjadi penawar penyakit kamu. Hanya ada satu wanita di dunia ini" potong Jasmine.


"Iya dan aku akan membuktikannya kepada Papa dan Mama. Aku akan segera menemukannya dan membawanya ke hadapan kalian" ujar Fajar sangat yakin.


"Kamu tidak akan menemukannya karena antimo kamu itu adalah Ela" potong Omar.


"Maaas sudah biarkan saja putra kamu mencari sendiri pendamping hidupnya. Kita tidak usah mencampuri kehidupan pribadinya. Dia sudah cukup dewasa menentukan mana yang terbaik untuk hidupnya" ucap Jasmine.


Omar diam dan melirik Fajar dengan kesal. Sudah berulang kali dia mengatakan pada putranya bahwa antimo Fajar adalah Ela. Tapi Fajar selalu menolaknya dengan berbagai alasan.


Padahal Omar sudah membuktikan sendiri hal itu dengan menjebak mereka dalam lift saat pesta pernikahan Keysha dan Abyasa.


Hanya saja hal itu masih dirahasiakan sampai sekarang karena muncul fakta baru bahwa Ela mempunyai trauma berat karena pernah terjebak terkurung di lift saat dia masih kecil.


Akhirnya Omar menyembunyikan aksi dia bersama teman - temannya Trio Ambisi plus Kunci Serep si Abu. Tapi Omar masih menyimpan video rekaman cctv saat Fajar dan Ela terjebak di lift.


Omar berkeyakinan suatu saat nanti video itu bisa dijadikan senjata untuk meyakinkan Fajar bahwa Ela lah antimonya.


Hemmm... sepertinya aku harus turun tangan lagi. Anak bodoh ini ternyata lebih bodoh dari padaku soal wanita. Aku kira cuma aku saja dulu yang polos tentang wanita sampai harus main jebakan sama si Abu sialan itu ternyata anakku lebih bodoh lagi. Sepertinya Trio Ambisi harus beraksi lagi. Batin Omar.


Omar mengirim pesan group di hpnya.


Aladin


Abu, Jin pagi ini kalian harus kumpul di ruanganku. Ada rapat penting tentang Lampu Aladin.


Abu


Ada apa Din? Anak kamu buat ulah lagi?


Jin


Ada apa dengan si Lampu Aladin Bos? Belum ketemu juga antimonya?


Aladin


Abu


Seeep 👍


Jin


Oke 👌


"Aku berangkat dulu ya sayang" ucap Omar kepada istrinya Jasmine.


"Iya Mas, hati - hati" jawab Jasmine.


"Fa, Papa pinta hari ini kamu datang ke kantor" pinta Omar.


"Tapi Pa, aku.." jawab Fajar


"Hari ini saja, besok kamu boleh bebas" tegas Omar.


"Sayaaaang dengerin permintaan Papa kamu, cuma hari ini. Besok kamu bebas mencari wanita impian kamu" sambung Jasmine


"Baiklah, aku akan datang ke kantor sebentar lagi" jawab Fajar.


"Papa tunggu kamu jam sepuluh di kantor ya" balas Omar.


"Oke Pa" sambut Fajar singkat.


Omar pergi menuju mobilnya di susul Jasmine yang mengantar kepergian suaminya sampai pintu depan rumah.


"Sepertinya aku harus memberi pelajaran sama anak bodoh kamu itu sayang" ucap Omar sambil mengecup pipi istrinya mesra.


"Tapi jangan terlalu ekstrim ya Mas, jangan seperti aku dulu. Kasihan antimonya itu, belum tentu dia wanita yang kuat dan tegar" jawab Jasmine.


"Tenang sayang, aku yakin dia sangat kuat dan tegar. Malah sangat kuat" tegas Omar tersenyum.


Omar masuk ke dalam mobilnya dan langsung melaju menuju kantornya. Sesampainya dia di ruangannya sudah menunggu Abu dan Jin Iprit.


"Apa yang akan kamu bahas Din?" tanya Kevin.


"Aku sudah mendapat informasi dari London. Tepat dugaan aku wanita yang dikejar dan dicari - cari Fajar itu adalah Ela anak Aditya besan kamu Bu. Hanya saja anak bodoh itu belum juga menyadarinya. Sepertinya kita harus memberi dia pelajaran biar sadar" ucap Omar.


"Aku gak nyangka anak kamu lebih bodoh dari pada bapaknya. Apa perlu si Ela kita jebak seperti Jasmine dulu?" tawar Kevin.


"Jangan, dia lebih tangguh dari Jasmine dulu. Bisa - bisa kita di tendang sama dia. Kita sudah tua gak seperti dia yang masih muda dan kuat. Kamu lupa, Fajar aja kalah kena tendangan dia" cegah August.


"Benar juga apa yang kamu bilang Jin, dasar Jin Iprit penerawangan kamu memang gak pernah meleset" goda Kevin.


"Menurut aku anak itu lebih baik kita ajak bekerjasama. Sifatnya hampir sama gilanya seperti kamu, makanya kalian setiap bertemu selalu bertengkar jumpa imbang" ucap Omar.


"Iya juga ya. Aku jadi ingat anak tengil itu memanggilku Pak Tua. Sepertinya permainan kita kali ini lebih seru. Korbannya bukan yang wanita tapi malah prianya hahaha... Dan yang lebih membuat aku senang malah kamu yang memberi ide gila ini. Secara kamu Bapaknya, kamu rela anak kamu yang jadi korban" Tawa Kevin renyah.


"Habis aku malu punya anak bodoh seperti itu, pengen banget ngasi dia pelajaran" ujar Omar.


"Jin coba kamu cari informasi dari Sintia calon mantu kamu nomor telepon si anak tengil itu. Kita buat janji untuk ketemu dia siang ini" perintah Kevin.


"Siap Bu, aku akan minta dari Ryza, biar dia yang minta sama Sintia" jawab August.


Rapat Trio Ambisi pagi ini sudah selesai dengan keputusan mereka akan menjalin kerjasama dengan Ela si anak tengil.


Apakah kerjasama yang akan mereka lancarkan? Saksikan up selanjutnya besok pagi.


.


.


BERSAMBUNG


Malam guys aku kasih bonus sebelum tidur ya... Jangan penasaran ya nanti kebawa mimpi.. Biar Fajar aja yang mimpiin Inces, Incessnya malah lagi bobok sama reino barak 🤣🤣