Find The KEY

Find The KEY
Ep. 202



"Gimana nih Mas?" tanya Catherine bingung.


"Ya sudah lah yank kita turuti saja kemauannya. Toh kan wajar apa yang dia minta. Kita sudah menikah lebih dari ini juga sudah boleh kita lakukan" ucap Rafa sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Catherine.


"Tapi lihat nih Mas bajunya sexy banget aku kok merasa jadi wanita gimanaaaa gitu" tolak Catherine.


"Kamu itu wanitaku jadi cukup memakai ini hanya di depanku saja. Ingat kalau sudah menikah semuanya adalah ibadah" balas Rafa.


Catherine menarik nafas panjang dan pasrah.


"Baiklah Maaas" jawabnya pelan.


Catherine membawa lingerie sexy itu ke kamar mandi. Sesampainya di kamar mandi Catherine melepas mukenanya dan memakai lingerie putih bulu - bulu. Lengkap dengan bando dan gelang tangan bulu - bulu berwarna putih.


"Ya Tuhan, Ela aaa segitunya ide gila kamu" Catherine menarik nafas panjang dan keluar dari kamar mandi.


"Bismillah" ucapnya dalam hati.


Begitu pintu kamar mandi terbuka Rafa yang sedang berbaring di tempat tidur sambil memegang ponselnya terlihat sangat terkejut dan sangat takjub melihat penampilan istrinya yang sangat luar biasa sexy itu.


Tanpa sadar hpnya jatuh dari genggaman tangannya. Rafa menelan salivanya.


"Maaas jangan liatin aku seperti itu ah, aku malu" pinta Catherine.


"Kamu beneran istriku kan? aku kira bidadari dari mana gitu" goda Rafa.


Wajah Catherine terlihat memerah. Membuat dia semakin terlihat lucu sekaligus menggairahkan.


Catherine segera naik ke atas tempat tidur dan menutupi tubuhnya dengan selimut yang ada di atas ranjang.


Rafa menatap intens ke mata istrinya.


"May I.... "


Catherine mengangguk dan tertunduk malu. Rafa tersenyum dan memegang wajah istrinya dengan kedua tangannya.


Sambil membaca doa Rafa pun memulai aksinya untuk malam pertama yang akan terasa sangat panjang malam ini.


Indahnya sesuatu hubungan yang halal tanpa ada rasa bersalah dan bujuk rayu setan melainkan semuanya akan berubah menjadi ibadah dan beribu doa dari para malaikat untuk keutuhan rumah tangga mereka.


Berikanlah kami keturunan yang terbaik yang soleh dan solehah Rabb... Pinta mereka berdua malam ini.


****************


Keesokan harinya.


Seperti biasa setiap ada pesta yang berlangsung di keluarga besar Barrakh dan Gunadi semua keluarga besar menginap di Hotel setelah acara selesai.


Pagi ini mereka menikmati sarapan pagi bersama di Hotel sebelum kembali ke rumah masing-masing.


Ela dan Fajar baru saja turun dari kamar mereka dan segera bergabung dengan seluruh keluarga.


"Bagaimana keadaan kamu pagi ini sayang?" tanya Alexa.


"Tadi pagi mual lagi Ma tapi Alhamdulillah sekarang sudah lebih mending. Aku lapar sekali Ma tapi aku gak mau makan nasi masih mual" jawab Ela pada Mamanya.


"Kalau begitu kamu makan roti saja ya" ucap Alexa.


"Sekalian tolong pesankan teh hangat jangan terlalu manis ya Ma" pinta Ela.


"Iya sayang" balas Alexa.


"Fa, kapan kamu membawa Ela ke dokter kandungan?" tanya Jasmine.


"Besok Ma. Hari ini biar Ela istirahat dulu di rumah, dia pasti kelelahan karena kurang istirahat beberapa minggu ini" jawab Fajar.


"Iya, tapi kamu juga jangan gangguin dia kalau di kamar. Dia masih hamil muda. Takut bayinya di dalam kenapa - kenapa" tegur Jasmine.


"Siap Ma, aku akan menjadi suami siaga mulai hari ini" balas Fajar


"Besok sekalian kami aja Fa. Kami juga jadwal priksanya besok ya kan Tha" ucap Keysha.


"Boleh, ya kan yank. Kamu pasti senang kalau ada teman yang lain. Hamil mudanya gak terasa berat" sambut Fajar.


"Iya Mas" Ela melirik Sintia yang terdiam sambil sibuk menikmati sarapan paginya. Ela sangat tau saat ini sahabatnya itu pura-pura tidak mendengar ocehan mereka pagi ini.


Setelah acara sarapan pagi selesai Ela sengaja mendekati Ditha.


"Tha kita mojok sebentar yuk sama Sintia" ajak Ela.


"Boleh El. Dari tadi aku juga udah perhatiin dia saat sarapan pagi. Aku gak enak lihat dia, pasti dalam hatinya sedih banget tu El" ujar Ditha.


"Makanya aku ajak kamu bicara bertiga sama dia" sambung Ela.


Mereka berjalan mendekati Sintia.


"Sin ke taman sebentar yuk" ajak Ela.


"Ngapain?" tanya Sintia.


"Menghirup udara pagi, pengen quality time bertiga sama kamu" balas Ela.


"Yuk ah, gitu aja pakai mikir beraaaat banget" Ditha langsung menarik lengan sahabatnya.


"Mas aku ke taman sebentar ya sama Ditha dan Sintia" ucap Ela pada Fajar.


"Hati - hati ya yank" balas Fajar.


Ela segera berjalan menyusul dua sahabatnya. Mereka mencari tempat duduk yang nyaman di taman.


Mereka duduk di bawah pohon rindang dan di depan mereka danau buatan yang dirancang untuk mempercantik taman hotel ini.


"Sin ada yang mau kami bilang sama kamu" Ditha memulai pembicaraan.


"Tentang apa, kok sepertinya serius banget?" Sintia balik bertanya.


"Sorry ya Sin, aku duluan hamil dari kamu" ujar Ela.


"Ela, kamu kok gitu sih ngomongnya" Sintia terkejut dengan apa yang diucapkan sahabatnya tersebut.


"Kami berdua merasa gak enakan sama kamu. Karena omongan kamu kemarin di Butik Sin" sambung Ditha.


"Kenapa kalian gak enakan? Emangnya hamil itu bisa ditentuin siapa yang nikah dia yang duluan hamil, nggak kan? Kita kan hanya berusaha tapi Allah yang menentukan semuanya" jawab Sintia.


"Nah karena itulah kami mau ngobrol bertiga sama kamu. Kami tidak mau kamu jadi kepikiran akan hal itu. Ini semua kan rezeki dari Allah Sin. Mungkin Allah belum memberikan rezeki hamil untuk kamu agar kamu lebih berusaha lagi" ucap Ela.


"Iya bener.. bener... " sambut Ditha.


"Aku akan bilang sama suamiku agar dia kasih cuti Ryza selama seminggu untuk kalian honeymoon. Kaliankan setelah nikah belum honeymoon" ujar Ela.


Sintia terlihat terkejut mendengar perkataan Ela. Dia pernah menyinggung suaminya tentang honeymoon tapi Ryza langsung mengelak dengan alasan saat ini di kantor dia sangat sibuk karena mereka baru menjabat jabatan baru di Barrakh Corp.


Saran Ela ini sangat membuatnya bahagia.


"Bener El?" tanya Sintia.


Ela menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kepada Sintia.


"Kamu mau kan?" tanya Ela.


"Mau banget El" jawab Sintia dengan mata berbinar.


"Kamu pengen honeymoon kemana?" tanya Ditha.


"Aku pengen ke London lagi. Kemarin waktu ke sana nemenin kalian honeymoon aku dan Mas Ryza kan belum nikah jadi gak bisa mesra - mesraan. Jadi saat kita pulang ke Indonesia aku berjanji dalam hati akan ke sana lagi setelah menikah" jawab Sintia.


"Ya udah kesana aja hari ini biar bisa bareng Mom dan Daddy balik ke London. Sebentar ya aku hubungi suamiku dulu" sambung Ela.


Ela meraih ponselnya.


"Maaaas" panggil Ela melalui telepon.


"Ya sayang, ada apa?" tanya Fajar.


"Kamu dan Ryza bisa gak nyusul kami ke taman belakang hotel?" pinta Ela.


"Sebentar ya, kamu tunggu di situ" jawab Fajar.


Beberapa menit kemudian Fajar dan Ryza berjalan ke arah mereka duduk.


"Ada apa yank, kenapa kamu memanggil kami ke sini?" tanya Fajar penasaran.


"Gini Mas aku tadi kan lagi cerita - cerita ni sama Ditha dan Sintia tentang honeymoon kita ke London kemarin trus tiba-tiba aku kok jadi pengen honeymoon lagi" Ela mengedipkan matanya pada Ditha dan Sintia.


Ditha dan Sintia mengerti kode yang di berikan Ela jadi mereka diam saja dan mengikuti permainan Ela.


Nih anak sableng pasti punya ide gila nih sepertinya. Batin Ditha dan Sintia.


"Kamu mau honeymoon saat hamil muda seperti ini yank? apa kamu kuat?" tanya Fajar bingung.


"Nah justru karena itu makanya aku suruh kamu datang ke sini ajak Ryza. Aku mau honeymoon ke dua kita diwakilkan oleh Sintia dan Ryza" jawab Ela.


"Emangnya bisa gitu?" tanya Fajar penasaran.


Ela menganggukkan kepalanya dan tersenyum pada suaminya.


"Bro ini mungkin yang dinamakan ngidam" bisik Ryza ke telinga Fajar.


Fajar terlihat sedang berfikir keras. Baru saja tadi pagi dia berikrar akan menjadi suami siaga. Masak permintaan pertama istrinya tidak bisa dia kabulkan?


"Baiklah, kapan kamu pengen honeymoon kedua yang diwakilkan Ryza dan Sintia sayang?" tanya Fajar lembut.


"Malam ini, aku mau mereka pergi malam ini biar bisa bareng Mommy dan Daddy pulang ke London Mas" pinta Ela.


"Apa malam ini El?" tanya Ryza dan Fajar berbarengan.


.


.


BERSAMBUNG