Find The KEY

Find The KEY
Ep. 216



Dua minggu berlalu...


Fajar tiba di kantor tepat waktu karena hari ini dia akan menjalani meeting dengan client di luar bersama Ryza nanti siang sambil makan siang.


Ryza juga sudah tiba di kantor lima menit sebelum Fajar tiba. Saat ini dia sedang sibuk mengurus berkas - berkas yang akan mereka butuhkan nanti saat meeting.


"Kalian jadi meeting nanti siang dengan PT. Mekar Jaya?" tanya Keysha.


"Jadi Key" jawab Fajar.


Mereka berkumpul di ruang kerja Fajar untuk mempersiapkan semua keperluan meeting Fajar dan Ryza siang ini.


Ryza terlihat sedang mengurut kepalanya.


"Kamu kenapa Ry?" tanya Keysha penasaran.


"Gak tau Key dari tadi pagi kepalaku pusing dan terasa berat" jawab Ryza.


"Kamu minum obat Ry, kamu tau kan meeting kita siang ini penting. Kita gak bisa membatalkan janji kita dan kamu tau kan aku tidak bisa datang sendiri ke sana karena sejak awal kita sudah berbagi tugas. Kamu juga sangat di butuhkan dalam meeting siang ini" tegas Fajar.


Fajar sadar tak seharusnya dia memaksa Ryza dalam keadaan Ryza yang sedang tidak fit tapi meeting siang nanti memang sangat penting dan dia juga sangat membutuhkan Ryza di sampingnya.


"Iya Fa, aku akan minum obat setelah ini" jawab Ryza.


"Sudah siap semua senjata kita untuk meeting nanti siang?" tanya Fajar.


"Sudah" jawab Ryza singkat.


"Kalau begitu kamu kembali ke ruangan kamu, minum obat dan istirahatlah sebentar agar kamu baikan. Aku rasa kita masih punya banyak waktu. Kamu bisa tidur sekitar dua jam" perintah Fajar.


"Oke baiklah, kalau begitu aku istirahat ya. Kepalaku pusing banget nih" balas Ryza.


"Mau aku pesankan teh hangat agar kamu merasa baikan?" Keysha menawarkan.


"Boleh Key, terimaksih" jawab Ryza.


Ryza segera keluar dari ruang kerja dan kembali ke ruangannya. Tak lama seorang office boy datang membawa teh hangat beserta obat pusing pesanan Keysha untuk Ryza.


Ryza meminum obat tersebut dan berbaring sebentar di sofa ruang kerjanya. Tak lama Ryza pun terlelap, karena tadi malam dia memang kurang tidur mempersiapkan bahan meeting untuk siang itu.


Mungkin itulah penyebab dia pusing pagi ini karena kurang istirahat malam harinya.


"Gak biasanya Ryza seperti itu. Dia kan jarang banget sakit" ucap Keysha heran.


"Aku rasa dia kecapekan dan masuk angin. Tadi malam pasti dia lembur di rumah mempersiapkan bahan meeting siang ini" sambut Fajar.


"Mungkin juga" balas Keysha.


Keysha berdiri dari tempat duduknya.


"Fa aku balik ke ruanganku ya" ucap Keysha.


"Oke Key" jawab Fajar.


Fajar terlihat sangat sibuk dan serius menatap layar monitor laptopnya. Tidak terasa dua jam sudah berlalu. Fajar tersadar dan segera bersiap untuk berangkat meeting.


Dia mencoba untuk menghubungi Ryza melalui interkom yang ada di ruang kerjanya tetapi tidak di jawab oleh Ryza. Fajar menghubungi melalui ponselnya tetapi tetap juga tidak di angkat.


Karena penasaran dan juga buru - buru hendak pergi, akhirnya Fajar berjalan ke ruang kerja Ryza.


Begitu dia keluar dari ruang kerjanya Fajar berpapasan dengan Keysha yang juga baru saja keluar dari ruangannya.


"Mau berangkat Fa?" tanya Keysha.


"Iya" jawab Fajar singkat.


"Ryza mana?" tanya Keysha kembali karena tidak melihat keberadaan Ryza di balik tubuh Fajar.


"Ini aku lagi mau cari dia di ruangannya, tadi aku hubungi gak di jawab sama dia" ungkap Fajar.


Mereka berjalan menuju ruangan Ryza. Ketika mereka sampai di ruang kerja Ryza mereka melihat Ryza masih duduk lemah di sofa ruang kerjanya.


"Kamu baik - baik aja Ry?" tanya Fajar.


"Aku masih pusing dan lemas, padahal aku sudah minum obat dan sempat tidur sebentar" jawab Ryza.


"Jadi gimana meeting kita?" tanya Fajar lagi.


"Kita pergi, tunggu sebentar ya aku siap - siap" jawab Ryza lemah.


Ryza memasang jasnya dan mengambil tas kerjanya.


"Beneran kamu sanggup?" tanya Fajar tak tega.


"InsyaAllah sanggup, masih bisa ku tahan. Nanti setelah selesai meeting aku langsung pulang ya" pinta Ryza.


"Oke gak masalah" balas Fajar.


"Hati - hati ya" ucap Keysha.


"Makasih Key" balas mereka.


Fajar dan Ryza bergegas keluar dari ruang kerja Ryza dan berjalan menuju basement kemudian masuk ke mobil Fajar.


Karena kondisi Ryza yang kelihatannya kurang sehat Fajar memutuskan untuk berangkat naik mobilnya yang dikemudian supir perusahaannya.


Satu jam berlalu akhirnya mereka sampai di tempat yang telah ditentukan untuk menjadi lokasi meeting siang itu. Sebuah ruangan private di Restoran terkenal di kota Jakarta.


Tak lama setelah mereka sampai client yang ingin menjalin kerjasama dengan perusahaan mereka pun juga sampai di lokasi.


Pelayanan memberikan menu makanan di Restoran tersebur. Fajar, Ryza dan clientnya memesan menu makanan yang mereka inginkan.


Setelah itu pelayan pergi dan mereka memulai pembicaraan santai sebelum membahas kerjasama mereka.


Sekedar berbasa basi, mereka berbincang tentang perkembangan ekonomi dan bisnis belakangan ini.


Tak lama kemudian makanan sudah datang dan siap di sajikan untuk mereka santap siang itu.


Saat hendak menikmati makan siangnya tiba - tiba Ryza merasakan gejolak yang luar biasa di perutnya. Ryza terlihat semakin pucat, keringat mengucur di seluruh tubuhnya.


"Kamu baik - baik saya Ry?" tanya Fajar khawatir karena melihat Ryza yang sangat pendiam sejak mereka dalam perjalanan.


"Ba.. baik Fa" jawabnya singkat menahan gejolak mual yang dia rasakan.


"Tapi kamu kelihatan sangat pucat dan juga berkeringat" sambung Fajar.


"Gak apa - apa Fa, mungkin karena aku masuk angin rasanya sedikit mual" jawab Ryza lagi.


Masakan sudah dihidangkan di atas meja dan siap untuk di makan. Wangi masakan begitu menusuk penciuman Ryza sehingga dia tidak sanggup lagi menahan rasa mual nya.


"Kamu mau ke mana Ry?" tanya Fajar khawatir.


"Aku mau ke kamar mandi sebentar, permisi" ucap hormat pada Fajar dan client mereka.


Ryza segera bergegas menuju kamar mandi, sesampainya di sana dia keluarkan semua isi perutnya bahkan sampai habis dan hanya mengeluarkan cairan kuning yang terasa pahit.


Wajah Ryza semakin pucat, kepalanya sangat pusing. Dia mencuci wajahnya, berkumur - kumur dan mengusap wajahnya dengan sapu tangannya.


Ya Tuhan.. Ada apa dengan tubuhku ini. Mengapa kepalaku pusing sekali? Apa karena begadang tadi malam? Atau apakah aku mengidap penyakit.. ?? Aah.. tidak.. tidak.. waktu kemarin ke London aku kan sudah periksa kesehatan, medical checkup lengkap dan hasilnya semua baik - baik saja. Tapi apa yang terjadi saat ini denganku? Baru kali ini aku merasakan sakit kepala yang begitu dahsyat dan juga mual yang begitu kuat sampai habis semua isi perutku. Batik Ryza.


Tiga puluh menit Ryza di kamar mandi belum juga selesai. Fajar yang merasa ada yang tidak beres dengan kesehatan sepupunya seharian ini dibuatnya semakin khawatir.


Dengan sopan Fajar izin sebentar ke kamar mandi dengan alasan panggilan alam padahal dia ingin mencari keberadaan Ryza yang sudah sangat lama meninggalkan mereka.


Fajar berjalan menuju kamar mandi dan saat dia memasuki area kamar mandi untuk pria alangkah terkejutnya dia melihat pemandangan di depan matanya.


"Ryza........ "


.


.


BERSAMBUNG