
Pagi harinya Jimmy dan Celine putrinya sudah sampai di Loby Hotel, dimana F3STER minus Fathir sudah menunggu.
"Hai Celine" sapa Elfa senang. Mereka saling berpelukan.
"Hai Elfa, Fela, Fael, Shaby dan Ryntia" balas Celine.
"Kenalkan ini Sitha teman kami juga" ucap Fela memperkenalkan Sitha kepada Celine.
Fael, Fela, Elfa, Shaby dan Ryntia sudah beberapa kali berkunjung ke London karena mereka adalah cucu dari pemilik TBF Hotel.
Walau mereka datangnya tidak bersamaan tetapi mereka selalu menginap di Hotel tersebut. Dan mereka sudah kenal dengan Celine sejak kecil karena Jimmy selalu membawa putrinya ikut turut serta setiap cucu pemilik Hotel datang karena usia mereka seumuran.
"Paman kita ke rumah Grandma dan Grandpanya Fathir dulu ya. Kami sudah janjian pergi bareng" ucap Fela.
"Iya, aku tidak mau kalau Fathir tidak ikut karena kami ke London ini kan ingin merayakan hari ulang tahun kami" sambut Ryntia.
"Iya.. Iya.. Nona" jawab Jimmy.
"Yuk kita naik ke mobil, Papaku sudah membawa mobil yang besar. Cukup untuk membawa kita semua" ajak Celine.
"Oke Celine, let's go" sambut Elfa.
Mereka naik mobil dengan ceria. Jimmy memang sengaja membawa Mini Bus Toyota Hiace, agar semua bisa masuk.
Jimmy duduk di depan di samping supir sedangkan di belakangnya sudah duduk tujuh anak kecil termasuk putrinya sendiri.
Mobil melaju menuju rumah orang tua Catherine. Jimmy tidak sulit menemukan rumah Mr Wolter karena dulu sebelum Catherine menikah dengan Rafa dia sempat berpura - pura mengejar Catherine karena di suruh oleh istri Bosnya, Ela. Untung saja Rafa tersulut api cemburu kalau tidak bisa bahaya karena saat itu Jimmy sudah punya pacar yaitu istrinya yang sekarang.
Tak lama mereka pun sampai di rumah Mr. Wolter.
"Grandpaaaaa...... Grandma Aaaaa" teriak anak - anak.
"Hai sayang... bagaimana perjalanan kalian? Apakah kalian senang berada di London?" tanya Mrs. Wolter.
"Senang sekali Grandma, hari ini kami akan berbelanja coklat" jawab Fela.
"Iya, tadi Fathir sudah bilang kepada kami kalau kalian akan pergi berbelanja coklat. Ingat jangan terlalu banyak ya makan coklatnya nanti gigi kalian sakit dan badan kalian jadi gendut" goda Mrs. Wolter ramah.
"Oke Grandma.. " balas Elfa.
"Hai Mr dan Mrs. Wolter. Sudah lama tidak bertemu kalian" sapa Jimmy.
"Hai Jimmy, senang bertamu kamu lagi" jawab Mr. Wolter.
"Lho Uncle Jimmy sudah kenal sama Grandpa dan Grandma?" tanya Fathir.
"Kenal donk, udah kenal lama banget malah, sebelum Mommy dan Daddy kamu menikah" sindir Jimmy sambil melirik ke arah Rafa.
"Uncle Jimmy dulu saingan Daddy kamu. Gara-gara Uncle Jimmy, Daddy kamu sampai terbang ke London untuk mengejar Mommy" sambung Mrs. Wolter.
"Wah kalau begitu Uncle Jimmy orang jahat donk" ujar Sitha.
"Kenapa jadi orang jahat?" tanya Jimmy penasaran.
"Iya karena Uncle Jimmy mau merebut Mommy dan Daddy Rafa" jawab Sitha.
"Justru Uncle Jimmy lah pahlawannya. Karena Uncle Jimmy, Daddy jadi sadar kalau dia sudah mencintai Mommy" ujar Catherine tersenyum.
"Hai Jimmy lama tidak bertemu kamu" ucap Rafa sambil menjabat tangan Jimmy.
"Mr. Rafa, senang bertemu Anda lagi" balas Jimmy.
"Hai siapa gadis cantik ini?" tanya Catherine kepada Celine.
"Aku Celine" jawab Celine.
"Dia putriku Cath" sambut Jimmy.
"Waaah cantik sekali kamu sayang. Fathir pasti senang berteman dengan kamu. Ayo Fathir kenalan dengan Celine" perintah Catherine.
"Hai Celine, aku Fathir" ucap Fathir sambil menyodorkan tangannya.
"Hai Fathir, aku Celine" balas Celine sambil menyambut tangan Fathir dan mereka saling berjabat tangan.
"Siaaaaaap" jawab mereka.
"Kalau begitu kita berangkat ya" ucap Jimmy.
"Hati - hati ya F3STER. Kalian jangan merepotkan Uncle Jimmy" Rafa mengingatkan.
"Iya Daddy" jawab Fathir dan Sitha.
"Iya Uncle" jawab Triplet, Shaby dan Ryntia.
"Kamu harus selalu waspada Jimmy, mereka ini suka usil. Malah kadang kelewat usil. Kami liburan ke London saja itu karena ulah mereka semua" ucap Rafa kepada Jimmy.
Sebelum kamu katakan aku sudah siaga satu Rafa. Sebenarnya seram membawa delapan anak ini. Tiga orang anak Bos Fajar saja sudah sangat mendebarkan, apalagi ditambah empat anak lagi plus putriku sendiri yang sama gaya dan sifatnya seperti Elfa, Putri bungsunya Fajar. Fiuuuuh... semoga aku tidak kena serangan jantung. Ujar Jimmy dalam hati.
"Terimakasih kamu sudah mengingatkanku. Aku akan lebih berhati-hati menjaga mereka" jawab Jimmy.
"Kalau keamanan kamu tidak perlu khawatir Jimmy. Empat dari tujuh anak ini sudah ahli bela diri. Sedangkan tiga lainnya ahli balet hahaha" ujar Catherine.
"Apa hubungannya?" tanya Jimmy bingung.
"Setidaknya kalau ada yang berniat jahat mereka bisa melompat tinggi atau berlari dan menghindari karena badan mereka lentur" jawab Catherine bercanda.
"Hahaha... iya juga. Terimakasih kamu sudah mengingatkanku Cath" balas Jimmy.
"Baiklah kalau begitu Mr, Mrs Wolter, Rafa dan Catherine kami pamit dulu ya" sambung Jimmy.
"Iya, hati-hati Jimmy" balas Mr. Wolter.
"Dah Grandpa, Grandama, Daddy dan Mommy" ucap Fathir di sambut yang lainnya.
Mereka naik ke mini bus satu persatu. Duduk sesuai keinginan mereka. Fael, Fathir dan Shaby duduk berdekatan. Fela, Sitha dan Ryntia juga berdekatan sedangkan Elfa duduk di dekat Celine.
Elfa dan Celine memang sudah cocok dari dulu karena sifat keduanya tidak jauh beda. Kalau melihat pertemanan mereka sudah mirip dengan persahabatan Ela dan Catherine dulu.
Jimmy membawa F3STER ke toko - toko coklat terbaik di London. Mereka singgah di Toko Chocolate M &M yang terkenal di London.
Di Toko ini terdapat beraneka bentuk dan rasa coklat terbaik di dunia. Coklat yang nyoklat banget ditambah susu dan buah - buahan juga bentuk-bentuknya yang unik membuat kita ingin sekali memborong semua coklat yang ada di Toko itu.
Anak-anak sangat antusias dan senang dibawa ke toko ini.
"Waaah banyak sekali coklat di sini" ucap Fela.
"Ini seperti Dunia coklat ya" sambut Sitha.
Diantara F3STER hanya Sitha yang yang belum pernah ke London. Kalau Triplet, Shaby dan Ryntia sudah sering karena Opa mereka memiliki Hotel di sini sedangkan Fathir Grandma dan Grandpanya ada di London.
"Anak - anak kalian pilih coklat yang kalian inginkan dan kita bertemu di meja kasir ya. Ingat, kalian boleh berbelanja coklat sesuai keinginan kalian tapi jangan ada yang keluar dari gedung ini" teriak Jimmy mengingatkan.
"Oke Uncle" jawab mereka semua.
Mereka berkeliling Toko dan mencari coklat yang mereka inginkan. Semua berpencar melihat coklat apa saja yang ada di dalam Toko tersebut.
Elfa naik ke lantai dua, mungkin karena sebentar lagi mau Natal banyak pengunjung yang ingin membeli coklat untuk hadiah Natal mereka atau memang mereka ingin makan coklat favorit mereka.
Elfa berjalan sambil melihat cokelat - coklat dalam tabung yang di pajang di dinding toko. Karena terlalu asik melihat ke arah dinding dia tidak memperhatikan jalan di depannya. Tiba-tiba..
Bruuuuuuuk....
@$$&@&$+_) *;) _+@$£¥¢^¢©
"Aduuuuh.... "
.
.
BERSAMBUNG