Find The KEY

Find The KEY
Ep. 218



Jam sepuluh pagi dokter sudah tiba di kamar Ryza untuk memeriksa keadaan Ryza pagi ini sekaligus membacakan hasil pemeriksaan Ryza kemarin.


"Selamat pagi Pak Ryza. Bagaimana kabar anda pagi ini? sapa dokter.


"Masih pusing dok, apalagi kalau saya coba untuk duduk dan berdiri. Rasanya lebih mendingan kalau tiduran" jawab Ryza lemah.


"Begitu ya, nanti saya kasi resep obat pusingnya ya. Anda istirahat saja dan jangan berfikiran terlalu berat. Mungkin anda sedang stress bekerja. Kalau hasil pemeriksaan kemarin semuanya baik. Tidak ada masalah dengan kepala anda. Pusing anda mungkin karena beban fikiran atau beban pekerjaan" ucap dokter.


Memang dua hari yang lalu saya hanya tidur beberapa jam dok karena harus menyiapkan pekerjaan saya. Tapi itu biasa kok saya lakukan. Kalau beban fikiran yang berat sebenarnya tidak ada. Saya tidak mempunyai masalah dok " jawab Ryza.


"Mungkin daya tahan tubuh Bapak sedang turun sehingga Bapak sakit. Kurang olahraga dan beban pekerjaan yang membuatnya jadi lebih berat" balas dokter.


"Jadi suami saya tidak ada penyakit yang mengkhawatirkan kan dok?" tanya Sintia.


"Tidak bu, secara medis kondisi Bapak Ryza baik. Hanya butuh istirahat saja" jawab dokter.


"Syukurlah kalau begitu. Terimakasih dokter" jawab Sintia.


Tak lama dokter dan perawat yang mengiringinya keluar dari ruang rawat inap Ryza.


"Kamu mau makan buah Mas?" tanya Sintia.


"Nggak yank, mulutku rasanya pahit dan kepalaku masih pusing" jawab Ryza lemah.


"Sini aku pijitin" ucap Sintia.


Sintia segera memijit kepala suaminya dengan penuh kasih sayang.


"Yank tolong ambilkan pispot. Aku mau muntah, cepetan" desak Ryza.


Sintia segera berlari ke kamar mandi mengambil pispot dan menampung muntah Ryza.


"Sakit banget ya Mas kepalanya?" tanya Sintia.


Ryza hanya mengangguk lemah dan kembali tiduran.


"Sabar ya Mas, kalau bersabar saat sakit itu menjadi pengugur dosa" sambung Sintia.


"Iya sayang" jawab Ryza lemah.


Ryza mencoba menutup matanya untuk tidur tiba-tiba dia ingat sesuatu.


"Yank tolong hubungi Mama, aku laper tapi gak tau makan apa enaknya. Tolong kamu bilang sama Mama, aku pengen di masakin sup kepiting buatan Mama. Ingat ya yank bilang sama Mama harus Mama yang masaknya. Kalau orang lain aku gak mau" perintah Ryza kemudian dia kembali menutup matanya.


Sintia meraih hpnya dan mencari nomor mertuanya kemudian menghubunginya.


"Assalamu'alaikum Ma" Sintia mengucap salam.


"Wa'alaikumsalam nak" jawab Oryza.


"Gimana, apa kabar Ryza pagi ini, dokter bilang apa? hasil CT scan kemarin gimana?" tanya Oryza khawatir.


"Alhamdulillah semua baik Ma hasilnya. Kemungkinan memang Mas Ryza kecapekan dan masuk angin. Ni baru saja istirahat tiduran setelah muntah - muntah. Trus dia bilang laper tapi gak tau mau makan apa. Dia minta dimasakin Mama sup kepiting tapi katanya harus Mama yang masak. Tolong ya Ma, kasihan Mas Ryza isi perutnya kosong Ma" pinta Sintia pada mertuanya.


"Iya sayang, ni Mama langsung buatkan ya, sekalian Mama masak bubur biar Ryza gampang makannya. Mama usahakan sebelum jam satu nyampe di rumah sakit" jawab Oryza.


"Terimakasih ya Ma, maaf merepotkan Mama" balas Sintia.


"Gak apa - apa sayang, Mama ini kan mertua kamu. Ryza itu anak Mama, jadi Mama gak akan merasa direpotkan" tegas Oryza.


"Iya Ma, makasih ya Ma" ucap Sintia.


Sintia menutup ponselnya tak lama terdengar suara ketukan pintu dari luar.


Tok.. tok.. tok..


"Masuk.. " perintah Sintia dari dalam.


"Assalamu'alaikum.. " pintu terbuka dan muncullah Cinta dan Satria.


"Ini pesanan kamu. Mama bawa beberapa baju kamu dan Ryza. Ini juga Mama bawakan soto untuk kamu dan Ryza. Siapa tau dia selera" ucap Cinta.


"Barusan aku telepon Mama Oryza Ma, Mas Ryza minta di buatin sup kepiting. Sini Ma, sotonya aku saja yang makan. Mas Ryza pasti gak mau. Aku kok jadi laper ya" sambut Sintia.


"Ryza lagi tidur nak?" tanya Satria.


"Iya Pa, kasihan tadi dia lemas karena baru selesai muntah. Semua isi perutnya keluar" jawab Sintia.


"Kamu harus perhatikan makan dan waktu istirahat suami kamu sayang. Kalian kan sudah menikah. Itu sudah menjadi tugas kamu memperhatikan suami jangan sampai dia sakit seperti ini" nasehat Cinta.


"Iya Ma" jawab Sintia singkat.


"Ya sudah, nih sotonya kamu makan. Mumpung Ryza lagi tidur jadi kamu bisa makan dengan tenang" perintah Cinta.


Mereka duduk di sofa kamar inap Ryza. Sintia menyantap makanan yang dibawa Mamanya di dalam rantang. Padahal masih jam setengah sebelas pagi dan tadi pagi dia juga sarapan pagi tapi entah mengapa perutnya sudah kelaperan.


Sintia makan dengan lahapnya membuat Satria dan Cinta saling tatap karena melihat cara makan anaknya seperti tidak makan tiga hari.


"Kamu tidak makan tadi pagi nak?" tanya Satria.


"Makan pa, malah aku juga ngabisin buburnya Mas Ryza karena gak habis. Emang kenapa Pa?" Sintia balik bertanya.


"Cara makan kamu itu lho, seperti orang yang tidak makan tiga hari. Lahap sekali" jawab Satria.


"Gak tau Pa, aku kok laper banget ya. Mungkin karena tadi malam kurang tidur jagain Mas Ryza yang muntah - muntah terus. Biar gak ikutan sakit aku harus banyak makan takut masuk angin. Repot kan Pa kalau dua - duanya yang dirawat di rumah sakit" ungkap Sintia.


Hampir habis makanan di piring Sintia tiba-tiba Ryza terbangun.


"Yank wangi apa ini, kok gak enak baunya" ucap Ryza yang tersadar dari tidurnya karena wangi soto yang di bawa mertuanya.


"Wangi soto Ma, Mama bawa soto ke sini untuk aku dan Mas. Mas mau?" Sintia menawarkan.


"Mama Papa sudah datang?" tanya Ryza sambil mencoba duduk bersandar di dinding tempat tidur.


"Iya tadi kamu nyampai kamu masih tidur, kami gak enak bangunin kamu. Kata Sintia baru tidur karena lemas baru muntah" jawab Cinta.


"Iya Ma" balas Ryza singkat.


"Yank tolong ambilkan pispot lagi. Aku gak tahan mencium bau makanan kamu. Cepetan" perintah Ryza.


Sintia langsung berlari ke kamar mandi dan mengambil pispot dan meletakkannya tepat di depan Ryza.


"Uuuueeeek.... uuueeeeeek... " Ryza muntah lagi tapi isi perutnya sudah kosong, hanya ada cairan kuning yang keluar.


"Kasihannya kamu nak, sebenernya kamu sakit apa? Gimana tadi Sin hasil CT scan Ryza?" tanya Satria.


"Hasilnya bagus Pa, tidak ada masalah. Mas Ryza kecapekan kerja dan kurang tidur jadi masuk angin" jawab Sintia.


"Masuk angin kok parah gini. Mana ada orang masuk angin sampai pingsan" potong Cinta.


Sintia membersihkan bibir suaminya sisa muntahan dengan tisu basah.


"Sudah Mas kamu tiduran aja lagi ya. Sebentar lagi Mama datang bawa sup kepiting permintaan kamu. Sabar ya" ucap Sintia.


"Iya sayang, tapi pleaseee... jauhkan makanan kamu itu dari kamar ini. Aku mual menciumnya" pinta Ryza.


"Iya, aku juga udah selesai kok makannya" balas Sintia.


Ryza kembali berbaring di tempat tidur. Sintia langsung mencuci piringnya yang kotor dan wadah soto yang dibawakan Mamanya.


.


.


BERSAMBUNG