
Dua hari setelahnya.
"Assalamu'alaikum Tante si Keket udah pulang?" tanya Rafa yang baru pulang dari kantor dan singgah sebentar ke rumah orangtua Ela.
"Wa'alaikumsalam. Sudah, tapi tumben cari Keket biasanya cari Aby atau Ela?" tanya Alexa penasaran.
"Ada yang mau aku kasih sama Keket Tante. Kemarin udah janji tapi aku baru sempat hari ini ke sini" jawab Rafa.
"Masuk aja Raf, si Keket lagi di atas sama Ela nyiapkan gaun untuk pesta Ela.
" Oke Tante" balas Rafa.
Rafa berjalan masuk ke dalam rumah Ela meninggalkan Mamanya, Tante Alexa yang sedang asik menyiram bunga di teras depan rumahnya.
Setelah masuk ke dalam rumah Rafa langsung menuju tangga dan naik ke lantai dua.
Ruangan yang dulu tempat Geng ERASADIS sering ngumpul kini sudah di sulap Ela menjadi ruang kerja nya untuk sementara. Karena dalam pesta Ela banyak sekali gaun yang akan dibuat sehingga tidak cukup waktu mengerjakannya di Butik.
Ela dan Catherine menyambungnya di rumah. Kini hanya tinggal beberapa gaun saja yang belum siap dan hanya tinggal finishing.
Catherine sudah terbiasa bekerja seperti ini dengan Ela. Dulu waktu di London kalau Ela akan mengadakan acara peragaan busana biasanya mereka lebih repot lagi dari saat ini.
Ini juga yang menyebabkan Ela sengaja memanggil Catherine dari London agar dia tidak sulit lagi memerintah ini dan itu pada karyawannya di Jakarta.
Catherine sudah mengerti apa yang Ela inginkan. Diantar mereka sudah terjalin kontak batin yang cukup kuat sehingga tak perlu intruksi lagi Catherine sudah bisa menyelesaikan semua kekurangan sesuai dengan keinginan Ela.
"Eh Hai Raf, tumben naik ke atas. Kak Aby kan kamarnya di bawah" ucap Ela.
"Aku bukan mau ketemu Aby, urusan kantor sudah selesai tadi di kantor" balas Rafa.
"Ngapain naik ke sini, mau bantuin kami?" ledek Ela.
"Bukannya bantuin El malah aku jadi tambah ngerepotin kerjaan kalian kalau aku ikutan sama kalian. Aku mana ngerti soal beginian" ujar Rafa yang melihat Ela dan Catherine sedang sibuk memasang mutiara di gaun yang sudah selesai di jahit.
"Trus ngapain ke sini?" Tanya Ela penasaran sedangkan Catherine masih sibuk meneruskan pekerjaannya tanpa melirik Rafa sedikitpun.
Dia tidak mau konsentrasinya terganggu karena keberadaan Rafa di sini.
"Aku mau antarkan ini untuk si Keket. Kemarin aku janji mau kasi dia buku ini" Rafa meletakkan buku yang dia bawa di atas meja dan dia duduk di sofa memperhatikan Ela dan Catherine bekerja.
"Aku aja udah lupa Raf" jawab Catherine.
"Sudah aku duga. Kalian terlalu sibuk kejar tayang ngurusin gaun sampai lupa sama sekeliling. Awas lho kalian jangan sampai lupa makan. Bahayaaa" nasehat Rafa.
"Eh iya Raf ketepatan kamu ingatkan soal makan. Aku pengen banget makan bakso langganan kita, sekalian mau undang Bapak dan Ibu penjual baksonya. Dulu aku pernah janji sama mereka kalau aku nikah, aku akan undang mereka" ucap Ela.
"Ayo kalau makan bakso aku juga mau" sambut Rafa.
"Kamu ikut Ket?" tanya Ela.
"Nggak ah El, aku masih kenyang lagian nanggung nih. Bungkusin aja nanti malam aku makan" jawab Catherine.
"Kalau gitu aku tinggal kamu sendiri gak apa - apa kan?" Ela bertanya meyakinkan.
"Gak masalah, biar aku yang teruskan gaunnya sampai selesai" jawab Catherine.
"Ya sudah, yuk Raf" ajak Ela.
Ela meraih HP dan tasnya kemudian turun ke bawah bersama Rafa.
"Mau kemana kalian?" tanya Aby.
"Mau makan bakso Kak, Kakak mau ikut sama Kak Key?" tanya Ela menawarkan.
"Nggak ah El, aku lagi gak mau makan bakso" jawab Keysha.
"Keysha gak mau El, kalian berdua aja deh yang pergi. Kami gak ikut" tolak Aby.
"Oke daaa" balas Ela.
Rafa dan Ela masuk ke dalam mobil Rafa kemudian mobil melaju menuju tukang bakso langganan mereka.
"Hai Mas kamu makan di sini juga?" sapa Ela.
"Iya kangen bakso langganan kamu, mau ngajak kamu makan di sini tapi kita lagi di pingit. Eeeh gak taunya malah ketemu kamu di sini, lumayan obat kangen" jawab Fajar.
"Halaaaah kalian sengaja kan janjian di sini? pakai ngajak aku lagi" potong Rafa kesal.
"Hahahaa... tau aja kamu Raf, kamu kan sobat aku yang tersayang pasti kamu mau donk membantu kami. Pleasee jangan kasih tau Mama dan yang lainnya ya" pinta Ela.
"Apa imbalannya?" goda Rafa.
"Aku kasi sahabat terbaikku untuk sahabat yang terbaik juga" jawab Ela.
"Maksud kamu?" tanya Rafa.
"Keket" jawab Ela singkat.
"Ya ampun Eeeel. Masak Keket dijadikan imbalan sih El" balas Rafa.
"Gini aja Raf, kalau kamu nikah sama Keket aku kasih deh paket honeymoon kemana aja kalian mau" Fajar memberi penawaran.
"Ni cowok sama ceweknya sama saja. Dari tadi keket kekeeeet aja yang di sebut" protes Rafa.
"Keket itu baik banget lho Raf, trus sekarang kan dia udah muallaf jadi gak ada penghalang lagi. Dia cerdas dan cekatan, cantik lagi. Kurang apalagi coba" desak Ela.
"Kurang rasa El, perasaanku sama dia gak ada" jawab Rafa.
"Belum Raf, bukan gak ada. Entar kamu ngalamin apa yang kami alami lho. Jangan sampai kamu ngerasa kehilangan dulu baru sadar sama perasaan kamu. Seperti aku waktu Fajar pergi baru kehilangan. Aku gak mau kamu merasakan hal yang sama saat Keket pergi" nasehat Ela.
Rafa terlihat sedang berfikir, mungkin dia mencerna nasehat sahabatnya. Tak lama Bapak penjual bakso datang.
"Lho Neng El, Den Rafa dan pacarnya neng Ela datang rupanya" sapa Bapak Tukang Bakso.
"Bukan pacar Pak" sanggah Ela.
"Jadi apa donk?" tanya Bapak tersebut.
"Calon suami Pak" balas Fajar.
"Oh ya?" Bapak Tukang Bakso terkejut mendengar jawaban Fajar.
"Iya Pak, nih saya bawa undangan untuk Bapak dan Ibu. Sabtu depan kami menikah. Datang ya" pinta Ela sambil tersenyum ramah.
"Waaaah senangnya lihat Neng Ela akhirnya menikah. Bu.. sini bu" panggil si Bapak.
"Ada apa Pak?" tanya istrinya.
"Ini bu kita dapat undangan dari neng Ela" jawab Bapak Tukang Bakso.
"Neng Ela nikah, sama siapa?" tanya istri tukang bakso sambil berjalan mendekati meja Ela.
"Nih sama Aden ini" jawab suaminya sambil menunjuk Fajar.
"Lho kenapa datangnya bertiga sama Den Rafa" tanya Si Ibu bingung.
"Mereka lagi di pingit bu tapi aku yang dijadikan tumbal mereka, membawa mereka bertemu di sini. Alasan aja pengen makan bakso dan antar undangan untuk Bapak Ibu rupanya mereka udah janjian ketemuan di sini" jelas Rafa.
Ela dan Fajar saling pandang dan tersenyum menang. Mereka berhasil menjebak Rafa.
"Tuh benerkan mereka sengaja janjian makan bakso"
Sontak Fajar dan Ela terkejut mendengar suara dari arah belakang.
.
.
BERSAMBUNG