
"Apa, benarkah sayang?" tanya Mrs. Wolter lebih dulu.
"Benar Mommy, I am going to be the mother" jawab Catherine sambil menangis bahagia.
"Jadi mengapa kamu menangis honey, Daddy kan jadi salah sangka sampai Daddy marah pada suami kamu?" tanya Mr. Wolter.
"Karena aku sedang merasa sangat bahagia dan kangen kalian" jawab Catherine sambil terus menangis.
"Sudah sayang jangan menangis terus nanti bayi kita ikut bersedih" bujuk Rafa.
"Apakah kami harus terbang ke Jakarta besok?" tanya Mrs. Wolter.
"Gak usah Mommy, aku hanya kangen saja. Ini mungkin pengaruh kehamilan aku lebih suka menangis" jawab Catherine.
"Dari kemarin menangis melulu Mommy sampai aku kesulitan bujuknya. Untung ada ice cream" ujar Rafa.
"Kamu pinter nak, itu memang jurus andalan kami saat membujuk dia menangis waktu kecil" sambut Mrs. Wolter.
"Selamat ya buat kalian berdua, kami turut bahagia mendengar kabar baik ini. Jaga kandungan kamu sweet heart, jangan terlalu capek bekerja, jangan banyak fikiran dan jangan nangis terus. Kasihan bayi kamu di dalam ikutan sedih" sambung Mrs. Wolter
"Dan kamu Rafa, tolong kamu jaga putri kami ya dengan sabar. Dia hamil persis Mommynya dulu saat hamil. Aku dulu sempat khawatir melihat istriku hamil sering sekali menangis, aku kira setelah anak kami lahir dia akan menjadi anak yang cengeng tapi ternyata tidak. Catherine malah sebaliknya. Dia anak yang kuat" ucap Mr. Wolter.
"Iya Daddy, aku akan menjaga mereka dengan sebaik mungkin dengan sekuat tenagaku" tegas Rafa.
"Nanti kalau sudah dekat waktunya aku melahirkan kalian datang ya, aku tidak mau melahirkan sendirian" ucap Catherine masih dengan tetesan air mata yang terus mengalir.
"Hey.. kamu tidak sendirian honey.. ada aku yang akan selalu menemani kamu" Rafa mengusap kepala istrinya dengan lembut.
"Kami janji, Daddy akan menyusun jadwal libur panjang sebelum dan sesudah kamu melahirkan" janji Mr. Wolter.
"Terimakasih Dad, Mom" balas Catherine.
"Kalian sedang apa tadi, Mommy lihat tadi Rafa sedang di dapur?" tanya Mrs. Wolter.
"Mas Rafa tadi lagi masak Mom untuk makan malam. Gak tau nih Mom seharian ini malas banget kemana-mana. Maunya tiduran di tempat tidur aja" ungkap Catherine.
"Itu karena kamu hamil honey tapi jangan terlalu kamu ikutin, harus gerak juga donk biar lebih sehat. Setiap hari tiduran melulu juga gak bagus. Kamu butuh pergerakan, olah raga yang ringan tapi jangan terlalu lelah bisa bahaya juga" nasehat Mrs. Wolter.
"Kalian sudah ke dokter untuk periksa?" tanya Mr. Wolter.
"Belum Dad, rencana hari senin. Sekalian bareng teman - teman yang lain. Ryza juga besok baru keluar dari rumah sakit" jawab Rafa.
"Ryza masuk rumah sakit, sakit apa dia?" tanya Mrs. Wolter terkejut.
"Sakit ngidam hamil muda Mom" jawab Rafa.
"Emang di Indonesia ada penyakit seperti itu. Pria hamil?" tanya Mr. Wolter tidak mengerti.
"Bukan prianya yang hamil beb.. tapi pasti istrinya yang sedang hamil saat ini. Waaah akhirnya kalian semua beneran hamil barengan ya" ucap Mrs. Wolter.
"Iya Mom, makanya kami barengan juga priksa ke dokter hari senin. Besok kami mau ke rumah Papa Mama. Mau bawain mereka lontong Medan sarapan besok pagi" ungkap Catherine.
"Lontong Medan?" sarapan seperti apa itu?" tanya Mr. Wolter penasaran.
"Nanti deh, waktu Mommy dan Daddy datang ke Indonesia kami suguhin lontong Medan. Pasti kalian suka. Aku aja waktu makan makanan itu pertama kali langsung jatuh cinta" jawab Catherine.
"Kamu kan emang sudah jatuh cinta sama orang Medan yank" sambut Rafa.
"Hahaha... benar kamu Raf, dia sudah jatuh cinta sama orang Indonesia pasti semua yang ada di Indonesia dia suka" sambung Mr. Wolter.
"Ya sudah kalian makan malam sana. Nanti kamu kelaparan honey. Wanita jam gampang sekali merasa lapar karena yang butuh di isi bukan hanya satu orang tapi lebih. Bayi kamu butuh nutrisi, makan yang banyak ya. Jangan takut gemuk karena wanita hamil pasti gemuk gak mungkin kurus kan?" nasehat Mrs. Wolter.
"Oke Daddy Mommy... kami makan dulu ya. Sampai jumpa lagi, jaga kesehatan kalian" ucap Rafa.
"Kalian juga ya, salam buat Papa dan Mama kamu Rafa" balas Mr. Wolter.
Telepon berakhir, Catherine dan Rafa melangkah ke dapur untuk menyantap hidangan makan malam yang sudah di siapkan Rafa khusus untuk istrinya tercinta malam ini.
Ke esokan harinya Rafa dan Catherine bangun pagi - pagi sekali karena mereka ingin membeli lontong Medan untuk Papa dan Mama Rafa.
Mereka berangkat jam enam pagi karena takut kehabisan lontong Medannya kalau mereka telat datang.
Rafa menjalankan mobilnya menuju Kedai Mamak Lontong Sayur Medan di Jakarta Timur.
Karena masih pagi dan hari libur jalanan sepi, tak memakan waktu lama mereka sudah sampai di tujuan. Tetapi di sana sudah ramai mobil parkir.
Di dalam kedai yang sebenarnya terletak di ruko dua lantai sudah banyak pembeli yang duduk di dalamnya sambil menikmati pesanan mereka.
Kedai Mamak Lontong Sayur Medan. Alamatnya berada di Jl. Tebet Timur dalam raya No. 60B, Jakarta Selatan. Tidak hanya menjual lontong saja, banyak pilihan lainnya yang bisa diambil. Mulai dari nasi gurih, mie soup, mie resbus, sate kerang, dan lain-lain.
Rafa memesan lima bungkus lontong sayur Medan di padu dengan rendang Medan untuk dia, istrinya, Mama, Papa dan adik perempuannya. Ditambah sate kerang khas Medan.
Uuuuh membayangkannya saja membuat air liur Rafa mengalir dan tak sabar ingin segera menyantapnya.
Sekitar menunggu sekitar lima belas menit mereka melanjutkan perjalanan ke rumah orangtua Rafa.
Sesampainya di rumah orangtuanya mereka di sambut hangat oleh Reza, Lidya dan Zalya adik Rafa.
"Selamat ya Kak Keket dan Bang Rafa. Sebentar lagi kalian akan mendapatkan seorang bayi dan aku akan di panggil Tante" ucap Zalya gembira.
"Makasih Zalya sayang" sambut Catherine ramah pada adik iparnya.
"Yuk langsung aja ke meja makan, pasti kalian sudah lapar kan?" tanya Lidya.
"Uh laper banget Ma, tadi waktu mesan lontongnya air liurku rasanya sudah hampir menetes membayangkan sedapnya lontong Medan ini" jawab Rafa.
"Dasar kamu, yang hamil Keket kok malah kamu yang kelaparan" ucap Reza.
"Ya sudah yuk" ajak Lidya.
Mereka langsung menuju ruang makan, Reza memberikan bungkusan lontong Medan yang dia beli kepada Mamanya.
Lidya langsung memindahkan makanan tersebut ke dalam piring di bantu oleh Zalya.
"Kok beda Mas dari yang kemarin?" tanya Catherine.
"Yang kemarin aku pesan dari tempat yang paling dekat dari apartemen kita yank. Kalau yang ini tempat jualan favorit keluargaku juga keluarga Aby dan Ela" jawab Rafa.
"Coba kamu rasain Ket, pasti rasanya lebih enak" perintah Reza.
Catherine langsung mencoba lontong sayur miliknya.
"Iya Pa bener enakan yang ini. Semalam juga enak tapi ini rasanya lebih gurih. Ini apa namanya?" tanya Catherine pada makanan yang di tusuk kayu kecil.
"Ini namanya sate kerang, kamu cobain juga" jawab Rafa.
Catherine mencoba sate kerangnya.
"Waaaah enak semua" ucap Catherine senang.
"Alhamdulillah.. memang lidah kamu, lidah orang Indonesia ya" puji Lidya.
Mereka semua tertawa bahagia pagi itu.
.
.
BERSAMBUNG