
Karena Ela melahirkan tiga bayi kembar, kedua orangtua mereka selalu menemani selama di rumah sakit. Ela belum terbiasa dan belum terlalu pintar mengurus tiga bayi kembarnya yang baru lahir beberapa hari.
Jasmine dan Alexa setiap malam menginap di rumah sakit selama Ela di rawat di rumah sakit.
Dan beruntungnya mereka memiliki anak - anak yang sehat dan tidak rewel. Sepertinya tiga bayi kembar itu sangat mengerti dan tidak pernah merepotkan Mama beserta para Omanya.
Tiga bayi kembar itu hanya menangis ketika mereka haus dan kotor. Selebihnya kerja mereka hanya tidur. Membuat proses pemulihan Ela sangat cepat.
Tetapi Fajar tidak mau mempercepat waktu kepulangan Ela ke rumah. Biarlah Ela mendapat pengobatan dan pemulihan maksimal.
Dia ingin memberikan yang terbaik untuk istri dan anak & anaknya. Karena itu lah perlindungan pertama yang bisa Fajar berikan untuk keluarga kecilnya.
Para tamu juga tak henti - hentinya datang berkunjung saat jam besuk. Maklum mereka mempunyai keluarga besar, para sahabat dan rekan kerja yang banyak.
Padahal Omar dan Aditya sudah menolak kedatangan mereka dengan lemah lembut dengan mengatakan bahwa nanti setelah Ela sembuh mereka akan membuat acara syukuran menyambut kedatangan cucu mereka.
Tapi apa mau dikata, tidak mungkin mengusir tamu yang sudah datang. Alhasil Ela jadi kurang tidur.
"Maaaas aku ngantuk sekali" ucap Ela.
"Ya sudah kamu tidur aja" jawab Fajar.
"Tapi nanti kalau mereka mau minum susu gimana Mas?" tanya Ela.
"Nanti kamu dibangunin atau kalau tidak stok ASI kan sudah ada kulkas bisa langsung disiapkan. Yang penting kamu bisa istirahat" balas Fajar.
"Iya deh" ucap Ela.
Fajar membantu Ela rebahan di tempat tidur sementara ketiga bayinya juga sedang terlena di box bayi.
Tak lama baby bor Rafael terbangun dan menangis. Fajar segera menjauhkan box bayi Rafael dari kedua adiknya. Takut adik - adiknya terganggu karena tangisan Rafael.
Fajar mengangkat Fael dari dalam box dan menimangnya. Tapi Fael tak kunjung tenang.
Jasmine datang dengan membawa botol susu dari mesin penghangat susu.
"Sepertinya Fael haus Fa, sini biar Mama kasi dodot" ucap Alexa membantu menantunya.
"Udah Ma gak apa - apa, biar aku saja. Sekalian belajar" jawab Fajar.
"Waaah sudah jadi Bapak siaga kamu ya" ledek Omar.
"Ya iya donk Pa, namanya anakku tiga. Kalau semua Ela yang urus kasihan dia Pa gak bisa istirahat. Kami harus gantian jaga Fael, Fela dan Elfa" jawab Fajar.
"Bagus itu, Mama dan Papa juga dulu gantian jaga Ela dan Aby saat malam hari. Walaupun malam Papa sudah capek sepulang kerja tapi dia tetap siaga memberikan susu atau mengganti popok mereka saat Mama tidur malam hari" ungkap Alexa.
"Iya sayang, namanya anak bersama" Ucap Jasmine.
"Kalau semua dikerjakan bersama - sama dengan ikhlas pasti terasa ringan" nasehat Aditya.
Tak lama Fela pun terbangun dan menangis.
"Mama rasa dia juga haus" ucap Jasmine.
Karena suara tangisan Fela keras membuat Elfa juga terbangun dan ikutan menangis
Jasmine dan Alexa mengambil bayi kembar itu dalam gendongan mereka masing-masing.
Karena suara tangisan dua bayi yang begitu keras membuat Ela terbangun.
"Mereka bangun Ma?" tanya Ela pada Mama dan mertuanya.
"Iya sayang" jawab Alexa.
"Fael mana Ma?" tanya Ela yang tidak melihat Fael di boxnya.
"Tuh di gendong Fajar" jawab Jasmine.
Ela melihat Fajar sedang memberi Fael dot yang berisi ASI.
"Si Kakak udah minum cucu ya? Sini Fela aku susuin Ma sebentar. Mungkin Elfa masih bisa menunggu kakaknya sebentar" ujar Ela.
Jasmine memberikan Fela kepada Ela untuk di susuin. Sedangkan Elfa masih berada di dalam gendongan Alexa dan kembali tertidur.
"Aku rasa mereka akan kerepotan mengurus tiga bayi ini sekaligus" ucap Aditya.
"Aku akan membantunya Mas" sambung Jasmine.
"Tapi mana cukup sayang" ucap Omar
"Kami akan mencari baby sitter Pa untuk membantu mengurus mereka" jawab Fajar.
"Papa rasa itu ide yang bagus. Kamu juga kan siang sibuk bekerja, jadi kalau malam juga butuh istirahat. Kalau ada yang bantuin kan setidaknya kamu masih bisa istirahat malam" balas Omar.
"Trus El apakah kamu akan segera bekerja di Butik?" tanya Aditya.
"Nggak Pa, aku mau fokus ngurus anak - anakku dulu. Kalau urusan Butik bisa aku kerjain di rumah saja. Lagian sejak kami semua hamil, kami sudah mencari asisten kami masing-masing yang akan mengurus semua pekerjaan kami selama kami mengurus bayi - bayi kami Pa" jawab Ela.
"Bagus itu. Tidak ada yang lebih baik mengurus seorang anak kalau bukan orang tuanya. Sesibuk apapun kalian sebisa mungkin besarkan putra - putri kalian dengan tangan kalian sendiri" nasehat Omar.
"Iya Pa" jawab Ela dan Fajar.
Akhirnya Fela selesai menyusu dan kemudian bergantian dengan Elfa. Sedangkan Fael dan Fela kini kembali terbuai dalam box bayi mereka.
********
Sudah tiga hari Ela di rawat di rumah sakit, rencananya hari ini dia akan pulang ke rumah bersama dengan tiga bayi kembarnya.
Mama dan Mama mertuanya sedang membantunya berbenah. Semua barang - barangnya sudah dimasukkan ke tas dan siap untuk dibawa pulang.
"Fael, Fela dan Elfa kapan di bawa ke sini?" tanya Omar.
"Sebentar lagi Pa, mereka sedang diganti pakaiannya. Fajar juga sedang mengurus administrasi" jawab Jasmine.
"Ooo.. Kalian ikut kan ke rumah kami Dit?" tanya Omar.
"Iya Mar, kami akan ikut mengantar si kembar tiga ke pulang ke rumahnya. Nanti malam baru kami balik ke rumah" jawab Aditya.
"Aby dan Keysha katanya juga langsung nyusul ke rumah kalian Mas" sambung Alexa.
"Iya, kan ramai kalau banyak yang menyambut kedatangan mereka" balas Omar.
Tak lama Fajar datang dengan membawa beberapa surat - serat keterangan lahir dari rumah sakit untuk ketiga anaknya juga berkas administrasi lainnya.
"Sudah selesai Mas?" tanya Ela.
"Sudah sebentar lagi mereka akan di bawa ke sini" jawab Fajar.
"Semua sudah siap Ma?" tanya Fajar kepada Mamanya.
"Sudah, kita tinggal menunggu si kembar kemudian pulang ke rumah" jawab Jasmine.
Tak lama pintu ruangan di ketuk dengan tergesa-gesa membuat mereka penasaran siapa yang sudah membuat keributan di depan kamar mereka.
"Siapa sih, kuat banget ketuk pintunya?" tanya Aditya.
"Ya masuk" ucap Fajar dari dalam kamar.
Tak lama perawat datang dengan wajah yang sulit di tebak
"Ada apa?" tanya Fajar penasaran.
"Maaf Pak, anu... " ucap perawat
"Ada apa?" ucap Fajar dengan suara yang keras.
"Itu Pak.. mmm.. salah satu bayi Bapak hilang" lapor perawat dengan penuh ketakutan.
"Apa?" Teriak mereka bersama dengan wajah penuh keterkejutan.
"Elaaaaaaa"
.
.
BERSAMBUNG