Find The KEY

Find The KEY
Ep. 298



Elfa berjalan sambil melihat cokelat - coklat dalam tabung yang di pajang di dinding toko. Karena terlalu asik melihat ke arah dinding dia tidak memperhatikan jalan di depannya. Tiba-tiba..


Bruuuuuuuk....


@$$&@&$+_) *;) _+@$£¥¢^¢©


"Aduuuuh.... " ucap Elfa.


"Hei kamu, kalau jalan lihat - lihat donk" bentak seseorang yang baru saja di tabrak Elfa.


"Eh... Maaf.. saya tidak lihat ke depan tadi" jawab Elfa merasa bersalah.


"Segitunya mata kamu lihat coklat sampai tidak bisa lagi melihat jalan di depan. Cih.. dasar" ucap anak laki - laki itu lagi.


Elfa yang semula merasa bersalah menjadi emosi begitu mendengar umpatan pria yang ada di depannya.


"Hei kamu.. saya kan sudah minta maaf secara baik - baik. Jangan ngumpat lagi donk. Tuhan saja mudah memaafkan orang yang suka berbuat salah, apalagi kamu hanya manusia biasa. Jadi cowok kok pendendam" balas Elfa emosi.


"Sudah salah malah marah" balas anak laki-laki tersebut.


"Ya habis kamu ngomongnya seperti itu, aku kan sudah minta maaf dengan tulus, kamu malah marah - marah lagi" protes Elfa.


"Untung kamu perempuan, kalau laki-laki sudah habis aku buat" ancam anak laki-laki itu.


"Hei aku memang perempuan, tapi jangan kamu ragukan kekuatanku. Saat ini juga aku bisa melawan kamu" balas Elfa.


Jimmy mendengar dari kejauhan ada kegaduhan. Dan dia mendengar seperti suara Elfa.


Gawat, anak itu buat ulah lagi. Batin Jimmy.


Jimmy segera berlari mencari asal kegaduhan itu. Benar saja, Elfa sedang bertengkar dengan anak laki-laki.


"Nona ada apa ini?" tanya Jimmy begitu sampai di tempat kejadian perkara.


"Ini Uncle pria ini, aku tidak sengaja sudah menabraknya tapi aku sudah minta maaf dengan tulis. Dia tidak terima dan masih marah - marah padaku" ungkap Elfa.


"Maafkan Nona muda saya, dia tidak sengaja" Jimmy membantu Elfa untuk meminta maaf.


"Cih kamu bawa teman, gak berani sendirian melawan aku" balas anak laki-laki itu.


"Hei jangan bicara sembarangan ya. Ayo dimana kamu ajak, aku siap melawan kamu" tantang Elfa.


Elfa mengambil kuda - kuda untuk menghantam anak laki-laki itu. Tapi segera di cegah Jimmy.


Bahaya ini, kalau mereka bertarung di sini dan membuat keributan. Apalagi kalau Bos sampai tau, bisa kena marah aku. Batin Jimmy.


"Sudah Nona hentikan" Jimmy menggenggam tangan Elfa kuat agar Elfa tidak bergerak lagi.


"Tolong Tuan pergi saja dari sini, kami tidak mau membuat keributan di sini. Nona saya kan sudah meminta maaf dengan sopan, harusnya Tuan bisa menerimanya. Tapi kalau Tuan memang keberatan dan ingin memperpanjang masalah ini saya ada di pihak Nona saya. Dan saya pastikan Tuan akan menyesal" ancam Jimmy.


Cih anak sialan, walaupun awalnya memang Nona Elfa yang salah tapi sepertinya anak ini juga salah. Gaya dan tampangnya sangat sombong. Aku jadi ikut emosi menghadapinya. Ujar Jimmy dalam hati.


"Awas kamu kalau kita bertemu lagi, aku akan buat perhitungan dengan kamu" tantang anak laki-laki itu.


"Siapa takut" balas Elfa.


Anak laki-laki itu pun pergi berlalu dari hadapan Jimmy dan Elfa. Celine dan personil F3STER lainnya berlari mendekati Elfa dan Jimmy.


"Ada apa Uncle?" tanya Fael khawatir.


Walau Elfa pintar bela diri tapi Fael merasa harus bisa melindungi adik - adiknya.


"Nona Elfa tidak sengaja menabrak pria itu" jawab Jimmy.


"Tapi aku sudah meminta maaf dengan tulus Kak, tapi pria itu tetap marah malah menantangku. Ya langsung aku sambar lah. Emangnya aku takut apa, sama dia" potong Elfa.


"Nona maaf Uncle ingin bertanya" ucap Jimmy menyela.


"Tanya apa Uncle?" tanya Elfa penasaran.


"Apa penyakit Nona sudah sembuh?" tanya Jimmy.


Jimmy sangat mengetahui kalau penyakit alergi Bosnya turun kepada putri bungsunya.


"Penyakitku yang mana?" tanya Elfa.


"Apa Nona tidak merasakan apapun?" tanya Jimmy lagi.


"Nona tidak mual dan muntah?" tanya Jimmy penasaran.


"Nggak, aku tidak merasakan sesuatu" jawab Elfa jujur.


"Elf, apakah pria itu yang Papa dan Mama maksudkan?" tanya Fela tak kalah penasaran.


"Maksud Kakak yang akan menjadi antimonya aku nanti?" tanya Elfa.


"Iya" balas Fela.


"Iiiih amit-amit... ya Allaaaah jangan sampai ya Allah. Wiiiiiiih ampuun deh, cukup sekali saja ketemu dia. Mudah - mudahan aku tidak pernah bertemu dia lagi" ujar Elfa.


"Lagian kita kan masih kecil, Papa dan Mama bilangkan nanti kalau kita sudah besar dan dewasa baru Elfa akan menemukan antimonya" sambut Fael.


"Ya sudah, kamu tidak apa -apakan Elfa?" tanya Shaby.


"Tidak, aku tidak apa - apa. Kalau harus ada pertumpahan darah. Aku pastikan bukan aku korbannya tapi akulah pelakunya haha" tawa Elfa bangga.


"Ya sudah kalau begitu lanjut belanja coklatnya. Ingat kalian harus hati - hati Jangan sampai terjadi hal yang sama. Uncle tidak mau nanti di gantung sama Papa Mama kalian di Hotel" ucap Jimmy.


"Oke Uncle. Aku tau di gantung itu memang gak enak" jawab Fela.


"Sok dewasa kamu" sindir Shaby.


"Lho emang benar kan di gantung itu gak enak, tidak bisa bernafas dan mati" jawab Fela polos.


"Oh kirain" balas Shaby.


"Yuk berpencar lagi" ajak Elfa.


"Celine tolong kamu temani Elfa. Daddy gak mau terjadi lagi hal seperti tadi" perintah Jimmy.


"Oke Daddy" jawab Celine.


Celine berlari ke arah Elfa.


"Elfaaa tunggu... aku ikut kamu" teriak Celine.


Mereka kembali berpencar mencari dan memilih coklat yang mereka inginkan. Setelah selesai memilihnya mereka membawa semua belanjaan mereka ke kasir.


Saat antrian membayar di kasir.


"Huh ketemu cewek buta lagi" sindir seseorang.


Elfa yang sebelumnya terlihat senang dan ceria sontak kembali lagi emosi melihat sosok anak laki-laki di depannya.


"Sudah Elfa gak usah di ladenin, cowok gila" ujar Celine.


"Apa kamu bilang aku gila?" balas anak laki-laki itu emosi.


"Apa mau kamu hei... jangan ganggu adikku" bela Fael.


"Tadi bawa pengawalnya, sekarang bawa pembelanya. Emangnya kamu princess?" sindir anak laki-laki itu.


"Kamu memang minta di hajar ya" ucap Elfa.


Tanpa bisa dicegah dan tanpa di duga oleh siapapun Elfa mengambil kuda - kuda kemudian mengeluarkan tendangan andalannya.


Anak laki-laki itu terkejut dan dia tidak dalam posisi baik sehingga karena tendangan Elfa anak laki-laki itu jatuh tersungkur.


"Elfaaaa... " teriak F3STER dan Celine.


Jimmy yang baru datang dari belakang terkejut dengan apa yang terjadi. Seketika suasana menjadi ramai. Ada yang mencoba menolong anak laki-laki yang terjatuh ke lantai ada juga yang berusaha menengahi.


Sementara F3STER dan Celine berusaha menahan Elfa agar tidak bertindak lebih keras lagi.


"Ada apa ini?" teriak Jimmy yang datang dengan tergesa-gesa.


.


.


BERSAMBUNG